Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 41


__ADS_3

" Pulang?? " Tanya Kenzo pada istrinya.


" Iya. Boleh " Jawab cey. Akhirnya mereka kembali ke rumah sakit untuk mengambil barang² mereka setelah itu pulang kembali ke Kastil.


Cklekk


Pintu ruangan cey di buka dan mereka pun siap² untuk pulang ke Kastil milik Kenzo.( tapi kurang pas. Oh Kastil milik cey dan Kenzo) cey mulai mengemasi barang²nya seperti dompet dan HP.


Kenzo hanya menunggu istrinya dan melihat saja ia ingin membantu tadi malah di lirik sinis oleh istrinya.


*


*


*


Di sisi lain lily tengah menunggu seseorang lewat di jalan yang sudah ia persiapkan untuk ia bom.


( yg belum tau scroll aja ke bawah siapa lily tu. Kalo ga ada cari di akun saya yang satunya)


" Bagaimana?? " Tanya Lily pada seseorang di sampingnya.


" Mereka sebentar lagi tiba. " Jawabnya.


Akhirnya mereka menunggu saja orang yang mereka incar. Sedangkan cey dan Kenzo sedang dalam perjalanan menuju Kastil.


Brmmm ( anggap aja suara mobil ) 🍡🍡


Cey hanya diam sembari menatap ke luar jendela melihat pemandangan malam yang sungguh indah.


" Baby~ " Panggil Kenzo sembari menyetir.


" Hmn " Jawab cey lalu menoleh ke arah Kenzo.


" Kenapa?? Ko jawabannya gitu aja " Ujar Kenzo pada cey.


" Berisik " Ucap cey dengan nada dingin. ( masih ingat kan kalian dengan apa yang di ucapkan Langga?? Cey mungkin akan bersifat agresif.)


" Baby~ kenapa?? " Ucap Kenzo lembut ia harus sangat bersabar dengan istrinya saat ini.


" Bisakah kau diam!! " Tegas cey kesal.


" Baby.... Baiklah tapi jika kau merasa ada yang sakit beritahu aku " Ucap Kenzo dengan sesekali melihat ke arah cey.


Cey hanya diam ( mungkin saat ini bisa di katakan cey agresif ). Posisi lily saat ini sedang mengambil ancang-ancang untuk melempar bom berkekuatan kecil karena yang ia incar hanya asap dari bom itu.


Kenzo merasa ada yang tidak beres di jalan menuju kastilnya. Meskipun memang di keliling hutan tapi tidak pernah sehening ini. Kenzo langsung melirik istrinya memastikannya aman.


" Apa!? " Pekik cey karena risih di lihati oleh Kenzo.


" Kencangkan sabuk pengaman mu. Jika aku tidak menyuruhmu keluar makan jangan keluar, Mengerti?!." Ucap Kenzo yang hanya di balas Anggukan oleh cey.


" Target sudah dekat " Ucap seorang di samping lily.


" 3.2.1 " Ucap orang itu dan liliy pun melempar bom berasap itu di depan mobil Kenzo. Sontak Kenzo mengerem mobilnya mendadak.


Ckitttt


" Sialan " Ucap Kenzo. Cey hanya diam mengikuti instruksi dari suaminya tadi.


" Sepertinya mereka kaget " Ucap orang itu pada lily. Lily langsung menghampiri mobil Kenzo.


" Hoi keluar kau " Ucap lily menendang mobil Kenzo. Dengan seorang wanita berambut panjang di sampingnya.


" Baby~ aku keluar dulu ya~ kau tunggu di sini oke?? " Ucap Kenzo sembari mencium kening!! Cey. Cey hanya mengangguk.


Brakk


Kenzo menendang pintu mobilnya sehingga membuat lily terpental jatuh ke jalan. Kenzo keluar dengan aura negatifnya.


" Hei kau tidak boleh kasar kepada wanita!! " Tegas seseorang yang bersama lily tadi.


" HAHAHA. HEI JALA*G APA URUSANNYA DENGAN WANITA RENDAHAN SEPERTI MU?!! " ucap Kenzo dengan sifat psycho.


Wanita itu di buat merinding oleh sifat dan omongan lawanya ini. Lily sudah bangun dari jatuhnya dan langsung menendang perut Kenzo berharap jatuh.


