
Meskipun cey ingat dengan Kenzo, namun bukan berarti itu tak membuat cey trauma dan depresi. Ingatkan waktu orang tuanya di bunuh, ia diperlukan tak sopan, dan sekarang?? Ia malah harus melihat suaminya kehilangan kendali.
Lanjutttt🍡🍡
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan cey di ketuk oleh seseorang. Kenzo yang mendengarnya langsung berjalan menuju pintu itu dan ingin membukanya.
Cklekk
" Ken... Aku ingin berbicara kepada mu sebentar, ini mengenai istrimu " Kata Langga pada Kenzo.
Kenzo hanya mengangguk namun sebelum ia pergi Kenzo menghampiri cey terlebih dahulu.
" Baby~ aku pergi sebentar oke?? " Ucap Kenzo lembut. Cey hanya mengangguk pelan, Kenzo mencium kening cey setelah itu barulah ia pergi.
Cey melihat punggung Kenzo hingga menghilang dari pandangannya. Cey hanya melamun ia merenung apa ini semua kesalahannya?? Ia sangat lelah dengan ini semua.
Sedangkan Kenzo dan Langga tengah mengobrol di ruangan Langga. Langga mengambil beberapa berkas yang sudah ia teliti.
" Menurut data. Meskipun istrimu bisa mengenalimu akan ada saat² dia melupakanmu dan sangat menjadi agresif. Jadi aku menyarankan untuk merehabilitasi istrimu agar bisa berdamai dengan keadaan " Ucap Langga panjang lebar. Kenzo masih sibuk membaca berkas² yang diberikan Langga.
" Apa kau menghina istriku?! " Tanya Kenzo mengintimidasi dengan sorot mata tajam.
" Bukan seperti itu, tapi jika bersifat agresif dan melukai dirinya sendiri bagaimana. Dia pun butuh istirahat. " Ujar Langga menjelaskan.
" Dia akan aku bawa pulang " Ucap Kenzo sungguh² ia sungguh tidak bisa tinggal di rumah tanpa cey meskipun hanya sedetik.
" Tap- " Belum sempat Langga menyelesaikan ucapannya Kenzo Langsung menatap Langga dengan aura membunuh.
Akhirnya Kenzo pergi dari ruangan Langga dan menuju ruangan cey untuk menemaninya.
Cklekk
" Baby~ i'm back " Ucap Kenzo masuk dalam ruangan cey. Bagaikan disambar petir Kenzo melihat hal yang membuatnya hampir berhenti bernafas, ia melihat cey berdiri di atas pagar balkon.
Brakk
Dengan sigap Kenzo memeluk tubuh cey untuk masuk ke dalam pelukannya. Ia kaget setengah mati melihat istrinya ingin bunuh diri.
" Baby!! Apa yang kau lakukan?!! Bukankah kau berjanji tak akan meninggalkan ku?!! " Panik Kenzo. Cey hanya diam menatap Kenzo dengan mata kosong.
" Eh? Aku hanya ingin menjemput ayah dan ibuku di sana " Tunjuk cey ke arah langit yang indah.
Kenzo dibuat kaget oleh sikap cey yang berubah 180 drajat dari dulu ia memeluk tubuh cey erat ia tak mau cey pergi untuk Selama-lamanya.
" Apa yang kau katakan hm?? Apa kau mau meninggalkan ku?? " Tanya Kenzo dengan masih memeluk cey erat.
" Ehm... Tidak ko^^ aku hanya ingin melihat kau bahagia dengan caramu tanpa ada aku^^ " Ucap cey dengan tatapan kosongnya.
Dhegg
" Tidak!! Jika kau pergi bagaimana dengan ku?! Aku tak akan bahagia!! Kau jangan bicara seperti itu oke?? " Ucap Kenzo dengan mata yang mulia berbinar.
" Ken.. Aku lelah^^ aku mau kau bahagia tanpa kekangan dariku^^ kau pasti sangat tersiksa ya memendam itu semua sendiri " Ucap cey sembari menatap Kenzo lekat.
" Tidak! Aku senang ada dirimu disisiku!! Aku senang kau memarahiku aku senang baby!! Aku tak akan tersiksa jika kau terus ada bersamaku! " Ucap Kenzo menangkup wajah cey.
