Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 27: Cintanya untuk Ara bukan Bela


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Bela sudah selesai berkemas barang nya dan Tata yang akan di bawa ke mansion Nick.


Sebenarnya Bela tak masalah, malahan senang, tapi yang ia takuti adalah kedekatan mereka akan membuat semua curiga.


"Bela apa sudah selesai kemas nya? tanya Amber menghampiri Bela di kamar Tata atas perintah Yanto meminta nya segera memanggil Bela sudah hampir satu jam belum juga kembali.


"Sudah, apa kau di suruh Kak Yanto memanggil ku?" tanya balik Bela yakin. Yanto pria gila, entah kenapa ia bisa memiliki sang kakak nyebelin seperti itu.


Tapi ia masih beruntung bisa memiliki Yudha yang baik dan pengertian padanya.


"Seperti dugaan mu. Sini aku bantu bawakan," Amber menawarkan diri dan mengambil tas kecil Tata yang biasa di gunakan untuk ke sekolah.


Bela hanya mengisi beberapa baju Tata, ia malas membawa banyak, karena nanti akan ia beli saja, begitu pun dengan nya.


"Tidak perlu, aku tidak membawa banyak barang, jadi tidak perlu repot aku bisa bawa sendiri," tolak Bela.


"Aku tidak masalah Bela. Sudah lah biarkan aku membantu mu. Lagian aku kesini juga ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Amber berubah misterius membuat Bela merasakan aneh.


"Tanya? emangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku?" penasaran Bela tidak seperti biasa Amber seperti ini.


"Apa kau memiliki perasaan pada Nick?" tanya serius Amber menatap lekat Bela.


Glek!

__ADS_1


Bela terdiam tak menyangka pertanyaan kakak iparnya sejauh ini. Apa yang Amber pikirkan hingga memiliki pertanyaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelum nya.


Apa di wajah nya tertulis Bela menyukai Nick? kan, tidak mungkin. Lalu dari mana?


"Bela," panggil Amber melihat Bela diam.


"Ah, ada apa?" tanya Bela sadar, berusaha menutup semua kecurigaan Amber tentang perasaannya.


"Kau menyukai Nick?" tanya ulang Amber meski Bela diam tak menjawab ia masih belum menemukan jawaban dari pertanyaan nya. Bela memasang wajah kebingungan seperti orang yang kaget tidak terlihat gugup, hal itu membuat nya tak bisa memastikan benar atau tidak.


"Aku menyukai Kak Nick?" ucap Bela mengulangi pertanyaan Amber dan di angguk benar oleh Amber.


"Kau seperti nya sudah gila seperti Kak Yanto. Ya aku tau kalian pasangan suami-istri, tapi setidaknya jika Kak Yanto setengah Kak jangan ikutan Amber. Aku sudah di buat pusing dan kesal oleh nya, sekarang kau pun sama," ucap Bela bingung harus berkata apa lagi.


"Bukan seperti itu Bela. Aku bertanya seperti ini, karena aku merasa Nick memiliki perasaan padamu dan itu terlihat dari cara pandang nya padamu. Bukan hanya aku yang merasa seperti itu, Ais pun sama seperti ku, jika kau tidak percaya tanyakan padanya," terang Amber yakin dengan penglihatan dan kepekaan mata dan perasaan mereka.


"Kau tidak tau apapun, Nick hanya mencintai Ara. Aku tidak pernah berharap cinta Nick untuk ku, aku sadar diri. Ara wanita baik, penurut, penyayang tidak seperti ku keras kepala dan ingin menang sendiri. Yang di kata Kak Yanto benar tidak akan ada pria yang betah bersama ku. Dan Nick dekat ku bukan karena menganggap ku Bela, tapi Ara. Tapi semua itu tidak masalah buat ku selagi hubungan kita masih bisa berjalan," monolog Bela sedih. Hatinya sangat hancur harus selalu menyadarkan diri sendiri tidak banyak berharap apapun dari Nick.


"Hmmm, aku tidak bisa berkata apapun lagi, jika kau sudah seperti ini. Aku dan semua hanya ingin kebahagiaan untuk mu Bela," tulus Amber sayang pada Bela.


Bela wanita yang baik, meski keras kepala. Dia tidak pernah menyakiti siapapun dengan mulut pedasnya. Dia begitu menjaga bahasa nya agar tidak menyakiti keluarga nya.


"Terimakasih sudah memikirkan ku. Kedepannya tidak perlu lagi, aku sudah sangat bahagia dengan kehidupan ku sekarang. Bersama kalian adalah kebahagiaan ku," ucap Bela terharu, Amber begitu memikirkan nya.


"Iya. Aku percaya itu. Ya, sudah kita turun sekarang atau Kakak mu Yanto kesini," ajak Amber yakin semua sudah menunggu mereka di bawah.


"Hmmm, ayo."

__ADS_1


Mereka segera keluar dari kamar Tata. Kedua jalan beriringan dengan sedikit obrolan menemani jalan menuju lantai bawah.


Amber menanyai kerjaan Bela apa ada kendala dan apa saja yang membuat nya sibuk sekarang. Dan Bela menjawab semua dengan santai sesuai yang di alami sekarang, tidak ada kendala, hanya banyak proyek yang harus di kerjakan bersama klien nya.


"Kau pasti sangat kelelahan mengurus semua sendiri," ucap Amber mendengar semua kesibukan Bela.


"Tidak. Kau tau aku sudah terbiasa dengan semua ini. Aku terlatih sejak usia 19 tahun, jadi semua tidak ada apa-apa nya lagi. Pikirkan suamimu saja, dia pasti akan membutuhkan mu. Ku lihat dia selalu meminta bantuan pada Kak Yudha," kata Bela.


Kini kedua telah tiba di ruang tamu, obrolan mereka yang berjalan tidak terasa sudah tiba berada bersama yang lain lagi.


"Apa yang kalian lakukan di atas? kenapa sangat lama?" penasaran Yanto selidik yakin ada yang mereka bicarakan.


"Tidak ada Yan, aku dan Bela hanya bicara masalah kerjaan. Bela meminta ku untuk membantu mu biar kau tak lagi merepotkan Yudha. Dan aku setujui yang di katakan Bela," jawab Amber dan duduk di samping Yanto, sedangkan Bela duduk di samping Daddy Gilbert.


"Tidak perlu sayang. Aku tidak mau merepotkan mu. Dan kau, Dek jangan mengatakan aneh-aneh pada Amber," tegur Yanto tidak suka jika istri nya bekerja.


Baginya tugas istri di rumah mengurus semua keperluan suami dan anak. Tugas suami bekerja mencari nafkah.


"Kenapa? apa yang ku katakan tidak aneh, semua benar," sahut Bela santai tidak peduli Yanto tidak suka.


Bela menentang keras pandangan Yanto seorang wanita jika sudah menikah harus melepaskan kerjaan dan memilih di rumah. Dan hal itu sangat di benci Bela, untuk apa belajar tinggi-tinggi jika semua yang dilakukan tidak berguna, hasil akhirnya berdiam diri tidak bisa mewujudkan apa yang di impikan.


"Terserah mu saja, Dek. Kakak akan terus berdoa suatu saat nanti kau jatuh cinta dan bucin parah," sumpah Yanto pada Bela.


"Dan semua doamu tidak akan pernah terjadi. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah jatuh cinta, apalagi bucin!" tegas Bela penuh penekanan di akhir kata.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2