
05:45
Cey terbangun karena merasakan mual mual. Perlahan ia membuka matanya, karena tidak kuat ia langsung berlari ke toilet. Kenzo yang sadar istrinya terbangun langsung mengejar istrinya.
Huekk Huekk
Cey memuntahkan semuanya, Kenzo dengan sigap langsung memegang rambut istrinya dan memijat leher istrinya.
Uhuk uhukk
Setelah memuntahkan semuanya tubuh cey sangat lemas. Lemas selemas-lemasnya. Sangking tidak kuatnya ia berdiri sehabis kumur² ia langsung terjongkok sembari memegangi kepalanya yang serasa berputar.
Kenzo panik, ada apa dengan istrinya. Ia pun berusaha untuk menenangkan istrinya.
" Babe? Are you okay? " Tanya Kenzo dengan mengusap² wajah pucat istrinya itu.
Cey tak sanggup menjawab, pandangannya mulai buram seketika cey pingsan.
" Babe? Hey babe wake up babe " Khawatir Kenzo sembari memeluk tubuh lemas istrinya. Kenzo langsung menggendong cey menuju ranjang dan membaringkan istrinya. Tanpa pikir panjang ia langsung menelfon Langgar.
Drtttt drtttt
Ponsel Langga berbunyi, dengan mata berat ia berusaha mengangkat panggilan itu. Dengan cepat Langga mengangkat panggilan itu karena dari bosnya.
" Pagi bos!! " Sapa langgar dengan lantang.
" Datang. Istriku muntah-muntah " Ucap Kenzo frustasi.
" Baik " Jawab langga langsung bergegas ke tempat bosnya.
Kenzo langsung melihat wajah istrinya semu. Ia terduduk lemas di samping istrinya sembari mengusap² tangan dingin cey.
" Hiks... Jangan tidur terlalu lama babe... " Ucap Kenzo sembari menangis. Kenzo terus saja berada di samping istrinya sampai langga datang.
Langga yang mengemudi gesit dan jalanan pun lenggang akhirnya tiba di kediaman Kenzo dengan cepat. Ia langsung masuk dan mencari kamar Bosnya itu.
Tok tok tok
Kenzo yang mendengar ketukan dari pintu kamarnya langsung menyuruh langga masuk saja ke dalam.
" Masuklah, pintunya tidak di kunci " Ucap Kenzo datar. Langga pun langsung masuk dan melihat kondisi Kenzo yang entah berantah terlihat sangat terpuruk.
Tanpa ba bi bi ngang ngeng ngong langga langsung mengecek keadaan Nonanya. Saat setelah di cek, Langga sama sekali tidak terlihat ceria, ia malah terlihat shock.
" Bos... " Panggil langga tertahan dengan raut wajah di tekuk.
" Kenapa? Apa yang terjadi dengan istriku?! Dia baik-baik saja bukan?! " Tanya Kenzo cemas.
Dengan menarik nafas dalam langga memberitahukan penyakit cey yang sebenarnya.
" Bos... Nona terkena penyakit Kleine-Levin syndrome ini merupakan penyakit langka yang memiliki gejala khas, yaitu penderitanya bisa tidur dalam jangka waktu lama atau hipersomnia, tidak bisa dipungkiri Nona tidak akan bangun entah sampai kapan... " Ucap langga lesu.
Srukkk
__ADS_1
Kenzo terduduk lemas di lantai mengetahui istrinya sakit. Ia langsung merutuki dirinya sendiri karena tidak becus.
Bukan hanya Kenzo namun Langga juga merasa sedih atas penyakit Nonanya. Ia hanya bisa menguatkan bosnya meskipun hanya dengan tatapan.
JDARRR. . .
Terdengar suara petir menggelegar di pagi yang gelap itu, bersamaan dengan hancurnya Kenzo karena mengetahui istrinya sakit.
Seolah-olah pagi itu ikut mengiringi kesedihan. Langga sendiri hanya bisa berdoa dan berusaha untuk menemukan obat penawar itu.
