
Pagi tiba menyinari dua sejoli yang tengah tertidur lelap. Suara kesibukan terdengar perlahan dari bawah.
Akhirnya Kenzo yang terbangun lebih dahulu ia melihat wajah istrinya yang tengah tertidur lelap di pelukanya.
" You are beautiful baby~ " Ujar Kenzo dengan menatap wajah Tenang cey. Kenzo beralih ke pipi cey.
Karena gemas ia mencium pipi cey berulang kali, Kenzo menatap bibir cey ia langsung ********** lembut. Namun pada akhirnya cey terbangun karena merasa ada sesuatu di mulutnya.
Cey berusaha mendorong tubuh Kenzo agar melepaskan ciumannya. Namun tenaga Kenzo Jauh lebih kuat daripada cey.
Bukannya berhenti Kenzo malah menind*h tubuh cey dan memperdalam ciumannya. Sekitar 12 menit akhirnya Kenzo menyudahi aksinya.
" Manis~ " Ucap Kenzo sembari menggigit bibir bawahnya.
" Ck, kau ini apa-apaan sih?? " Kesal cey pada Kenzo sembari mendorong dada bidang Kenzo.
" Menciummu " Jawab Kenzo enteng. Cey hanya memutar mata malas sedangkan Kenzo terkekeh geli.
" Baby~ aku menginginkannya " Ucap Kenzo sembari membuka kancing baju milik cey.
" Tidak, aku lelah " Ujar cey.
" Kau hanya menikmatinya saja~ aku yang bermain " Balas Kenzo. Kini cey hanya tinggal memakai bra saja karena baju cey sudah di buka oleh Kenzo.
Cey hanya menatap Kenzo tajam. Cey iseng mencium bibir tebal Kenzo sekilas. Kenzo yang kaget langsung tersipu.
" Nanti Malam saja " Ujar cey bangkit dari tidurnya.
" Bagaimana kalau aku menginginkannya sekarang?? " Tanya Kenzo dengan suara serak nya.
" Tahan saja " Ujar cey enteng.
" Oh **** c'mon baby~, hari ini aku ada pertandingan Berikan aku semangat " Ujar Kenzo menahan cey pergi.
" Semangat darling~ " Ujar cey mendongakkan kepalanya. Tanpa mendapat persetujuan dari cey Kenzo langsung ******* bibir cey rakus.
Kenzo langsung membanting tubuh cey ke ranjang dengan kasar. Kenzo saat ini sudah di penuhi nafsu yg menggebu-gebu.
Kenzo melepaskan pakaiannya dan tak meninggalkan sehelai benangpun di tubuhnya. Cey yang melihat Kenzo seperti itu langsung menutup matanya.
" Kau ini!! Pakai bajumu " Sergah cey namun Kenzo tak perduli Kenzo langsung merobek pakaian milik cey brutal.
" Shttt Jangan menagis baby~ " Ujar Kenzo sembari ******* b*b*r cey agar tak berteriak.
" Akh sak... " Belum sempat cey menyelesaikan ucapannya Kenzo lngsung ******* bibir cey agar tak membuat Kenzo semakin brutal.
Sungguh cey merasakan ada benda besa* yang berusaha masuk ke dalam miliknya. Ia merasa itu tak akan masuk karena sangat besa*.namun Kenzo bermain secara perlahan yang membuat miliknya masuk sempurna.
" Keluarkan!! " Ancam cey tak kuat karena terlalu bes*r. Kenzo hanya membiarkan dan memulai aksinya.
" Baby~ i love you " Kenzo mengatakan itu tepat di telinga cey. Selebihnya seperti yang di lakukan suami istri pada umumnya.
Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan dini hari mereka menyudahi aksinya. Kenzo merasa puas namun cey merasa sangat tersiksa yg membuat cey tak bisa berjalan karena sakit.
" Awss sakit " Ujar cey saat mau menuju kamar mandi. Kenzo yang melihatnya langsung mendekati cey karena merasa khawatir.
" Baby~ apa masih sakit?? " Tanya Kenzo pada cey sedangkan cey hanya mengangguk.
Akhirnya Kenzo pun menggendong cey ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersa*a.selang 15 menit akhirnya mereka selesai cey berjalan secara perlahan karena masih merasakan sakit.
Kenzo yang berusaha membantunya langsung di tepis oleh cey karena kesal. Cey berjalan menuju ruang ganti dan memakai Hoodie oversize selutut.
Setelah selesai cey langsung keluar menuju dapur ingin makan karena tenaga nya sudah habis oleh Kenzo. Kenzo pun ingin membantu malah terkena marah oleh cey.
" Baby~ ayo dengan ku saja ya " Ucap Kenzo ingin menggendong cey namun di tepis oleh cey.
