
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Nick memutuskan panggilan sepihak, mendengar tidak ada urusan yang di kerjakan Bela hari ini membuat nya bertanya-bertanya kemana pergi nya Bela hingga sekarang belum kembali.
Otaknya tak bisa tenang, ia tak suka dengan kebohongan Bela ini. Jika pergi nya bukan urusan kerjaan kenapa tidak jujur saja tidak perlu berbohong. Ia pun tidak akan melarang selagi yang di lakukan di luar tidak macam-macam.
Tapi Bela malah memilih jalan berbohong. Sungguh ia sangat kecewa.
Di sisi lain, seorang wanita baru bangun dari tidur nya, ponsel di samping kasur terus berdering, melihat nama tertera di layar ponsel Bela pun tersadar pasti pria itu sudah berada di apartemen.
π:"Hallo Kak," sapa Bela santai seolah tidak melakukan kesalahan apapun.
π:"Dimana? kenapa belum kembali?" tanya Nick dan suara nya terdengar menahan marah.
π:"Maaf Kak. Aku ketiduran di mansion, tadi selesai menyelesaikan kerjaan aku ke mansion, tapi malah ketiduran di sini," jelas Bela apa adanya.
π:"Cepat pulang, aku menunggu," ucap Nick langsung mematikan panggilan telpon nya.
"Aneh," gumam Bela bingung panggilan di matikan sepihak.
Tak ingin berpikir liar, Bela cepat-cepat siap. Kamar di biarkan berantakan, nanti selesai siap dan sebelum pergi ia akan memerintah orang nya membersihkan kamar.
30 menit, Bela sudah selesai bersiap dan segera kembali ke apartemen. Namun sebelum itu ia memutuskan beberapa orang untuk merapikan kamarnya seperti sedia kala.
Dan barulah dia pergi meninggalkan mansion. Menggunakan taksi yang di pesan.
Tak lama, taksi yang di tumpangi tiba di depan gedung apartemen nya.
Bela sudah membayar ongkos taksi melalui aplikasi, segera keluar dan masuk ke apartemen di lantai 9.
Ting.
Cekrek.
__ADS_1
Dia masuk ke dalam apartemen, tidak ada cahaya lampu semua gelap. Tubuh nya di peluk dari belakang dengan kedua tangan melingkar di perut nya dengan erat.
"Kak," panggil Bela tau hanya dengan menghirup harum parfum yang sangat di kenal selalu di pakai seorang pria tampan yaitu Nick.
"Dari mana? kenapa baru pulang saat aku telpon?" tanya Nick semakin mengeratkan pelukan nya.
"Aku sudah mengatakan tadi di telpon, aku ketiduran di mansion setelah menyelesaikan kerjaan. Kenapa Kakak tidak percaya?" bingung Bela dengan Nick yang seperti sangat curiga padanya.
"Sekali lagi aku tanya baby dari mana?" tanya Nick tegas terdengar tidak ingin jawaban palsu yang keluar.
"Kak," panggil Bela gugup mendengar suara Nick tidak bersahabat.
"Aku tidak suka kebohongan di antara kita Baby, aku membenci itu. Jangan membuat sisi Iblis ku keluar atau kamu akan takut," tegas Nick memberitahu Bela, amarah nya masih menguasai diri.
Dia sengaja mematikan lampu agar Bela tidak melihat amarah di wajahnya. Ia yakin jika Bela lihat akan takut.
Kebohongan adalah hal yang sangat di benci Nick. Apalagi orang penting yang berarti dalam hidup nya melakukan itu, amarah nya akan berlipat-lipat.
Pelukan nya semakin kuat, Bela sedikit merasa sesak tidak nyaman, pria itu seperti sedang marah dan Bela bisa menebak itu.
"Kak, pelukan mu menyakiti ku," ucap Bela tidak kuat menahan sakit pelukan Nick semakin kencang. Ia pun tidak mempedulikan pertanyaan Nick.
"Kata kan sekarang, atau aku beritahu keluarga mu tentang hubungan kita," ancam Nick, pelukan nya sudah di longgar kan setelah mendengar suara kesakitan Bela.
