
" Sudahlah, ayo kita kunjungi Nona " Ajak Langga langsung berdiri sembari memasang sarung tangan.
Tap tap tap
Langga dan yang lain pun mulai menuju ke Hospitals menggunakan motor masing-masing. Tak lupa di tengah jalan mereka memberi kode satu sama lain agar berhenti untuk membeli buah-buahan.
Cittt
" Ingin membeli buah apa? " Tanya Gevan sembari membuka kaca helem nya.
" Beli Jeruk saja " Saut Ace dari belakang.
" Dengan blubery atau rasbery? " Timpal Karol dengan sumringah.
" Itu sih buat elu monyong " Kesal Gevan sembari memukul helem bagian belakang Karol sehingga membuat Karol sedikit ke depan karena pukulan Gevan.
Bukkk
" Aww, atit abang evan🥺 " Memelas Karol dengan ekspresi yah seperti itu lah.
" Najiss, Muka lo ke nahan berak anj*r " Kesal Gevan. Langga, Ace dan rezim hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman mereka.
" Aish. Lebih baik beli saja semuanya " Teriak Langga kesal.
" SETUJU!! " saut mereka semua yang langsung memandang Langga. Langga dan yang lain pun mulai memasuki kedai buah itu.
Grrrrrr
(Anggap aja troli di dorong ok)
" Ini, kelihatan segar. Benar kan Ace " Tanya Rezim.
" Mm, masukan saja ke dalam troli yang di bawa langga. " Jawab Ace sembari memasukkan mangga segar ke dalam troli dan di susul oleh Rezim yg memasukkan pisang.
Saat mereka tengah memilah-milah buah-buahan tanpa mereka sadari kalau ternyata banyak orang yang melirik mereka karena seram+ganteng...
" Sstt hei lihat itu kk yg memakai sarung tangan terlihat tampannn>< " Ucap gadis di sana yang tengah memperhatikan Langga.
" Aishh, kau ini. Kk yg memakai masker lebih terlihat cool >< " Timpal temannya yang berarah ke arah Rezim.
" Tidakk. Kk yg rambutnya ikal lebih Kelihatan Tampann>< " Sergah teman gadis itu.
Sadar kalau mereka jadi pusat perhatian, mereka pun segar pergi menuju kasir untuk membayar buah-buahan itu. Sang kasir tampak syok dengan mereka yang membeli banyak sekali buah-buahan.
" Ini di bungkus semua om? " Tanya kasir itu melirik mereka satu per satu.
" Yaa. Sekalian di Hias. " Tegas Gevan.
" B-baik " Jawab kasir itu dengan gugup lalu mulai membungkus dan menghias buah-buahan itu.
Pada akhirnya, mere mendapat satu persatu bungkusan buah. Mereka saling melirik terlebih dahulu. Tanpa ingin berlama-lama mereka langsung membayar dan pergi dari kedai itu.
Mereka pun mulai melajukan motornya menuju rumah sakit di mana nona mereka berada.
Di ruangan cey..
02:43PM....
" Babe... Buka mata mu... Apa kau tidak kasihan melihat ku tidak karuan seperti ini¿? " Tanya kenzo sembari menggenggam erat lengan cey.
(Btw ini posisi cey nya udah pake Khimar ya, tapi ga pake cadar.)
" Babe.... Aku kesepian..., aku lapar, aku ingin memakan masakanmu.... Hikss... Bangun babe, bangun. Hikss " Tangis kenzo sembari mencium lengan pucat cey.
Cup.
Arzen dan zella sudah berkali-kali menghubungi cey namun tidak ada pesan atau panggilan yang di jawab.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melacak di mana keberadaan cey, dan syukurnya mereka menemukan keberadaan cey yaitu di RS.
Mereka pun bergegas untuk menuju rumah sakit itu. Sesampainya di sana mereka berhenti di resepsionis dan bertanya..
" Pasien atas nama Ceylon Leu Aden berada di ruangan mana? " Tanya Zella ngos-ngosan.
Perawat itu sedikit ragu ingin menjawab. Ia terlebih dahulu menelpon ke ruangan cey untuk bertanya apakah boleh orang di hadapan nya ini masuk.
Tuttttt
Ponsel di ruangan cey berbunyi, kenzo berlaih lalu mengangkat telfon itu.
" Maaf Pak, di depan ada Seseorang Ingin bertemu dengan nona cey apa boleh?? " Tanya perawat itu.
" Siapa! " Tegas kenzo.
Perawat itu sedikit menjauhkan telpon itu lalu berbicara dengan Zella.
" Maaf ka, nama kk siapa? " Tanya perawat itu dengan sopan.
" Zella Wertheim " Saut Zella cepat. Perawat itu mengngguk lalu kembali pada pertanyaan kenzo.
__ADS_1
" Namanya Zella Wertheim pak, apa boleh masuk? " Tanya perawat itu.
Kenzo berpikir sejenak sembari melihat wajah istrinya. Setelah ia berkutat dengan pikirannya akhirnya ia mengizinkan...
" Suruh dia masuk " Tegas Kenzo langsung menutup panggilan itu.
