
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Bela menemani Tata, setelah menyuapi makan gadis kecil itu tertidur. Bela harus kembali tapi Nara menahan untuk tetap bersama nya.
Bela tak tega menolak, dia pun menuruti keinginan Nara. Nick melihat Bela tak bisa berkutik menolak keinginan anak-anak tersenyum.
"Mommy, besok Nara lomba cerdas cermat mewakilkan nama sekolah, apa Mommy bisa datang?" tanya Nara menatap penuh harap Bela.
"Maaf sayang, besok Mommy harus ke Inggris jadi tidak bisa datang," jawab Bela mengusap rambut Nara. Saat ini Nara berbaring dan paha nya kini menjadi bantal tidurnya.
"Apa tidak bisa di batalkan Mom? Nara pengen Mommy datang," ucap Nara dengan wajah memelas.
"Huft... baiklah Mommy akan datang, sekarang tidur lah," mengalah Bela tak bisa menolak.
"Yeay, Mommy terbaik," sorak Nara bahagia, mengecup pipi Bela.
Cup.
"Iya, tidur lah," senyum Bela.
Pandangan Nick terus tertuju pada interaksi Bela dan Nara.
"Aku menyesal sudah menyakiti mu, Bela. Aku janji akan menebus semuanya," batin Nick.
Nick bangun dari duduk nya dan berpindah duduk di samping Bela. Bela melihat itu kesal tingkah Nick benar-benar menyebalkan.
"Diam lah, aku tidak akan macam-macam. Aku hanya ingin lebih dekat dengan mu seperti ini," ucap Nick cepat sebelum Bela membuka suara.
"Tapi aku tidak mau, menjauh lah sekarang," usir Bela tidak sudih berdekatan dengan Nick.
"Kenapa? kamu takut?" bisik Nick di telinga Bela.
"Terserah apapun yang kau katakan, sekarang menjauh lah," gerah Bela berdekatan dengan Nick.
"Auwh," ringis Bela, Nick mengigit kecil telinga nya.
"Mommy kenapa?" Nara kembali membuka mata nya mendengar suara Bela.
"Tidak sayang, tidur lah. Mommy tidak apa-apa," ucap Nick cepat menyakinkan putri nya. Dia ikut mengusap rambut Nara.
"Dia benar-benar membuat ku muak. Tingkah nya ini ingin rasanya aku menelan hidup-hidup," monolog Bela kesal.
"Minggu depan kita ada undangan dari perusahaan Xxx. Datanglah bersama ku menjadi pasangan ku," ajak Nick pada Bela.
"Aku tidak mau," tolak Bela tanpa menoleh. Dari pada menjadi pasangan Nick mending tidak usah hadir.
"Kenapa?" tanya Nick.
__ADS_1
"Tidak, ya tidak. Kau tidak perlu banyak tanya," jawab ketus Bela.
"Nick apa yang kau lakukan," kaget Bela, Nick mengh*** leher nya.
"Mau atau tidak?" tanya Nick memaksa.
Keras kepala Bela tidak bisa di balas dengan lembut, itu hanya akan mempersulit semua. Jadi dia harus menggunakan cara ekstrim seperti dulu.
"Tidak," Bela kekeh dengan jawab nya. Dia enggan menjadi pasangan Nick.
"Baiklah itu jawabanmu. Jadi mari kita selesai kan semua di atas ranjang," bisik Nick.
"Dasar gila! kau pikir bisa melakukan itu padaku? mimpi," ucap Bela.
Syukur saat ini Nara sudah tidur jadi tidak mendengar obrolan mereka.
"Ya, aku gila karena mu. Jadi tidak masalah kalau ki-"
Plak!
Satu tamparan mendarat telak di pipi Nick. Bela muak mendengar omong kosong Nick semakin liar.
"Jangan pikir aku akan diam, menerima semua perkataan mu itu. Aku bukan Bela yang dulu muda kau sentuh, jadi buang semua pikiran kotor mu itu, sampai kapan pun tidak akan bisa," tegas Bela menatap tajam penuh ketidaksukaan pada Nick.
"Aku suka kamu seperti ini. Tamparan ini aku anggap penebusan kesalahan ku padamu," ucap Nick santai. Bela mendengar itu tidak tau harus berbicara apalagi.
