Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 42


__ADS_3

" Sudah ada aku disini sini " Ucap Kenzo menenangkan.


" Ka-kak " Ucap cey sembari melihat kakaknya yang terbelah dua. Kenzo tadi sudah menelfon Rezim untuk menguburkan Heul. ( anggap aja udah di telfon )


" Permisi tuan " Ucap rezim. Kenzo hanya menganggukkan kepala. Rezim yg mengerti langsung membereskan tubuh Heul.


" Ti-dak kau mau memba-wa kakak kemana?! " Tanya cey Panik melihat kakaknya di bungkus kantung mayat.


" Baby~ biarkan kakak mu pergi dengan tenang " Ucap Kenzo menyeka air mata istrinya itu. Cey terus berontak agar cey bisa memeluk tubuh kakanya itu.


Namun Kenzo tetap memelui cey dan menggendongnya ala koala. Ia membawa cey untuk masuk ke dalam mobil. Tapi cey terus berusaha berontak ia ingin bersama kakaknya.


" Ti-dak!! Ken aku mau bersama kakak " Ucap cey terus berontak di gendongan Kenzo. Rezim dengan cepat memasukkan tubuh Heul ke dalam mobilnya. Ia segera melajukan mobilnya menuju pemakaman.


" Shhh.. Kita bersih² dulu setelah itu kita pergi ke pemakaman Kakakmu ok?? " Bujuk Kenzo pada istrinya agar menurut pulang. Akhirnya cey hanya mengangguk.


Setibanya di Kastil Para bodyguard dan maid sudah mengetahui tentang Heul. Mereka turut berdukacita atas apa yang di alami nona mereka.


Mereka dengan cepat berbaris menunduk hormat pada Kenzo dan cey. Sedangkan Kenzo hanya mengangguk dan langsung membawa cey masuk. Setibanya di kamar cey langsung bersih².


" Ken, ayo " Ajak cey pada Kenzo yang tengah bersiap memakai baju. Kenzo hanya tersenyum. Sedangkan cey sudah ingin menangis karena mau cepat ke pemakaman.


" Baby~ ini sudah larut. Besok saja ya?? " Bujuk Kenzo. Bagaimana tidak malam ini sudah jam 01:03.dengan raut wajah kesal cey langsung pergi dari kamar.


Ia berjalan menuruni tangga dengan cepat, Kenzo langsung mengikuti Cey agar ia tidak keluar malam.


" Baby. Tunggu ini sudah larut " Ucap Kenzo lagi.


" Tidak apa. Aku bisa sendiri " Ucap cey meyakinkan Kenzo agar bisa membiarkannya pergi ke pemakaman Heul.


Para maid dan bodyguard kagum karena tuan mereka bisa selembut itu. Bahkan tuan mereka tak memedulikan luka di tubuhnya dan lebih mementingkan istrinya.


" Baiklah. Tapi Jika setelah di sana Jika aku mengajak mu pulang maka kau harus ikut dan mendengarkan. Mengerti?? " Ucap Kenzo pada cey. Cey dengan cepat menjawab.


" Yaa. Aku akan mendengarkan " Ucap cey sungguh-sungguh. Kenzo langsung menggandeng lengan cey menuju mobil ingin ke tempat pemakaman.


Bodyguard Yang menjaga gerbang sangat kagum melihat tuanya tanpa lelah terus mengantar istrinya. Menurutnya tuanya itu sangat keren.


Skipp

__ADS_1


Setibanya di tempat pemakaman Terlihat Rezim dan alvero yang tengah memakamkan Heul. Sesudah di makamkan mereka langsung menghampiri Kenzo.


Namun cey sudah berlari ke arah Makam Heul. Kenzo Hanya berusaha tegar melihat istrinya. Rezim dan alvero langsung membuka suara.


" Tuan, maaf jika saya lancang. Apa tuan tidak lelah?? " Tanya Rezim khawatir karena tubuh tuanya itu penuh luka dan sekarang ia sudah mengantar nonanya lagi.


" Tidak. " Singkat Kenzo dingin. Alvero langsung angkat suara.


" Sebaiknya kau obati lukamu " Ucap alvero.


" Hmm " Jawab Kenzo berdehem. Mereka pun langsung berlalu dari hadapan Kenzo ingin pulang. Tinggalah cey dan Kenzo saja di pemakaman.


" Hiks kaka-k kenapa harus seperti ini kak?? Hiks ini semua salah ku hiks " Ucap cey sembari memeluk Nisan Heul.


" Sudah larut sayang.. Ayo kita pulang " Ajak Kenzo pada cey. Cey ingat dengan kata²nya tadi jika ia akan mendengarkan Kenzo.