Sedangkan Zella dan Arzen langsung menatap perawat itu dengan polos.
" Baiklah, ruangan Nona cey ada di lantai Tiga nomor 2 " Jawab Perawat itu dengan penuh sopan. Mereka yang mendengar itu langsung berlari ke arah lift.
" Babe, Zella akan berkunjung " Ucap kenzo lembut sembari menci*m pipi cey lembut.
Cup
Beberapa saat kemudian ada yang mengetok pintu ruangan cey. Kenzo berjalan ke arah pintu dan membuka pintu tersebut, terlihat Zella dan seorang pria di sampingnya.
Cklekk
" Bagaimana keadaan cey? " Tanya Zella dengan raut wajah panik, begitupun dengan Arzen.
" Pelankan suaramu! " Tegas Kenzo. Zella dan Arzen langsung menutup mulut rapat-rapat.
Mereka pun masuk ke ruangan itu, terlihat cey yang tengah terbaring lemas di brankar khas dengan kulit pucat pasi.
Tap tap tap
Baik Zella maupun Arzen, mereka menatap Cey sendu. Bahkan sekarang Zella sudah mengeluarkan air mata.
Tes tes
" Hikss... Ceyy, kenapa bisa seperti ini... Hiksss. " Tangis Zella pun pecah di hadapan Cey yang tidak sadar.
" Sudah, Leu pasti sedih melihat kau begini " Kata Arzen sembari mengusap bahu Zella yang bergetar.
Zella langsung melirik ke arah Arzen, tanpa pikir panjang Zella langsung memeluk pinggang Arzen dan menangis di sana. Arzen pun ikut menangis namun ia tahan sembari mengusap-usap punggung Zella.
Kenzo yang melihat itu diam. Dia hanya diam. Langga dan yang lain pun tiba di rumah sakit tersebut. Mereka turun dan langsung menuju ruangan cey.
Saat sudah di depan pintu ruangan cey mereka berhenti sejenak. Mereka saling melirik seolah berbicara dengan telepati.
Setelah berdiam cukup lama akhirnya Ace memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan cey.
Tok tok tok
Kenzo yang mendengar itu langsung membuka pintu. Terlihat wajah gelisah teman-temanya, karena takut dengan bosnya.
" Ada apa?! " Tanya Kenzo to the point.
" Kami ingin menjenguk nona nona bos. " Jawab Rezim.
" Jangan berisik " Tegas kenzo mempersilahkan mereka untuk masuk.
Mereka pun masuk satu persatu ke ruangan itu. Hal pertama yg mereka lihat adalah seseorang menangis di samping brankar cey.
" Bos, itu siapa? " Tanya Karol.
" Teman-temanya " Jawab Kenzo singkat.
Sadar akan kehadiran seseorang, Zella dan Arzen langsung beralih duduk di sofa ruangan itu.
Langga berjalan ke arah brankar di susul oleh teman-temanya. Mereka menatap wajah nona mereka. Tidak ada terlihat kegembiraan lagi di wajahnya itu.
" Nona... Kami datang " Ucap Karol dengan tulus.
Gevan yang mendengar itu tidak menyangka kalau teman somplak nya ini biasa berkata tulus seperti itu.
Pukk
Langga menepuk pundak Karol berusaha menetralkan air matanya. Bukan hanya langga yang hampir menangis melainkan yang lain pun ikut menangis.
" Nona.. Tidak ada nona rasanya sunyi " Adu Langga menunduk.
" Benar... Kami ingin memakan masakan nona lagi. Melihat nona ceria bersama bos " Sambung Rezim.
" Bos tidak akan makan kalau bukan nona yang memasak... Bos sudah tidak makan salama seminggu nona " Timpal Ace sembari menunduk.
Semua yang berada di sana terisak. Mereka sedih melihat Cey yang biasanya ceria, cerewet sekarang tiba-tiba hening.
Drrttttr
Saat tengah di belenggu oleh rasa sedih ponsel Karol menimbulkan notifikasi di ponselnya. Karol langsung mengeceknya. Dan betapa shok nya dia melihat anak buahnya mengirimkan pesan....
" Tuan, beberapa petinggi mengadakan korupsi besar-besaran. Mereka saat ini memanggil pembunuh bayaran untuk menghabisi pasukan "
Begitulah kurang lebih pesan dari anak buah Karol.
Karol langsung menunjukkan isi pesan itu pada kenzo. Kenzo murka melihat itu. Mereka langsung mengangguk mantap agar langsung pergi menuju lokasi.
Zella dan Arzen yang melihat mereka seperti kesetanan langsung menciut. Kenzo menatap Zella dan Arzen bergantian.
__ADS_1
" Aku titip Istriku!! " Tegas kenzo. Zella dan Arzen langsung mengangguk paham. Mereka akan menjaga Cey dengan cara segala cara.
Sebelum pergi kenzo melihat wajah istrinya terlebih dahulu. Ia menci*m kening istrinya lalu berpamitan.
" Babe.. Aku pergi sebentar. Aku berjanji akan kembali " Ucap Kenzo dengan lembut.