" Tidak!! " Tegasnya. Cey pun berjalan menuju dapur para maid yang melihat nonanya tersenyum karena nonanya sangat imut.
" Bi? Apa ada mie instan?? " Tanya cey sopan.
" Ada non mau bibi buatkan mie apa non " Jawab maid itu tersenyum.
" Mm mie yang pedes bi " Jawab cey sembari duduk di meja makan menunggu mie nya masak.
Beberapa menit kemudian akhirnya mie nya matang dan segera dihidangkan untuk cey.
" Ini non. Saya pamit ya non " Ucap maid itu sopan.
" Iyaa bi terimakasih " Jawab cey tersenyum manis sontak maid itu tersipu dan langsung pergi.
Cey pun memakan mie nya dengan sangat lahap karena ia merasa lapar. Tak cey sangka kalau Biyen dan Lynne datang ke kastil milik Kenzo.
Tap
Tap
Tap
Lynne menghampiri cey yang Tengah termenung di meja makan. Lynne merasa heran dengan menantunya itu kenapa ia terlihat sangat murung.
" Anak ibu kenapa murung?? " Tanya Lynne pada cey. Cey yang mendengar suara Lynne langsung tersenyum ke arahnya.
" Tidak apa² bu " Jawab cey seadanya.
" Nak Kenzo di mana?? " Tanya biyen penasaran karena biasanya anaknya itu selalu bersama menantunya.
" Di kamar yah " Jawab cey. Biyen pun akhirnya berjalan menuju kamar Kenzo.
" Cey apa Kenzo membuat mu terluka?? " Tanya Lynne merasa kasihan pada menantunya itu.
__ADS_1
Cey ingin berkata namun malu karena ini masalah hubungan antar ia dan Kenzo.
" Bu Kenapa Kenzo sangat mesu* !? " Tanya cey pada Lynne.
Lynne yang sudah mengerti apa dari maksud menantunya itu langsung memeluk cey erat.
" Anak ibu itu tidak pernah bermain gila dengan wanita lain cey. Hanya kamu yang Kenzo pilih sebagai istrinya. Ibu Juga awal menikah dengan ayah Kenzo sama seperti mu nak. " Ucap Lynne panjang lebar.
" Tapi bu sakitt... Kenzo terlalu berlebihan " Adu cey pada Lynne.
" Mhnm~ sabar ya nak terkadang pria itu mempunyai hawa nafsu yg menggebu-gebu " Ujar Lynne menenangkan cey.
Cey hanya mengangguk mengerti. Lynne pun sebenarnya merasa kasihan pada menantunya itu.
" Apa masih sakit cey?? " Tanya Lynne yang masih memeluk cey erat.
" Masih bu " Jawab cey Semakin menyelundupkan wajahnya di pelukan Lynne.
" Dasar anak itu. Ya sudah cey tunggu di sini ya ibu buatkan kamu minuman ya " Ujar Lynne
Cey hanya mengangguk paham. Sedangkan di kamar Kenzo tengah merokok dengan aura yang mengintimidasi. Biyen langsung saja masuk ke dalam kamar putranya itu.
Biyen merasa putranya sepertinya sedang Marah. Tak biasanya Kenzo merokok kalau sedang emosi.
" Hey bocah. Matikan Rokok mu " Ujar biyen berjalan ke arah Kenzo.
" Sedang apa ayah di sini?? " Tanya Kenzo mengintimidasi.
" Ibumu ingin bertemu istrimu " Jawab Biyen.
Kenzo hanya berdehem paham ia masih merokok karena kesal kepada dirinya sendiri karena bermain kasar sehingga membuat cey marah.
" Kenapa?? Sepertinya istrimu membencimu " Goda biyen pada anaknya. Kenzo yang mendengar itu langsung membanting benda-benda di sekitarnya.
* lihat sangat mudah bukan untuk membuat Kenzo murka katakan saja tentang istrinya *
" Dia tidak membenciku!! " Tegas Kenzo biyen hanya tersenyum geli melihat tingkah putranya.
" Makanya lain kali jangan brutal " ujar biyen mengerti apa yang di rasakan putranya soalnya ia dan Lynne pun pernah mengalaminya.
×
×
×
" Ini cey minum ya biar tidak sakit lagi " Beri Lynne menyombongkan Satu gelas minuman pada cey.
" Terimakasih bu " Ujar cey lalu meminumnya sampai habis.
" Bagaimana apa masih Sakit?? " Tanya Lynne.
" Cey mau ibu ajarkan bela diri?? " Tawar Lynne. Cey yang sangat tertarik dengan bela diri langsung mengnguk mantap.
