Wanita Bercadar Milik Mafia

Wanita Bercadar Milik Mafia
part 27


__ADS_3

Pagi telah menyapa dua insan itu cey terbangun terlebih dahulu dan melihat kenzo yang masih menindih tubuh nya dan masih menancapkan miliknya. Sungguh sakit karena sangat besar.


" Arghhh. " Pekik cey merasakan sakit di bawah sana.


" Mm~ kenapa baby~ " Tanya kenzo yang mulai bangun.


" Lepaskan, itu sakit. " Ucap cey sembari mendorong tubuh kenzo.


Akhirnya kenzo melepaskan miliknya dengan berat hati.


" Sudahh~ " Ucap kenzo dengan wajah murung.


Cey pun bergegas mandi membutuhkan waktu 15 menit untuk bersih-bersih. Sudah selesai mandi ia melihat kenzo yang masih tidur dengan muka di tekuk.


Akhirnya cey mulai ke dapur untuk memasak Seblak favoritnya. Ia mulai merebus air dan memotong' cabai yang sangat banyak.


* ini hari terakhir aku akan melihat kenzo, semoga saja dia bisa menemukan yang lebih daripada aku * ucap cey membatin. cey sudah menyiapkan pisau dan juga jarum suntik di hoodie oversize nya yg akan ia pakai di saat membunuh kenzo.


Akhirnya Cey selesai memasak ia pun membawa masakan itu menuju ruang tamu untuk makan di sana sembari menonton Filem Konan^^.


Di sela' menonton cey mencari kontak seseorang di ponselnya namun nihil ia lupa kalu ini Ponsel yang di berikan kenzo. Yang sudah pasti hanya ada kontak kenzo seorang.


Untung saja ia mengingat kontak orang itu.


Ia mulai menghubungi nomor itu.


" Apa sudah siap?! " Tanya cey


" Sudah, Jika orang itu jatuh maka akan otomatis masuk dan tak akan membunyikan suara."


" Bagaimana dengan mayatnya? " Tanya cey lagi sembari memakan seblak.


" Itu sudah di siapkan "


" Bagus, uangnya Sudah ku tf "


" Baiklah terimakasih. " Ucap nya lalu langsung di matikan sepihak oleh cey. Lalu melanjutkan makannya.


Setelah selesai dengan makannya ia langsung mematikan TV dan berjalan menuju dapur untuk mencuci mangkok.


Cey muali bersiap untuk pergi ke tempat lokasi. Ia melihat kenzo masih tertidur lelap. Cey mulai mendekati kenzo dan menatapnya prihatin.


* ck, lelaki bodo sungguh mudah di tipu * ucap cey membatin.


Dengan perlahan ia mendekati wajah kenzo yang tengah terlelap lalu menciumnya dengan menahan air matanya agar tak jatuh.


Cupp


" Aku pergi sebentar " Ucap cey mulai berlalu dari kenzo yang masih tertidur.


Ia mulai mengendarai motor nya dengan melaju secepat kilat menuju lokasi yang sudah di rencanakan.


Di tengah perjalanan Alvero melihat Seorang wanita yang mirip seperti cey tengah melanjutkan motornya dengan cepat.


" Ikuti wanita itu " Ucap Alvero pada bawahannya.


" Baik " Jawab Mata'nya.


Akhirnya cey tiba di lokasi ia tau kalau ada seseorang yang mengikutinya akhirnya ia melajukan motornya dan berjalan melewati jalan pintas.


" Kenapa kau bisa lama?! " Tanya Xoji.


" Ada seseorang yang mengikuti " Jawab cey sembari menghampiri Xoji dan beberapa bawahannya.


Di mata bawahan xoji cey adalah wanita Mengerikan sangat mengerikan.


" Apakah kau sudah siap dengan Tugasmu "

__ADS_1


" Sudah. Aku sudah memberikan racun di pisau ini " Ucap cey sembari menyodorkan pisau nya pada xoji.


" Bagus, Jadilah anak yang pintar. " Ucap xoji sembari tersenyum menyeringai.


" Jika Kenzo sudah mati, Maka jangan ganggu orang tuanya. " Seru cey.


" Tenang saja nona, aku tak akan mengingkari janji ku " Ucap Xoji yang mulai mengembalikan pisau itu.


" Bagus. " * maaf Kenzo cukup aku yang pergi kau harus tetap Hidup. * ucap cey membatin.


Di sisi lain bawahan Alvero kehilangan cey dan langsung menelfon Alvero.


" Maaf saya kehilangan wanita itu, dia membawa motor dengan cepat. "


" Sialan " Kesal Alvero. Tutt ponsel langsung di matikan sepihak.


Alvero mulai menghubungi Temannya Yang sangat pandai melacak lokasi seseorang ya itu Karlo Modiano.


Drttt drttt


Ponsel Karlo berdering ia mulai mengangkat dengan penuh semangat karena yang menelfon adalah temannya.


" Aloo yank~ " Ucap Karlo bercanda.


" Setan lo. Gua butuh informasi tentang Ceylon Leu Aden dia berada di mana sekarang. "


" Ihh Lo mah nelfon pas butuh doang. " Cibir Karlo kesal. Sembari berjalan menuju Komputer nya tak butuh waktu lama akhirnya ia menemukan keberadaan cey.


" Dia ada di Vaalserberg " Ucap Karlo


" Sedang apa dia disana " Ucap Alvero penasaran.