__ADS_1
" Tapi aku seperti ini^^ apa kau tidak malu?? " Tanya cey masih dengan tatapan kosongnya.
Kenzo yang melihat istrinya seperti itu sangat sedih ia menyesal karena telah membuat cey depresi dengan membiarkan dirinya kehilangan kendali.
" Baby~ aku mohon jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi " Ucap Kenzo dengan mata yang merah.
" Aku mohon sadar baby~ aku tidak bisa melihat kau seperti ini hiks... Ini semua salahku harusnya aku tak membuat kau takut hiks... Aku mohon jangan bersikap seperti ini " Ucap Kenzo dengan tangisnya.
" Kenapa kau menangis?? Aku kan ada disini^^ " Ucap cey dengan tersenyum hangat kepada Kenzo.
" Hiks arghhh... Ini semua salahku hiks baby... Aku mohon jangan seperti ini kembalikan ksu yang dulu aku tak sanggup melihatmu seperti ini hiks arghh " Ucap Kenzo merasa bersalah.
Cupp
Cey mencium hidung Kenzo yang tengah memerah karena menangis dihadapannya itu. Cey kasihan dengan pria dihadapannya ini.
" Jangan cengeng ok^^ " Ucap cey sembari menangkup wajah Kenzo. Kenzo masih menangis di hadapan cey.
" Sudahh~ jangan menangis~ kau kan pria^^ pria tidak boleh cengeng^^ loh nanti tampannya hilang " Ucap cey dengan tersenyum bahagia ke arah Kenzo.
" Hehe... Kau memang yang terbaik baby~ " Ujar Kenzo menggendong cey ala koala.
" Hnn... Begitu dong jangan menangis^^ " Ujar cey bahagia.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu malam hari cey melihat ke bawah sana terlihat ramai sekali orang tengah bercanda ria dengan suaminya.
Kenzo yang melihat istrinya berinisiatif untuk mengajak cey untuk keluar dan berjalan² sekitar rumah sakit.
" Baby~ mau keluar Jalan-jalan?? " Ajak Kenzo dengan memeluk cey dari belakang.
Cey Yang mendengarnya membulatkan mata tak percaya dengan cepat cey pun mengiyakan.
" Iyaa aku mau membeli sesuatu " Ujar cey dengan senyumannya yang manis. Kenzo yang tak kuat melihatnya langsung mencium bibir cey sekilas.
Akhirnya mereka turun ke bawah dan berjalan keluar rumah sakit ceyu sungguh senang bisa melihat riuh nya kondisi malam itu ia langsung menarik tangan Kenzo untuk berjalan mengikutinya. Kenzo mengikuti cey dengan senang hati.
" Baby~ jangan lari² nanti kau kelelahan " Ujar Kenzo.
" Baiklah " Ucap cey dengan muka di tekuknya.
Kenzo yang melihatnya langsung berjongkok di depan cey untuk menggendongnya agar tak kelelahan.
" Naik baby~ " Ucap Kenzo pada cey.
" Tidak. Aku berat " Ucap cey sembari berjalan mundur. Namun Kenzo sigap langsung menggendong cey.
" Kau tak berat~ berat mu hanya seperti kantong plastik " Ujar Kenzo sembari terkekeh.
" Tidak lucu " Ucap cey cemberut.
" Baiklah yang mulia... Pegangan~ " Ucap Kenzo lalui berlari kencang sembari membawa cey du punggungnya. Cey merasa senang dengan ini semua.
" Hahahhah " Tawa cey pecah bersama Kenzo saat Kenzo membawanya dengan cepat.
" Bagaimana?? Apa menyenangkan?? " Tanya Kenzo pada cey.
" Ya, sangat.... " Ucap cey sembari menyelundupkan wajahnya di leher jenjang Kenzo. Kenzo membiarkan mungkin istrinya kelelahan.
Cey melihat ada gulali berwarna biru ia menginginkannya namun ia tak membawa uang ia lupa membawanya tadi.
Kenzo yang melihat arah mata istrinya tertuju pada gulali berwarna biru langsung berjalan menghampiri tukang gulali itu dan membelikannya.
