Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 25; Kediaman keluarga Allen


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Beberapa menit yang lalu Bela dan Nick tiba di mansion Allen. Sesuai pikiran Bela keluarga nya bertanya-tanya kedatangan Nick bersamanya.


Bela berusaha bersikap tenang dan biasa, seolah tak memiliki hubungan apapun, dan kedua bersama saat ini hanya kebetulan.


"Bagaimana kalian bisa pulang bersama? Bela apa kau bisa jelaskan? jangan ada yang di sembunyikan dari Daddy," tegas Gilbert dengan tatapan tajam menatap Bela.


"Ok, aku akan jelaskan biar daddy dan semua tidak penasaran. Aku tau apa yang berada di pikiran kalian saat ini melihat ku bersama Kak Nick. Hubungan ku dan Kak Nick tidak ada apa-apa. Perkataan ku dulu hingga sekarang akan selalu sama tidak akan menikah. Jadi buang jauh semua pikiran aneh kalian itu, mengerti?" jelas Bela seolah tau apa yang mereka pikirkan.


"Kau sangat menyebalkan Dek," cibir Yanto pada sang adik sudah mematahkan yang di harapkan hubungan mereka ada yang spesial.


"Bodoh! lagian Kakak gak pernah bosan, udah aku bilang berkali-kali jangan pernah mengharapkan apapun jika aku sudah bertekad," ucap Bela tidak suka pada Yanto terus mengharap yang tidak akan bisa terjadi.


"Ya, karena kau sangat keras kepala Dek. Sekarang jelaskan bagaimana bisa kalian bersama?" tanya Yanto beralih pada Nick diam mendengar kakak adik berdebat.


Nick tidak menyangka Bela sudah membuat janji dan memutuskan untuk tidak menikah.


Tapi ia berjanji pada dirinya sendiri akan mematahkan semua yang Bela tekad kan.


"Hmmm, aku dan Kak Nick tidak sengaja bertemu semalam di cafe, saat itu aku baru menyelesaikan kerjaan, singgah ke cafe untuk makan," jeda Bela menatap Nick, "Selanjutnya biarkan Kak Nick yang ceritakan," sambung Bela takut karangan cerita bohong nya di curigai Daddy.


"Kenapa?" tanya Yanto bingung. Amber di samping langsung mencubit perut sang suami.


Sejak tadi Yanto sangat cerewet dari yang lain. Entah kenapa pria itu lebih aktif dari Daddy.


"Auwh... sakit sayang. Kenapa mencubit ku?" ringis Yanto kesakitan, cubitan Amber lumayan kuat.


"Diam lah sedikit. Kau dari tadi banyak bicara Yan. Kau sudah seperti perempuan," ucap Amber.

__ADS_1


"Tidak seperti juga, aku seperti ini ingin yang terbaik untuk Bela. Dia wanita keras kepala, aku ragu ada pria yang bertahan dengan nya," seru Yanto santai dan Bela sudah menatap tajam tidak suka perkataan sang Kakak.


"Kata siapa tidak ada pria yang bertahan dengan ku?"


"Kata ku dan seluruh dunia. Kenapa? salah?" tanya menantang Yanto tidak takut.


"Ya, salah! aku tidak terima perkataan kakak itu!"


"Tidak terima kenapa, Dek?" tanya Yanto curiga ada sesuatu yang di sembunyikan Bela. Dari raut wajah tidak terima sudah jelas.


"Sudah lah, aku malas meladeni mu lagi," sadar Bela Yanto mulai curiga dan mulai mengorek informasi darinya.


"Dad, kak, penjelasan nya akan Kak Nick lanjutkan. Aku ke kamar Tata sebentar melihat nya," ucap Bela beranjak meninggalkan mereka di ruang tamu.


Bela ragu jika tetap di sana bisa bertahan mendengarkan kebohongan yang di katakan Nick.


Bela menaiki anak tangga ke lantai dua menuju kamar Tata.


Tok... tok... tok...


Tidak mendapat sahutan dari dalam, Bela segera masuk.


Cekrek...


Gadis kecil yang di cari ternyata masih pulas di atas kasur empuk nya. Bela tersenyum melihat pemandangan indah menurut nya.


