
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Pagi hari Bela sudah rapi begitu pun dengan Calista.
"Dad, aku dan Lista berangkat sekarang. Tidak perlu memikirkan kerjaan lagi, aku sudah kembali sekarang," ucap Bela.
"Kak, aku luan. Maaf gak bisa makan bareng, aku sangat sibuk," sombong Bela, lalu pergi meninggalkan meja makan.
"Astaga, kau benar-benar sombong Dek, apa ini yang diajarkan Daddy mu?" tanya Yanto melihat sikap tengil Bela, menggeleng kepala tersenyum kecil.
"Biarin, dari pada Kak Yanto nyebelin!" teriak Bela agar dapat di dengar Yanto di dalam.
"Hei, suara mu membuat kuping ku sakit bodoh!" kesal Calista. Bela berdiri tepat di samping nya membuat telinga nya sakit.
"Ck, mengatai orang bodoh seperti kau tidak bodoh saja," balas Bela tidak terima di kata bodoh.
"Tentu, aku tidak bodoh. Aku seorang dokter," bangga Calista tersenyum manis.
"Tapi aku lebih terkenal dari mu, nama ku di kenal semua kalangan bisnis di dunia," Bela tak kalah membanggakan dirinya.
"Sombong."
"Kau juga."
"Ah, sudah lah. Bicara dengan mu membuat pagi cerah ku menjadi mendung," ucap Calista pergi meninggalkan Bela menuju garasi mobil.
Hari ini Calista akan ke rumah sakit tempat baru nya bekerja. Bela memberi kebebasan pada Calista untuk menggunakan mobil mana pun yang di suka di garasi.
"Nyonya, perusahaan kita mendapat undangan pertemuan dari perusahaan X. Apa Nyonya akan pergi?" lapor Galih mengenai jadwal Bela hari ini.
"Jam berapa pertemuan nya ? dan dimana?" tanya Bela, tanpa mengalihkan perhatian dari Ipad nya.
"Jam 12, di restoran Xx," jawab Galih.
"Hmmm, baiklah kita akan kesana. Apa kau sudah melakukan yang saya perintahkan kemarin?" Bela menatap serius Galih.
"Sudah Nyonya, saya sudah mengonfirmasikan pada semua, jadi saya jamin tidak akan yang kaget dengan wajah baru Nyonya," jamin Galih.
Dia kemarin mendapat tugas dari Bela menganti semua foto lama dengan foto baru. Bahkan foto lama di minta langsung di bakar, tidak boleh di simpan. Meski bingung dan penasaran, Galih menuruti tanpa bertanya.
Galih juga di perintahkan mengirim email pada semua rekan bisnis, wajah baru Bela, agar pertemuan kedepannya tidak ada yang kaget melihat Bela.
"Bagus."
...----------------...
Nick duduk di kursi kebesaran nya, sejak video yang ditunjukkan Alex saat itu, dia terus memikirkan semua Bela.
__ADS_1
Alex pria gila berhasil mengacaukan otak nya sejauh ini.
"Aku benar-benar tidak bisa melupakan video itu. Fokus Nick, fokus, lupakan dia. Jangan memikirkan nya lagi," ucap Nick pada diri nya sendiri.
Tok... tok... tok...
"Masuk," perintah Nick dari dalam mempersilahkan seseorang di luar segera masuk.
Cekrek...
"Pagi, Pak. Maaf menganggu," ucap Riska sekretaris Nick.
"Hmmm, katakan ada apa?" tanya Nick pada Riska yang berdiri di depan nya.
"Perusahaan kita mendapat undangan dari perusahaan X untuk pertemuan, apa Bapak akan pergi?" tanya Riska.
"Jam berapa?"
"12 Pak, saat jam makan siang."
"Baiklah kita akan pergi, tapi sebelum itu kita menjemput anak-anak saya dulu."
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi," pamit Riska meninggalkan ruangan Nick.
Nick kembali mencoba fokus pada kerjaan dan melupakan video yang di tunjukkan Alex.
Dan tanpa terasa terlalu fokus, dia hampir melupakan janji temu dari perusahaan X, jika saja Riska tidak datang mengingat kembali dia pasti lupa, masih sibuk dengan dokumen.
"Kita langsung ke sekolah," ucap Nick pada sopir nya. Dia duduk di belakang sambil memainkan ponsel mengecek informasi. Mata nya terhenti pada berita terbaru hari ini.