Dia pun memilih diam, jika terus meladeni Nick. Pria itu akan semakin menjadi dalam berbicara. Bela menyadarkan kepala di sofa dan perlahan memejamkan mata.
"Ya aku suka sangat membenci mu. Jadi berhenti lah mendekati ku," jawab Bela dengan mata terpejam.
"Apa dengan aku menjauh kamu bisa memaafkan ku?" tanya Nick.
"Entahlah."
"Katakan yang jelas Bela. Aku akan melakukan itu jika kamu menginginkan."
"Hmmm, menjauh lah dari ku, mungkin aku bisa memaafkan mu," ucap Bela.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan aku akan melakukan," sahut Nick. Dan Bela langsung membuka mata mendengar perkataan Nick.
"Kau serius?" tanya Bela memastikan menatap lekat Nick.
"Ya, apapun akan aku lakukan, jika itu bisa membuat mu memaafkan ku," jawab Nick.
Bela diam mencari kebohongan di wajah Nick, tapi tidak terlihat. Entah kenapa Bela merasa sakit mendengar Nick berkata seperti itu.
"Ada apa dengan ku? kenapa perasaan ku seperti ini?" batin Bela bertanya.
"Aku titip anak-anak. Aku ke urus administrasi dulu. Tata sudah bisa bisa pulang hari ini," ucap Nick bangkit meninggalkan Bela.
__ADS_1
Bela diam tak menjawab. Dia bingung harus bagaimana? apakah dia harus senang? tapi kenapa dia malah merasa sedih sekarang.
Bela pusing dengan perasaan dan pikirannya tak pernah searah. Sungguh membuat kepala nya hampir pecah.
...****************...
"Sayang Mommy pulang dulu. Jaga kesehatan, makan yang banyak, oke," ucap Bela pada Tata.
Bela ikut mengantar Tata ke mansion Nick. Dia tidak ingin terjebak lebih lama di sini, keadaan saat ini sangat canggung Nick benar-benar mendiamkannya, tidak seperti tadi banyak bicara.
"Iya Mom. Hati-hati di jalan," sahut Tata tersenyum.
"Iya. Nara, Mommy pulang dulu jaga adikmu baik-baik. Hubungi Mommy kalau Tata kenapa-napa, oke," pesan Bela pada Nara.
"Iya Mommy, itu pasti," sahut Nara
Cup.
Cup.
Bela mengecup kening kedua putri nya.
"Mommy pergi," pamit Bela meninggalkan kamar Tata.
Di luar, Bela melihat Nick duduk sambil memainkan ponsel. Bahkan kehadirannya saat itu tidak mengalihkan perhatian nya sedikit untuk menatap nya.
"Nick," panggil Bela.
"Hmmm," Nick berdeham dan menatap Bela sambil menaikan alis bertanya.
"Aku pergi, jaga anak-anak, jika terjadi sesuatu pada mereka segera hubungi aku," ucap Bela.
"Ya," singkat Nick kembali beralih menatap ponsel nya.
Bela kesal melihat sikap Nick seperti sekarang. Dia langsung pergi tanpa berkata-kata lagi.
"Dia benar-benar menyebalkan. Kenapa aku tidak suka dengan sikapnya yang seperti ini? aku kangen Nick yang dulu," batin Bela sedih dan juga bingung dengan keinginan perasaan nya.
Sepanjang perjalanan Bela diam. Dia memikirkan Nick yang berubah.
"Huft... " Bela menghela nafas panjang.
"Jeje, apa kau pernah merasakan sikap pria yang dulu begitu hangat pada kita mendadak berubah dingin. Dan saat perubahan itu, kau merasa kehilangan ingin sikap hangat nya kembali. Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Bela serius menatap Jeje dari kaca depan mobil atas setir mengemudi.
"Saya tidak pernah merasakan perasaan seperti itu Nyonya. Tapi saya pernah mendengar para karyawan kota berbicara hal seperti itu. Kalau tidak salah, itu perasaan rindu kita yang menginginkan orang penting dalam kehidupan kita kembali. Berarti Nyonya harus bisa meminta Pak Nick kembali hangat," jawab Jeje langsung menerka orang yang dalam pertanyaan Bela itu adalah Nick.
"Kau ini sembarangan. Siapa yang mengatakan nama Nick?"
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...