
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setelah kembali membersihkan diri untuk kedua kalinya. Nick benar-benar membuat Bela seperti seorang ratu. Pria itu melayani Bela dari hal kecil hingga besar.
"Kak biarkan aku melakukan sendiri," protes Bela sejak keluar kamar mandi Nick menggendong nya dan memakai pakaian ke badan nya.
Dan bahkan sekarang ingin menggenakan lipstik di bibir nya.
"Sangat menggoda Baby," senyum Nick menatap lekat bibir Bela sudah di beri lipstik merah terlihat indah.
"Kak jangan lagi. Aku harus pergi sekarang," memperingati Nick tidak melakukan sekarang atau ia bisa gagal membeli sesuatu yang sangat di butuhkan.
Nick menarik tubuh Bela mendekat, kedua tangan melingkar di pinggang ramping nya.
"Kamu begitu menggoda Baby. Aku selalu ingin memakan mu," ucap Nick tersenyum dan mendekati wajahnya pada Bela.
Hidung kedua bahkan sudah bersentuhan. Tarikan dan hembusan nafas bisa mereka dengar dari satu sama lain. Bahkan tatapan kedua begitu dalam.
Tak ada ada pembicaraan lagi, kedua sama-sama diam menatap dan merasakan perasaan lewat mata.
"Aku mencintaimu baby. Sangat mencintai mu. Bukan karena wajah kalian mirip. Tapi kepribadian kalian yang berbeda memiliki daya tarik tersendiri untuk ku. Apapun pemikiran mu tentang ku sekarang, aku tidak peduli, aku akan mengikat mu dengan cara ku sendiri hingga nanti kamu sadar dan tidak bisa pergi lagi," batin Nick puas dengan semua rencana nya sejauh ini berjalan lancar.
"Maafkan aku Ara. Aku sudah menikmati tubuh suami mu, tapi aku janji tidak akan merebutnya dari mu. Hubungan ku dengannya hanya untuk kepuasan masing-masing. Dia begitu mencintai mu, dia melakukan ini karena wajah kita mirip. Jika tidak, tidak akan seperti ini. Maaf jika aku memanfaatkan wajah kita yang mirip untuk menikmati tubuh suami mu. Jujur, aku sangat menikmati sentuhan nya. Sentuhan nya membuat ku melayang berasa seperti berada di angkasa," batin Bela mengakui kesalahan nya dan berharap kembaran mengerti keadaan nya saat ini.
"Baby, apa kamu menikmati permainan kita?" tanya Nick setelah kedua lama diam, jarak mereka masih sama.
"Iya Kak, aku menikmati. Terimakasih sudah mau menjadi partner ranjang ku," jujur Bela puas dengan semua yang mereka lakukan bersama.
"Partner ranjang?" ucap ulang Nick bingung.
"Hmmm, sekarang Kakak adalah partner ranjang ku. Kita akan melakukan tanpa ada ikatan yang membuat kita terikat satu sama lain. Aku juga ingin hubungan ini hanya kita berdua yang tau. Keluarga ku dan keluarga mu tidak perlu tau. Dan kita akan bersikap layaknya adik kakak ipar di depan keluarga masing-masing," jelas Bela panjang lebar tidak ingin hubungan yang serius.
__ADS_1
"Apa kamu yakin ingin seperti ini baby?" tanya Nick memastikan.
"Sangat yakin Kak," senyum Bela.
Cup.
Dengan berani Bela mencium bibir Nick singkat.
Nick tersenyum, ia tidak keberatan apapun keinginan Bela. Terpenting mereka masih bisa dekat.
"Apapun itu Baby aku turut. Aku akan menyiapkan apartemen rahasia kita setelah kamu pindah. Di sana kita akan bebas melakukan," ucap Nick.
"Terserah kakak saja," sahut Bela tidak mempermasalahkan di mana melakukan asal tidak ketahuan keluarga mereka.
Cup.
"Tetap seperti ini jadi wanita penurut pada partner ranjang mu. Aku akan memuaskan mu setiap saat," bahagia Nick memiliki Bela di sisiNya.
