Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 11: Saling menginginkan, tidak lebih


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Sudah puas?" tanya Nick lembut menatap penuh cinta pada Bela melepaskan ciuman nya.


Bela tidak jawab, ia diam menatap wajah tenang Nick.


"Boleh aku minta satu permintaan padamu?" tanya Nick.


"Apa?" singkat Bela.


"Apa kamu akan tepati permintaan ku?" tanya lagi Nick.


"Ak-"


Cup.


Nick mencium singkat bibir Bela menghentikan ucapan nya.


"Tidak perlu di jawab, aku tau kamu tidak akan mau," Nick pun menjauhkan wajahnya dan beranjak pergi. Tapi Bela menahan hingga bibir mereka kembali bersentuhan.


Kali ini kedua sama-sama menikmati, saling membalas. Bela menikmati lidah nick di dalam bermain. Lidah menyapu bersih deretan rongga gigi dalam, rasa nya aneh tapi nikmat.


Kedua tangan Bela meremas kuat selimut. Menikmati ciuman gila semakin panas menuntut lebih.


"Cukup," Nick menyudahi dan menatap Bela yang sudah gerah menginginkan lebih dari ini.


"Kenapa?" tanya Bela kecewa, tubuh nya sudah ingin.


"Apa kamu bisa menuruti satu permintaan ku?" tanya Nick.


Bela mengangguk. "Iya."


"Janji?"


"Janji.".


Tanpa berlama-lama lagi, ia memang sengaja mempermainkan Bela tadi, tapi itu juga sangat menyiksa nya sebenarnya. Demi sebuah rencana harus ia lakukan apapun itu.


Kedua melakukan lagi permainan yang terputus.


1 jam pemanasan.


Tubuh kedua sudah sama-sama polos.


Nick langsung melakukan pada intinya.


"Kak sakit," Bela meringis saat mulai sedikit masuk.


"Tahan sayang, nanti juga terbiasa," sahut Nick mencium bibir Bela.


Sengaja kembali masuk perlahan. Lahan bawa Bela terasa sakit padahal ini bukan pertama kali yang ia lakukan.


Dia semakin kuat meremas selimut. Hingga lahan terinjak.

__ADS_1


"Ahhhh.... kak.... ahhh... " Bela men***** Nick menggoyang pinggulnya lebih cepat.


"Ini sangat nikmat Baby. Tubuh mu sangat seksi aku suka ini."


"Ahhhh... kak.. aku mau pipis," tak tahan Bela tak mampu menahan.


"Keluar kan Baby kita akan sama-sama melakukan bersama." sahut Nick tersenyum.


"Ahhh.... "


"Satu ronde lagi baby aku belum puas," ajak Nick masih menginginkan lagi.


"Kita sudah melakukan Kak, tubuh ku sudah sangat lelah," keluh Bela enggan nambah.


Tapi bukan Nick jika tidak melakukan lagi.


"Diam dan nikmati biar aku yang lakukan saja," ucap Nick kembali melakukan tanpa kenal kata puas.


3 jam...


"Terimakasih Baby. Tubuh mu sangat nikmat. Aku puas, kamu akan menjadi candu ku saat ini," ambruk Nick di samping Bela dan memeluk erat wanita nya.


Kedua kali ia melakukan, sekarang di mansion dan di kamar nya sebagai saksi cinta ranjang mereka.


"Besok pagi ikut lah bersama ku sebelum ke kantor. Dan turuti permintaan ku seperti yang kamu janji," bisik Nick di telinga Bela.


"Hmmm, aku akan tepati Kak. Selamat malam," ucap Bela sudah sangat lelah.


"Selamat malam Baby. Mimpi indah."


#Pagi hari....


Cup.


Satu kecupan singkat di bibir.


"Baby ayo bangun ini sudah pagi," Nick mengelus pipi Bela dengan lembut.


"Ini jam berapa Kak?" tanya Bela perlahan membuka matanya.


"Jam 7," jawab Nick.


"What! kenapa baru di bangunkan sekarang? aku sudah sangat telat," kaget Bela cepat-cepat beranjak dari kasur.


"Auwh," langkah Bela terhenti, lahan bawa terasa nyeri.


"Masih sakit? sini aku gendong," tawar Nick tau wanitanya kesakitan meski bukan pertama kali lagi.


"Makasih," Bela tak menolak menerima gendongan Nick.


