
Saka yang menembak cey telat di bagian lengan merasa menyesal. Ia bersimpuh di samping cey yang terbaring kaku di Jalan.
Srukk
" Cey?? Bangun i'm sorry. I just don't like you go... I'm sorry... " Kata Saka dengan berlinang air mata.
" BAJ*NGAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU!!! " Bentak Kenzo sembari melajukan mobilnya menuju tempat yang di beritahukan istrinya.
Dorrr.
Saka menembak ponselnya dan mati. Kenzo yang di buatnya semakin murka. Ia semakin mencepatkan laju mobilnya, ia berkendara ugal-ugalan.
Saka menggendong cey ala bridal stayle. Ia memasukkan cey ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju gedung tak berpenghuni.
" Kenzo! Kau mau ke mana?! " Tanya Asrar lewat Headset miliknya yang tersambung dengan milik Kenzo.
Kenzo tak menjawab ia terus berkalut dengan keadaan istrinya. Asrar dan yang lain hanya mendengar. Kata² 'Mati kau Mati kau Mati Kau.' kata Kenzo dengan suara yang aneh.
Mereka pun memutuskan agar tidak bertanya lagi dan hanya mengikuti ke mana mobil Kenzo melesat dengan cepat.
" Babe... Tunggu aku... " Gumam Kenzo seperti orang kesurupan.
Cittttt
Anggap aja suara mobil ngerem mendadak. Kenzo akhirnya tiba di tempat yang cey sebutkan tadi. Kenzo langsung turun dengan sempoyongan, ia melihat jejak kaki penuh darah dan puncaknya adalah ponsel yang hancur dan darah yang bersimbah di samping ponsel itu.
Drapp
Drapp
Drapp
Kenzo menghampiri ponsel yang hancur ia yakin ini darah istrinya. Ia berjongkok di hadapan darah istrinya. Ia menyentuh dara itu.
" Masih hangat. " Gumam Kenzo dengan sungguh-sungguh. Ponselnya pun masih mengeluarkan asap.
" MATI KAU!!! " Murka Kenzo seperti orang kehilangan akal sehat sudah dapat di pastikan ini bukan Kenzo melainkan sisi buruk dirinya.
Ace, Rezim, Karol dan yang lain nya pun tiba di tempat itu mereka melihat Kenzo yang aura nya berbeda ini seperti saat dirinya menjadi manusia lain. Namun lebih Jauh dari Sebelumnya.
Karol dengan sigap sudah mendapatkan lokasi cey berada. Tepatnya di gedung Tua bekas apartemen di Samping Pantai.
" Bos!! Nona ada di gedung tua sekitar pantai. " Ucap Karol dengan lantang.
Kenzo yang mendengarnya langsung berdiri dan berlari menuju mobil. Ia menancapkan gas mobil hingga full tak perduli apa pun ia menerobos lampu merah. Membelah ramainya keramaian.
Sedangkan Saka. Ia tengah menggendong cey ke belakang Gedung di sana ada sebuah pelabuhan. Saka membawa cey ke sana dan mendudukkannya di pelabuhan itu.
" Cey??? Bangunn... Kita harus pergi oke? Kita akan hidup bersama selamanya " Ucap Saka seperti orang Gila.
Cey mulai tersadar ia melihat orang di depannya dengan remang-remang pandangannya kabur. Ia hanya berucap.
" Kenn.... " Panggil cey dengan suara lirih. Saka yang mendengarnya murka. Ia langsung melayangkan tanganya pada wajah cey.
Plakkk
Saka menampar nya dengan sangat kencang sampai membuat sudut bibir cey mengeluarkan darah meskipun terhalang cadar namun darah yang keluar lumayan banyak hingga menembus cadar.
__ADS_1
" AKU YANG AKAN BERSAMA MU NANTI!!! BUKAN MANUSIA SIA*AN ITU!!! " Bentak Saka dekat nada memaki cey.
Cey akhirnya sadar bahwa yang di hadapannya ini bukan Kenzo melainkan Saka.
" K-kau.... Rub-y Menc-intai-mu Ohokkk " Ucap cey dengan muntah darah.
Saka yang mendengarnya diam sejenak. Cey melanjutkan ucapannya kembali.
" Sed-dari aw-wal dia sang-at ser-ing mem-bic-arakan mu... " Ucap cey lagi dengan penuh darah.
" Bukan dia yg aku sukai " Terang Saka dengan wajah sendunya.
Khokkk
Lagi-lagi cey muntah darah, kini cadarnya sudah penuh dengan darah yang keluar. Saka mulai menangis melihat cey yang seperti itu.
" Hikss... Hanya kau Yang ku sukai HANYA KAU!! CEY " Tegas Saka di akhir kalimat.
Kenzo sudah tiba di gedung tua dekat pantai tampak suasana yang begitu indah. Pasalnya hari sudah mau mulai pagi.
Kenzo dengan cepat turun dari mobil ia membawa senjata. Ia turun dengan aura membunuhnya yang kuat.
Drapp
Drapp
Kenzo berlari sekenceng mungkin. Akhirnya ia melihat istrinya yang tengah terkulai lemas di pelabuhan bersama seorang pria.
Kenzo berjalan mendekat namun Saka terlebih dahulu menyadari keberadaan Kenzo. Ia langsung mencekik cey dan mulai berdiri menghadap Kenzo. Dengan memegang Pistol tepat di samping kepala cey.
( posisinya tuh. Saka berdiri. Karena Saka lebih tinggi dari cey otomatis cey di cekik menggantung kakinya tidak menyentuh pelabuhan. Pokoknya kaya orang gantung diri gitu.)
