
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Hari demi hari berlalu berganti dengan hari yang baru. Lima hari di Inggris, Bela baru kembali kemarin. Malam ini dia akan menghadiri undangan dari rekan kerjanya.
Sebenarnya Bela sangat malas menghadiri acara tersebut. Tapi Daddy kembali memaksa, entah kenapa dia merasa aneh. Bahkan semua anggota keluarga nya pun sama.
"Bela, pergilah ke salon. Kau harus tampil sempurna di pesta malam ini. Tidak boleh ada yang kurang," ucap Gilbert pada Bela agar mempersiapkan diri dari sekarang
"No Dad. Aku sudah cantik tanpa harus ke salon, jadi aku menolak," sahut Bela malas menghabiskan waktu berjam-jam di salon.
"Kau makin keras kepala Bela. Daddy seperti nya salah mendidik mu dulu," ucap Gilbert melihat Bela tidak juga menurut.
"No. Daddy sudah benar mendidik ku. Lihat lah sekarang aku tampil cantik, pintar dan kuat tanpa takut pada siapapun. Jadi jangan katakan itu, Daddy sudah berhasil mendidik ku," kata Bela menyakinkan Gilbert.
"Jika seperti itu menurut lah pada Daddy, pergilah ke salon lakukan perawatan."
"Ya, baiklah aku akan menurut. Daddy senang?"
"Tentu, sekarang pergilah. Waktu mu tak banyak lagi."
"Baiklah aku pergi sekarang."
Bela pergi menuju kamar mengambil tas nya, kemudian keluar pergi sesuai permintaan Daddy nya ke salon.
"Aku pergi, bye," pamit Bela meninggalkan mereka.
Sedangkan Yanto masih memandang kepergian Bela keluar.
"Daddy yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Yanto ragu.
"Percayakan pada Daddy. Daddy tau seperti apa Bela, jadi semua akan berjalan sesuai rencana. Kau siapkan resepsi pernikahan mereka. Usia Bela sudah tak muda lagi, apa kau tega melihat adikmu seorang diri terus?" tanya Gilbert melihat keraguan di wajah Yanto.
"Bukan seperti itu Daddy. Bela sangat keras kepala seperti Daddy. Aku takut gagal."
"Sudah lah Yan, percayakan saja pada Daddy. Kita lakukan seperti yang Daddy katakan," ucap Yudha menyudahi keraguan Yanto agar bisa langsung percaya saja.
"Baiklah aku akan percaya," ucap Yanto tak punya alasan lagi untuk tidak percaya. Melihat betapa yakin Gilbert dan Yudha, dia mencoba yakin saja.
Di sisi lain...
Bela sudah berada di salon, dia mulai melakukan perawatan. Para pekerja memberi perawatan terbaik. Wajahnya di beri masker dan dua timun yang di potong bulat di letakan di kedua mata.
Jari kuku kaki dan tangan pun juga mereka beri perawatan. Bela sudah lama tidak melakukan manikur pedikur, dan sekarang baru di lakukan kembali.
Selama perawatan dia mengistirahatkan diri. Sesekali dia akan berbicara pada petugas salon.
"Kalian sudah berapa lama bekerja di sini?" tanya Bela.
__ADS_1
"Sudah 5 tahun Nyonya," jawab nya sama dengan teman lainnya.
"Cukup lama juga. Apa kalian tidak pernah berpikir untuk mencari pekerjaan lain?" tanya Bela lagi penasaran.
"Tidak, kita tidak punya keahlian lain, selain disini."
"Hmmm," Bela jawab dengan berdeham.
Setelah itu tak ada pembicaraan lagi, hingga waktu yang di tunggu tiba.
Lima jam berada di salon, kini penampilan Bela berubah bak Cinderella.
"Nyonya sangat cantik," puji salah satu petugas salon.
"Benar, saya yakin siapapun yang melihat Nyonya nanti langsung jatuh cinta," timpal teman nya yang lain.
"Tentu, saya cantik karena saya wanita. Kalau tampan berarti saya pria," seru Bela tersenyum melihat wajah petugas salon salah tingkah menggaruk kepala.
"Hehehe, Nyonya bisa saja."
#Skip
Hotel Xc.
Acara malam ini di adakan begitu megah, karena hari ini adalah acara anniversary pernikahan rekannya dengan istrinya yang ke 25.
