
DI PERJALANAN...
Cey menyadari ini tidak berarah pada apartemen atau mansion suaminya, sebenarnya ini mau kemana batin cey.
" Enzo? " Panggil cey sembari memandang ke arah suaminya. Kenzo yang di panggil langsung menoleh dan menyunggingkan senyuman manis ke arah istrinya.
" Mmh, Kenapa Hm? Ada yang sakit? " Tanya Kenzo sedikit khawatir sembari sebelah tanganya menggenggam lengan istrinya.
" Kita mau ke mana? " Tanya cey penasaran. Kenzo sedikit tersenyum semirik sembari menc*um lengan istrinya.
Cupp
" Pulang babe~ " Jawab Kenzo dengan penuh senyuman yang mengambang di bibirnya.
" Bukankah ini bukan ke arah apartemen atau mansion mu? " Tanya cey lagi.
" Nikmati saja pemandangannya, ada yang ingin di beli sebelum pulang hmm? " Tanya Kenzo menatap dalam istrinya.
" Mm, berhenti di toko itu " Ucap cey sembari menunjuk tokonya. Kenzo tersenyum lalu memarkirkan mobilnya.
Di saat cey ingin turun dan membuka pintu mobil Kenzo segera menahannya.
" Yangg~ masker ku Mana? " Tanya Kenzo dengan manja. Cey yang sebal hanya bisa mengeluarkan senyum palsu.
" Ini, " Sodor cey memberikan masker hitam itu pada suaminya. Kenzo lantas menerimanya lalu langsung memakainya.
" Jangan keluar!! Biar aku yang bukakan " Ucap Kenzo tegas dengan melayangkan tatapan tajam pada istrinya. Dengan cepat Kenzo keluar membukakan pintu mobil untuk istrinya.
" Kau terlalu berlebihan " Keluh cey lalu berjalan masuk ke toko itu, tak lupa Kenzo yang sudah menggandeng lengan cey.
" Babe~ aku mau makn sup ayam🥺 " Bujuk Kenzo dengan mata pupil eyes. Cey hanya mengangguk.
Kenzo langsung mengambil keranjang belanjaan lalu membawanya. Cey hanya pasrah, ia pun berjalan mencari bahan-bahan untuk membuat sup.
" Pake sayur? " Tanya cey sembari menoleh ke arah Kenzo yang di balas Anggukan oleh Kenzo.
Setelah selesai berbelanja, di tempat pembayaran cey meminta kepada kasir itu tisu. Pegawai itu pun memasukkan tisu ke kantong belanjaan mereka. Kenzo dengan sigap langsung membayarnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Rumah yang Kenzo sebut. Di Tengah perjalanan cey meminum minuman yang ia beli tadi.
" Mau Ken? " Tawar cey, minuman itu belum ia minum. Kenzo hanya menggeleng. Cey pun langsung meminumnya. Saat sudah di minum Kenzo meminta minuman istrinya.
" Babe, mau " Pinta Kenzo. Cey pun memberi tahu kalau minuman itu sudah ia minum.
" Ini sudah ku minum, sebentar aku ambilkan yang baru " Ucap cey berusaha mengambil minuman yang baru.
" Punya mu saja!! Berikan " Titah Kenzo tegas, cey hanya bisa pasrah lalu memberikan minumannya pada suaminya.
" Enzo, bagaimana keadaan Jamal? " Tanya cey penasaran. Kenzo melihat sebentar istrinya lalu menjawab.
" Ganti namanya, Ia sering sakit jika di sebut itu. " Ucap Kenzo.
" Ganti? Menurutmu apa yang bagus? " Tanya cey kehabisan ide.
" Terserah padamu saja babe~ " Ucap Kenzo dengan fokus menyetir.
" Bagaimana kalau Gelard? " Tanya cey meminta pendat suaminya.
__ADS_1
" Bagus, aku menyukainya. " Ucap Kenzo sembari menggenggam lengan istrinya erat.
Sedari tadi di perjalanan cey merasa aga aneh, kenapa semakin masuk ke dalam hutan dan menanjak. Ia kembali bertanya pada suaminya.
" Apa masih jauh? " Tanya cey mulai mengntuk.
" Tidak, sebentar lagi sampai. Babe mengantuk? Tidur lah nanti aku bangunkan " Ucap Kenzo sembari mengelus kepala istrinya.
Cey yang benar-benar mulai mengantuk pun perlahan mulai tertidur di mobil itu. Kenzo yang menyadari istrinya tertidur pun tersenyum.
" Good Girl " Ucap Kenzo Tulus.
" Sebentar lagi sampai babe~ " Sambung Kenzo sembari menc*um kening istrinya.
Cupp
Di saat yang bersamaan Kenzo pun menyetel sholawat agar istrinya tertidur nyenyak. Ia pun kembali fokus menyetir.
32menit kemudian akhirnya Kenzo dan Cey tiba di Rumah. Memang aga jauh dari kota namun dari sana bisa melihat pemandangan yang sangat indah.
Kenzo keluar dari mobilnya untuk membawa istrinya masuk dan Menindurkanya di dalam. Namun alhasil saat Kenzo ingin menggendongnya cey terbangun.
" Bangun Hmm? " Tanya Kenzo sembari berjongkok di samping cey. Cey sedikit mengucek matanya. Ia melihat rumah berukuran sedang namun arsitekturnya ia suka.
" Rumah siapa ini? " Tanya cey pada suaminya.
" Tentu saja rumah kita " Jawab Kenzo sembari mengambil kantung belanjan lalu membawanya di sebelah kiri sedangkan cey ia gendong menggunakan tangan kanannya.
