
" Ga usah sok sedih. Lanjutin aja lagi!! " Bentak cey pada Kenzo. Niat ia ingin minta maaf pada suaminya karena tadi pagi sudah membentaknya.
" Baby~ Kenapa?? " Tanya Kenzo dengan berlinang air mata. Disaat Kenzo ingin memegang lengan cey, cey langsung menepis nya kasar.
Plakk
" Ck. Ku kira kau berbeda ternyata sama saja " Ucap cey menyesal menikahi Kenzo dengan nada sendunya.
Kenzo yang mendengarnya merasa tersayat. Cey pasti kecewa pada dirinya. Setelah mengatakan itu cey langsung berlalu dari tempat maksiat itu dengan air mata.
Kenzo berusaha mengejarnya namun tak peduli seberapa besar Kenzo berteriak tak pernah di gubris oleh cey.
" Baby!! Tunggu!! " Teriak Kenzo menggelegar.
Karena kesal di saat Kenzo keluar ia langsung membuang bom bertegangan tinggi dan melemparnya ke club itu.
Duarrrrr
Club itu seketika rata dengan tanah. Kenzo langsung mengejar istrinya yang sudah pergi dari tempat itu.
Ia terus mencari di mana keberadaan istrinya dan ia melihat istrinya tengah menyetop taksi. Kenzo segera putar jalur untuk mengejar istrinya.
Ia menancapkan mobilnya di atas rata² tak peduli ia melewati trotoar dan menyalip mobil secara ugal-ugalan masalahnya dia kebal hukum.
" Kemana non?? " Tanya paman taksi itu.
" Ke Gunung Yang bagus paman " Ucap cey lirih.
" Bagaimana kalau ke Bukit saja nona?? " Aju paman itu.
" Iyaa asalkan bagus paman " Balas cey lirih. Paman taksi yang melihatnya sepertinya sedang ada masalah.
" Nona apa sedang ada masalah?? " Tanya pria itu sopan.
" Tidak ko " Ucap cey berbohong. Sekilas cey melihat dari kaca taksi kalau mobil Kenzo mengejar taksi itu secara brutal.
" PAMAN TOLONG LAJUKAN MOBILNYA!! " Teriak cey.
" Baik " Ucap paman itu dan menancapkan gas mobilnya.
Sedangkan Kenzo yang di belakang sudah panas dingin takut istrinya akan pergi meninggalkannya.
" Baby!! Kenapa kau mau pergi!! " Teriak Kenzo di dalam mobil itu. Karena tak mau kehilangan istrinya Kenzo mengeluarkan pistol.
Mobil Kenzo sudah sangat dekat dengan taksi itu akhirnya Kenzo menembak ban mobil belakang taksi itu dengan akurat sehingga membuat supir sekaligus cey kaget.
Dengan cepat Kenzo menghadang taksi itu dengan mobil mewah nya. Ia keluar dari mobilnya dan membuka pintu penumpang.
Terlihat istrinya tengah menangis di dalam sana. Kenzo menarik lengan cey dengan paksa agar keluar dari dalam taksi.
Paman taksi itu dengan sigap membantu cey agar tak di paksa oleh pria itu keluar.
" Tuan anda tidak boleh kasar dengan Wanita " Ucap pria paruh baya itu.
Karena Kenzo murka pada orang yang menghalangi ia membawa cey akhirnya ia memutuskan untuk memukul paruh baya itu. Kenzo saat ini sudah seperti iblis yg kerasukan.
Dann
Bughh
Kenzo melayangkan pukulannya namun bukan pria paruh baya itu yang kena melainkan cey. Ia rela pasang badan demi orang yang tidak bersalah.
Kedua pria itu syook bukan main karena cey Yang terkena pukulan Kenzo. Cey yang terkena merasakan sakit, perih bercampur aduk. Ia hanya menunduk dengan tangan berusaha melindungi pria paruh baya itu.
" Baby?? " Panggil Kenzo khawatir pada istrinya itu. Pria paruh baya itu berusaha membantu namun ia tidak bisa karena para bodyguard Kenzo datang.
Di saat Kenzo ingin menyentuh wajah cey yang tertunduk lengan Kenzo langsung di tepis kasar oleh cey.
" Sungguh, jika waktu bisa di ulang. Aku memilih tak mau menikah dengan pria sepertimu " Ujar cey masih dengan posisi menunduk namun lengannya memegang wajahnya yang terasa panas akibat pukulan dari Kenzo.
" Baby apa yang kau katakan?! " Sergah Kenzo cepat. Para bodyguard Kenzo langsung membawa pria paruh baya itu untuk di kurung dalam markas Kenzo.
" Apa kau tidak mendengar?! " Tanya cey yang menatap Kenzo dengan mengeluarkan buliran air mata.
__ADS_1
" Baby~ aku tak seperti itu!! Aku tak bermain gila dengan wanita lai... " Belum sempat Kenzo menyelesaikan penjelasannya cey langsung menyela.
