Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 16: Kenapa sesakit ini


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


"Terserah mu saja. Kita ke kamar sekarang, aku hanya ingin tidur memeluk mu Baby. Aku sangat lelah hari ini banyak kerjaan di tambah pulang mengetahui tidak ada mu di apartemen membuat kepala ku sakit," ucap Nick, langsung menggendong Bela membawa ke kamar, sebelum melangkah masuk ia bergeser ke samping menyalahkan lampu.


Bela tak mengatakan apapun lagi, ia diam menatap wajah tampan Nick. Ada rasa sakit mendengar Nick mengatakan kata terserah. Tapi semua di tepis jauh, biarkan seperti ini. Apa yang di harapkan sebenarnya? cinta Nick? oh no, jangan pernah mengharapkan sesuatu yang tidak akan bisa.


Meski cinta itu ada, belum tentu ia akan mau menjalin hubungan serius.


"Baby kamu kenapa?" tanya Nick setelah membaringkan Bela di samping wanitanya lebih banyak diam.


"Aku tidak apa-apa, tidurlah. Bukannya kata Kakak lelah?" senyum Bela mengelus pipi Nick.


"Tidak, aku ingin seperti ini dulu. Aku ingin merasakan belaian mu baby, kamu jarang melakukan ini padaku," ucap Nick menikmati belaian lembut Bela dan semakin mendekati nya.


"Aku akan melakukan setiap kita bersama, jadi tidurlah."


"Apa kita bisa seperti ini sampai tua Baby?" tanya Nick memberanikan diri, menatap dalam kedua bola Bela.


"Aku tidak tau Kak," jawab Bela bingung.


Dia tidak tau dan tidak pernah berpikir seperti apa jadinya kedepan dengan hubungan mereka.


Pertanyaan Nick berhasil menganggu pikiran nya yang tadi belum selesai di tangani dan sekarang datang lagi.


"Ya sudah tidak apa-apa. Tetap seperti ini baby, sampai aku tidur," pinta Nick tersenyum dan perlahan memejamkan kedua matanya.


Bela tersenyum menatap wajah tampan Nick. Ia ingin egois memiliki Nick seperti orang-orang di luar sana mendapat status jelas. Tapi ia sadar semua tidak akan pernah terjadi, suatu hubungan jika tidak di dasari cinta akan percuma.


Apalagi pria yang kini sudah berhasil mengobrak-abrik hati nya adalah kakak iparnya.


"Aku tidak tau perasaan ku ini benar cinta atau tidak. Jika benar cinta? aku harus apa Kak?" batin Bela sedih dengan perasaannya.


Butiran bening mengalir begitu saja, perasaannya membuat hati menjadi lemah tak terkendali.

__ADS_1


Dia ingin kuat, tapi perasaannya tidak mengizinkan.


Berperang dengan pikiran, Bela tertidur dengan butiran bening masih menghiasi wajahnya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Tiga hari berlalu...


Semua berjalan seperti air, hubungan Nick dan Bela berjalan layak nya kakak adik di depan umum. Berubah menjadi pasang suami istri jika berdua.


Nick begitu menjaga dan melindungi Bela. Semua keperluan Bela di kamar Nick yang mengurus, dan ia tidak keberatan.


Panas nya ranjang tak pernah absen mereka lakukan, bahkan di kantor mereka juga melakukan.


Nick mengajari banyak hal gila pada Bela, dari percintaan di mobil, di sofa, di kursi kerja. Semua mereka lakukan untuk kepuasan hasrat masing-masing.


"Kak aku pamit, aku akan kembali 1 bulan lagi bersama keluarga ku jika mereka setuju," ucap Bela sedih harus berpisah dengan Nick pria tampannya.


"Aku akan menunggu mu baby. Kita akan pindah apartemen, biar lebih aman," seru Nick berat berjauhan dengan Bela.


"Tidak apa-apa Baby, Nara akan mengerti," ucap Nick mengusap pucuk rambut Bela lembut.


"Terimakasih aku pergi."


Cup.


Satu kecupan singkat di bibir Nick. Bela langsung kabur takut di tahan dan mereka akan berakhir di ranjang.


