
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Pagi hari, Nick bangun lebih awal. Bela masih memejamkan mata tidur nya masih begitu pulas. Nick memandang wajah cantik Bela, ingatannya kembali pada kejadian semalam begitu brutal.
"Maafkan aku Baby, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku akan mengatakan ini saat kamu hamil," batin Nick sedih mengingat semalam.
"Baby, bagun ini sudah pagi," ucap Nick membangunkan Bela dengan lembut, mengelus pipi nya.
"Aku lelah Kak. Biarkan aku tidur lebih lama," sahut Bela, berbalik membelakangi Nick.
"Baiklah seharian tidur juga tidak masalah, aku tidak keberatan Baby. Tapi bagaimana keluarga mu? mereka akan khawatir memikirkan mu belum kembali," ucap Nick setia berada di samping Bela.
"Tapi aku lelah Kak. Tubuh ku terasa remuk tak memiliki tenaga melakukan apapun," terang Bela, lalu kembali berbalik menghadap Nick.
"Berjanjilah padaku Kak. Tidak mengulangi lagi. Semalam sangat menyakiti ku. Jika Kakak ingin lebih lama aku akan berikan, tapi jangan seperti malam," lanjut Bela entah kenapa ia tidak suka perlakuan kasar Nick padanya.
"Maaf. Aku janji padamu Baby tidak akan mengulangi lagi. Aku menyayangimu."
Cup.
"Kita mandi bersama, aku akan mengantar mu pulang," ajak Nick cepat menggendong Bela.
"No Kak, keluarga ku akan curiga nanti kedatangan kakak bersama ku," cegah Bela takut semua terungkap.
"Tenang lah, semua akan aman. Jika mereka bertanya kita katakan saja tidak sengaja bertemu semalam dan Nara mengajak mu tidur di mansion, karena merindukan Mommy nya," jelas Nick mengatakan karangan cerita nya.
"Apa kamu yakin tidak ak-"
"Percaya kan semua padaku Baby," potong Nick cepat.
Dia segera menghidupkan kran mengisi bathtub, tidak lupa menuangkan sabun cair ke dalam.
"Apa masih sakit Baby?" Nick mengelus pelan area sens**** Bela.
"Sedikit. Apa Kakak puas semalam?" tanya Bela menatap Nick.
"Hmmm, tapi aku tidak suka melihat mu menangis, kesedihan mu juga kesedihan ku. Maaf," ucap Nick penuh penyesalan.
__ADS_1
"Iya, aku maafkan. Lupakan semalam, aku tidak permasalahan lagi," seru Bela tidak tega melihat wajah bersalah Nick.
"Terimakasih baby. Kamu terbaik."
Cup... cup... cup... cup... cup...
Nick menghujani wajah Bela dengan ciuman.
"Kakak juga terbaik," balas Bela tersenyum bahagia.
Dia merasa nyaman di dekat Nick. Kasih sayang penuh perhatian Nick untuk nya membuat perasaan tak menentu.
Kedua berendam lama di bathtub. Nick membantu Bela menggosok benda kecil bentuk persegi tidak kasar tidak juga lembut di punggung belakang. Matanya tak sekali menatap kagum tubuh indah Bela selalu membuat nya terpukau.
Sering menjelajahi tiap inci lekuk tubuh Bela. Nick tidak pernah puas.
"Kak, jangan. Semalam sudah cukup lama. Tubuh ku masih sangat lelah sekarang," cegah Bela, tangan Nick sudah meremas bo***g nya.
"Hmmm, aku hanya melakukan ini tidak lebih," ucap Nick makin kuat gemas berisi nya bo***g Bela.
Bela tak kuasa, khawatir Nick khilaf segera berbalik menghadap Nick. Tanpa sadar posisi nya itu lebih memancing.
"Ahhhh... Kak... " deesaah Bela. Nick begitu gemas melihat indah mainannya.
"Baby, suara mu membangunkan yang di bawah. Kita lakukan satu ronde aku janji tidak lebih," mohon Nick tidak tahan.
"Tapi, aku sangat lelah Kak," ucap Bela tidak yakin sanggup menyeimbangi Nick.
