Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 10: Kebenaran enam tahun


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setiba di mansion, melihat Bela begitu pulas terlihat jelas kelelahan di wajah, Nick tak tega membangunkan. Ia pun memutuskan untuk menggendong Bela.


Wajah bela begitu dekat, wajah cantik terlihat jelas, harum rambut pun masih sama seperti dulu.


"Cantik," gumam Nick mengecup singkat bibir Bela.


Kedua asisten Bela melihat itu tersenyum geli. Tingkah Nick sudah persis pencuri saja mencium Bela saat tidak sadarkan diri.


"Rahasiakan ini. Jangan sampai Bela tau," ucap Nick memperingati kedua asisten Bela.


"Iya Pak. Itu pasti, karena kami sangat mendukung Nona kami bersama Pak Nick. Nona lebih ceria dan bersikap manja pada Bapak, sedangkan pada kedua kakaknya tidak," jelas Galih jujur.


"Benarkah? kalian sedang tidak berbohong, kan?" senang Nick mendengar itu, tapi tetap memastikan takut prank.


"Untuk apa kami bohong, bahkan Nona saat ini setia sendiri dan membesarkan anaknya bersama Bapak seorang diri, ups," Galih keceplosan cepat menutup mulut nya.


"Aaaa! bodoh bagaimana bisa keceplosan? pasti Pak Nick akan bertanya, harus ku jawab apa? jujur, nona pasti marah besar kepala ku bisa berada di bawah. Bohong, Pak Nick sudah mendengar, sungguh bodoh kau Galih. Mulut mu seharusnya tadi diam saja, jangan mengeluarkan sepatah kata pun," kesal Galih pada dirinya.


"Apa maksud mu tadi? anak saya dan Bela? apa Bela hamil setelah balik ke Inggris?" tanya Nick tidak salah dengar. Ia sangat yakin perkataan Galih asisten Bela seperti itu.


"Pak saya mohon tetap lah diam setelah tau. Jangan melakukan apapun. Saya janji akan melaporkan semua kegiatan Nona dan putri Bapak pada Bapak," janji Galih takut Bela marah besar.


"Benar yang di kata Galih Pak, jangan melakukan apapun. Jika Bapak bertindak gegabah sikap Nona yang sudah mulai nyaman dengan Bapak akan hilang. Bapak tidak mau hal seperti itu terjadi bukan?" seru Jeje membantu rekan nya membujuk Nick.


"Yang di katakan Jeje benar. Apalagi Nona sudah terlanjur mengatakan pada nona kecil jika bapak sudah meninggal. Jalan satu-satunya sekarang bapak ikut permainan Nona. Manfaatkan Nona yang menganggap bapak adalah kakak. Saya yakin dengan itu Bapak lebih leluasa mengatur dan dekat pada Nona," saran Galih tidak henti membujuk Nick untuk tidak membocorkan kesalahan yang di lakukan barusan.


"Ck, sungguh licik. Kalian begitu cepat berpindah haluan. Apa seperti ini cara kalian mengabdi pada atasan? atau sebelumnya kalian juga sudah terbiasa melakukan seperti ini?" tuduh Nick curiga menatap tajam kedua wanita di depan bergantian.


"Tidak Pak," serentak kedua tidak terima.


"Kami berpindah haluan hanya pada Bapak. Kami hanya ingin Nona Bela bahagia itu saja tidak lebih. Dan jangan meragukan kesetiaan kami. Kami sangat setia pada Nona Bela, jika ada yang berani menyakiti Nona kami lah yang akan berdiri di baris depan untuk menghadang," serius Galih dan Nick bisa melihat tidak ada kebohongan di wajah Galih dari ucapannya itu.

__ADS_1


"Hmmm, baiklah saya percaya. Dan saya akan mengikuti rencana kalian. Awasi Bela untuk saya, jauhi Bela dari para pria yang ingin dekat dengan nya. Jika kalian gagal saya akan bertindak dengan cara saya sendiri," ancam Nick memperingati mereka tidak main-main.


Mengetahui ada buah cinta di antaranya dan Bela membuat Nick gencar untuk memiliki Ibu dari anaknya itu.