Cey mendongak melihat suaminya itu terlihat sudut bibir suaminya mengeluarkan darah. Ia tak menyadari kalau suaminya itu tadi terluka dan pasti merasakan sakit.


" Mm ayo pulang " Ucap cey sembari memegang lengan Kenzo. Kenzo langsung membalas genggaman kecil istrinya itu.


Di mobil....


" Yes Honey?? " Ucap Kenzo sembari memegang lengan cey di pangkuannya.


" Maaf, aku selalu merepotkan mu. Aku selalu mengganggu. Sering memarahimu tanpa sebab. Aku bahkan tidak becus jadi istrimu. Kau cari sa- " Belum sempat cey melanjutkan ucapannya Kenzo langsung memotong ucapan cey.


" Shh apa yang kau bicarakan?! Kau istriku tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisi mu " Ucap Kenzo sembari mengeratkan genggaman nya.


Cey hanya menundukkan kepala dan setibanya di Kastil Kenzo langsung menggendong cey menuju kamar.


" Ken lepas. Kau bisa kesakitan nanti " Ucap cey berontak karena takut Kenzo kesakitan akibat luka ia Berkelahi tadi.


" Apanya sih sayang~ kau tidak berat " Ucap Kenzo dengan suara seraknya. Karena takut terjatuh cey melingkarkan lengannya di leher Kenzo. Kenzo hanya terseyum bahagia melihat istrinya khawatir.


Setibanya di kamar Kenzo langsung mendudukkan cey di king size miliknya. Kenzo langsung membuka bajunya karena gerah dan risih.


Cey dengan cepat mengambil kotak p3k untuk mengobati luka suaminya itu. Ia melihat suaminya tengah merokok di sofa kamarnya.


Dengan cepat cey menghampiri Kenzo yang tengah duduk di sofa sembari merokok dan mengurus pekerjaannya.

__ADS_1


" Jangan merokok. Itu tidak baik untuk kesehatan mu!! " Omel cey pada Kenzo dan mematikan rokok milik Kenzo. Kenzo hanya tersenyum dan menaruh laptopnya di meja.


Puk


Puk


Kenzo menepuk-nepuk pangkuannya agar cey duduk di sana. Namun cey tidak mau ia malah berdiri dan berusaha mengobati luka lebam di tubuh suaminya.


" Akhh. Sakit baby~ " Ucap Kenzo pura-pura agar bisa bermanja-manja dengan cey. Cey yang gelagapan panik langsung berhenti.


Dengan cepat Kenzo menarik cey duduk di pangkuannya dengan posisi hadap-hadapan.


Cey yang kesal langsung melayangkan tatapan sinisnya.


" Kau khawatir aku sakit karena merokok baby~ " Ucap Kenzo sembari melingkarkan lengan kekarnya di pinggang cey.


" Tentu aku khawatir. Bagaimana nanti jika kau sakit dan tidak bisa bekerja " Ucap cey asal karena kesal.


" Hmm.. Baiklah jika aku tidak boleh Moroko biarkan aku mencium bibir mu " Ucap Kenzo langsung menyosor bibir cey.


" Tch. Jangan mencium ku!! Tubuhmu bau Rokok ken " Ucap cey di sela-sela ******* nya. Kenzo tidak peduli dan memperdalam ciumannya.


Akhirnya sekitar abad 15 menit Kenzo mengakhiri aksinya karena istrinya sudah hampir kehabisan nafas. Kenzo langsung memeluk cey dengan erat.


" Kau mau membunuhku?? " Ucap cey.


" Tidak baby~ hanya jika berciuman denganmu energiku pulih kembali. Namun jika aku jauh darimu rasanya seperti mau mati " Ucap Kenzo sembari menyelundupkan wajahnya di ceruk leher cey.


" Hilih. Omongan buaya " Ucap cey pada Kenzo. Kenzo yang mendengarnya hanya terkekeh. Dan semakin lama mata cey terasa memberat tanpa di sadari ia tertidur di pangkuan Kenzo.


" Ehn tertidur?? " Ucap Kenzo sembari memindahkan cey ke kasur dengan perlahan. Ia pun mematikan lampu dan tertidur di samping cey dan memeluknya erat.


" Good night baby~ i love you~ " Ucap Kenzo dan mengecup bibir cey sekilas.


Cup


Di sisi lain lily sudah tersadar di ruang bawah tanah dengan kesakitan di seluruh tubuhnya. Ia baru menyadari ternyata yg ia lawan bukanlah prajurit melainkan Pemimpin mereka.


Ia sungguh menyesal telah melakukan hal itu pada cey namun ia juga iri melihat cey me dapatkan apa yang ia inginkan dan semuanya berjalan mulus tanpa ada kendala.

__ADS_1



__ADS_2