Bughhh


Kretekk


Bukanya mengenai perut Kenzo justru kaki lily yang Kenzo patahkan. Lily sontak berteriak kesakitan.


" Arghhhh. Sialan kau " Ucap lily meringis kesakitan karena kaki sebelah kanan nya patah.


" TUNGGU?? BUKANKAH KAU YANG MERACUNI ISTRIKU!! " bentak Kenzo murka.

__ADS_1


" Ya!! benar memang aku yang meracuni nya. " Ucap Lily dengan bangga.


" HEHE~ BAGUS~ KAU AKAN AKU JADIKAN MAINAN SELANJUTNYA~ " ucap Kenzo dengan seringai tajamnya.


Tanpa Kenzo sadari seseorang yang bersama lily tadi berusaha menculik cey. Wanita itu berusaha membuka pintu mobil yang di dalamnya terdapat cey yang tengah melihat suaminya.


Duk


Duk


Duk


Wanita itu memukul² kaca mobil Kenzo menyuruh cey keluar. Namun cey diam saja ia berpikir konsekuensi jika ia keluar maka akan menimbulkan resiko. Ia yakin kalau mereka bukan hanya dua orang melainkan banyak yang tengah mengintai.


Cey yang sudah melihat banyak orang yang mengintai di balik Hutan/pepohonan.langsung beralih ke tempat mengemudi dan membuka kaca mobil Kenzo.


" Ken!! Mereka tidak hanya berdua!! Mereka membawa banyak orang!! " Teriak cey dari dalam mobil.


Kenzo yang mendengar suara istrinya langsung menoleh dan tersenyum ke arah istrinya lalu memukul leher Lily keras sehingga membuat dia pingsan.


Bughhh


Wanita berambut panjang dengan warna perak yang mendengar teriakan cey kaget bukan main bagaimana ia tau kalau mereka membawa banyak orang.


Dengan sigap wanita berambut perak itu berusaha membuka pintu mobil dengan kasar. Dan


Brakkk


Akhirnya pintu mobil terbuka wanita itu langsung menarik cey agar keluar dari dalam mobil. Kenzo yang melihat istrinya di tarik keluar secara paksa murka ia langsung menembak leher wanita itu yang membuatnya akan pingsan.


Dorr


Tembakan itu akurat mengenai leher wanita itu cey yang melihat wanita yang memaksanya keluar sudah terkapar di jalan dengan bersimbah darah kasihan. Namun mau bagaimana lagi.


Orang² yang mengintai mereka berdua dari jauh akhirnya keluar. Mereka seperti segerombolan Gengster dengan perawakan tinggi besar dan banyak tato di leher mereka.


" Ck. Ternyata hanya hanya satu pria dan satu wanita " Ucap Salah satu dari gengster itu.


" Jangan meremehkan. Sepertinya mereka bukan orang sembarangan " Ujar seperti tetua di kelompok itu.


Kenzo yang melihat orang² itu biasa-biasa saja. Ia malah mengisyaratkan untuk cey agar masuk kembali ke dalam mobilnya.


Cey menuruti apa yang di perintahkan suaminya, ia pun masuk ke dalam mobil. Para gengster itu langsung menyerang Kenzo dengan serempak. Namun mereka membawa alat. Seperti linggis, samurai, tongkat bisbol, dan pistol.


Bughhh


Prangg


Krakk


Kenzo menyerang orang² itu dengan tangan kosong. Lawan nya yang melihat kawanannya tinggal setengah langsung panik bukan main. Mereka baru sadar kalau lawanya ini iblis.


Bughhh


Salah satu dari gengster itu berhasil mengenai kaki Kenzo dengan tongkat bisbol. Namun bukannya merasa sakit Kenzo malah semakin seperti kesetanan.


Krakk


Kenzo mematahkan leher pria itu dan melepasnya seperti melepas bunga dari tangkainya dengan mudah.


Tak terasa hanya tersisa dua orang yaitu ketua dan wakil ketua dari gengster itu. Saat ini Kenzo tengah berkelahi dengan wakil sedangkan ketua langsung menuju mobil Kenzo ingin menculik cey.


Brakk


Ketua itu langsung berhasil membuka pintu mobil dan menari cey keluar dengan paksa cey ingin melawan namun pergerakannya terhalang oleh media ruang mobil yang sempit.


