
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Pertempuran kedua di atas ranjang sudah selama 3 jam, keringat bercucuran di tubuh kedua. Bela lebih dulu terpapar lemah tak berdaya pasrah sedangkan Nick masih kokoh menguasai permainan, janji nya hanya sebentar palsu. Ia tidak membiarkan Bela pergi sebelum puas mendapatkan yang di ingin kan.
Bela tak memiliki tenaga menghentikan Nick. Pria itu sangat perkasa dan kuat dalam segala hal. Bela akui itu sekarang.
Nick puas melihat Bela pasrah. Ia sangat merindukan Bela. Jujur satu bulan tak berjumpa membuat nya uring-uringan tak jelas, kerjaan semua tidak pernah beres. Otaknya di penuhi oleh Bela.
Sekarang jika ia egois tidak masalah, Bela wanitanya. Wanita yang di gempur tiap hari sudah melahirkan bibit yang di tanam di rahim nya.
"Maaf Baby, aku hanya ingin hari ini kamu milik ku. Aku sangat merindukan mu. Aku tidak bisa membiarkan mu pulang," batin Nick belum rela berpisah dengan Bela. Bela memiliki daya tarik begitu kuat hingga susah untuk di lepaskan.
"Kamu mengingkari janji mu Kak," ucap Bela dengan suara lemah tak berdaya.
"Tidak Baby, aku menempati janji ku. Aku akan berhenti setelah puas menginginkan mu, sekarang aku belum puas. Layani aku," seru Nick meny***** setiap inci tubuh polos Bela.
"Ya, dan aku akan tidur bersama mu. Pagi kembali mengulangi lagi. Seperti itu bukan keinginan mu, Kak?" tanya Bela sangat yakin otak Nick tidak jauh dari kata ranjang panas.
"Tepat sekali. 100 untuk mu Baby."
Cup.
"Katakan sekarang yang ingin kamu katakan. Aku akan mendengarnya," ucap Nick meminta Bela untuk mulai mengatakan apa yang ingin di katakan padanya.
"Kak, aku sudah mempunyai satu anak," jeda Bela melihat reaksi Nick, namun reaksi nya biasa tak menunjukkan keterkejutan atau sebagai hal lain mendengar sesuatu yang baru.
"Jadi anak yang ingin kamu cerita kan. Apa kamu akan mulai jujur sekarang?" batin Nick bertanya-tanya menatap serius kedua bola mata Bela.
"Lanjutkan," ucap Nick santai membelai pipi mulus Bela.
"Kakak gak terkejut?" tanya Bela bingung reaksi seperti apa yang di tunjukkan Nick.
__ADS_1
"Untuk apa Baby? aku lebih memilih memakan mu dari pada terkejut," jawab Nick sudah mengetahui anak yang di lahir kan Bela adalah anaknya.
Selama ini Nick menahan diri untuk tidak menjumpai putri nya bersama Bela, karena sebuah misi. Jika tidak ia sudah bertemu dan mengatakan pada putri nya ia adalah Daddy nya.
Satu bulan kemarin Nick selalu di kirimkan foto kebersamaan Bela dan Tata putri nya. Melihat itu ada kehangatan dan senyum terukir di wajah nya ingin memiliki satu keluarga yang utuh.
"Hmmm, kenapa baby?" Nick memperhatikan Bela diam seperti orang kebingungan dan mendekat mengecup bibir manis dengan singkat.
Cup.
"Aku di sini, katakan semua tidak perlu ada yang di takutkan," lanjut Nick menyakinkan Bela.
"Aku memiliki seorang anak dari pria lain. Setelah melakukan bersama mu aku berhubungan dengan pria lain dan hamil," bohong Bela dengan wajah serius seperti orang ahli. Jika Nick tidak mengetahui semua dari awal kebenarannya seperti apa, ia mungkin akan percaya semua perkataan Bela.
Kebohongan Bela benar-benar tidak terlihat, ekspresi wajahnya sangat menyakinkan. Seakan yang di katakan adalah kejujuran.