"Selamat Pak Thomas. Semoga pernikahan nya makin awet," doa Bela tulus tersenyum.
"Terimakasih Bu Bela, saya senang Bu Bela bisa menyempatkan diri untuk datang kesini," ucap Pak Thomas senang orang seperti Bela bisa menghadiri acara pentingnya.
"Hmmm, saya kesana dulu," pamit Bela menunjukkan meja bundar di ujung sana.
"Silakan Bu."
"Huft... membosankan," Bela menghela nafas kasar.
Banyak pria memandang nya dengan tatapan lapar, namun Bela seperti biasa tidak peduli. Dia sadar pakaian nya saat ini begitu menggoda kaum adam.
Bela menggunakan dress di atas lutut berwarna hitam dengan manik-manik putih bulat mengkilat. Dress nya menampakkan buah dada, hingga para pria yang melihat akan merasa hawa panas menegang pada pusaka mereka.
"Ck, tatapan menjijikkan," umpat Bela. Dia terus meminum jus yang di ambil dari meja bundar.
Pandangan Bela terhenti pada sosok pria yang dikenal. Dia melihat seorang wanita terus menggoda pria tersebut.
Dan anehnya pria itu tidak menolak, pria itu bahkan membawa wanita itu ke ujung tembok.
Rasa penasaran Bela, dia pun mengikuti mereka. Langkah Bela terhenti melihat kedua orang terhenti berciuman.
Tangan Bela mengepal kuat, dia menghampiri mereka.
__ADS_1
"Apa tidak ada tempat tertutup? hingga di tempat umum seperti ini masih bisa menikmati?" ucap Bela tiba di dekat kedua orang tersebut. Pria nya adalah Nick, sedangkan wanita sama sekali tidak Bela kenal.
Nick mendengar suara seseorang yang di kenal pun melepaskan ciuman nya dan menoleh.
Dan wanita yang berciuman dengan Nick segera kabur mendapat tatapan mematikan dari Bela yang seolah siap membunuh nya.
"Lepaskan, apa yang kau lakukan Nick," kaget Bela, Nick bukan menjawab malah menarik nya mendekat.
"Aku menginginkan mu, Bela," bisik Nick di telinga Bela.
"Jangan mimpi, aku tidak sudih. Kau bisa mencari wanita manapun yang kau suka, apa perlu ku carikan wanita mu tadi? seperti nya kau begitu menikmati," ucap Bela mengingat jelas Nick berciuman dengan wanita tadi, sungguh sangat menjijikkan.
"Aku menginginkan Mu sayang, aku tidak tahan," nafas Nick sudah tidak beraturan lagi. Dia langsung menyerang Bela.
"Nick, apa yang lakukan." Bela tak sempat menghindar Nick mere*** bokong nya, bibirnya mengh**** leher jenjang nya.
"Panas, aku tidak tahan," pinta Nick memohon terlihat jelas dari raut wajah seperti sedang menahan sesuatu.
"Nick, apa yang terjadi padamu?" Bela merasa ada yang tidak beres pada Nick.
"Ka-"
Mphtt....
Nick membungkam bibir Bela dengan kasar, dia benar-benar tidak tahan ingin melakukan sekarang.
Bela tak bisa gegabah di sini banyak orang. Dia harus cepat bertindak.
Nick terus meng***** dengan kasar, dan melepaskan saat Bela hampir kehabisan nafas.
"Nick ka-- ah," Bela kaget Nick mengendong nya ala bridel membawa ke sebuah kamar hotel.
Cekrek...
"Nick apa yang kau lakukan? turunkan aku," berontak Bela. Nick tidak mendengarkan itu. Dia segera menutup pintu.
"Ah... "
Bela di lempar di atas ranjang dan Nick langsung menindih sangat cepat, tidak ada waktu untuk Bela menghindar.
"Nick hentikan ini, ahhh... Nick, apa yang kau lakukan? ahhh... " Nick menaikan dress Bela ke atas dan memasukkan jari ke dalam benda segitiga yang di pakai Bela.
"Ahh.... ini gila, ahhh... Nick," tubuh Bela merangsang sentuhan jari Nick berhasil membangunkan semua ga***h nya dengan cepat.
"Aku mencintaimu Bela, aku mencintaimu," ucap Nick.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1