Krakk


Pria itu langsung menyandera cey dengan leher cey yang di depannya terdapat pisau yang siap menusuk lehernya. ( di singkat cey masih pake cadar + khimar + gamis.)


Ketua itu langsung berteriak ke arah Kenzo untuk melihat istrinya yang tengah ia sandera.


" Kau !! Jangan bunuh wakil ku atau istrimu ku bunuh!! " Tegas pria itu.


Kenzo langsung menoleh ke belakang dan benar saja cey tengah di sandera namun Kenzo tak melihat kekhawatiran di mata istrinya.


Malah istrinya memberikan isyarat untuk memanas-manasi orang yang tengah Menyandranya. Kenzo yang mengerti langsung melakukan sesuai apa yang di rencanakan istrinya.


" Ck. Istriku itu wanita hebat!! Tidak seperti kau meskipun pria namun pengecut " Ucap Kenzo dengan nada menyindir namun mengintimidasi.


Sontak saja Ketua yg menyandera cey langsung termakan Omongan Kenzo. Dan di saat ia lengah cey menyikut leher pria itu.


Bughhh


Tanpa menyia-nyiakan waktu cey langsung mengangkat lengan pria itu ke belakang dan langsung patah.

__ADS_1


Krakk


" Arghhh. Wanita ****** " Ujar pria itu. Di pun langsung membalas namun cey cepat melompat dan menendang kepala pria itu hingga tersungkur ke tanah.


Bletakkk


Sudah dapat di pastikan kalau pria itu mengalami retak tulang di bagian kepala. Sedangkan wakil ketua itu masih berkelahi dengan Kenzo. Memang kekuatan wakil dan ketua lebih kuat wakil karena menurut wakil yang lebih cocok menjadi ketua bukan dirinya.


" Mau sampai kapan kakak pura-pura Mati begitu?! " Tanya cey sembari menunduk karena meratapi nasib.


" Ck. Sudah sadar ternyata " Ucap Heul kakak cey!!


" Kak?? Kenapa kakak seperti ini? Bukankah waktu itu kakak berjanji jika kakak pulang akan bermain bersama ku?? " Tanya cey dengan mata sendunya.


" Tch. Wanita bod*h kau pikir aku mau menerima adik seperti mu?! " Ucap Heul dengan nada benci pada cey.


" Tapi kakak pernah bilang pada ku kalau kakak sayang padaku " Ucap cey dengan mata berbinar.


" Jangan merasa kau yang paling tersakiti. Jelas² kau Yang membunuh ayah dan ibu. Gara² kau mereka meninggal gara-gara kau EONNN!! " Ucap Heul menekankan kata² terakhirnya. ( eon itu kata panggilan dari Heul untuk adiknya cey.)


" Benar... Aku yang bersalah kak " Ucap cey merasa frustasi dengan dirinya sendiri yang selalu membuat orang² menderita.


" Cih. Ambil ini kita bertarung secara adil " Ucap Heul memberikan sabit kepada cey dengan melemparnya. ( sabitnya itu bukan yang pendek melainkan kayak tangkai nya itu tinggi tapi ujungnya melengkung runcing mirip sabit.)


Cey mengambilnya dengan mudah karena itu adalah benda pertama yang ia gunakan dalam bertarung.sedangkan Heul memakan samurai.


Para gengster Yang tadinya pingsan sudah sadar satu persatu meskipun ada di antara mereka yang wafat. Mereka melihat dua wanita dengan tatapan sengit serta aura yang mengintimidasi.


" Apa harus seperti ini ka?? " Tanya cey mulai menangis sehingga mata kehijauan nya nampak bersinar terangk.


" Aku sungguh membencimu Eon!! " Tegas Heul dengan mata merahnya yang menyala.


Perkelahian di mulai antar saudara para gengster yang melihatnya sungguh kagum seorang wanita bisa berkelahi dengan sehebat itu.


Prangg


Heul ingin menebas leher cey namun cey tahan menggunakan sabitnya. Cey melompat mudur untuk memperjarak antara Heul dan dirinya.


" Kenapa mundur apa kau takut?? " Ucap Heul yang sudah ada di belakang cey dan mengincar jantung cey dari belakang.


Namun cey dengan gesit mengelak sehingga mengenai lengan kirinya. Kini lengan kirinya sudah berlumuran darah.


" Kak. Rambut perak kakak sangat indah ia bersinar di tengah gelap malam " Ucap cey dengan tersenyum.