"Tentu. Aku akan menurut pada mu kakak ipar. Kamu sudah membuat ku tergila-gila," senyum Bela memanggil Nick kakak ipar.
"Benarkah? aku tidak menyangka sudah membuat wanita berkuasa tergila-gila padaku."
"Itu kenyataan nya Kak. Aku tergila-gila pada sentuhan mu."
"Tidak masalah jika baru sentuhan, aku akan membuat mu tergila-gila mencintai ku," batin Nick bertekad.
"Aku juga. Tubuh mu sangat nikmat dan seksi. Aku jadi tidak rela membiarkan pria luar sana melihat mu memakai pakaian kurang bahan apalagi melihat mainan ku," ucap Nick menyadari pakaian yang di kenakan Bela selalu terbuka.
"Bukan kurang bahan Kak. Memang pakaian nya seperti ini, di Inggris bukan masalah besar, ini kecil. Tiap hari juga aku memakai bahkan lebih dari sekarang yang ku kenakan. Stop mengatakan apapun tentang pakaian ku. Aku di besarkan di Inggris, aku sudah terbiasa dengan semua di sana," ujar Bela nyaman dengan semua yang di kenakan.
"Baiklah aku mengalah tidak akan membahas lagi. Tapi jangan biarkan pria mana pun menyentuh mu. Selain aku."
"Tergantung jika ada yang lebih memuaskan dari mu. Aku akan membiarkan dan mungkin akan menikahinya," sahut Bela enteng.
__ADS_1
"Sebelum itu terjadi aku akan menghamili mu baby. Enak saja melakukan itu. Sekali milik ku akan selama nya menjadi milikku," batin Nick tidak terima perkataan Bela santai.
"Lakukan saja, aku tidak memiliki hak melarang mu kita hanya partner ranjang tidak lebih, aku bahagia jika kamu bahagia," senyum Nick.
Mendengar itu entah kenapa hati Bela terasa sakit. Seketika ia sadar jika pikirannya memang benar. Padahal tadi perkataan nya tidak serius, ia tidak memiliki rencana untuk menikah. Tapi mendengar ungkapan Nick mata nya terbuka lebar lebih sadar keputusan nya memang sudah benar seperti ini.
"Hmmm. Aku pergi sekarang. Masih ada yang harus ku urus," ucap Bela, perkataan Nick berhasil membuat otak nya tak tenang.
"Hati-hati di jalan. Aku akan ke apartemen mu sore nanti."
Cup.
"Iya, jika aku belum kembali nanti langsung saja masuk pin nya tanggal lahir ku."
"Ok."
Kepergian Bela, Nick masuk ke masuk ke ruang ganti. Ia akan ke kantor sebentar masih ada kerjaan yang belum di kerjakan. Satu bulan di luar negeri pasti banyak dokumen yang harus di tanda tangani seperti biasa.
Setelah rapi 15 menit kemudian ia keluar dan berpapasan dengan Nila.
"Mau kemana Kak?" tanya Nila melihat sang Kakak keluar dari kamar dengan setelan jas rapi seperti akan ke kantor.
"Ke kantor," jawab Nick.
"Kok ke kantor? Bela gimana? lagian ini sudah jam 11 siang udah telat," ucap Nila bingung dengan sang kakak masih saja memikirkan kerjaan.
"Kerjaan di kantor banyak Nila, dan aku gak bisa biarin begitu saja. Lagian Bela sudah pergi ada kerjaan yang harus dia kerjakan," jelas Nick tidak bisa membiarkan kerjaan semakin menumpuk.
"What! pergi? kok aku gak tau Bela pergi? kenapa gak kakak kasih tau aku kalau Bela mau pergi?" kesal Nila marah pada Nick.
"Lah mana aku tau. Aku pergi sekarang. Hari ini dan 3 hari kedepan aku gak pulang. Kerjaan banyak jadi aku akan lembur dan tidur di kantor. Titip Nara jaga baik-baik."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...