Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 26: Panggil Daddy


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Bela mendengar kedua bocah berbeda jenis kelamin tak pernah akur selalu berdebat tiap hari tanpa absen di buat pusing.


Nick yang baru pertama kali melihat Bela menengahi kedua bocah berdebat, tersenyum dan makin jatuh hati pada Bela.


Amber dan Daisy sejak tadi tidak memutuskan pandangan dari Nick, mengerutkan kening melihat senyuman terukir di wajah Nick mendadak.


Arah pandang mereka pun mengikuti kepada siapa senyuman itu terukir. Dan betapa terkejut mereka melihat itu.


Mereka pun saling pandang melempar pertanyaan lewat tatapan di kedua bola mata.


"Apa kau merasakan seperti yang ku pikirkan? atau semua hanya kebetulan?"


"Tidak aku pun merasakan seperti yang kau pikirkan. Seperti nya Nick memiliki perasaan pada Bela. Tapi, entah Bela juga memiliki atau tidak, kita tidak tau."


Seperti itulah arti tatapan mereka.


"Morning Grandpa. Morning, Mommy, Daddy. Morning Uncle, Aunty," sapa Edward sopan.


"Morning too cucu grandpa."


"Morning too Boy."


"Morning too ponakan tampan."


Berbeda dengan Tata dan Daren kedua masih beradu tidak ada yang mau mengalah. Kedua saling mengejek.


"Sayang, apa kalian tidak malu terus bertengkar? lihat di sana ada tamu,


pergi lah sapa Uncle," perintah Bela pusing harus memakai cara apa agar membuat kedua akur.


"Tamu," serentak kedua langsung beralih menatap pria yang di kata Bela.


"Wah, tampan nya. Apa dia Daddy baru Tata, Mom?" tanya Tata tersenyum memandang Nick.


"No, dia uncle Tata, bukan Daddy baru," jawab Bela tegas tidak ingin anaknya banyak berharap bisa memiliki Daddy.

__ADS_1


Nick mendengar perkataan Bela ada perasaan sedih, kesal, marah dan kecewa semua campur aduk menjadi satu.


Jika bukan sedang melakukan rencananya, ia pasti sudah memberitahu Tata, ia adalah Daddy nya, yang di katakan Bela tentang kematian itu semua bohong.


Tapi sekarang semua tidak bisa ia lakukan, harus sedikit sabar sampai waktu yang di nantikan tiba.


"Kenapa harus jadi Uncle Mom? kenapa tidak jadi Daddy baru Tata saja? Tata ingin punya Daddy seperti Edward dan Daren," lirih Tata sedih.


"Tata sayang jangan seperti ini Mom-"


"Tidak masalah Bela. Aku tidak keberatan, lagian untuk apa kamu melarang nya? Nara menganggap mu Mommy nya. Dan Tata bisa menganggap ku Daddy nya. Impas bukan?" ucap Nick cepat memotong perkataan Bela.


Dia sengaja melakukan itu, mendengar anak kandung nya sendiri memanggilnya dengan panggilan Uncle ada hati yang merasa sakit, tidak terima.


"Tapi Kak, aku ti-"


"Sudah lah Dek, turuti saja yang di katakan Nick benar. Lakukan ini demi Tata, dia sangat menginginkan Daddy kabulkan satu permintaan nya itu," ucap Yanto cepat memotong perkataan Bela.


"Huftt... " Bela menghela nafas panjang.


"Baiklah. Tata sekarang bisa memanggil Uncle Nick Daddy," kata Bela mengalah menuruti keinginan sang putri.


"Iya, sekarang Tata punya Daddy. Tata bahagia?" Bela menatap Tata mengangguk penuh senyuman terlihat jelas kebahagiaan di wajah nya.


"Bahagia. Terimakasih Mommy. Tata sayang Mommy banyak-banyak."


"Mommy juga sayang Tata," Bela sedikit berjongkok dan memeluk putri kesayangan nya.


Nick melihat kasih sayang begitu besar Bela pada Tata, tersenyum bahagia.


...----------------...


"Jadi Tata punya kakak perempuan wajah nya juga mirip Tata?" ucap Tata dengan wajah bahagia mendengar perkataan Nick.


"Iya, apa Tata senang punya Kakak?" tanya balik Nick penasaran meski wajah bahagia Tata terlihat jelas ia masih ingin memastikan dari mulut Tata langsung.


