
" Mm?! Kenapa wajahmu memerah?? " Tanya cey sembari menangkup wajah Kenzo.
" Hmm?? Memang kenapa?? " Tanya balik Kenzo.
" Tidak ada hanya wajahmu terlihat imut kalau malu' " Ucap cey menjahili Kenzo.
Pufff
Wajah Kenzo kembali sangat merah karena malu akibat di jahili istrinya.
" Babyyy~ " Kesal Kenzo yang mulai menyelundupkan wajahnya di ceruk leher cey.
Cey yang melihatnya hanya tertawa kecil sedangkan sang empu masih memeluk tubuh cey erat.
* Apa ini takdirku?? Menjadi istri seorang Kenzo * batin cey.
" Ken apa itu?? " Tanya cey sembari menunjuk ke salah satu kantong plastik yg penuh dengan Jajanan.
" Mm, Itu Camilan untuk mu baby~ . Kau mau?? " Jawab Kenzo sembari berjalan ke arah bungkusan camilan itu.
Bukannya Kenzo tak mampu membelikan ia Jajanan Mahal namun cey yang tak suka dengan itu semua ia lebih senang dengan yang sederhana.
Kenzo mengambil salah satu plastik dan membawanya ke arah cey yang terduduk di sofa.
Dengan cepat cey langsung merebut kantong plastik itu untuk di pangkuannya.
" Ck, Jangan di rebut baby?! " Tegas Kenzo kesal karena cey berusaha mengambil kantong plastik yang berat.
" Ishh Ga papa lah!! Sini " Ucap Cey sembari mau merebut kantong plastik itu.
" Baby!! Kalo saya bilang jangan ya jangan!! Kamu masih sakit " Ucap Kenzo tegas karena tak mau istrinya kesakitan lagi.
Cey diam meskipun ia sering di bentak namun cey akan diam jika suaminya yang membentaknya.
Ia akan merenung Mungkin ia salah makanya ia di bentak oleh Kenzo. Kenzo yang melihat istrinya diam sangat menyesal karena membentaknya.
Srukkk
Kenzo langsung bersimpuh di hadapan cey karena merasa bersalah, cey ingin mengangkat tubuh Kenzo agar terbangun karena Kenzo tak salah melaikan ia yang salah karena ngeyel.
Bukk bukk
Kenzo memukuli tubuhnya sendiri karena merasa berasalah. Ia terus memukuli dirinya.
Cey berusaha memberhentikan Kenzo yang sudah berlumuran darah di hadapannya. Kenzo masih tak berhenti memukuli dirinya karena merasa bersalah.
" Ken berhenti " Ucap cey berusaha untuk menghentikannya.
" Kennn!! Lihat aku!! " Tegas cey sembari menangkup wajah Kenzo yang berlumuran darah.
" Baby~ " Ucap Kenzo melihat wajah cey dengan sendu.
" Aku salah baby!! Aku salah!! " Seru Kenzo dengan sendu di hadapan cey.
__ADS_1
Srukkk
Cey mulai berlutut untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kenzo. Namun Kenzo tak suka kalu cey bersimpuh di hadapan orang seperti Kenzo.
" Berdiri baby~ " Ucap Kenzo berusaha membangkitkan istrinya. Namun cey tak mau ia tetap bersimpuh di hadapan Kenzo.
Cuppp
Cey mencium bibir Kenzo dengan lembut agar ia bisa tenang dan berhenti memukuli dirinya. Kenzo yang mendapatkan Ciuman oleh istrinya sangat senang.
Kenzo tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini ia langsung membalas ciuman cey dengan lembut dan memperdalam ciumannya.
Cey ingin melepaskan ciumannya namun Kenzo menahan agar cey tak melepaskan ciumannya.
Ahkirnya Kenzo melepaskan ciu*anya namun hanya sebentar.
" Su... " Tak sempat cey melanjutkan kata-katanya Kenzo langsung ******* bibir cey lagi.
Dengan susah payah cey melepaskan ciu*annya akhirnya terlepas.
" Aku bilang hentik... " Kenzo sudah langsung menyambar b*b*r cey dengan serakah seperti itu sudah menjadi candu baginya.