" Apa kau tak malu masuk ke tempat haram seperti itu!! Di mana harga diri mu ha!! " Bentak cey sembari mendorong² tubuh Kenzo ke belakang.
" Baby... Baiklah kau marah padaku kan?! Ayo pukul aku!! Pukul!! " Teriak Kenzo.
" Cih. Menyentuhmu saja aku Malas!! " Ucap cey berlalu pergi dari sana. Kenzo yang mendengarnya langsung murka ia langsung mencekal lengan cey kasar dan membawanya masuk ke dalam mobil.
" Lepaskan!! " Tegas cey berusaha melepaskan cekalan Kenzo yang begitu kuat.
Kenzo hanya diam dan mendorong tubuh cey masuk dalam mobilnya kasar. Ia langsung mengendarai mobil itu seperti orang kesetanan.
Kenzo hanya memikirkan kalau cey tak boleh pergi darinya. Jika cey pergi lebih baik ia mati daripada harus kehilangan cey.
" Kenzo!! Apa yang kau lakukan!! " Teriak cey murka.
" Diam " Tegas Kenzo dengan suara Beratnya.
Cey berusaha keluar dari mobil dengan kelajuan di atas rata² siapapun orang yang keluar dari mobil itu akan mati.
" AKU BILANG DIAM! DIAMM!! " bentak Kenzo pada cey.
Seolah tak mendengar Kenzo berbicara cey tetap saja berusaha untuk keluar dari mobil itu ia tak sudi kalau harus semobil dengan pria seperti Kenzo.
Dengan cepat Kenzo membanting stir menuju garasi mobilnya. Ia langsung membuka pintu mobil kasar. Ia membuka pintu cey murka dan menarik lengan cey dengan kuat.
" Akh lepaskan " Pekik cey sakit karena genggam yang begitu kuat.
Para maid dan bodyguard nya hanya bisa melihat dengan kasian pada nona mereka. Mereka sungguh tidak pernah melihat tuannya murka sejak menikah dengan nona mereka.
" Lepaskan!! " Teriak cey dan berusaha melepaskan cengkraman Kenzo.
Setibanya di kamar, Kenzo langsung mengunci kamar dan melepaskan cekalan dari lengan cey.
Cey yang merasakan sakit di lengannya langsung melihatnya dan benar saja lengannya sudah merah karena cekalan oleh suaminya.
" Baby~ kumohon Maafkan aku " Ucap Kenzo berlutut di hadapan cey.
" Aku hanya berkelahi dengan bajingan² itu baby~ aku tak bermain gila dengan para ****** itu " Ucap Kenzo Jujur.
" Dengan membuka baju dan memakai celana pendek apa akan membuat mu keren Ken?? " Ucap cey marah.
" Apa akan terlihat kau sebagai pria hebat!! Kau apa tak sadar kalau itu perbuatan yang salah!! " Teriak cey sehingga terdengar sampai luar Kastil padahal kamar mereka kedap suara.
Para maid dan para bodyguard tak tau harus berbuat apa mereka hanya bisa berharap kalau nona mereka dan tuanya baik² saja.
Kenzo yang di bentak oleh istrinya hanya bisa menerima ia mengetahui kalau itu salah tapi bagaimana lagi ia sangat murka pada dirinya sendiri karena sudah berlaku kasar pada cey.
" Baby~ kau tidak akan pergi kan?? " Tanya Kenzo mendongak ke arah cey.
" Besok! Datanglah ke pengadilan agama " Ucap cey dengan nada dingin. Kenzo yang mendengar nya seperti di sambar petir siang bolong.
" Tidak. Kau bercanda kan baby?? " Ucap Kenzo mulai bangkit dan meremas lengan cey kasar.
" Aku tak bercanda. " Ucap cey tegas.
Kenzo yang tak mau istrinya pergi meninggalkan nya langsung mengeluarkan pistol untuk membunuh dirinya sendiri.
Di saat pistol itu sudah menempel di kepala Kenzo. Kenzo menangis sejadi-jadinya dan berusaha menarik platuk.
Cey melihatnya kaget bukan main ia langsung berusaha melepaskan pistol itu dari lengan Kenzo. Namun Kenzo tak mau.
" Baby... Daripada harus kehilangan mu lebih baik aku mati... " Ucap Kenzo lirih dann
Dorr
Kenzo menarik pelatuknya namun cey menendang pistol itu sehingga peluru tak menembus kepala Kenzo melainkan malah mengenai dinding.
Plakk
Cey menampar wajah Kenzo yang berlumuran darah akibat berkelahi tadi. Para maid dan bodyguard di kejutkan oleh suara pistol dari kamar Tuan mereka.
" Apa yang kau lakukan?!! Apa kau gila!! " Terkait cey sembari menatap wajah sendu Kenzo. Kenzo hanya bisa menangis sekenceng-kencangnya dan memeluk cey erat tak mau melepaskan nya.
__ADS_1
Huaaaa hiks
Tangisan Kenzo pecah dan menggelegar di setiap ruangan. Ia menangis sangat kencang. Cey yang melihat suaminya seperti itu sangat kasihan namun kalau di biarkan ia akan semakin merajalela.