"Tentu Daddy. Tata bahagia, Tata sudah lama ingin punya Kakak, tapi Mommy bilang Tata tidak punya. Terimakasih, Tata sayang Daddy," Tata bangun berpindah dan duduk di pangkuan Nick dan memeluk nya.


"Daddy juga. Bagaimana kalau Tata ke mansion Daddy di sana ada Kakak Nara dan adik Nio. Tata bisa bermain bersama mereka, Tata juga bisa tidur di sana," ajak Nick ingin memperkenalkan kedua putri nya.

__ADS_1


"Tata mau. Mommy juga akan ikut kita tidur di mansion Daddy," sorak Tata memutuskan sendiri tanpa izin dari Bela.


"Sudah turuti keinginan putri mu, Dek. Jangan banyak protes," ucap Yanto cepat melihat Bela ingin protes.


Nick tersenyum puas, sepertinya kakak iparnya begitu mendukungnya bersama Bela. Pikirnya tidak merestui, ternyata salah.


Melihat Bela tak bisa berbuat banyak untuk protes, Nick tersenyum. Dia mendapatkan ide baru lagi untuk bisa dekat dengan Bela.


"Pak Gilbert, kakak, kakak ipar. Saya ingin meminta ijin lagi untuk membawa Bela dan Tata menginap di mansion saya beberapa hari. Sebelumnya saya minta maaf, saya tidak bermaksud lain, saya hanya ingin mendekati Bela dan Nara itu saja tidak lebih. Dan Nara sudah lama juga tidak bertemu dengan Bela," jelas Nick menyakinkan keluarga Bela. Dan Bela tak bisa berkata-kata lagi. Ia sangat yakin ini hanya alasan Nick agar tak pisah darinya, sungguh licik.


"Kau tenang saja Nick, saya mengizinkan Bela dan Tata bersama mu, bagaimana Daddy juga setuju bukan?" Yanto beralih menatap Gilbert dengan mengedip satu mata memberi kode.


"Hmmm, saya setuju. Bela pergi lah bersama Tata. Jangan memikirkan kami di sini," paham Gilbert dengan kode Yanto pun setuju.


Dia melakukan semua semata untuk kebahagiaanmu Tata. Nick ayah kandung nya.


Gilbert ingin Tata dekat dengan Nick dan juga dapat merasakan kasih sayang seorang Daddy yang sudah seharusnya ia dapatkan sejak kecil.


"Kau dengar itu, Dek. Jadi tidak ada masalah, tinggallah di sana selama seminggu," putus Yanto sengaja agar si keras kepala itu lebih dekat dengan Nick.


Yanto menginginkan Bela bisa bersama Nick. Hanya Nick seorang yang ia percayai untuk menjaga Bela. Melihat kasih sayang Nick dulu begitu besar pada Ara membuat nya tak pernah meragukan apapun. Sekarang kasih sayang itu bisa ia lihat lagi dari tatapan Nick.


Meski Nick tidak mengatakan apapun. Ia tau Nick menaruh hati pada Bela, tapi Bela nya sok cantik.


"Kak, kenapa aku merasa kau sengaja melakukan ini? kau seperti tidak senang aku berada di sini? Ku harap Kak Yudha tidak seperti mu," kesal Bela pada Yanto seperti nya sengaja melakukan ini.


"Jangan berprasangka buruk dengan Kakak sendiri. Sudah sana pergi kemas barang mu dan Tata lalu pergi," ucap Yanto tidak ingin berdebat malah mengusir Bela segera pergi.


"Kakak! kau be-"


"Bela sudah yang di katakan Kakak mu benar. Jangan ngebantah lagi! cepat berkemas lagian cuman seminggu agar Tata dan Nara dekat," potong Gilbert cepat menghentikan amukan Bela.


"Iya, aku berkemas sekarang," sahut Bela tidak bisa membantah jika Daddy nya sudah berkata penuh penegasan.


Nick tersenyum melihat Bela seperti anak kucing yang patuh. Ia tidak kaget lagi, Bela memang keras kepala, tapi ia sangat patuh pada orang tua. Apalagi jika Daddy nya sudah berkata tidak ada bantahan terucap dari mulut nya lagi, selain kata ya menurut.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2