Mereka pun pergi menuju Lokasi yang sudah di tentukan. Mereka melanjutkan motor mereka dengan kecepatan tinggi. Sedangkan para petinggi itu sedang menenggak minumannya ditemani para Kupu-kupu malam.
" Arghhhh... Rasanya Sangat nikmat lepas dari bos sialan itu " Ujar salah satu petinggi.
" Hahaha... Benar dia terlalu b*doh " Saut temanya.
" Hoii.. Tuangkan laghi minumannya!! " Tegas petinggi itu kepada wanita di pangkuannya. Wanita itu dengan senang hati menuangkan minumannya ke dalam gelas.
Tanpa butuh waktu lama akhirnya Kenzo dan yang lain tiba di tempat haram itu. Para anak buah Kenzo sudah berhasil meringkus para pembunuh bayaran itu.
Brakkk
Pintu di buka dengan kasar Oleh Gevan. Sontak Para petinggi yang sedang pesta terperanjat kaget.
" T-tuannn " Ucapa salah satu petinggi itu. Kenzo menatap mereka dengan dingin. Kenzo langsung berjalan ke arah tua bangka itu dan menarik rambut nya dengan kasar.
" Ini tuan " Ucap salah satu bodyguard kenzo memberikan botol pecah kepada Kenzo.
(Bodyguard itu sudah mengerti dan tanpa di pinta untuk memberikan senjata tajam)
Srakk srakk srakkk
Kenzo, menancapkan botol itu di wajah petinggi itu dengan membabi buta di hadapan banyak orang. Sedangkan teman-temanya tengah menembaki penghuni yang ada di tempat haram itu.
Dorrr
Dorrr
AAKHHHH
TOLONGGG
sangat riuh keadaan di sana. Namun teman-teman Kenzo sangat bergembira karena menurut mereka. Mereka seperti tengah memburu bab* di hutan.
" Ini sangat menyenangkan " Ucap Gevan penuh tawa.
" Benar, sudah lama kita tidak melakukan hal semenyenangkan ini " Saut Langga.
BERALIH DI ALAM BAWAH SADAR CEY...
" Kakak cey senang bisa bermain bersama kakak. Semoga kita bisa selamanya sperti ini ya kakak ^^ " Ucap cey di selingi tawa.
Meskipun beckround di alam sana berwarna putih namun terdapat tebing/jurang di sana.
" Cey... Kakak juga senang namun sepertinya kau Sudah sembuh " Ucap Haeul pada adiknya dengan tatapan sendu.
" Kakak?? " Bingung cey.
" Kau kelihatan bahagia. Namun di alam mu mereka tengah bersedih... Jangan ikut kk hiduplah bahagia di sana ya... " Tulus Haeul.
Dengan tersenyum cey berkata...
" Luka ku sudah sembuh, rambutku sudah mulai panjang. Ini semua berkata orang hebat yang datang di kehidupan ku " Perlahan namun pasti cey mulai menghilang bagai debu yang berkilauan. Haeul ikut tersenyum melihat adiknya bahagia.
YANG SEBENARNYA TERJADI DI DUNIA NYATA
Tuttttttt
Alat pendeteksi jantung bergambar lurus dan berbunyi sangat kencang yang membuat Zella dan Arzen panik bukan main melihat itu. Mereka langsung memanggil dokter.
" DOKTERRRRRE " teriak Zella sekenceng mungkin. Kebetulan dokter tengah melewati koridor lantai 3. Dengan bergegas dokter itu masuk ke ruangan tersebut bersama beberapa suster.
Mereka langsung mengecek keadaan pasien. Dokter mengnggukan kepala pertanda. Bawa dia ke ruang ICU. Suster² itu pun langsung membawa cey ke ruangan ICU.
Zella dan Arzen mengikuti mereka dengan isakan air mata. Sesampainya di ruangan ICU mereka tidak di perbolehkan masuk oleh dokter itu.
" Maaf. Kalian tidak boleh masuk. Mohon berdoa untuk keselamatan pasian " Ucap dokter itu lalu langsung masuk ke ruang ICU.
Baik Zella maupun Arzen mereka langsung terduduk lemas di kursi tunggu. Zella langsung mengabari Kenzo.
Drtttt drttttt
Ponsel Kenzo berdering. Ia menghentikan aksi menyiksa petinggi itu sebentar. Lalu mengangkat ponsel itu.
" C-cey " Zella Terbata-bata mengatakan itu tentu saja Kenzo Murka.
" ADA APA!! " bentak Kenzo menggelegar di tempat haram itu. Zella yang mendengarnya semakin menangis namun ia tahan.
" Cey berada di ruang ICU " Jawab Zella semakin menangis. Kenzo tersentak ia langsung menancapkan botol mir*s tepat di jantung penting tersebut. Teman-teman kenzo shok melihat itu mereka langsung membunuh semuanya lalu menghampiri bos mereka.
" Kita pergi " Titah Kenzo sembari berjalan meninggalkan Tempat Haram berkolam darah itu. Tak lupa mereka langsung membom tempat tersebut sehingga membuat darah yang ada di ruangan tersebut muncrat ke mana-mana.
Duarrr
__ADS_1