
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Kejadian di restoran saat itu mengubah hidup Bela keseluruhan. Satu bulan di kota A menyelesaikan tugas, ia memohon pada Daddy untuk tidak menetap. Dengan banyak bujukan di lakukan akhirnya di setujui.
Bela kembali ke Inggris meninggalkan semua kenangan di Negara A. Nick tidak lagi menganggu kehidupannya setelah ungkapan palsu tentang pria di cintai.
Nick mengikhlaskan Bela, cinta nya di kubur seperti yang di lakukan pada cinta nya pada Ara.
Sebelum balik ke Inggris hubungan Bela dan kedua kakaknya sudah baikan. Dia memaafkan semua kesalahan mereka dan mempertemukan pada Daddy Gilbert. Pria yang sudah membesarkan nya.
Dua bulan berada di Inggris, Bela baru mengetahui dirinya sedang hamil. Kenyataan itu seperti tamparan keras dalam hidup nya. Mengandung anak kakak ipar sungguh memalukan.
Dia tidak ingin memberitahu Nick, ia sangat sadar ini salah. Nick melakukan itu karena wajahnya mirip Ara, bukan dasar cinta.
Hingga suatu keputusan pun Ia ambil merahasiakan ini dari Nick.
Enam tahun berlalu...
"Dad, tolong bangunkan Tata, aku harus harus ke kantor sekarang, klien sudah menunggu," ucap Bela berada di ruang makan menatap Daddy dengan wajah memelas.
"Kau selalu seperti ini Bela, kapan punya waktu bersama Tata? dia juga butuh perhatian mu," nasehat Daddy pada Bela.
"Maaf Dad. Aku harus pergi sekarang. Kak, titip Tata," ucap Bela tidak menghiraukan perkataan Daddy, pergi.
"Tenanglah Dad. Jangan terus memarahi Bela. Ingat semua ini karena ajaran Daddy. Lagian di sini ada amber dan ais yang menjaga Tata. Mereka sudah menganggap Tata seperti anak sendiri sama seperti ku," kata Yanto melihat kekesalan di wajah daddy angkat nya.
Setelah kejadian enam tahun lalu Bela memaafkan mereka, mereka memutuskan untuk ikut tinggal bersama Bela.
Tapi Bela menolak, ia akan mengizinkan jika kedua kakaknya menikah baru bisa ikut.
Sama hal dengan pria kejam banyak aturan itu. Dia menyesal akan perbuatan di masa lalu, ia pun mulai berubah menjadi sosok Daddy penuh kehangatan dan kasih sayang.
Kehidupan Bela berubah total. Tak ada hidup penuh penyiksaan, hidup nya penuh dengan kebahagiaan.
__ADS_1
Yanto menikah dengan wanita cantik bernama Amber dan di karunia satu putra bernama Daron, usia 5 tahun.
Sedangkan Yudha menikah dengan Ais wanita penuh kelembutan dan cantik, di karunia satu putra juga di beri nama Edward, usia 5 tahun.
Dan mereka semua tinggal di mansion besar Daddy Gilbert.
"Jangan terlalu membela adikmu Yanto, bagaimana juga Bela harus sadar. Dia bukan hanya mengurus perusahaan, tapi dia juga punya tanggung jawab yaitu putri nya," seru Daddy tidak suka kedua pria itu membela Bela yang jelas salah.
"Sayang, tolong kau bangunkan Tata," pinta Yanto beralih menatap sang istri tanpa mempedulikan Daddy Gilbert.
"Iya," senyum Amber lalu beranjak pergi menuju kamar ponakannya.
Kepergian Amber, di meja makan suasana masih tegang, Daddy Gilbert tidak habis pikir dengan mereka. Kedua putra angkat nya ini sama keras kepala dengan Bela.
"Daddy mau kemana? duduk lah kita makan bersama," ajak Yudha melihat daddy beranjak dari kursi.
"Makanlah sepuas kalian. Daddy kencang!" ketus nya kesal pergi meninggalkan anak dan mantu.
"Sudah tua masih saja ngambek, gak sadar apa semua juga karena ajarannya," geleng-geleng Yanto memandang kepergian Daddy.