" Ck. Kau sedari dulu selalu merendah. Padahal rambut hitam mu sangat membuat ku iri " Ucap Heul.


" Jika aku boleh jujur. Aku iri dengan tanda lahir kakak yg berbentuk pedang itu sangat membuatku iri ka " Ucap cey di selingi air mata.


" Ya. Di bandingkan tanda lahir mu yg berbentuk bunga berduri dengan darah di sekelilingnya. " Ucap Heul kembali menyerang Cey. Dan...


Srekkk


Cey membelah/menyabit tubuh kakaknya menjadi dua bagian dengan posisi terbelah menyamping ( seperti dari bahu hingga pinggul ) seperti itu Terbelahnya tubuh Heul.


Darah langsung berlarian keluar dari tubuh Heul yang sudah terbelah dua. Cey langsung tersungkur di hadapan Heul. Ia menangis karena membunuh saudaranya sendiri.


" Kakak hiks.. Maaf kaa aku tidak mau membunuh kakak... Hikss aku memang tidak berguna.... Aku selalu merepotkan kakak hiks... Maafkan aku kakk seandainya aku tak lahir... Mungkin kakak akan bahagia dengan ayah dan ibu... " Ucap cey menangis di samping Heul. Heul yang melihatnya tak menyangka adiknya serapuh ini.


" Uhukk... Kau tidak salah cey... Kakak yg bersalah meninggalkan tanggung jawab yang besar kepadamu dan kakak malah pergi " Ucap Heul dengan nada tersengal-sengal.


" Hikss.... Kakakk.. Jangan meninggalkan ku lagi.... Aku tidak punya siapa² lagi kalau kakak pergi.... " Ucap cey menangis.


" Shttt~ Jangan menangis eon kakak akan selalu ada bersamamu~ kakak menyayangimu " Itulah kata² terakhir dari Heul untuk adiknya cey dan ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.


" Kakak!!! " Teriak cey histeris karena kakaknya meninggal oleh dirinya. Kenzo yang mendengarnya langsung membunuh wakil yang sudah sekarat karena di hajar bertubi-tubi.


Para gengster itu langsung kabur dengan membawa wakil serta ketua mereka. Mereka sudah tak memiliki mental lagi jika harus bertarung melawan Kenzo ia sudah seperti monster yang mengamuk.


Kenzo lngsung menyuruh alvero datang ke tempat mereka berada untuk membawa lily ke markasnya. Dengan cepat alvero sudah tiba dan melihat Kenzo berlumuran darah serta nona mereka yang menangis di hadapan mayat berambut perak.


Cey masih setia memegang lengan Heul erat seolah Heul masih hidup namun Heul sudah tiada. Alvero tak berani bertanya ia langsung mengambil lily dan memasukannya ke dalam bagasi lalu membawanya ke markas.


Kenzo menghampiri istrinya yang tengah menangis sesenggukan di hadapan kakaknya. Ia mengulurkan lengannya untuk mendekap tubuh istrinya yang gemetar.


" Shhh... Kakakmu pasti sedih melihat adiknya yang manis ini menangis " Ucap Kenzo berusaha membuat cey terhibur.


Cey yang mendengarnya masih menangis ia tak punya siapa² lagi ia merasa ia pembunuh. Ia bahkan membunuh kakaknya sendiri.


" Sudah sudah jangan menangis baby~ ada aku di sini " Ucap Kenzo sembari memeluk tubuh cey agar tak menangis lagi.


" Akh.. Hiks ini semua salah ku harusnya aku tidak membunuh ka-kak hiks... Kakak tidak bersalah ken... Aku yang bersalah... Kenapa aku harus hidup... Padahal kakak ku saja yang Hidup kenapa harus ada aku... Hiks hiks " Adu cey pada Kenzo yang tengah mendekapnya erat.


Kenzo yang mendengarnya sungguh tersayat hatinya mendengar ucap istrinya yang seperti itu. Ia sungguh tidak tega melihat istrinya sesedih ini. Namun memang Heul yang bersalah bahkan ia berusaha untuk membunuh cey.


" Baby~ kau tidak boleh berbicara seperti itu!! Kau hadir untukku baby~ kau tak bersalah baby~ namun ini adalah takdir yang harus ia Terima " Ucap Kenzo sembari mencium kening cey.

__ADS_1


__ADS_2