Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 65


__ADS_3

" Stop it!! " Marah cey sembari mendorong tubuh kenzo agar menjauh.


" Whayy? I like it babe~ here come with me " Ucap kenzo sembari menarik pingg*ng cey dengan lengan kekarnya.


" Ngaco!! Meneng to koe. Ku sengkeh pale kau nak?!! " Amuk cey sembari mencubit perut sixpack suaminya. Yaa meskipun kerass


Kenzo yang mendengarnya sontak memiringkan kepala sembari berdehem dengan keras memikirkan apa yang di katakan istrinya. Meskipun ia tidak mengerti namun ia yakin kalau itu kata² umpatan untuknya.


" Hmm?? Apa artinya? " Tanya Kenzo sembari mengalungkan tanganya di pinggang istrinya.


" Enzoo~ kisss " Manja cey berpura-pura agar bisa menjahili suami nya.


Tanpa menyia nyiakan kesempatan emas Kenzo langsung menyosor b*b*r istrinya.


Slapp


Berjarak sejengkal lengan cey sudah berada di b*b*r teb*l suaminya. Kenzo yang melihatnya kesal bukan main. Ia langsung menatap cey datar.


" Kenapa? Marah?? " Sengit cey mencibir.


" Engga. Siapa yang marah? " Tanya balik Kenzo dengan wajah tenangnya. ( btw sekarang Kenzo lagi pake cepi mate / kaca mata)


Cey turun dari pangkuan suaminya berniat untuk mengemasi barang² miliknya. Kenzo membiarkan seraya memperhatikan apa yang istrinya lakukan.


" Biar aku saja!! " Marah Kenzo melihat istrinya mengemasi barang². Kenzo berjalan ke arah cey seraya mencengkram lengan cey agar menjatuhkan barang itu.


Brukk


" Istirahat sana. Jangan kecapean " Titah Kenzo tegas. Namun cey tak menghiraukan nya ia terus mengepaki barang². Karena kesal, Kenzo menggendong cey ala koala.


Sregg


Kenzo membawa cey duduk di balkon dengan tidak melepaskan gendongannya. Cey yang Jail mulai melepaskan kacamata suaminya.


" Babe! Nghh " Kenzo dengan kesal langsung menyosor saja b*b*r istrinya itu dengan kasar.


Cey berusaha melepaskan sekuat tenaga namun alih-alih suaminya pergi ke balkon Kenzo malah kembali membawanya masuk menuju brankar rumah sakit.

__ADS_1


" Mau lebih ngg? " Tawar Kenzo dengan wajah semiriknya. Cey yang mulai panik langsung mengalihkan pembicaraan.


" Hah? Apa sih kau? Sana!! Gerah " Kesal cey karena melihat Kenzo membuka kancing kemejanya satu persatu.


" Babe~ kapan terakhir kali kita bermain? " Tanya Kenzo dengan tatapan lekat pada wajah istrinya.


" Main? Mana ku tau? Kau tidak pernah mengajaku ke taman hiburan " Elak cey.


" Shitt! Hey babe look at me, I am not Joking now~ I am serious~ " Ucap Kenzo dengan nada Gair*h nya. Akhirnya kemeja itu terlepas dan terlihat bada* Kenzo yang kekar penuh tato serta luka².


" Kenzo. I am not your mine " Kikuk cey.


" Ngg? What. You are mine babe~ " Ucap Kenzo sembari mendekatkan wajahnya pada cey.


Cupp


Kenzo menc**m l**er jenj**g istrinya. Bukan hanya menc**m namun mengh**ap serta mengg**it nya. Sehingga meninggalkan bekas kepemilikan di sana yang sangat jelas.


" You are mine babe~ yess, you are mine mine mine " Ucap Kenzo tepat di telinga cey.


" Hey tau tempat ini rumah sakit. " Marah cey pada Kenzo.


" No. Big no. Kau tidak merasakannya kan kalau sakit?! Kau hanya bermain sesukamu. Bahkan pinggang ku sampai sakit jika kau bermain gila. " Cerocos cey.


" Ahahh~ sorry babe I am ugly to eat you~ you are so nice I like you~ ahhhh~ I won't back home to eat you~ " Jujur Kenzo belak-blakan.