Dia tak ingin membuang waktu, sekarang memang butuh bantuan. Apalagi ia sudah sangat telat ke kantor perjalanan dari mansion Nick ke perusahaan memakan waktu 1 jam.


"Keluar lah," usir Bela tiba di kamar mandi.


"Kenapa?" tanya Nick menatap Bela yang mengusirnya.

__ADS_1


"Aku ingin mandi, jadi kakak keluar lah," jawab Bela bingung pertanyaan seperti apa yang di tanyakan Nick sungguh aneh.


"Kita mandi bersama, jika aku menunggu mu aku juga akan telat ke kantor," ucap Nick ikut masuk ke dalam bathtub bersama Bela.


"Kakak!" teriak Bela kesal pria di depan nya langsung masuk tanpa persetujuan nya.


"Baby, jangan teriak. Suara mu bisa sakit nanti," tegur Nick tidak mau Bela sakit.


"Terserah," kesal Bela.


Dia sedikit canggung pada Nick, kejadian semalam yang mereka lakukan tidak bisa ia lupakan. Semua yang terjadi begitu cepat bahkan tubuh nya menikmati. Bukan hanya itu ia juga membalas setiap permainan mereka. Sangat memalukan bukan, ia melakukan tanpa beban.


"Kak," panggil Bela menatap serius Nick.


"Kenapa Baby?" sahut Nick balik menatap Bela.


"Kejadian semalam hanya hubungan sesaat saling menginginkan tubuh satu sama lain tidak lebih. Ku harap Kakak mengerti," ucap Bela hati-hati tidak ingin membuat pria di depan nya tersinggung.


"Kenapa? apa bisa kamu jelaskan alasan mu baby? aku tidak bisa mengerti dengan perkataan seperti ini," seru Nick mendekati Bela.


"Ak-"


Cup.


Nick mencium bibir Bela dengan cepat dan lembut. Bela diam menatap kedua bola mata Nick yang indah juga menatap nya.


Ciuman yang awal hanya sekedar memutuskan perkataan Bela agar tak berlanjut, kini menjadi ciuman panas antara kedua.


Bela tak bisa membohongi dirinya, sentuhan Nick sekarang membuat nya tak bisa menolak. Ia sudah seperti orang bodoh diam menerima dan perlahan akan membalas dan akhir berujung pada ranjang panas.


Nick tersenyum penuh kemenangan. Satu kelemahan Bela sudah ia temukan. Sekarang hanya perlu melakukan langkah berikut.


1 jam kedua kembali melakukan tempur.


"Sudah Kak, kita bisa telat jika terus melakukan ini," tegur Bela tau sudah semakin telat ke kantor. Tapi tubuh nya tak bisa menolak. Nick masih meng***** salah satu gunung kembar nya dan satu lagi jadi bahan mainan di genggam.


"Sedikit lagi, aku belum puas," Nick kembali meng*****.


"Ahhhh... Kak geli... kita bisa lakukan nanti, tapi tidak sekarang aku akan semakin seperti ini," ucap Bela, Nick semakin dalam melakukan.


"Kak... ahhhh... " Bela merasa sengatan listrik menjalar ke tubuh, tangan Nick sudah berada di lahan bawa.


"Ini sangat nikmat Baby. Kamu merasakan itu bukan? nikmati lah. Kerjaan mu tunda besok. Hari ini kita lakukan sesuai keinginan tubuh masing-masing," sengaja Nick memancing gairah Bela. Ia akan menahan Bela lebih lama di sini sampai tidak bisa menolak permintaan nya.


Dia mengetahui dari asisten Bela. Jika mereka akan balik besok setelah kerjaan selesai di kerjakan hari ini. Dan ia tau seperti apa kemampuan Bela tidak bisa di ragukan lagi.


"Tapi besok ak-"


"Nikmati selagi tidak ada tarif Baby, atau kamu mau aku melakukan bersama wanita di luar sana? aku sudah menginginkan," potong Nick cepat.


"No, Kak. Jangan melakukan itu. Baiklah kita lakukan sekarang. Aku juga tidak tahan," jujur Bela menerima kembali melakukan.


Dan seketika ia mengingat sesuatu yang tak di pikirkan sejak semalam.


"Bagaimana jika aku hamil lagi, No. Aku harus memakai KB. Sepertinya belum terlambat kalau dua kali melakukan," monolog Bela berpikir akan membeli setelah melakukan lagi. Ia tidak ingin hamil sudah cukup ada Tata, tidak ingin lagi ada Tata kedua.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2