Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 59


__ADS_3

Lynne dan biyen pun menuju tempat mereka pergi. Sedangkan Kenzo dia masih setia di samping istrinya yang tengah tak sadarkan diri.


Kenzo menatap cey sendu. Tidak ada yang memarahinya lagi. Tidak ada yang memasak untuknya. Tidak ada yang mengomelinya lagi.


Rasanya Hampa.


" Babe... Bangun.. Aku kesepian.... " Adu Kenzo pada cey.


" Aku sudah membunuh pria itu babe. Kau pasti bangga kan?? Sambungnya.


" Aku tidak akan mau makan selain kau yang memasak. Masakan orang lain tidak enak. " Keluh Kenzo.


" Tidak ada yang mengomeliku lagi, tidak ada yang memukul ku lagi, tidak ada yang memarahi ku lagi.... Heyy... Bangun babe. Aku kesepian " Katanya sembari meneteskan air mata.


Karena mengantuk Kenzo memutuskan untuk naik ke brankar dan tidur di samping cey, sembari memeluknya. ( btw cey ga pake Khimar dia cuma pake baju tidur punya Kenzo )


" Aku tidur babe... " Ucapnya lalu mulai tertidur sembari memeluk cey erat.


Saat ini detik ini di alam bawah sadar cey...


" Dimana ini? " Tanya cey melihat ruangan putih tersebut. Cey mulai menelusuri ruangan putih itu secara perlahan.


Clingg


Saat berjalan cey melihat cahaya yang sangat terang di hadapannya. Cey sampai harus menutup matanya menggunakan tangan kanannya.


" Ceyy... " Terdengar suara samar dari arah cahaya itu. Perlahan-lahan cahaya itu memudar dan memperlihatkan seseorang.


" Aa- kakak? " Cekat cey kaget melihat kakanya ada di hadapannya.


" KAKAKK!!! " Teriak cey langsung berlari berhamburan ke pelukan Haeul. Haeul pun menyambut pelukan hangat adiknya itu dengan senang.


" Kak-ak... Maafkan aku kaa. Aku salah... " Tangis cey buyar di pelukan Haeul.


Haeul yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas dan mempererat pelukannya sembari mengusap-usap rambut cey.


" Siapa yang menyalahkanmu?. Kakak tidak menyalahkan mu cey " Ucap Haeul dengan penuh senyum yang mengembang di bibir nya.


" Tidak... Gara-gara aku kakak Tiada " Sambungnya lagi. Haeul yang mendengar ktu langsung menangkup wajah adiknya.

__ADS_1


" Hey.. Mati hidupnya seseorang itu sudah di tentukan oleh pemiliknya. Itu bukan salahmu sama sekali " Terang Haeul dengan sungguh-sungguh.


" Maaf... " Lirih cey.


Flasback on di dunia nyata.


Sudah 1 minggu cey koma di rumah sakit. Dokter pun mengatakan kalau cey tidak akan bisa bangun lagi. Tentu saja kenzo langsung murka dengan dokter itu.


" Excuse me sir. we have tried but there is no progress for your wife. we are sorry " Kata dokter itu dengan raut wajah sedih.


" APA RUMAH SAKIT INI SETIDAK BERGUNA ITU!! " Amuk kenzo langsung membeludak.


Dokter itu hanya terdiam takut dan bergetar karena amukan kenzo.


Cklekk


Lynne membuka pintu ruangan cey berada. Terlihat Dokter yang tengah menunduk takut, ia tau jelas anaknya ini bisa melakukan apapun sesuka hatinya.


Tak


Tak


" sorry for the bad treatment of my son. you may leave " Katanya dengan penuh senyum. Dokter itu mengangguk lalu pergi dari ruangan itu.


Lynne beralih melihat anaknya yang sedang dirundung kalut akan istrinya yang tengah terbaring di brankar.


Kenzo terus menggenggam lengan pucat istrinya itu Seraya memberikan energinya untuk istri tercintanya.


" Sudah 1 minggu cey tidur.... Ibu tau kau pasti sedih. Tapi kau tidak seharusnya berkata seperti itu pada dokter " Kata Lynne sembari berjalan ke arah sofa di samping brankar.


" Keluarlah " Saut kenzo seperti sedang menahan emosi.


" Ibu di sini untuk merawatmu dan cey nak... " Balas Lynne mencoba menjelaskan.


Sedetik kemudian kenzo mengambil pistol di samping brnkar yang cey tiduri, dan


Dorrr


Kenzo membidik ibunya sendiri namun tidak ia kenakan, timah panas itu hanya mengenai telinga ibunya sedikit saja dan langsung terkena tembok.

__ADS_1


Lynne shock melihat putranya ingin membunuhnya, ia melihat mata anaknya yang memerah.


" Bukankah sudah aku bilang untuk pergi?! " Emosi kenzo. Lynne yang mendengar itu hanya pasrah ia beranjak dari sofa lalu Keluar dari ruangan cey.


Brakk


Lynne menutup pintu dengan lumayan kuat dan sedikit membunyikan suara. Kenzo yang sudah melihat kepergian ibunya pun langsung terduduk di kursi samping brnkar cey.


Brukk


Kenzo terduduk Matanya berarah ke arah istrinya yang tidak sadarkan diri itu. Ia menatapnya dengan sendu sembari menggenggam lengan cey yang di balut infus serta alat-alat lain yang ada ditubuhnya Seraya berkata...


" Babe.. Apa kau lihat... Aku sudah seperti orang gila tanpa mu... Bangun babe... Apa kau tidak sedih melihat aku seperti ini¿? Aku sendiri... " Adu kenzo sembari mulai berlinang air mata.


" Aku ingin koma.... Aku ingin terus bersamamu " Tulus kenzo sembari mencium punggung tangan cey.


Cupp


" Tuhann... Kenapa kau membuat ku menderita!! Kenapa harus istriku. Bangun kan dia... Aaaaaaaaaaaaaa " Teriak kenzo frustasi.


" Babe kumohon bangun... " Kenzo sudah ingin bunuh diri rasanya melihat istrinya yang tidak bangun selama hampir satu minggu.


Di sisi lain....


" Akhir-akhir ini bos terlihat murung. Ia bahkan tidak mau makan, jika di tanya pasti akan melayangkan tatapan tajam. " Keluh Karol murung.


" Pantas saja bos begitu... Ia tidak akan bahagia jika nona terbaring koma seperti itu... Kita juga bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena selalu kepikiran nona yang baik hati.... " Sambung Alvaro.


" Mmm, Apa nona belum sadar¿? " Tanya Gevan.


" Belum " Saut Langga sembari menggeleng.


Kali ini mereka semua sedang berada di markas. Markas hari ini terlihat sepi sunyi, ya mereka saat ini sedang di tugaskan untuk menyelidiki musuh.


" Bagaimana kalau kita menjenguk nona? " Tawar Rezim memberi ide.


" Mm, aku setuju. Sudah hampir seminggu kita tidak menjenguk nona karena sibuk dengan pergerakan musuh. " Timpal Ace.


" Apa tidak akan mengganggu bos? " Tanya Karol.

__ADS_1


" Benar, bukankah bos sedang tidak stabil? Bagaimana kalu dia membunuh kita semua? " Ragu Alvaro sembari menatap teman-temanya itu.


__ADS_2