Dia berjalan mendekat kasur dan duduk di samping, memandang wajah Tata begitu mirip dengannya.


"Sayang, hari ini Daddy mu datang. Maafkan Mommy tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu. Maaf, tidak bisa memberi keluarga utuh seperti teman-teman sekolah Tata," monolog Bela sedih.


"Tata, bangun sayang," lembut Bela berbisik di telinga putri nya.

__ADS_1


...----------------...


"Jadi seperti itu, kenapa tidak kau kabari kami sebelum nya? kau tau pesan dari Bela yang singkat mengatakan tidak pulang kemarin sudah membuat kami berpikir aneh-aneh," ucap Yanto jelas mendengar cerita Nick.


Nick mengarang cerita sebagus mungkin agar tak ada yang curiga. Dan ternyata semua percaya dengan cerita bohong nya itu.


Dalam hati Nick merasa bersalah sudah membohongi mereka, ia ingin berkata jujur hubungan nya dengan Bela memang tidak ada yang special, tapi kedua sering melakukan hubungan suami istri tanpa ingin terikat satu sama lain.


"Maafkan saya tidak bisa berkata jujur. Saya janji setelah kebohongan ini, saya akan memberi kebenarannya," janji Nick dalam hati pada keluarga Allen.


"Sudahlah Yan, sekarang semua sudah jelas. Nick bagaimana keadaan mu dan Nara? maaf kami tidak pernah menghubungi mu selama ini," sadar Yudha setelah pindah mereka hilang kontak sesuai keinginan Bela.


"Iya Kak, tidak apa-apa. Sekarang kita sudah bisa bertemu kembali. Saya dan Nara baik. Maaf Nara tidak bisa ikut bersama kami, dia harus ke sekolah," ucap Nick tersenyum, lagi dan lagi kembali berbohong.


"Tidak masalah. Kita mengerti. Ajak Nara di hari libur dia pasti senang memiliki banyak teman. Oh iya kenalkan ini Daisy, istri saya. Dan wanita di sebelah Yanto adalah Amber istrinya. Maaf lagi dan lagi kita tidak memberitahu ini padamu," Yudha merasa tak enak hati banyak menutupi kejadian enam tahun belakangan ini dari Nick.


"Saya sebenarnya sangat marah dan kecewa pada kalian sudah menutupi ini dari saya, tapi saya yakin semua yang kalian lakukan pasti ada alasannya dan saya akan menunggu sampai kalian sendiri siap mengatakan apa alasannya," mengerti Nick tidak memaksa sekarang untuk di jelaskan. Ia yakin semua ini ada kaitan dengan Bela si keras kepala itu.


"Terimakasih sudah mau mengerti," ucap Yudha tidak yakin suatu saat bisa menceritakan alasan sebenarnya.


Obrolan mereka masih berlangsung, Amber dan Daisy tidak menimpali apapun. Mereka menjadi pendengar setia, mereka tidak mengenal Nick secara langsung, selama ini hanya mendengar cerita jika Nick adalah suami dari kembaran Bela yang telah tiada, sekalian Daddy dari anak yang kandung Bela.


Lebih dari itu mereka tidak tau seperti apa Nick. Tapi di lihat sejauh ini sikap tenang Nick dapat di simpul Nick pria yang baik dan cocok untuk Bela.


Obrolan semua terhenti mendengar suara ribut dari anak tangga ketiga bocah dan seorang wanita di antaranya.


"Mommy, Tata tidak mau sekolah dengan Daren. Tata maunya dengan Edward," protes Tata tidak terima Bela mengatakan mereka bertiga akan di tempati satu sekolah yang sama.


"Daren juga tidak mau, Aunty. Daren masih sayang dengan telinga Daren. Bagaimana kalau mendadak putus mendengar cerewet nya Kak Tata," ucap Daren tak kalah dari Tata ingin pisah sekolah.


Edward tak terlalu suka berdebat. Ia mengikuti apapun keinginan Tata. Ia menyayangi kakak nya Tata, apalagi kedua memiliki cita-cita yang sama.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2