" Kau pulanglah. . . " Ujar Kenzo yang masih terduduk di lantai dengan suara parau.
" T--tapi bos, saya janji saya akan menemukan obat penawar untuk Nona!! " Balas Langga penuh percaya diri.
Kenzo hanya bisa mengangkat kepalanya ke arah Langga dan, menyunggingkan senyum kecut padanya.
" Baiklah, aku tunggu kabar baiknya. . . " Saut Kenzo, Langga yang mengerti pun memutuskan untuk pergi dari kediaman Kenzo.
Sesampainya di luar, Langga langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju laboratorium miliknya.
BRUMM. . .
Hujan deras pagi itu serta awan yang gelap menyelimuti kekalutan yang di rasakan Kenzo yang terus menerus ada di sisi Cey.
" Hei. . . Babe. Kenapa kau tidur lagi ¿? Bagaimana dengan ku. . . Siapa yang akan memasak untuk ku? Aku Mohon. . .
Hikss. . . Bangun babe. . . " Kenzo terus mengajak berbicara istrinya agar terbangun.
" AAAAAAAAAAAAAAAAAA. . . " Kenzo berteriak kencang di sana karena merasa frustasi dengan hal yang menimpa istrinya.
Sedangkan di alam bawah sadar Cey.
" Dimana aku? Ini dimana? Tunggu kenapa aku tidak menyentuh tanah " Tanya Cey bertubi-tubi pada dirinya sendiri.
Cey seolah-olah terbang tubuhnya transparan, ia kesana kemari hingga dia terkejut, ternyata ia bisa menembus pohon pisang. . .
" Apa aku sudah mati. . . Tapi ini, tempat dimana aku sering menghabiskan waktu ku sendiri dan berlatih. Jika benar aku melihat masa lalu. . .
Tunggu anak kecil itu. . . " Cey melihat kearah sekumpulan bunga lavender yang cantik dan terdapat anak kecil berambut hitam panjang.
Tubuhnya kurus, ia terus berlari menuju dirinya yang berada tepat di bawah pohon besar. Dan di sampingnya terdapat pohon pisang yang masih muda.
Perlahan ia mendekat, terlihat bola mata hijau yang bersinar terkena paparan matahari, serta kulit putih nya. Anak itu berlari kecil hingga akhirnya ia terduduk di bawah pohon itu.
Cey melihat luka di lutut gadis kecil itu. Tatapannya kosong, namun matanya berbinar menahan sakit. Perlahan anak itu menunduk lalu meniup-niup luka itu.
" Ini sakit namun tidak seberapa. " Ucap gadis kecil itu dingin seolah dia sudah mengalami hal yang lebih dari itu.
Cey terus memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu ia berpikir keras. Bagaimana bisa dia ada di sini. Cey sedikit bergumam.
" Jika ini lucid dream maka aku bisa menjadi apapun yang aku mau bukan? " Gumam Cey, ia pun pergi ke belakang pohon besar itu.
Ia mulai membayangkan ia menjadi manusia. Dan pada akhirnya ia menjadi apa yang ia mau. Ia menjadi dirinya lagi di alam nyata.
__ADS_1
Cey langsung berjalan ke arah anak itu seraya ingin menyapanya. Saat sudah ada di samping anak itu cey pun menyapanya.
" Hai Gadis kecil^^ " Sapa Cey ramah. Anak itu pun menoleh ke arah Cey. Namun tatapan gadis kecil itu dingin.
" Kk siapa? " Tanyanya pada cey.
" Kk seseorang yang tersesat. . . Ah, siapa nama mu? " Tanya Cey pada gadis itu. Gadis itu menunduk sesaat lalu menatap Cey seraya berucap.
" Saya Ceylon Leu Aden. " Ucap gadis Kecil itu.
Ya, tak lain tak bukan itu masa lalu Cey dimana ia masih belia dan selalu menyendiri.