Nick kaget melihat gambar di layar ponsel nya. Bagaimana tidak, berita terbaru hari ini mengenai CEO perusahaan Alen, tentu berita itu akan menjadi paling terlaris dan panas di kalangan bisnis.
Wajah baru Bela beredar dan sekarang menjadi trending. Di kabarkan satu bulan menghilang, karena wajah nya rusak hingga melakukan operasi plastik.
Nick mengingat ungkapan Bela di video saat itu, menjadi sedih. Ternyata semua itu benar di lakukan Bela. Dia berpikir Bela hanya berbicara asal, karena sedang marah. Tapi semua salah.
Selama perjalanan Nick terus memandang wajah baru Bela, entah kenapa hatinya terasa sakit.
"Riska, kau turunlah jemput anak-anak," perintah Nick. Mereka telah tiba di sekolah Nara dan Tata.
"Baik Pak," sahut Riska segera turun melakukan perintah Nick.
"Dek, itu Kak Riska sekretaris Daddy, lagi apa dia di sana. Yuk kita samperin," ajak Nara menggandeng tangan Tata ikut bersama nya.
"Iya," singkat Tata.
Perpisahannya dengan Bela, benar-benar membuat Tata gadis kecil jarang bicara. Senyuman nya pun tak pernah terlihat lagi.
"Kak Riska," panggil Nara menghampiri sekretaris Daddy nya.
__ADS_1
"Nara, Tata, kalian sudah keluar?"
"Iya, Kak Riska sedang apa di sini? apa sedang menunggu seseorang?"
"Hmmm, kakak sedang menunggu kalian. Ayo kita pergi, Daddy kalian sudah menunggu di mobil," ajak Riska.
"Daddy ada di sini? emangnya kita mau kemana Kak?" tanya Nara penasaran tidak biasa Daddy nya menjemput mereka membawa sekretaris.
"Iya, untuk itu Kakak tidak tau. Nara tanyakan pada Pak Nick, ayo."
Tata diam tak mengeluarkan sepatah kata pun, dia mengikuti mereka.
"Tuan putri Daddy sudah datang, ayo masuk," ucap Nick dan kedua gadis kecil itu segera masuk.
"Daddy ada apa? kita akan di bawah kemana?" tanya Nara masih penasaran.
"Wah, putri Daddy begitu penasaran. Coba tebak kemana Daddy akan mengajak kalian?"
"Tata, bantu pikir kemana Daddy akan mengajak kita pergi," ajak Nara pada adiknya diam, tidak merespon obrolan mereka.
"Tidak. Tata cape, Kak," malas Tata tidak bersemangat.
Nick sedih melihat Tata sebulan ini bersikap seperti ini. Perkataan Alex kembali terlintas dibenak nya. Apakah dia harus mengalah demi kebahagiaan putri nya. Nick benar-benar pusing memikirkan semua nya.
Dia sudah malas berurusan dengan Bela lagi, melihat perubahan Bela yang menjadi trending di dunia bisnis, membuat perasaan nya campur aduk.
15 menit....
Mereka tiba di restoran Xx, dan langsung masuk ke dalam ruangan, pertemuan ini hanya sekedar makan-makan jadi tidak masalah membawa keduanya putri nya.
"Halo Pak Nick, selamat datang silakan duduk," sopan pria tersebut.
"Terimakasih Pak Dika. Kenalkan ini anak-anak saya, apa tidak masalah saya membawa mereka?"
"Tentu tidak masalah Pak Nick. Anak-anak Bapak sangat cantik mirip de-"
"Selamat Siang, maaf sedikit terlambat," ucap Bela tiba. Dia tidak melihat Nick tadi saat masuk, hingga tiba, kaget namun dengan cepat dia merubah ekspresi nya seperti orang asing tak pernah saling kenal.
"Siang juga, tidak apa-apa. Silakan duduk Bu Bela," ramah Pak Dika mempersilahkan Bela duduk di samping Nick.
"Maaf Pak, boleh saya duduk di sini?" tanya Bela enggan duduk di dekat Nick.
"Tentu boleh Bu. Silakan," Pak Dika mempersilahkan.
"Terimakasih," ucap Bela dan kedua asisten nya duduk di samping kiri kanan nya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1