__ADS_1
" Ken?? Mau apa kita ke sini " Ucap cey bingung perasaan dia tidak ada bila ia ingin gulali.
" Mm~ membelikan mu gulali baby~ " Ucap Kenzo pada cey dengan suara seraknya.
Setibanya di depan gulali Kenzo mempersilahkan cey memilih gulali mana yang ia inginkan.
" Baby~ pilihlah mana yang kau mau " Ucap Kenzo dengan tersenyum kaum hawa untuk yang melihatnya sangat iri.
" Mn.. Yang ini dan ini. Sudah ken " Ucap cey.
" Ugh tapi aku tidak bawa uang " Ucap cey lagi Kenzo yang mendengarnya tertawa.
" Pfttt hahha baby~ aku suamimu~ tentu harus aku yang memberikan apapun yang kau inginkan untuk mu sayang~ " Ucap Kenzo dengan senyuman manisnya bahkan paman tukang gulali sampai bahagia melihat mereka.
" Berapa?! " Tanya Kenzo pada paman penjualnya dengan suara dinginnya. Yap benar Kenzo hanya mau lembut jika dengan cey saja.
" 50.000 nak " Ucap paman itu. Kenzo mengeluarkan uang berwarna merah lima lembar.
" Ambil saja kembaliannya " Ucap Kenzo berlalu pergi dari sana. Cey yang melihat sikap suaminya tidak sopan langsung mencubit perut Kenzo.
" Awshh sakit baby~ " Ucap sang empu mengadu pada istrinya itu.
" Harus sopan terhadap yang lebih tua ken. Kau tidak boleh seperti itu lagi!! " Tegas cey.
" Iya Iyyaa sayang~ " Ucap Kenzo dengan senyum Menyeringainya.
" Ken aku lelah. Aku mau makan Gulaliny " Ujar cey pada Kenzo.
" Baiklah, kita duduk di sana " Tunjuk cey pada kursi di samping danau dekat rumah sakit itu.
Setibanya di sana Kenzo mendudukkan cey perlahan.
" Ini, untuk mu " Ucap cey menyombongkan Gulalinya pada cey.
" Tidak, untukmu saja " Ucap Kenzo menggelengkan kepala. Cey hanya bisa menghela nafas akhirnya ia memakan Gulalinya dengan bahagia.
Cupp
Kenzo ******* bibir cey dan mengambil gulali yang ada di mulut istrinya itu. Lumayan lama Kenzo ******* bibir cey karena sudah beberapa jam ia tak ada memakan bibir istrinya itu.
Puahh
" Manis~ " Ucap Kenzo sembari mengelap sudut Bibir cey karena ulahnya tadi.
" Hey. Kau ini di sini banyak orang " Ucap cey malu di lihati oleh orang² . Kenzo masa bodoh.
" Biarkan saja baby~ mereka seperti itu karena iri tidak bisa seperti kau dan aku " Ucap Kenzo dengan mengedipkan sebelah matanya.
" Terserah kau saja~ " Ucap cey pasrah pada tingkah suaminya itu. Kenzo sungguh ingin menghentikan waktu untuk saat ini saja ia tak mau momen ini berakhir secepat itu.
Kenzo terus melihat cey yang tengah memakan gulali yang ia beli tadi sungguh imut bahakan Kenzo membatin. ( apa aku sosor lagi saja bibirnya ) ucap Kenzo membatin.
Uhukk
Cey tersedak karena terlalu bersemangat memakan Gulalinya. Kenzo dengan sigap memberikan air pada cey.
" Minum baby " Ucap Kenzo pada cey sembari meminumkan air.
" Mm sudah " Ucap cey.
" Lain kali jangan memakan secepat itu. Jangan membuatku khawatir " Ucap Kenzo dengan mata berbinar.
__ADS_1
" Iyaa My Husband~ " Ucap cey iseng Kenzo langsung memeluk cey erat dan mencium bibir cey di hadapan banyak orang tanpa malu.
Cey berusaha melepaskan ciumannya namun Kenzo malah memperdalam lumatanya.cewy sudah pasrah kekuatan Kenzo sunguh besar mana bisa cey melawan Kenzo akhirnya ia hanya pasrah.