" Hm, nama yang bagus. " Puji Cey pada gadis itu. Anak itu seolah tidak percaya ada yang memuji dirinya. Matanya berbinar serta bibir kecilnya menyunggingkan senyum.
Saat Cey kecil ia selalu sendiri. Ia sangat tidak disukai karena kecerdasannya yang ia milik sejak kecil. Cey haus akan kasih sayang namun tidak ia dapatkan. Terkadang saat ia sedih ia selalu tertawa seolah menguatkan dirinya sendiri.
Hal yang bisa ia lakukan ketika sedih adalah memeluk tubuh ringkih dirinya sendiri dengan air mata.
" Kk, meskipun hanya mata Kk yg bisa saya lihat. Saya yakin Kk sangat cantik. Jika dewasa aku ingin cantik seperti Kk. " Ucap anak itu polos.
Batin Cey berkata ' Cih, dasar bod*h kenapa kau dulu seperti ini, kau harusnya bahagia dasar pay*h ' Gumam Cey merutuki dirinya di masa lalu.
" Ka? Kk?... " Panggil anak itu sedari tadi. Karena Cey melamun menatap anak itu dengan tatapan kosong.
" Y-ya kenapa? " Jawab Cey cepat.
" Kenapa Kk melamun, apa Kk malu berbicara dengan anak bod*h seperti aku? " Ucap anak itu pada cey.
Cey yang mendengarnya tidak kuat dan langsung memeluk anak itu erat. Anak itu pun membalas pelukan Cey tak kalah erat.
" Kenapa Kau berbicara seperti itu. . . Kau pintar mereka saja yang bod*h mereka tidak ingin kau bahagia. . . " Ucap Cey menyemangati anak itu.
" Huaa. . . Mer-eka selalu mengatakan aku bod*h. Hikss... Kenapa mereka Jahat Ka, apa salah ku? Aku hanya ingin berteman dengan mereka. Tapi mereka selalu menjauhiku. Hiks. . . " Adu Gadis kecil itu.
" Sudah, sekarang ada Kk, Kk akan selalu ada untukmu. Kk akan menemanimu. Jadi jangan sedih ok^^ " Ucap Cey Memberikan semangat pada Gadis kecil itu.
Tak terasa waktu sudah sore, langit mulai mengeluarkan semburat Jingga berpadu Gelap yang indah.
" Kk, ayo pulang ke rumah ku. Kita tinggal bersama ya^^ " Ucap gadis kecil itu sembari tersenyum ria.
" Baiklah. Ayo " Balas Cey. Anak itu berlari ke belakang mengambil mahkota bunga yang ia buat tadi dan memakainya pada Cey.
" Ini untuk Kk^^ Kk terlihat cantik menggunakan mahkota itu. " Ucap anak itu tulus tanpa berbohong sedikitpun. Cey tersenyum manis ke arah anak itu.
" Baiklah ayo naik, kakimu pasti sakit kan. " Ucap Cey menitah Anak itu agar naik ke punggungnya, seraya menggendongnya.
Anak itu pun dengan senang hati naik ke punggung Cey. Dengan riang gembira ia naik ke punggung Cey karena baru mendapat perhatian serta kasih sayang yang belum pernah ia dapatkan.
Di perjalanan menuju Rumah gadis itu, memang seperti desa pada zaman dulu. Kondisinya yang masih asri Serta banyak tanaman yang menyejukkan mata.
Banyak para tetangga serta anak seusia gadis itu ikut melihat ke arah mereka. Terlihat tatapan memincing dari orang² itu. Cey tak perduli ia terus berjalan sembari menggendong anak itu.
" Kk, apa Kk tidak takut melihat tatapan mereka? Kakak terlihat biasa saja serta tidak peduli dengan mereka " Tanya gadis kecil itu polos.
__ADS_1
" Kenapa harus takut? Mereka bukan yang memberikan kita makan. Mereka juga sama seperti kita. " Jawab Cey santai. Anak itu hanya mengangguk sembari tersenyum.