Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 63


__ADS_3

Batin cey berkata " Memalukan sekaliii˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚ " Kenzo masih tetap memeluk istrinya yang tengah di periksa oleh dokter tersebut.


" Dok, apa saya sudah boleh banyak bergerak? " Tanya cey pada dokter tersebut.


" Hmm, boleh Tapi jangan terlalu berlebihan " Jawab dokter itu Seraya tersenyum ke arah cey.


" Kalau seperti memasak dok? " Tanya cey lagi.


" Boleh, asal harus berhati-hati. Kalau seandainya tidak kuat, tidak usah di paksa " Terang dokter itu.


Sedangkan Kenzo sedari tadi tidak bisa diam, Kenzo terus saja mendusel-duselkan wajahnya ke perut cey. Cey hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya ini.


" Baiklah, kami permisi " Ujar dokter itu lalu berlalu pergi bersama suster. Cey hanya tersenyum.


" Awas aku mau makan " Titah cey sembari mendorong kepala Kenzo.


" Ngg, Laper babe.... " Rajuk Kenzo dengan wajah memelas kepada istrinya.


" Iyaa awas, beli dulu bahan-bahan nya. Baru masak di dapur rumah sakit " Kata cey. Kenzo yang mendengarnya sedikit menatap mata istrinya.


" Dimana khimar mu?! " Tanya Kenzo tegas pada istrinya itu. Cey pun tidak tau keberadaan khimar nya.


" Tidak tau. " Jawab cey seadanya.


Kenzo mengambil ponselnya di nakas Seraya menelfon seseorang. Cey hanya diam melihat suaminya yang terus memegang perutnya sembari mengusapi nya lembut.


" 3Menit. Bawakan khimar istriku " Ucap Kenzo pada orang di sebrang sana. Orang yang di telfon baru bangun tidur masih ngebug.


Daripada ia di bunuh lebih baik ia cepat mengambil khimar Nonanya secepat mungkin. Setelah mengambil ia langsung menancapkan mobilnya melesat ke Rumah sakit.

__ADS_1


" Halo Nona, Kamar atas nama Cey di mana? " Tanya nya sembari menggoda kasir tersebut.


" Kamar nona cey ada di lantai 3 " Jawab perawat itu dengan tersenyum kecut.


( Hayo kira² siapa yang bawain khimar cey )


Pria itu pun langsung memasuki lift, setelah berhenti ia pun mencari kamar Nonanya tersebut. Pertama-tama ia mengetok pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


Kenzo yang mendengarnya langsung keluar membukakan pintu. Pintu terbuka menampakkan karol yang berdiri di depan pintu.


" Bows🥺 naik gawji yaw🥺 " Bujuk karol dengan keahliannya. Kenzo yang melihatnya langsung ingin membunuh sahabatnya ini.


" Terimakasih. Silahkan pergi " Ucap Kenzo langsung menutup pintu kembali. Karol Hanya bisa menatap sedih, ia pun langsung pulang ingin mengganggu Gevan yang tengah ngorok.


" Siapa Ken? " Tanya cey penasaran.


" Sini " Titah Kenzo agar duduk di hadapannya. Cey menurut saja. Ia pun duduk di hadapan Kenzo. Kenzo pun mengikatkan rambut dengan perlahan. Setelah selesai ia mengmbil khimar lalu memakainya kepada istrinya itu.


" Padahal aku bisa sendiri " Ujar cey lesuh.


" Lupa dengan apa yang di katakan dokter? Jangan terlalu lelah!! " Tegas Kenzo.


" Tapi aku kan bi— " Ucapan cey langsung terputus ketika Kenzo membuka jas miliknya lalu memakaikannya pada cey.


" Pakai, jangan sampai kedinginan. " Titah Kenzo tak terbantahkan.


" Yasudah terserah kau saja. Ayoo " Ajak cey menuju Minimarket terdekat/swalayan lah.

__ADS_1


Greppp


Kenzo menggendongnya ala bridal stayle. Baju kemeja Kenzo yang berwarna putih membentuk jelas tubuhnya yang sempurna.


" Aku bisa berjalan kennnn " Jerit cey sembari memukul d*d* bidang suaminya.


" Diam. Atau ingin aku terkam sekarang juga " Ancam Kenzo serius. Cey sontak diam dan menyembunyikan wajahnya di d*d* bidang suaminya itu karena malu di lihati oleh orang² yang berada di sana.


Kenzo tersenyum melihat tingkah istrinya yang malu. Namun Kenzo tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Ia terus berjalan menuju mobilnya di parkiran bawah tanah.


Cklekk


Kenzo memasukkan cey ke dalam mobilnya, ia pun ikut masuk untuk memakaikan sabuk pengaman/stable untuk istrinya. Setelah selesai ia menutup mobil itu lalu mumutar untuk duduk di kursi kemudi.


" Kenn, aku mau bertanya " Ucap cey sembari melirik ke arah suaminya yang juga melihatnya.


" Mm, tanya saja babe.. Tidak ada yang bisa aku sembunyikan lagi darimu " Jawab Kenzo sembari mengusap-usap lengan istrinya.


" Katakan, kau habis apa hingga di lehermu ada bercak darah? Kau tidak membunuh lagi kan? " Tanya cey menginterogasi.


" Aku, membunuh seseorang babe... Dia korupsi di perusahan ku. Dan dia harus mendapatkan balasnya. " Jawab Kenzo dengan mimik wajah serius.


" Kenapa tidak di selesaikan secara kekeluargaan " Ucap cey dengan menghembuskan nafas gusar sembari menyentuh keningnya.


Cupp


Kenzo \*\*\*\*\*\*\* b\*b\*r cey secara paksa. Cey memberontak sekuat tenaga namun karena kondisinya masih lemah, ia pun kalah telak kalau di bandingkan dengan kekuatan suaminya yang berkali-kali lipat.


Huahhh

__ADS_1


" Uhukkk... Kau, apa-apaan sih " Kesal cey menatap Kenzo sinis. Kenzo hanya tersenyum miring melihat istrinya.


" Shhhh, Jangan berisik Nanti ada yang bangun " Ucap Kenzo menakut-nakuti. Akhirnya Kenzo pun melajukan mobilnya menuju Minimarket terdekat.


__ADS_2