
05:59PM IN ITALI
Langga dan yang lain masih tertidur pulas karena kelelahan akibat membantai lalat-lalat. Begitu juga dengan Zella dan Arzen mereka tertidur dengan nyenyak.
Sedangkan Cey Ia terbangun karena rasa pusing yang menjalar di kepalanya, ia sedikit meringis karena kesakitan.
" Akhh.... " Pekiknya sembari memegang kepalanya menggunakan tangan kanannya.
Kenzo yang mendengar pekikan istrinya, ia langsung terbangun dan mengecek keadaan istrinya itu.
" Babee!! Kenapa ada yang sakit Hmm? Yang mana? " Panik Kenzo Seraya memijit kepala cey dengan perlahan.
Cey hanya bisa diam menahan rasa sakit di kepalanya, ia tidak mau membuat suaminya khawatir. Kenzo yang melihat istrinya berkeringat sangat panik, sekarang di matanya sudah terdapat beberapa air bening yang siap terjun kapanpun itu.
" Babe.... Hikss... Mana yang sakit hmm... Sakitnya pindahkan saja padaku... Hikss " Perintah Kenzo pada penyakit cey agar pindah padanya.
Cey yang mendengar itu, tersenyum. Suaminya ini sangat lucu. Ia langsung saja berusaha menenangkan suaminya agar tak menangis meskipun harus menahan sakit di kepalanya.
" Apasih hmm, aku Ga papa. Jangan nangis nanti gantengnya ilang " Goda cey dengan tersenyum.
" Hiksss... Jangan berbohong, pasti sakit kan.... Heyy sakit jangan sakit istriku, jika berani hadapi aku " Marah Kenzo pada penyakitnya.
__ADS_1
" Hahah, lihat ini rambutmu masih berantakan. Kenapa kancing baju mu terbuka?. Ingus mu di lap dulu " Canda cey sembari mengelap ingus suami cengeng nya.
" Babe~ Hugg me " Ucap Kenzo dengan suara seraknya. Cey yang gemas langsung mengacak-acak rambut Kenzo dengan kencang.
" Babe.. Jangan nanti kau sakit lagi " Kesal Kenzo pada istrinya. Ia pun membantu istrinya merubah posisi yang tadinya berbaring menjadi duduk.
" Kenapa makin ringan " Ucapan Kenzo dengan mata berbinar menatap istrinya. Cey hanya tersenyum kecut atas ejekan suaminya.
" Hug babe~ " Manja Kenzo sembari merentangkan tangannya pada cey. Cey pun merentangkan lengannya juga.
" Come here Sweaty^^ " Ucap cey sembari memeluk tubuh kekar suaminya itu. Kenzo yang nyaman di peluk istrinya setelah sekian lama tidak di peluk mulai menyelundupkan wajahnya di ceruk leher istrinya. ( btw cey lagi ga pake khimar ya ).
" Harum~ boleh ku terkem babe~ " Good Kenzo di tengah-tengah pelukannya dengan cey. Cey yang mendengarnya langsung mencubit pinggang suaminya.
Tok tok tok
" Masuk " Ucap cey sopan dari dalam ruangan. Dokter itu pun masuk ke dalam ruangan dan melihat orang yang sangar tengah memeluk wanita yang lugu.
" Maaf Bu saya mengganggu waktunya. Kami akan memeriksa kondisi ibu dulu ya " Ramah dokter itu.
" Ah iya dok, silahkan " Jawab cey. Namun Kenzo tidak beringsut dari memeluk cey dengan erat. Cey berusaha mengguncangkan tubuh suaminya itu.
__ADS_1
" Ken, awas dokternya ingi periksa " Kata cey berusaha melepaskan pelukan suaminya. Dokter dan perawat di sana tersenyum melihat tingkah pasutri ini.
" Tidak apa-apa bu. Mungkin suami ibu merindukan istrinya, maknya tidak mau melepaskan ibu " Jawab dokter itu dengan senyum yang mengambang.
" Suami ibu sepertinya sangat posesif karena sangat mencintai ibu. Ibu beruntung sekali " Timpal perawat itu.
Cey yang mendengar itu langsung malu. Ia hanya tersenyum sembari menetralkan malunya di katakan seperti itu. Dokter dan perawat itu sangat gemas dengan cey dan ingin mencubit nya.
Dokter itu pun mulai membuka perban di kepala cey, serta mengecek infus yang berada di lengan putihnya. Kenzo semakin lama semakin mengeratkan pelukannya. Dokter dan suster yang melihat itu hanya bisa cengar-cengir, tak di sangka orang semenakutkan ini biasa takluk.
Cey hanya bisa menunduk melihat tingkah suaminya itu, ia berusaha merapikan rambut acak-acakan suaminya menggunakan tangan. Tanpa di sadari Kenzo tidak ingin istrinya berhenti mengusapi kepalanya.
Ia menahan lengan istrinya agar terus mengusap-usap kepalanya. Dan menyembulkan wajahnya ke atas sembari menatap wajah cantik istrinya lekat.
" More " Ucap Kenzo manja dengan mata berbinar di hadapan cey beserta dokter dan suster di sana. Sontak saja dokter dan Suster di sana blushing karena melihat keromantisan pasutri ini.
__ADS_1
" Hey orang lagi di periksa. Sana dulu duduk di sofa, atau makan " Aju cey pada suaminya yang masih tetap mempertahankan posisinya.
Kenzo menggeleng cepat. Ia tidak mau melepaskan pelukannya sama sekali malah semakin mengeratkan pelukannya.