
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Bela menatap layar ponsel yang terus berdering tanpa niat mengangkat.
Dan seseorang di sebrang sana melihat panggilan nya tak di angkat menjadi kesal, bagaimana tidak? ia melihat jelas Bela hanya memandang ponsel yang berdering di tangan.
"Baiklah, aku akan mengikuti permainan mu Baby," ucap seorang pria tersenyum smirk tidak lain adalah Nick.
Nick baru pulang kantor langsung singgah di restoran, entah kenapa ia memilih restoran tersebut mungkin sudah ada feeling bertemu jodoh.
Baru beberapa menit di restoran, ia sudah di kejutkan dengan seseorang yang masuk ke restoran, seingat nya wanita itu masih di Inggris. Belum ada kabar kepulangan nya sama sekali, mereka tiap hari berbagi kabar lewat pesan dan wanitanya tidak pernah menyinggung apapun tentang kepulangan.
Nick segera beranjak meninggalkan restoran, ia akan menunggu di parkiran.
Tak lama, Bela keluar dengan menenteng dua plastik makanan yang di pesan tadi. Ia berjalan menuju parkiran tempat nya memarkirkan mobil.
Langkah Bela terhenti melihat sosok pria yang di rindukan berada di samping mobil nya. Dan ternyata mobil Nick bersebelahan dengan mobil nya.
"Kak," kaget Bela tak bisa berkata apa-apa selain menyebut namanya, ia bingung. Niatnya Ingin beri kejutan malah sebaliknya.
"Masuk!" tegas Nick memerintah Bela masuk mobil nya.
"Aku bawa mobil Kak, dan aku harus segera pulang membawa makanan ini," Bela menunjukkan dua kantong plastik yang ditenteng di kedua tangan nya.
"Aku akan meminta orang ku membawa mobil mu ke apartemen. Dan makanan orang ku yang akan mengantar ke mansion mu. Sekarang masuk!" ucap Nick terdengar tidak ingin di bantah.
"Tap-"
__ADS_1
"Masuk Baby!" potong Nick cepat dengan suara tegas tak ingin berbicara lagi.
"Ya, aku masuk," mengalah Bela tak ingin ribut di tempat umum. "Nih, segera kirim ke mansion lamaku. Aku akan mengirim pesan pada Kak Yanto."
Nick menerima makanan pesanan Bela dan Bela pun segera masuk ke dalam mobil. Beberapa menit kemudian orang yang di hubungi Nick melalui telpon datang. Ia segera menyerahkan semua pada orangnya untuk segera di antar.
Kemudian Nick masuk ke dalam mobil melihat Bela duduk di samping nya. Wajah Bela masih sama satu bulan yang lalu, malah semakin cantik.
Nick belum menjalankan mobil nya. Bela menyadari mobil belum bergerak menoleh ke samping, ternyata sopir nya setia memandang nya.
"Sampai kapan akan menatap ku seperti ini Kak? cepatlah nyala kan mobilnya pergi dari sini," kesal Bela, Nick tidak henti menatap nya sejak masuk mobil.
"Sejak kapan di sini? kenapa tidak memberitahu ku? apa kamu berniat me-"
"Oh No Kak, buang jauh pemikiran kotor mu itu tentang ku. Aku sengaja tidak memberitahu kepulangan ku hari ini. Aku ingin memberi kejutan, tapi gak jadi malah aku mendapat kejutan dari mu," cemberut Bela rencana nya gagal.
"Ya, lain kali tidak lagi. Aku sudah kembali menempati janji ku. Dan ada yang ingin ku katakan padamu, Kak. Tapi tidak di sini, sekarang kita langsung ke apartemen saja," ajak Bela berubah serius meminta Nick segera meninggalkan Restoran.
Hari ini Bela sudah memutuskan untuk memberitahu tentang Tata, tapi bukan mengatakan kebenaran, melainkan kebohongan.
"Baiklah. Kita ke apartemen sekarang. Hari ini menginap lah bersama ku."