"Dasar nakal. Aku akan menunggu mu Baby, di saat itu aku yakin benih ku sudah jadi di perut mu. Aku tidak sabar menunggu satu bulan lagi," gumam Nick memandang punggung belakang Bela semakin menjauh.


****


Jet pribadi yang membawa Bela telah tiba di bandara. Bela langsung turun, orang-orang yang di perintah kan datang menjemput telah berada di sana.


Bela wanita yang terkenal di kalangan bisnis, dia adalah wanita idaman pria, selain memiliki paras cantik, tubuh aduhai menggoda para iman mata pria, Bela juga wanita pintar dan tentu kaya.

__ADS_1


Tak ada seorang pengusaha tak mengenal nama Bela. Nama Bela terkenal di penjuru Negara. Tapi ia tak pernah sombong akan pencapaian nya sejauh ini. Semua di lakukan semata menghilang rasa bosan. Hidup nya sangat membosankan, tidak ada yang menarik.


"Bagaimana perkembangan perusahaan? tidak ada masalah?" tanya Bela to the saat berada masuk di mobil.


"Aman Nona, semua berjalan lancar. Hanya saja Nona harus secepatnya ke Negara C. Mereka terus menghubungi perusahaan. Saya pikir tidak masalah bekerja sama dengan perusahaan mereka, semua sudah saya selidiki," ucap pria orang kepercayaan Bela yang menjadi tangan kanan di perusahaan nya.


"Apa tujuan mereka gencar ingin melakukan ini?" tanya Bela yakin tidak mungkin tanpa alasan mereka ingin kerja sama dengan perusahaan nya. Di lihat dari besar perusahaan mereka seperti nya tidak terlihat kekurangan investor atau lainnya.


"Mereka ingin nama perusahaan mereka makin besar dengan bekerja sama dengan perusahaan Allen yang terkenal di mata kalangan pembisnis di dunia," jawab nya menjelaskan semua dari hasil selidik beberapa hari kemarin.


"Hmmm, seperti itu. Baiklah. Atur keberangkatan saya ke sana. Tapi bukan dalam minggu ini. Dan besok kau urus dulu perusahaan, saya akan seharian di mansion menghabiskan waktu bersama putri kecil ku. Jangan sekali kau coba menghubungi saya apapun itu, penting tidak nya ditahan satu hari tidak akan membuat perusahaan bangkrut," tegas Bela memperingati. Semua sudah dipikir matang-matang. Tidak ada harta yang paling berharga selain keluarga.


"Baik Nona. Saya tidak akan mengingat itu."


"Hmmm, bagus. Galih, Jeje," panggil Bela beralih menatap kedua wanita yang setia mengikuti nya kemana pun, hingga tidak memiliki kesempatan menjalin hubungan dengan pria mana pun saking sibuk mengurus Bela.


"Iya Nona," sahut kedua serentak.


"Semua yang terjadi di Negara A tutup rapat. Jangan sampai keluarga saya tau, kalau masih sayang nyawa kalian," ancam Bela dengan tatapan mengintimidasi.


"Tidak Nona. Kami akan tutup rapat. Kami belum menikah bagaimana sudah memilih end," ucap cepat Galih merahasiakan demi keselamatan hidup kedepannya.


"Tapi kami rela end, jika Nona sudah menikah dengan Pak Nick," timpal Jeje.


"Kau mau mati! dasar asisten gila!" marah Bela kesal mendapat perkataan yang sampai kapan pun tidak akan pernah bisa terjadi.


"Sekali lagi kau bicara seperti itu tidak ada ampun, kau akan langsung ku kirim menemui ajal mu," lanjut nya lagi dengan wajah serem.


"Maaf Nona, becanda. Saya janji tidak mengulangi lagi," takut Jeje melihat kemarahan Bela di wajahnya.


Galih melihat itu tersenyum kecil, sudah tau Nona mereka sangat sensitif dengan kata pernikahan masih saja mengatakan itu secara terang-terangan.


"Makan tuh kemarahan Nona. Hehehe.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2