Puahh
Kenzo melepaskan ciumannya sebentar dan berkata di hadapan cey.
" Kau hanya miliku dan akan tetap menjadi miliku!! " Ucap Kenzo dan langsung mencium bibir cey lagi.
Dengan kesal cey mendorong tubuh Kenzo dengan kuat agar melepaskannya.
Srakkk srakkk
Cey membuat kantong plastik itu dan menemukan banyak Camilan kesukaannya. Ia langsung tersenyum melihatnya.
Kenzo langsung memfoto Cey yang tengah tersenyum bahagia melihat Camilan yang ia sukai.
Ckreekk
Foto yang indah sudah di dapatkan oleh Kenzo ia sungguh mencintai istrinya ini ia sangat berbeda.
Baru kali ini Kenzo menyukai pria semasa hidupnya hanya ia habiskan untuk mengurus bisnisnya saja. Melihat wanita?? Sama saja ia melihat ****** namun cey berbeda.
" Houm. Mmm enakk " Ucap cey dengan semangat ketika memakan bakso goreng pedas.
Kenzo yg melihatnya langsung memeluk cey dari belakang. Ia tak mau melepasnya barang sedetik pun.
" Kenn. Aaaaa " Ucap cey sembari menyuapi Kenzo.
" Mm. Tidak enak " Ucap Kenzo sembari mengunyah Camilanya.
" Ha? Masa sih " Akhirnya cey mencobanya lagi dan ya enak.
" Enak ko ken... " Kenzo langsung merebut makanan yang ada di mulut cey.
__ADS_1
" Mm yaa enak baby~ " Ucap Kenzo yang mengunyah makanannya.
" Hei. Muntahkan itu bekas ku!! " Ucap cey.
" Tidak~ ini enak baby~ " Ucap Kenzo.
Akhirnya mereka pun memakan camilan itu bersama-sama sembari menonton film warkop di laptop Kenzo.
" Hahaha Lihat, itu Kenapa dia melakukannya " Ucap cey tertawa melihat filem kesukaannya itu.
" Mm. Baby~ " Panggil Kenzo.
" Ha?? Apa?? " Tanya cey menoleh ke arah Kenzo.
" Kau harus ikut aku ke Italia rumah kita di sana baby~ yaa?? " Ucap Kenzo.
" Italia? Itu sangat jauh dari kampusku dan teman-teman ku. " Ucap cey
" Kan kalian masih bisa video call?? " Ucap Kenzo meyakinkan.
" Mm aku tak mau ken aku mau di sini. Di Belanda. " Ujar cey.
" Tidak kau harus ikut!! Kau harus bersamaku!! "
Tegas Kenzo kekeh ingin cey ikut.
Dengan berat hati cey mengangguk mau tak mau Kenzo adalah suaminya ia harus menurutinya.
" Are you sure baby~? " Tanya Kenzo.
" Mm yeah sure " Ucap cey dengan berat hati.
******
Akhirnya mereka tiba di bandara untuk menuju ke Italia tempat tinggal Kenzo yang sebenarnya.
" Baby? Kau mau ke mana?? Ke arah sini " Ujar Kenzo pada cey yang berjalan masuk.
" Ha? Bukankah harus membayar dulu? " Tanya cey.
" Tidak ini Bandar miliku. Pesawat dan Jet pun miliku " Ujar Kenzo.
" Oo begitu " Ujar cey mulai mau memasuki pesawat ia menoleh terlebih dahulu ke belakang melihat negara yang ia sukai akan ia tinggalkan.
" Baby~ ayo " Ajak Kenzo pada cey.
" Mm ya ayo " Jawab cey memasuki pesawat. Akhirnya pesawat lepas landas.
Sekitar 15 menit cey berkutat dengan ponselnya ia berkata pada Kenzo yang berbaring di pangkuannya.
" Ken boleh tidak Camilan yang kau beli aku berikan ke pantai asuhan?? " Tanya cey.
" Mm tentu boleh baby!! Itu milikmu " Ujar Kenzo setuju.
__ADS_1
Karena terlalu lama di pesawat akhirnya cey tertidur Kenzo masih berkutat dengan laptopnya mengurusi bisnisnya.