Bela diam tidak menjawab ia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin berkata jujur dari rumah sakit, yang ada akan semakin marah Nick padanya.
Dia juga tidak mungkin membiarkan Nick membeberkan hubungan mereka pada keluarganya. Daddy bisa-bisa kecewa.
"Baby," panggil Nick tegas penuh penekanan tak goyang dari pelukan erat tapi tak erat mematikan seperti tadi..
"Aku tadi pergi ke pemakaman kembaran ku Ara, istri Kakak. Maaf aku tidak memberitahu mu, aku hanya ingin pergi sendiri dan mengobrol berdua dengannya," bohong Bela tidak memiliki solusi lain. Dalam hati ia berkali-kali meminta maaf pada Ara karena telah membawa namanya dalam kebohongan.
"Kenapa tidak memberitahu ku Baby? kenapa harus berbohong? jika kamu ingin pergi sendiri tanpa di temani aku tidak akan memaksa, tapi tidak dengan berbohong seperti ini," mengingat Bela tidak melakukan hal yang di benci lagi.
"Maaf, aku janji tidak akan mengulangi lagi.
__ADS_1
Jangan marah ya," mohon Bela dengan suara lembut menggoda terdengar seksi di telinga Nick.
"Aku tidak akan marah lagi, tapi besok kamu temani aku ke kantor," ucap Nick memanfaatkan kesempatan untuk mengikat Bela terus berada di dekat nya.
"Kerjaan ku be-"
"Mau di maafkan atau tidak?" potong Nick cepat memberi pilihan pada Bela.
"Kak, aku janji setelah kerjaan ku selesai waktu ku untuk mu, aku akan menemani mu di kantor, tapi besok tidak bisa. Masalah perusahaan ku sedang goyang, jika dibiarkan akan susah di tangani," jelas Bela berharap Nick mengerti semua penjelasan nya.
"Hmmm, aku akan ikut dengan mu besok. Dan lusa giliran mu," putus Nick tidak ingin di bantah lagi.
"Baiklah tidak masalah buatku," setuju Bela tidak keberatan, tersenyum bahagia.
Nick semakin mengeratkan pelukan nya, perlahan membalikkan Bela menghadapnya. Satu tangan melingkar di pinggang, satu tangan lagi meraba wajah mulus Bela.
"Kak," panggil Bela lembut tak bisa melihat wajah Nick, sentuhan belaian tangan pria itu di rasa begitu pelan.
"Kenapa Baby?" tanya Nick tak kalah lembut.
"Nyala kan lampu nya. Ini sangat gelap," jawab Bela.
"Kamu takut Baby? aku disini bersama mu, tak akan ku biarkan seorang pun menyentuh mu selain aku," Nick menyakinkan Bela mengelus pipi nya. Dia tidak akan membiarkan itu, meski seekor nyamuk sekali pun.
"Benarkah? kenapa seperti itu? kita tidak ada ikatan apapun Kak, aku bebas melakukan apapun yang ku suka dengan siapapun itu," ucap Bela bingung dengan perkataan Nick tadi pagi beda dan sekarang beda. Memang pria tidak pernah konstituen dengan perkataan nya.
"Hmmm, lakukan sesuka mu baby, asal kamu tahu di mana tempat pulang setelah bersenang-senang," sahut Nick sengaja ingin tahu reaksi Bela mendengar perkataan nya itu.
"Dasar gila! dia pikir aku wanita apaan? gak semurah itu juga harga diriku mau di jajah banyak pria," geram Bela kesal setengah mati. Menyumpahi Nick pria gila dalam hati.
"Terimakasih, kakak pengertian sekali. Aku janji akan pulang setiap puas bermain," balas Bela menutup kekesalan nya, syukur juga lampu tidak di hidup kan, jadi Nick tidak bisa melihat wajah nya sekarang.
"Astaga apaan ini? dia menanggapi serius perkataan ku? dasar wanita gila," kesal Nick mengumpat Bela dalam hati.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
__ADS_1
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...