" Mau bu " Jawab cey.
" Baiklah ayo ikut ibu Ke Gym " Sembari menarik lengan cey.
Akhirnya mereka memulai latihannya dengan penuh tawa para maid yang melihatnya sangat senang. Sedangkan biyen dan Kenzo entah sedang membicarakan apa.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas waktunya makan siang Lynne membawa menantunya untuk bersih-bersih dan bersiap membawa cey ke taman.
" Cey kamu pakai ini ya " Titah Lynne cey mengangguk setuju dengan pakaian yang dipilihkan ibunya.
Setelah selesai bersiap cey keluar dengan begitu cantik Lynne yang melihatnya saja sampai terharu.
Namun sedari tadi cey tak melihat Kenzo maupun biyen. Cey berpikir mungkin mereka pergi ke pertandingan.
" Nak ayo " Ajak Lynne menarik lengan menantunya menuju mobil. Cey heran apakah ibunya ini bisa membawa mobil.
" Bu? Ibu bisa membawa mobil?? " Tanya cey pada ibunya.
" Tentu saja " Jawab Lynne melajukan mobilnya menuju restoran favoritnya.
Kenzo dan biyen sedang dalam perjalanan menuju lokasi pertandingan di mana banyak para Jalang² dan para pria yg ingin adu jotos demi mendapatkan uang.
Setibanya di tempat Maksiat itu disaat biyen dan Kenzo melangkahkan kaki memasuki Club itu terdengar dentuman musik yg menggelegar. Terlihat para ****** tengah menggoda para pria di sana. Dan ada juga Beberapa pria yang tengah beradu jotos.
Kenzo dan biyen tengah bersiap untuk bertarung dengan lawan Kenzo. Biyen hanya mensuport anaknya saja sembari menunggu giliran Putranya.
Setibanya di restoran Lynne dan cey keluar dari mobil dengan sangat di lihat oleh banyak orang. Lynne memakai dress selutut dengan rambut di Ikat sedangkan cey memakai pakaian tertutup yang masih bisa memancarkan kecantikan nya.
" Cey ayo " Ajak Lynne masuk cey hanya menggunakan kepala mengikuti kemana perginya Lynne.
Setibanya di tempat duduk Lynne dan cey pun memilih makanan yg ingin mereka makan.
" Cey pilih lah apa yang kamu mau~ " Suruh Lynne karena nanti mereka akan pergi ke tempat di mana Kenzo berada.
" Bu aku mau Camilan saja dengan Chocolatos " Ucap cey pada Lynne.
" Mbaa pesen ini nya dua sama ini satu ya " Ucap Lynne kepada pelayan itu.
" Baik. Mohon di tunggu yaa " Ucap pelayan itu sopan. Beberapa menit kemudian akhirnya pesanan mereka tiba.
" Silahkan " Ucap pelayan itu lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
" Ini cey makan yang banyak yaa " Ujar Lynne khawatir kalau cey nanti sakit.
" Iya bu, ibu juga makanlah " Balas cey tersenyum. Lynne pun akhirnya makan bersama cey di sela-sela makan Lynne berbicara pada cey dengan lembut.
__ADS_1
" Cey nanti kita akan bertemu Kenzo kamu mau kan?? " Tanya Lynne dengan menggenggam lengan cey.
Cey merenung sejenak mungkin ia salah karena sudah membentak Kenzo tadi. Akhirnya ia pun memilih ikut untuk bertemu Kenzo.
" Iyaa bu cey mau " Jawab cey Lynne pun tersenyum mendengarnya.
" Terimakasih ya cey kamu sudah mau mengertikan Kenzo " Ucap Lynne.
" Iyaa bu "
" Baiklah ayo kita pergi ke tempat Kenzo berada dan ayahmu juga " Ujar Lynne berlalu dari restoran itu.
Di club itu sudah giliran Kenzo yang akan berkelahi dengan musuhnya. Biyen hanya melihat Putranya yang ingin menghabisi lawannya dengan sadis dan ingin meluapkan emosinya pada lawanya.
Kenzo sudah turun menuju arena pertarungan ia hanya memakai celana pendek selutut dan bertelanjang dada. Musuhnya pun demikian.
" Siappp. Mulaii " Ucap wasit itu. Dan
Bughh
Kenzo memukul rahang pria itu dengan sangat keras. Musuhnya pun membalas pukulan Kenzo dengan menendang perut Kenzo namun tak berhasil malah Kenzo memutar kaki pria itu hingga jatuh.
Bughh
Dan akhirnya round pertama usai mereka istirahat dulu sebentar. Biyen menghampiri putranya itu.
" Kenapa tenaga mu lemah bagaimana kau mau melindungi istrimu itu " Ucap Biyen memanas-manasi Putranya.