"Kamu berbohong Bela. Apa sebenarnya yang ada di otak mu, kenapa suka berkata bohong. Aku sudah pernah mengatakan padamu, aku benci kebohongan, tapi kamu masih melakukan itu. Baiklah aku ikuti permainan mu ini. Tapi tidak kedepannya, jika masih berbohong aku tidak bisa menerima lagi," batin Nick kecewa lagi dan lagi Bela berbohong.
"Hmmm," Nick berdeham menatap lekat wanita yang pandai berkata bohong dengan mulut manis nya.
"Kakak ti-"
Mphttt...
Nick membungkam bibir Bela dengan rakus, lum**** nya terasa kasar. Tidak lembut seperti awal. Bela tidak tau apa yang terjadi, hingga Nick kasar. Perlakuan nya seperti seseorang yang sedang marah.
Tubuh Bela yang masih lemah makin lemah ciuman Nick berpindah cepat ke bawah dan kembali melakukan berkali-kali tanpa ada kelembutan.
"Kak, sakit," ringis Bela tombak Nick masuk ke lembah basa dengan kasar.
Nick seakan tuli, rasa kecewa dari kebohongan Bela membuat nya tidak mengendalikan diri. Ia menaik turun kan, pinggul dengan cepat.
"Ka-k... " Bela terbata-bata, suara nya hampir tidak terdengar. Tenaga nya benar-benar terkuras di awal permainan dan sekarang lagi.
__ADS_1
"Aku rasanya tidak kuat," batin Bela tidak mampu menahan sakit.
"Ada apa dengan mu Kak, kenapa seperti ini?" Bela bertanya-tanya sambil menatap Nick yang tidak pernah puas sejak tadi.
Air mata Bela mengalir begitu saja, sakit, sudah pasti sekujur tubuh terasa remuk. Entah kenapa perasaan nya ikut terasa sakit dengan perlakuan kasar Nick.
Nick terhenti, menatap Bela tak bersuara dan terkejut melihat Bela menangis tanpa bersuara.
"Maaf Baby," ucap pelan Nick tersadar merasa bersalah sudah membuat Bela seperti ini.
"Aku tidak bermaksud menyakiti mu, maaf... aku sangat bersemangat," bohong Nick, menyesal membuat wanita tercinta nya kesakitan dan menangis.
Bela tidak menjawab, malah menatap Nick dengan butiran bening terus mengalir.
"Baby, jangan menangis. Aku tidak bisa melihat mu seperti ini. Aku minta maaf sudah menyakiti mu. Ku mohon," sedih Nick juga ikut merasa sakit melihat tangisan Bela.
"Kamu jahat Kak," lirih Bela, suara nya hampir tak terdengar.
Nick memeluk Bela dengan erat, ia sangat menyesal. Cinta yang begitu besar pada Bela hingga tidak bisa menerima kebohongan sekecil apapun dari pujaan hati nya, Nick tidak bisa mengendalikan diri dan berujung menyakiti Bela.
"Maaf Baby. Jangan menangis lagi atau aku akan merasa menjadi pria sangat kejam menyakiti seorang wanita yang ku sayangi," bisik Nick di telinga Bela.
Bela tak menyahuti, ia menerima pelukan hangat Nick. Saking lelah menangis, tubuh tak memiliki tenaga Bela tertidur di pelukan Nick, air mata masih tersisa di wajah cantik nya.
Nick tidak mendengar respon apapun dari wanita yang di peluk, sedikit melonggarkan pelukan dan melihat Bela. Ternyata wanitanya sudah tertidur. Ia tau permainan nya terlalu lama menguras tenaga, di tambah tangisan yang di buat membuat Bela makin lelah, hingga tertidur.
"Maafkan aku baby. Aku tidak bisa mengendalikan amarah ku. Aku mencintaimu. Aku tidak suka wanita yang ku cintai berbohong dalam bentuk apapun. Lebih baik jujur meski kenyataan itu sangat menyakiti dari pada berbohong dan akhir nya juga akan ketahuan dan lebih menyakiti," ucap Nick menatap Bela.
"Aku harap tidak ada kebohongan lain lagi yang kamu lakukan lagi Baby. Aku tidak ingin itu terjadi," lanjut Nick takut.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1