"Aku janji satu ronde saja. Setelah aku mengantar mu kita tidak bisa melakukan lagi. Kamu seharian bersama keluarga mu," bujuk Nick dengan wajah memelas.
"Baiklah, satu ronde saja," menyerah Bela menyetujui permintaan Nick.
...----------------...
Sesuai janji Nick, mereka melakukan hanya satu ronde tidak lebih. Sekarang kedua sedang berada di ruang ganti. Nick dengan lembut memakai kan pakaian ke tubuh Bela.
Bela membiarkan saja, ia menyukai Nick seperti ini. Nick yang begitu menyayangi nya, memperlakukan nya seperti ratu. Tanpa merasa kekurangan. Perhatian Nick membuat nya luluh dan jatuh hati.
"Wanita bodoh yang tidak menyukai mu Kak. Kamu pria sempurna. Aku baru menyadari itu sekarang, aku mencintaimu Kak. Tapi aku sadar cinta mu hanya untuk Ara. Kita bisa dekat seperti ini karena wajah ku yang mirip," batin Bela menatap Nick talenta mengurus nya.
__ADS_1
"Baby, apa ini tidak terlalu pendek? lihat lah paha mu terekspos jelas dan mata pria akan kembali menatap lapar padamu," ucap Nick tidak suka pilihan dress Bela begitu pendek.
"Kak, meski aku tak mengenakan sehelai benang, aku tidak akan tergoda oleh pria manapun. Tubuh ku hanya bereaksi pada sentuhan mu. Percayalah itu," Bela menyakinkan Nick yang menatap tidak rela tubuh nya di pandang banyak pria di luar sana.
"Aku tau itu baby. Karena kamu milik ku," senyum Nick bahagia mendengar kata-kata manis Bela.
"Dan kamu milik ku Kak," sahut Bela, lalu memeluk Nick.
"Hmmm."
Kedua saling berpelukan penuh cinta, tanpa mengungkapkan perasaan satu sama lain.
"Tunggu sini, aku ganti pakai dulu," Nick menggendong Bela untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat berdiri mereka.
"Baiklah," nurut Bela.
*
*
"Apa kakak yakin, tidak akan ada yang curiga?" ragu Bela pada Nick yang bersikeras mengantar nya pulang.
Nick yang mendengar puluhan kali pertanyaan Bela penuh keraguan, menoleh sekilas dan kembali melihat kedepan arah jalan.
"Baby berapa kali kamu menanyai ini? kita sudah hampir tiba, tapi pertanyaan mu masih seputar itu. Apa perlu aku beritahu mereka yang sebenarnya?" ancam Nick penuh penekan dan terdengar tegas.
"No. Aku hanya takut. Daddy ku sangat pintar, aku tidak pernah bisa berkata bohong padanya. Dia begitu mengenal ku, hingga tidak ada kebohongan yang bertahan lama ku simpan," terang Bela mengatakan ketakutan yang membuat nya tak bisa tenang sejak tadi.
Nick mengangguk paham sekarang. Ketakutan Bela sangat berdasar, ia tau seperti apa perasaan nya saat ini.
"Dan Kakak jangan memanggil ku dengan kata Baby, panggil nama ku Bela," lanjut Bela memperingati Nick.
"Oh No Baby. Bibir ku sudah begitu cocok, dan jika di paksa akan sangat aneh," protes Nick tidak terima nama panggilan nya pada Bela harus break, jika berada bersama keluarga masing-masing.
"Kak, ayolah. Lakukan ini demi hubungan kita. Jika ketahuan kita tidak bisa seperti ini. Emangnya Kakak mau?" tanya Bela sedikit mengancam, jujur ia tidak bisa menghentikan panasnya ranjang bersama Nick. Tapi ia yakin ancamannya akan berhasil Nick tidak akan bisa lepas dari nya.
"Baiklah. Aku akan melakukan seperti katamu. Bagaimana bisa aku tidak menyentuh mu, kamu sudah seperti candu bagiku Baby. Bisa gila aku kalau tidak menyentuh mu," ucap Nick mengalah dari pada kehilangan Bela, mending kehilangan nama kesayangan, lagian cuman sementara kalau ada keluarga saja. Tidak permanen.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...