Dia akan bermain cantik, seperti yang di katakan kedua asisten Bela itu.


...----------------...


"Dad-"


"Mommy ketiduran. Nara jangan berisik," potong Nick cepat sebelum suara Nara membangunkan Bela dari tidur.


"Maaf, Nara gak tau," ucap nya pelan tidak ingin Bela bangun.


"Iya, sekarang Nara main sama Nio. Biarkan Mommy istirahat," seru Nick mengusir putri nya pergi bermain sama ponakannya, anak Nila dan Alex.


"Ok Daddy. Jaga Mommy."


"Tentu, Mommy mu wanita kesayangan Daddy. Bibit yang ku tanam saat itu berhasil dan berkembang di perut nya," senyum Nick bahagia berbicara dalam hati.


"Aku sudah cukup mengalah selama enam tahun ini, sekarang tidak. Aku akan melakukan apapun itu untuk membuat mu berada di sisi ku. Kamu berhasil membodohi ku dulu sekarang giliran ku melakukan itu sayang," ucap Nick masih tidak percaya dulu dengan mudah mempercayai Bela.


Cup.


Satu kecupan singkat di bibir.


"Ini DP hukuman setelah semua berakhir aku akan membuat mu tidak bisa berjalan sebulan."


Nick pun segera pergi ke kamar mandi setelah membaringkan dan memandang wajah Bela dengan puas.


Tubuh nya sangat lengket dan memilih berendam di bathtub.


Dia tak henti tersenyum bahagia, rasanya ia baru memenangkan tender besar, tapi nilai sangat besar.


Tapi seketika dia teringat sesuatu yang mungkin akan menjadi penghalang nya. Hampir saja ia melupakan Yanto dan Yudha. Mereka dulu tidak setuju jika ia menjalin hubungan dengan Bela, karena Bela adalah kembaran Ara.

__ADS_1


Lalu sekarang apakah masih sama, setelah mengetahui adiknya hamil dan melahirkan anaknya?


"Bagaimana jika Kak Yanto dan Kak Yudha tidak merestui hubungan ku dan Bela? aku harus bisa mendapat kepercayaan Bela secepatnya," ucap Nick mulai takut apalagi kekuasaannya tak sebanding dengan Bela.


Bela memiliki kekuasaan besar ditambah kedua kakaknya itu. Tapi jika di banding antara kedua kakak Bela dengan Nick. Tentu Nick yang unggul.


30 menit...


Nick keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit di pinggang menutup senjatanya.


Dia berjalan mendekat ranjang dan duduk di samping menatap lekat wajah Bela.


Rasa takut hubungan tak di restui, membuat kepalanya sakit.


Bela yang tertidur tersadar merasa pipi nya di elus. Dan betapa kaget ia melihat Nick di samping ranjang bert******ng dada dengan posisi dekat.


"Kak."


"Hmmm, kamu sudah bangun?" tanya Nick lembut seolah tidak tau dengan ekspresi yang diberikan nya itu.


"Pergilah pakai baju Kakak, jangan seperti ini," gugup Bela mengigit bawa bibir mengingat adegan panas yang pernah mereka lakukan saat itu.


"Jangan melukai bibir mu sayang," tegur Nick menyentuh bibir Bela lembut.


Bela terdiam, tubuh mereka sangat dekat saat ini. Entah kenapa Ia menatap lekat wajah tampan Nick.


Kedua lama saling pandang, Nick terus mendekat hingga hidung mereka bersentuhan.


Bela menatap dalam kedua bola mata Nick dalam entah dorongan dari mana, ia menempelkan bibir nya pada Nick. Ciuman nya sangat kaku.Tapi tetap ia lakukan dan Nick membiarkan wanita nya puas melakukan yang di suka.


Bibir Ini sangat di rindukan Bela. Bibir nakal yang membuat nya selalu merasa terkena sengatan listrik di sekujur tubuh. Bahkan terus mengeluarkan suara merdu.


"Lakukan sepuas mu Baby sebelum giliran ku," batin Nick tersenyum seringai.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2