Kenzo tanpa gentar atau takut ia terus maju dengan aura yang sangat kuat yang mampu membuat kaki Saka lemas.
" Lepaskan istriku! " Tegas Kenzo dengan nada bariton nya.
" Cih. Dari pada memberi wanita ini... Lebih baik kami mati bersama dan hidup bahagia selamanya... Hahaha " Saka mulai kehilangan akal sehatnya.
Cey melihat samar-samar Suaminya mendekat namun tatapannya semakin lama semakin buram. Nafasnya pun tercekat karena ia di cekik.
Darah terus bercucuran di tubuh cey.
" Kennn.... " Rintih cey pelan.
" JANGAN SEBUT NAMANYA!!! " Bentak Saka semakin mengencangkan Cekikannya.
Dorrr
Dengan sigap Kenzo menembak pistol milik Saka sehingga membuat pistol itu terjatuh dan tangan Saka mengeluarkan darah.
" Arghhhhh " Erangnya kesakitan. Cey yang lemas langsung ambruk kala Saka melepaskan Cekikannya.
Brukkk
" Babe... " Panggil Kenzo langsung berlari menghampiri Cey yang sudah tergeletak di pelabuhan.
Kenzo langsung memeluk tubuh dingin istrinya yang penuh darah itu. Sedangkan Saka tengah di urus oleh Gevan dan yang lain. Saka di bawa ke ruangan pribadi milik Kenzo di kediamannya.
__ADS_1
" Babe?? Hey weik up.. I'm here.. To you babe.. "
Kenzo berusaha memberikan energi pada cey.
" Ka-au dat-ang.... " Ucap cey dengan terbata-bata dengan senyum yang terulas di bibir nya yang terhalang cadar.
" Yeah... I'm here to you... " Terang Kenzo mulai berlinang air mata. Ia meletakkan lengan cey yang penuh darah di wajahnya dan mengelus lengan cey lembut.
" Tch.. Da-sar harusnya kau mencukur kumis mu yg kusut ini " Cey mencoba menghibur Kenzo yang tengah menangisinya.
" Hikss... Ya.. Akan ku cukur jika kau yang mengukurnya " Sembari sesenggukan Kenzo mengatakan itu pada istrinya.
" Haha... Lihat... Mataharinya terbit... Sangat indah yaa... " Suara cey mulai menghilang perlahan. Tubuhnya pun tersa sangat dingin.
" Babe, hikss pliss don't left me alone... I love you babe... Don't left me... Plisss.... " Kata Kenzo sembari menangis.
" Haha.. Who left you?? I'm here with you.... " Ucap cey untuk yang terakhir kalinya. Dann
Slakk
Lengan cey terjatuh. Detak jantungnya perlahan mulai menghilang, darah terus bercucuran di tubuh cey bibirnya pucat meskipun terhalang cadar. Dan matanya terpejam.
" Babe?!! Heyy Wek up babe!!! Babee!! Don't left me alone!!! Babe wek up!!! " Tangis Kenzo pecah. Ia terus menggoyangkan tubuh Istrinya agar sadar namun nihil, cey tak sadar.
Dengan sigap Kenzo menggendong cey ala bridal style menuju mobil. Ia meletakkan cey dengan perlahan. Ia mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit ternama.
Ia terus melajukan mobilnya dengan cepat tak perlduli berapa lampu merah yang ia terjang ia membelah ramainya kendaraan.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Terlihat Langga dan yang lain sudah menunggu mereka. Kenzo langsung menaruh cey di brankar.
Brankar itu kemudian di dorong menuju ruang oprasi. Kenzo terus menemani cey sebelum ia tiba di ruang oprasi.
" Babe... Plisss don't left me alone " Ucap Kenzo sembari mendorong brankar. Teman-teman mereka yang melihat Kenzo sungguh tidak tega.
Hingga tiba di pintu oprasi Kenzo tidak boleh masuk. Kenzo terpaksa harus menunggu di luar ruangan.
" Sorry Mr. Kenzo, kamu hanya boleh menunggu di luar " Kata dokter itu dan langsung masuk ke dalam.
Kenzo terus berdiri di hadapan pintu oprasi menunggu istrinya. Sedangkan biyen dan Lynne tiba di RS. Mereka langsung masuk dan terlihat Teman-teman Kenzo yang terduduk lemas di kursi rumah Sakit.
" Di mana Kenzo?! " Tanya biyen ada mereka.
" Ada di depan ruang oprasi " Jawab Gevan dengan suara rendah.
Biyen dan Lynne di buat kaget kenapa mereka terlihat lemas seperti ini. Tanpa pikir panjang mereka langsung menuju ruang oprasi.
Dan benar saja ada anak mereka yang tengah menangis di depan pintu oprasi. Mereka yang melihatnya shock anak mereka yang terkenal kejam bisa menangis?.
Lynne memberi kode pada biyen agar menenangkan anaknya itu. Biyen yang mengerti langsung menghampiri Putranya itu.
" Berdo'a lah boy.. Kau seperti ini malah akan membuat nya sedih " Bujuk Biyen.
Kenzo hanya diam. Sedetik kemudian ia ingat kalau yang membuat istrinya seperti ini adalah Saka. Ia langsung pergi dari ruang oprasi.
" Dimana baj*ngan itu!! " Tanya Kenzo tegas pada teman-teman nya.
" Markas bos " Jawab Rezim. Kenzo langsung menuju markas dengan dendam yang memuncak.
__ADS_1
-` apakah?¿