Dhggg


Karlo kaget ketika wanita yang di tanya oleh sahabatnya itu tengah mengobrol dengan Xoji bos terbesar organisasi.


" Sudah ku duga pasti dia ingin menghancurkan Kenzo " Seru Alvero.


" Karlo lo balik Ke Belanda nanti malam kita Ikuti Wanita ini dan ajak Gevan. " Tagas Vero.


" Siap " Jawab Karlo. Akhirnya Karlo menghubungi Gevan.


Drttt drttt


Ponsel Gevan berdering ia melihat nama Curut Sesad di layar ponselnya ya itu nama kontak yang di berikan Gevan kepada sahabatnya Karlo.


" Van Lo harus ikut Gue tar malam " Ucap Karlo.


" Kagak Ogah gua " Tegas Gevan.


" Pokoknya lo ikut gue Otw, lo siap' bawa senjata lo " Ujar Karlo.


" GASSS LAHHH " jawab Gevan semangat.


***


" baiklah aku pergi dulu " Ucap cey dan mulai pergi dari hadapan Xoji.


Di perjalanan Cey hanya bisa meratapi nasibnya ia sudah pasrah dengan keadaan yang akan ia Terima. Tanpa sadar cey meneteskan air mata.


Setibanya di apartemen terlihat kenzo masih tertidur padahal ini sudah Jam 15:33.


" Ken Bangun " Ucap cey sembari menggoyang-goyangkan tubuh kenzo.


" Baby~? kenapa?? " Jawab kenzo sembari menguap.


" Coba kau lihat ini Jam berapa?! " Omel cey mungkin ini terakhir kalinya ia mengomeli kenzo.

__ADS_1


" Mm? Ya ampun " Kaget kenzo saat melihat jam.


" Mandi sana " Suruh cey pada kenzo.


" Mandikan baby~ " Seru Kenzo manja.


" Hmm, Cepatlah. " Akhirnya cey memandikan kenzo. Setelah selesai memakai baju kenzo langsung bersiap untuk ikut bersama Cey.


Cey Heran melihat kenzo yang sudah rapi dengan pakaiannya. Lalu cey bertanya dengan masih menggunakan masker wajah.


" Kau mau ke mana?? " Tanya cey bingung.


" Ikut Baby~" Jawab kenzo mendekat pada cey yang tengah memakai masker wajah.


" Pftt bwahahhaha, Ini masih soree Ken " Ujar Cey yang tertawa.


" Mm(╯︵╰,) Jangan menertawaiku baby~ " Ujar kenzo sedih dan mulai menangis di pelukan cey.


" Suaminya siapa sih ini, kok gemes bangettt " Ujar cey sembari memainkan wajah sedih kenzo.


" Suamimu!! " Tegas kenzo.


Cey mulai berdiri dan melepaskan pelukan kenzo. Cey mulai mendudukkan kenzo di kursi Riasnya. Ia mulai memakaikan bando untuk menghalau rambut Kenzo. Kenzo Hanya pasrah.


Cey mempersiapkan masker wajah untuk kenzo.


Dan muali bercanda dengan kenzo.


" Bapak mau di Pakaikan masker apa?^^ " Gurau cey.


" Baby~ berhentilah " Ucap kenzo yang malu.


" Nah bapak pakai ini yaa " Ujar cey yang mulai mengulaskan masker ke wajah kenzo.


Setelah selesai di maskerkan cey berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya. Kenzo mengikuti nya dan memeluk pinggang ramping cey.


Kenzo mengeluarkan ponselnya lalu memfoto mereka yang tengah memakai masker.


" Cantik~ " Ujar kenzo melihat beberapa foto mereka. Cey Hanya tersenyum.


" Sudah Sini Biar aku lepaskan maskernya " Ujar cey yang muali melepas masker kenzo. Kenzo yang nyosor mencium Bibir cey.


Cey Hanya diam membiarkan kenzo bertingkah semaunya. Akhirnya selesai. " Kenzo brewok mu iniiii " Ujar cey menarik Salah satu Brewok kenzo.


" Bagus baby~ " Ujar kenzo melihat dirinya di cermin.


" Gelli bung " Ujar cey kesal. Karena gemas kenzo menduselkan wajahnya di ceruk leher cey.


" Bagaimana?? Geli kah~ " Tanya kenzo dengan sengaja.


" Hentikan itu Geli kenzo!! " Tegas Cey.


" Sudah ayo kita makan" Ajak cey membawa kenzo. Akhirnya mereka pun makan dengan menonton filem horor.


Cey rasanya ingin menghentikan waktu untuk beberapa saat agar tak melakukan hal yang akan ia lakukan.


" Baby~ Whay Hmm~ ?? " Tanya kenzo menghentikan makanya dan mulai menangkup wajah istrinya itu.


" Tidak, Tidak papa aku bersiap dahulu " Ujar cey berlalu dari ruang tamu menuju kamar. Ia mulai memakai Hoodie oversize yang sudah ia siapkan dan earphones di telinganya yang tertutup khimar.


" Kau sudah siap?? " Tanya Xoji di sebrang sana.


" Ya kami akan segera berangkat " Tanpa sepengetahuan siapapun cey membawa pisau beracun, Suntikan, dan pistol.


***


Di sisi lain Karlo, Gevan, dan Alvero sudah menunggu di tempat rahasia untuk mengamati pergerakan Xoji dan cey.

__ADS_1


__ADS_2