Kenzo yang mendengarnya langsung murka. Akhirnya round kedua di mulai dengan brutal Kenzo menyerang musuhnya hingga terkapar. Orang² yang melihat Kenzo sudah murka sudah seperti iblis kesetanan.
Biyen yang melihat putranya menang bersorak ria merasa sangat bangga pada putranya yg menang.
Perkelahian di lanjutkan dengan musuh yang kedua. Kenzo pun sudah seperti di Rasuki Setan karena sudah beberapa jam tak melihat istrinya ia seperti seorang iblis yg keluar dari sangkarnya.
Akhirnya round pertama di mulai perkelahian pun nampak sengit Kenzo melebihi kemampuan lawannya.
Setibanya cey dan Lynne di tempat maksiat itu terdengar sorak sorai orang-orang di dalam sana dengan dentuman musik yang menggelegar.
Cey tak menyangka kalau suaminya masuk ke dalam tempat haram itu. Lynne yang melihat cey emosi sedikit tenang karena cey bisa mengontrol Kenzo nantinya. Sebenernya ia juga kesal karena biyen membawa putranya ke tempat tak berguna seperti ini.
Cey langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam club itu. Lynne mengikuti dari belakang. Ia melihat menantunya ini sudah seperti singa betina yang murka.
Cey melihat wanita² berpakaian dengan Kurang bahan sedang menari² tak malunya dengan menenggak minuman keras.
Tak butuh waktu lama cey langsung melihat suaminya tengah beradu jotos dengan brutal sehingga lawannya mengeluarkan banyak darah.
Lynne yang melihat biyen langsung menghubungi biyen saat itu juga padahal jarak mereka lumayan dekat.
Drtttt
Drtttt
Ponsel biyen berbunyi tertera nama Honeyy~ di layar ponselnya. Biyen pun langsung mengangkatnya dengan semangat.
" Ya sayang~ " Jawab Biyen.
" Belakang " Ucap Lynne dingin biyen yang mendengar itu langsung menoleh ke belakang dan alangkah terkejutnya ia melihat istrinya dan menantunya tengah berada di belakangnya.
Prakkk
Ponsel biyen terjatuh karena kaget. Lynne langsung mematikan ponselnya dan berjalan menuju biyen dengan muka datar. Setibanya di hadapan Biyen Lynne hanya diam menatap biyen sinis.
" Sayang~ ini engg-a se-perti yang ka-mu pikir " Ucap biyen terbata-bata.
" Bagus ya?! Main di sini ha?!! " Murka Lynne menjewer telinga biyen dan membawanya pulang. Biyen hanya bisa pasrah pada istrinya sebenarnya ia pun takut pada Lynne.
" Cey ibu pulang dahulu kamu urus Kenzo " Ucap Lynne pada cey. Cey hanya mengangguk.
Mereka berdua melihat aura menantunya itu sangat mengerikan mereka berdua pun memutuskan untuk pergi.
Tap
Tap
Tap
Cey berjalan ke bawah di mana banyak sekali wanita' ***** dan melihat Kenzo tengah berkelahi dengan membabi buta.
Bughh
Bughh
Sekilas Kenzo melihat istrinya tengah bersedekap dada tengah melihatnya dengan tajam. Tapi itu memang cey ia berjalan mendekati Kenzo saat sudah dekat. Cey berteriak.
" Teruskan!! Tidak usah pulangg!! " Teriaknya murka.
Orang' yang mendengarnya langsung hening. Kenzo yang mendengar suara istrinya langsung menoleh dan benar saja itu istrinya.
Saat Kenzo lengah musuh pun berhasil membogem Kenzo tepat di wajahnya. Karena murka Kenzo langsung mengakhiri pertarungan dengan membogem balik hingga lawannya bersimbah darah.
Ia tak memperdulikanya lagi langsung mencari keberadaan istrinya. Akhirnya ia menemukannya. Ia berlari ke arah istrinya dengan sekuat tenaga.
Namun di saat sudah sampai di hadapan istrinya itu ia malah sedikit khawatir. Ia melihat tatapan istrinya sungguh tajam.
" Baby~ " Panggil Kenzo sembari tersenyum.
" Kau kesini karena khawatir kan?? " Tanya Kenzo lagi.
" Kenapa ke sini?!! Kelahi saja lagi sana!! Tidak usah pulang sekalian!! " Bentak cey pada Kenzo di hadapan banyak orang.
__ADS_1
" Baby~ " Mata Kenzo mulai berbinar ingin menangis orang² yang berada di sana di buat kagum dengan wanita itu karena bisa menjinakkan iblis seperti Kenzo.