"Tidak bisa Kak, aku harus kembali ke mansion," tolak Bela tidak bisa.
"Kenapa? aku merindukan mu Baby. Kita sudah sebulan tidak melakukan, apa kamu tidak menginginkan?" Nick menoleh sekilas pada Bela dan kembali melihat ke depan sedang menyetir.
"Bukan seperti itu Kak, tadi aku pergi tidak mengatakan untuk tidak kembali. Jadi aku harus pulang, atau mereka akan curiga padaku. Mengerti lah Kak," mohon Bela minta pengertian pada Nick tidak memaksa nya.
"Huft..." Nick menghela nafas berat.
__ADS_1
"Ok. Tapi besok aku akan ke mansion mu, tidak ada penolakan lagi Baby. Aku harap kamu yang harus mengerti aku sekarang. Aku merindukan Kak Yanto dan Kak Yudha," ucap Nick tidak tidak mau mendengar alasan Bela.
"Tapi Kak, mereka akan curiga padamu dengan tiba-tiba berada di mansion ku? Dan mereka akan bertanya dari mana kakak tau tentang kedatangan kami? kakak akan menjawab apa? tidak mungkin bilang dari ku, semua akan langsung berakhir jika mereka tau. Jadi pikirkan baik-baik, aku tidak melarang mu untuk datang, tapi kedatangan mu itu akan menjadi tanda tanya dari keluarga ku," jelas Bela panjang menjelaskan semua yang bisa terjadi jika Nick nekat.
Nick mendengar itu membenarkan tidak salah pemikiran Bela. Ia tidak berpikir sejauh itu tadi, ternyata Bela sudah memikirkan semua dengan matang.
Dia jadi bertanya-tanya pada Bela, apa yang ada di dalam otak Bela, kenapa semua nya secara mendadak dikatakan dengan muda ia patahkan dengan penjelasan masuk akalnya.
Entah kenapa ia merasa Bela wanita berbeda dari wanita lainnya.
"Kak, tidak masalah kak? lain waktu saja, jangan besok," ucap Bela menoleh Nick diam, yang mata nya terus menatap depan arah jalan.
"Hmmm, tidak masalah. Aku akan ke mansion mu lain kali saja bersama Nara," seru Nick.
"Ya, silakan. Kak Yanto dan Kak Yudha akan senang jika Nara ikut," ucap Bela tak keberatan, tersenyum menanti hari itu.
Mobil Nick tiba di parkiran apartemen, obrolan kedua sepanjang perjalanan tak terasa sudah tiba ternyata.
Nick menggandeng Bela masuk ke apartemen, dan Bela tak menolak. Kedua jalan seperti sepasang suami-istri sangat serasi. Orang-orang yang berada di dekat sana pun di buat terhipnotis melihat ketampanan dan kecantikan mereka.
Pakaian Bela yang terbuka membuat para kaum adam melihat menelan kasar ludah. Tubuh seksi dengan pakaian seksi memperlihatkan lekuk tubuh sangat sempurna.
"Baby, sekarang kamu sudah menetap di sini, ubah lah penampilan mu itu. Pakaian mu seperti ini dengan tubuh indah membuat mata pria telanjang, mereka bahkan rela antri untuk melayani mu," ucap Nick menyadari tatapan lapar mata pria yang melihat kedatangan mereka tidak putus memandang Bela. Seakan mengatakan puas kan mereka. Dan ia sangat tidak menyukai itu. Bela hanya milik nya dan hanya ia yang boleh menatap lapar, tidak boleh ada lainnya.
"Aku tidak peduli dengan tatapan mereka. Aku nyaman dengan apa yang ku kenakan. Lagi pula aku sudah mengatakan hal ini sebelum nya. Jadi ku mohon mengerti lah jangan mengungkit apapun. Daddy dan kakak ku tidak pernah mengatakan seperti mu, meraka oke, oke saja. Asal aku nyaman," ucap Bela tidak ingin mengubah apapun dalam berpakaian.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1