Cey menatap suaminya biasa. Ia merogoh saku nya dan mengambil sebuah benda berbentuk serigala berbulu kecil. Ia pun beralih menatap kenzo yang sedari tadi melihatnya.


" Kau membuangnya? " Tanya cey sembari memegang gantungan ponsel tersebut.


" Tidak, babe. Aku sengaja menaruhnya di sakumu agar kau sadar " Ungkap kenzo jujur. ( anggap aja gitu )


" Jika tidak suka bilang saja " Jawab cey sembari berjalan ke balkon rumah sakit lalu membuang gantungan serigala itu.


" Babe!! What are you doing!! " Teriak Kenzo sembari berlari ke arah cey dan melihat ke bawah gantungan itu terjun bebas ke lantai RS.


Kenzo yang panik benda pemberian istrinya hilang segera turun dengan cepat untuk mencari gantungan serigala yang di berikan dia saat ulang tahunnya. Namun istrinya buang sendiri.

__ADS_1


Cey yang melihat suaminya di bawah tengah mencari gantungan itu dengan gelisah hanya diam menatap datar. Ia pun duduk di balkon itu sembari menghirup udara di sore hari.


" Terkadang dia menyebalkan, dan juga cengeng. Namun dia juga sedikit Menggemaskan " Gumam cey sembari menyeringai melihat kenzo yang masih mencari gantungan serigala itu dengan mata berbinar.


Ia yang sudah puas menghirup udara sore hari masuk karena keadaan mulai gelap. Ia merapikan barang² karena mereka akan segera pulang.


Cey pun berganti pakaian lalu memakai gamis serta khimar dan cadar, mungkin sedikit memoles bedak agar tidak terlihat pucat.


Setelah selesai ia merapikan brankar, sofa. Ponsel suaminya serta komputernya. Ia pun menaruh mangkuk bubur yang sudah di cuci pada dapur RS.


Ia kembali ke kamar namun Kenzo belum juga kembali. Ia keluar ke arah balkon dan melihat bukan suaminya saja yang saat ini tengah mencari gantungan itu namun ada beberapa temannya juga yang ikut mencarinya.


Ia hanya bisa menghembuskan nafas gusar ia menyandang tas yang berisi barang² ia dan suaminya dan berjalan keluar menuju tempat administrasi.


" Permisi Sus " Panggil cey dengan sopan.


Suster itu pun melihat gadis cantik nan mungil di hadapannya.


" Iyaa, ada yang bisa saya bantu? " Jawab suster itu dengan gemas pada cey. Bagaimana tidak gemas? Baju yang kebesaran hingga mengelap lantai, dan tas yang besar sampai ke belakang dengkul cey. Ia sudah seperti kura² saat ini.


" Pasien atas nama Ceylon Leu Aden berapa biayanya? " Tanya cey.


" Ah pasien atas nama cey sudah di bayar oleh suaminya noan. " Jawabannya.


" Baiklah saya permisi " Ucap cey pamit dan berjalan menuju teras RS. Disana ia melihat suaminya dan yang berlari kencang ke arahnya.


" Babe~ " Jerit nya kencang. Dengan kancing baju yang tidak terpasang 2 serta keringat yang keluar membuat orang² di sana menelan ludah melihatnya.


" Bisakah kau tidak usah teriak? " Marah cey.


" Babe hah hosh hosh. Lihat aku menemukannya, namun ia sedikit kotor " Tunjuk kenzo menunjukkan gantungan serigala itu pada istrinya.


Cey yang melihatnya tertegun dengan suaminya. Ia rela mencari gantungan itu sampai seperti ini?. Cey mengelap keringat di dahi suaminya itu dengan perlahan.


" Sampai seperti itu kau mencarinya? " Ucapan cey menatap sedih suaminya.


" Babe, kenapa sedih? Aku tidak apa² aku baik² saja ^^ " Ungkap kenzo. Kenzo mengalihkan pandangannya ke arah tas ransel yang di gendong istrinya. Ia segera mengambilnya.

__ADS_1


" Jangan bawa yang berat² " Ucap Kenzo tulus. Cey hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya ini.


" Ayo pulang~ " Ajak Kenzo sembari menggandeng lengan mungil cey.


__ADS_2