"Kau ini suka sekali membuat Daddy kesal, aku akan membujuk Daddy dan kalian makan lah duluan," ujar Yudha dan bangun menyusul Daddy.
"Terserah."
...----------------...
Amber dengan lembut membangunkan Tata tertidur nyenyak di ranjang empuk, usapan di pipi tidak membuat gadis kecil itu terganggu. Malah tidur nya semakin nyenyak.
Dia tersenyum melihat manis nya ponakan cantik bertingkah seperti ini.
"Kau sangat menggemaskan sayang. Semoga kebahagiaan selalu bersama mu, maafkan Mommy mu tak bisa bersama mu. Mommy Bela sangat menyayangi mu," ucap Amber menatap lekat wajah cantik Tata mirip dengan Bela. Tak ada kemiripan sama sekali dengan Daddy nya Nick.
Dia sudah mengetahui semua dari Yanto menceritakan masa lalu Nick bersama Ara adiknya kembaran Bela.
Dan Bela yang tidak ingin Nick tau akan anaknya, karena kejadian saat itu sebuah kesalahan yang menurut tidak patuh di minta pertanggungjawaban.
__ADS_1
"Tata sayang, bangunlah. Ini sudah pagi ayo siap-siap ke sekolah dan makan bersama semua sudah menunggu," lembut Amber sabar.
"Hmmm, Tata ngantuk Aunty. Tata tidak mau sekolah," ucap Tata serak menarik selimut menutup seluruh tubuh enggan membuka.
"Kenapa? kok dadakan seperti ini?" bingung Amber yakin ada sesuatu yang membuat ponakan nya tidak mau sekolah tidak seperti biasa semangat sekolah.
"Tata tidak mau sekolah! tidak mau!" teriak Tata menurunkan selimut kebawa dan kembali cepat menutup wajahnya.
"Huft... ya sudah tidak apa-apa kalau Tata tidak mau sekolah, sekarang bersih-bersih kita makan saja," ajak Amber tidak lagi memaksa Tata ke sekolah.
"Hmmm," menurut Tata.
Di bawah ruang makan Yudha berhasil membujuk Daddy kembali bergabung dengan mereka. Sekarang mereka sendang menunggu Tata dan Amber.
"Ais, coba kaum nyusul mereka di atas, kenapa belum juga turun," pinta Yudha pada Daisy istri nya.
"Iya, aku akan melihat mereka," sahut Daisy, langkah nya terhenti tidak jadi melangkah.
"Maaf membuat kalian menunggu," tiba di ruang makan Amber minta maaf.
"Tidak apa-apa, kenapa Tata tidak memakai seragam sekolah?" tidak masalah Yanto dan beralih menatap Tata dengan pakaian rumah bangun tidur.
"Tata tidak ingin sekolah hari ini. Sekarang kita makan saja, kasihan Daddy sudah lama menunggu," ajak Amber cepat mengganti topik sambil melirik Tata seperti sedang memberi kode pada semua untuk tidak bertanya apa alasannya.
Dan semua di sana mengerti kode Amber tak lagi bertanya dan memulai makan. Sikap Tata seperti ini lagi pasti ada masalah di sekolah, jika tidak, tidak mungkin kembali malas biasanya juga sangat rajin.
"Cucu Grandpa kemari lah duduk disini," tepuk Gilbert pada kursi kosong yang biasa di tempati Bela.
"Mommy pergi lagi?" tanya Tata menatap kursi Bela kosong lagi.
"Iya Mommy Bela ada kerjaan jadi pagi-pagi harus pergi," jawab Gilbert sedih tau apa yang di rasakan cucunya.
"Apa kerjaan lebih penting dari Tata? kenapa Mommy tidak pernah ada waktu untuk Tata? kenapa selalu kerjaan yang Mommy urus? kenapa? katakan pada Tata, Grandpa, Aunty, Uncle, apa Tata tidak penting hingga Mommy lebih memilih kerjaan dari pada menghabiskan waktu bersama Tata?" sedih Tata gadis kecil tidak pernah merasakan kasih sayang Bela.
Sejak kecil ia di urus oleh kedua aunty, uncle dan Grandpa. Waktu Bela habis pada kerjaan selalu melakukan perjalanan bisnis di berbagai negara.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...