" Ba-by hiks ehgh Ja-ng-an p-er-gi ehhh hiks " Ucap Kenzo sembari menangis terisak.
Cey hanya mematung diam ia memukul-mukul punggung Kenzo agar melepaskan pelukannya namun Kenzo malah semakin mengeratkan pelukannya. Tidak peduli cey memukul-mukul punggungnya.
Cey terus berusaha melepaskan pelukan Kenzo namun nihil kekuatan Kenzo jauh lebih besar. Karena panik para Maid dan bodyguard menelfon ayah ibu Kenzo takut terjadi apa² pada tuan dan nona mereka.
Drttt
Drttt
Ponsel Biyen berdering terlihat nomor tak di kenal di ponselnya. Bukan biyen yang mengangkat melainkan Lynne karena Biyen tengah ka hukum push up.
" Haloo?? " Tanya Lynne.
" Nyonya tuan muda dan nona sedang bertengkar tadi kami mendengar suara pistol dan suara nona muda sedang membentak Tuan " Ujar maid itu Jujur.
Lynne dan Biyen yang mendengarnya kaget mereka khawatir kalau akan terjadi apa² pada kedua anaknya itu.
" Baiklah terimakasih. Saya akan segera kesana " Akhirnya panggilan usai biyen dan Lynne langsung menuju Kastil Kenzo.
" Anak sial*n itu apa yang dia lakukan " Bentak Biyen kecewa pada Kenzo.
" Hey dia seperti itu kan karena dirimu juga " Sergah Lynne. Sedangkan biyen hanya tersenyum pahit.
Di sisi lain cey masih berusaha melepaskan pelukan Kenzo yang masih menangis di ceruk lehernya.
" Kenzo lepasin!! " Tegas cey.
" Tidak!! Kau tidak boleh pergi kau hanya milikku!! " Tegas Kenzo yang masih menangis kencang di pelukan cey.
" Kau Hanya milikku!! " Tegas Kenzo dengan suara bariton nya.
" Aku tak mauu!! " Ucap cey kesal.
" Sampai kapan pun kau tetap miliku!! " Teriak Kenzo menggelegar sampai luar Kastil burung² pun sampai berterbangan terkejut.
Lynne dan Biyen pun mendengar suara itu mereka langsung masuk ke Kastil anaknya dan berusaha masuk ke kamar Kenzo namun di kunci.
" Anak itu!! Apa-apaan dia!! " Teriak Biyen.
Akhirnya biyen mendobrak pintu dan terbuka melihatkan kamar yang berantakan Darah yang berceceran di mana² dan benda-benda pecah.
" Kenzo!! Apa yang kau lakukan!! " Bentak biyen melihat putranya memeluk menantunya sangat erat sembari menangis kencang di pelukan cey.
" Ayah... " Suara cey lirih melihat ayah dan ibu Kenzo datang. Lynne langsung merebut Cey paksa dari pelukan Kenzo. Begitupun dengan biyen. Biyen berusaha melepaskan pelukan putranya dari cey.
Untungnya berhasil karena Biyen lebih sigap dan kuat di banding Kenzo. Lynne dengan cepat merebut cey dan memeluknya erat. Cey pun menangis di pelukan Lynne karena takut dengan suaminya itu.
" Sudah nak tidak apa² ada ibu di sini " Ujar Lynne sembari mengelus kepala cey.
" Ibu aku takut " Lirih cey. Kenzo yang melihat istrinya menangis langsung murka dan berusaha melepaskan kungkungan ayahnya.
" LEPASKAN!! BIARKAN AKU MEMELUK ISTRIKU!! " Bentak Kenzo dengan wajah yang memerah dan urat² yang menonjol karena murka.
" Sadarlah kuasai diri mu Kenzo!! " Bentak Biyen. Kenzo terus berusaha melepaskan kungkungan biyen dengan kuat.
" LEPAS!! " terdengar seperti bukan suara Kenzo di sana itu seperti iblis di dalam tubuh Kenzo yang keluar karena melihat cey di rebut oleh Lynne.
Cey yang melihat wajah suaminya seperti itu sungguh takut baru kali ini ia melihat Kenzo se murka itu.
" Baby~?! Kemarilah " Titah Kenzo meronta² dari biyen. Cey ingin menghampiri Kenzo namun Lynne menggelengkan kepala. Ia berkata.
" Jangan cey, dia bukan Kenzo " Ujar Lynne sedih.
" Tapi bu " Belum sempat Cey melanjutkan ucapannya Lynne langsung menyela.
" Biarkan ayahmu menenangkan Kenzo terlebih dahulu oke?? Kita ke ruang tamu " Ajak Lynne. Sembari berlalu dari kamar Kenzo.
" TIDAKKK!! KAU MAU MEMBAWA ISTRIKU KE MANA!! " Bentak Kenzo dengan tenaga yg kuat akhirnya ia bisa lepas namun biyen langsung memukul leher Kenzo. Kenzo pun menatap Biyen murka.
__ADS_1