Pluk
Cey menyandarkan kepalanya di bahu lebar suaminya dengan leluasa. Kenzo sama sekali tidak merasa risih, orang berat istrinya di matanya hanya seberat keresek.
Mereka pun masuk ke dalam rumah baru itu, ta lupa saat masuk cey mengucapkan salam terlebih dahulu meskipun dalam gendongan suaminya.
" Assalamu'alaikum " Ucapnya sopan. Kenzo hanya tersenyum melihatnya. Kenzo pun menuju dapur ingin menaruh kantong yang berisi belanjaan tadi.
Srekk
Kenzo menaruh kantung itu di meja dapur. Sedangkan cey masih enggan ia lepas, ia terus menggendongnya bak bayi.
Sembari menggendong cey Kenzo sembari memasukkan belanjaan yang sudah di beli di masukan ke dalam kulkas.
Karena risih dengan tubuh cey yang berkeringat, cey pun meminta Kenzo agar menurunkannya.
" Enzo, turun. " Titah cey menatap Kenzo sinis.
" Mau kemana hmm? " Tanya Kenzo yang masih fokus memasukkan bahan-bahan ke dalam kulkas.
" Aku mau mandi. Turun " Titahnya lagi.
" Bisa sendiri? Mau ku mandikan? " Aju Kenzo mencari kesempatan.
" Bisa! Awas " Cey pun turun dari gendongan Kenzo. Ia menatap suaminya sebentar sembari ingin bertanya di mana kamar mandinya.
" Hm^^ kamar mandinya ada di lantai dua ^^ ayo mau ku antar~ " Goda Kenzo lagi.
" Stres! Jangan naik ke lantai dua!! " Peringat cey tegas kepada suaminya.
__ADS_1
" Hahah, baik baik yang mulia " Gelak Kenzo, cey pun segera menuju lantai dua. Ia pun memulai ritual mandinya. Sedangkan Kenzo di bawah sana tengah cuci tangan, sembari melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 19:57.
Sekitar 15 menit, cey selesai dengan mandinya, ia mengikat rambutnya yang lumayan panjang menjadi satu agar tidak risih. Ia pun memakai hoodie oversize dan celana trening.
" Sudah selesai~♡ " Ucap Kenzo dari bawah yang tengah duduk di sofa depan TV. Cey hanya mengabaikan nya lalu pergi ke dapur untuk membuat sup.
Kenzo yang kesal tidak di hiraukan oleh istrinya langsung ikut menuju dapur. Ia melihat istrinya yang tengah sibuk memasak. Ia menghampirinya,
" Babe~♡ " Panggil Kenzo dari belakang sembari memeluk istrinya erat.
" Ngg? Apa? Tunggu sebentar lagi matang " Ucap cey sembari terus memasak. Cey berjalan ke arah kulkas Kenzo pun terus ikut karena tidak mau melepaskan pelukanya.
Drttt drttttt
Tiba-tiba ponsel Kenzo bergetar di atas meja. Cey yang mendengarnya langsung menatap suaminya agr mengangkat telfonnya namun nihil, Kenzo sama sekali tidak beranjak.
Akhirnya dengan penuh kesabaran cey mengangkat telfon itu.
" Nomor tak di kenal " Batin cey, tapi ia tetap mengangkatnya. Kenzo sama sekali tak perduli ia malah menc*umi leh** jenj*ng istrinya.
" Kenzo~ bagaimana kabarmu apa kau sehat, apa kau baik² saja " Tanya wanita di sebrang sana, nampak suaranya yang di halus-haluskan.
Kenzo yang mendengarnya murka, siapa yang berani menelfon dengan se menjijikkan itu. Bahkan di ponselnya hanya nomor istrinya saja yang wanita, sisanya pria.
Cey aga menjauhkan sedikit ponselnya dan berbisik pada suaminya. ' dia bertanya kabarmu ' ucap cey biasa saja.
" Bunuh saja ****** itu babe " Ucap Kenzo watados. Sembari terus mengeratkan pelukanya.
" Maaf suami saya sedang tidak mau bicara " Jawab cey mengatasnamakan suami.
Kenzo yang mendengarnya langsung blush...
Apa dia tidak salah dengar istrinya memanggilnya suami.
Kenzo terus saja melihat cey dengan tidak percaya sedangkan cey tengah menunggu jawaban dari nomor tak di kenal itu.
" Kau Anara bukan " Celash cey yang sedari tadi sudah mengenal suara wanita itu.
Anara yang diketahui namanya oleh istri laki-laki yang dia sukai shock. Ia hanya bisa memantung.
' ba-bagaiman dia tau ini aku. ' batin Anara.
" Ada yang ingin kau sampaikan lagi? Nanti biar saya sampaikan " Ucap cey dengan tenang.
Tutttt tutttt
Panggilan langsung di matikan sepihak oleh Anara. Ia tak tau lagi harus apa akhirnya ia mematikan panggilan itu. Cey yang merasa panggilan terputus pun langsung mematikan ponsel itu.
Ia beralih menatap suaminya yang sedari tadi melihat nya.
" Kenapa kuping mu memerah seperti itu? " Tanya cey heran, ia pun kembali menuangkan soup ke dalam mangkuk. Kenzo terus saja membuntuti nya.
Hingga di meja makan cey meletakkan masakan itu Kenzo terus mengikutinya. Mereka pun mulai makan dengan Kenzo yang terus memeluk cey.
" Kau tidak mau makan?! " Tanya cey kesal. Kenzo hanya bisa mempererat pelukanya dan menyelundupkan wajahnya pada tub*h istrinya.
" Hoi gilii " Ucap cey, pasalnya suaminya ini mendusel-duselkan hidungnya.
__ADS_1
" Babe~♡ suapp~ " Manja Kenzo yang masih menyelundupkan wajahny