
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Sebelum meninggalkan kediaman Allen. Nick tidak henti memohon menyakinkan Pak Gilbert, dia mengatakan semua yang terjadi, mengenai perasaan nya, rencananya, niat nya yang serius saat itu ingin menjadi kan Bela Istrinya.
Gilbert mendengar semua itu sedikit tersentuh, dia dapat melihat kesungguhan di wajah Nick tidak ada kebohongan.
Sepanjang perjalanan kembali ke rumah sakit
Nick tidak henti merutuki kebodohannya. Dia telah membuat hidup Bela hancur, hingga Bela sangat membenci wajahnya sendiri.
Nick menyesal, dia berjanji akan menebus semua kesedihan yang di buat dengan kebahagiaan.
Di sisi lain...
Bela kesal pada Daddy nya, bagaimana tidak mendadak memintanya ke rumah sakit menjenguk putri nya, jika tidak dia tidak di perbolehkan memanggil gilbert daddy.
Sungguh menyebalkan, lagian dari mana Daddy tau Tata berada di rumah sakit. Itulah pertanyaan yang kini sedang Bela pikirkan.
"Galih, kau tetap di sini. Jeje ikut saya ke rumah sakit," perintah Bela bangkit dari kursi kebesaran nya, pergi.
"Nyonya apa terjadi sesuatu pada Nona Tata?" tanya Jeje khawatir mendadak Bela ingin ke rumah sakit, sebelumnya tidak mau.
"Saya tidak tau, semoga tidak ada yang serius," sahut Bela cemas mendapat pertanyaan Jeje mulai memikirkan yang tidak-tidak pada Tata.
"Iya Nyonya."
"Hmmm, nanti kau saja yang masuk ke ruang rawat Tata, saya akan menunggu di luar," ucap Bela pada Jeje.
"Kenapa tidak Nyonya saja yang masuk? biar bagaimana pun Nona Tata adalah anak Nyonya. Jangan karena kebencian Nyonya pada Pak Nick, anak-anak yang tidak tau apapun kena imbas. Itu tidak adil Nyonya. Maaf saya tidak bermaksud menyalahkan, tapi saya mengatakan menurut pandangan saya dari sisi Nona Tata," ungkap Jeje mengatakan apa yang di pikirkan. Dia berharap perkataan panjang lebar nya ini dapat di mengerti Bela.
Bela diam, memikirkan perkataan Jeje ada benar nya. Dia sudah terlalu egois, hingga putri nya harus ikut menderita karena kebencian nya pada Nick.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy tidak seharusnya membenci kalian juga," batin Bela sadar.
"Terimakasih sudah menyadarkan saya," ucap Bela pada Jeje tulus.
"Sama-sama Nyonya, ini sudah tugas saya," sahut Jeje ikut senang jika atasnya sadar.
35 menit....
__ADS_1
"Saya akan masuk lebih dulu, kau tolong beli makanan kesukaan Tata," perintah Bela, turun dari mobil segera masuk.
Setiba di depan ruang rawat Tata, Bela langsung masuk tanpa peduli pada Nick yang berdiri di depan pintu seperti sedang menunggu seseorang.
Namun langkah nya terhenti, Nick menahan pergelangan tangannya.
"Ikut aku sekarang," Nick menarik Bela ikut bersama nya.
"Lepaskan, apa yang kau lakukan gila!" pekik Bela marah tidak suka dengan tindakan Nick sudah keterlaluan.
"Kenapa kamu tidak pernah bilang juga mencintaiku?" tanya Nick melepaskan Bela.
"Untuk apa? semua sudah berlalu. Saya tidak mencintai mu lagi," jawab Bela.
"Tidak, kamu masih mencintai ku Bela. Jangan membohongi perasaan mu lagi. Aku tau kamu melakukan operasi plastik karena kamu lelah setiap kita berhubungan kamu beranggapan aku menganggap mu Ara, itu tidak benar. Aku menganggap mu Bela. Kamu harus tau itu," terang Nick menjelaskan pada Bela agar tidak salah paham lebih jauh.
"Bukan urusan ku lagi. Semua sudah berlalu. Meski aku mencintaimu, aku tidak pernah berpikir menjalin hubungan serius apalagi menikah," seru Bela penuh penekanan mengingatkan Nick stop berharap pada nya.
Nick menatap Bela yang serius dengan perkataan nya, berjalan mendekat. Bela mundur perlahan, ia cemas dengan situasi seperti ini. Nick membawa nya ke belakang pintu yang terhubung dengan tangga atas naik ke rooftof.
Tempat itu sangat jarang di lewati orang.
"Kenapa? kamu takut?" senyum Nick senang melihat wajah baru Bela yang gugup sekarang.
Dia dapat melihat cinta di mata Bela, meski ada benci yang terpancar juga.
"Takut? untuk apa? aku sangat membenci mu, Nick," marah Bela tanpa ragu. Kedua nya bahkan begitu dekat. Nick berdiri di hadapan Bela.
"Dan aku masih sama sangat mencintai mu," ucap Nick. Wajah mereka kini begitu dekat, Nick dapat mendengar hembusan nafas Bela.
"Gila! kau pikir aku mainan? setelah kau buang mau mau di pungut lagi? tidak akan. Aku Bela tidak akan membiarkan itu terjadi," tegas Bela marah perkataan Nick tidak bisa di terima.
"Aku tau itu, sekarang aku ingin memperbaiki semua. Beri aku satu kesempatan," pinta Nick, hidung kedua bahkan kini sudah bersentuhan.
Mereka saling beradu pandang lewat mata masing-masing. Nick sadar saat ini Bela sangat membenci nya, dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati Bela lagi.
"Tapi aku tidak ingin memberi kesempatan apapun padamu," sahut Bela.
"Jangan salahkan aku jika kita melakukan di sini," ancam Nick menakuti Bela.
"Ka-"
__ADS_1
Mphttt...
Nick membungkam bibir Bela dengan nya. Bibir mungil yang manis sangat di rindukan. Bela marah tindakan Nick selalu seenak nya kini tak bisa di maafkan lagi.
"Dasar pria gila!" umpat Bela dalam hati kesal pada Nick.
Prok...
Bela mengangkat siku lutut nya dan menendang senjata Nick dengan kuat.
"Auwh.... " Nick meringis kesakitan melepaskan ciuman dan memegang senjata.
"Itu belum seberapa, jika kau masih melakukan sesuka mu jangan salahkan aku jika milik mu tidak berfungsi lagi," ancam Bela santai tidak merasa bersalah, malah tersenyum senang melihat ringisan kesakitan Nick.
"Kamu sangat nakal. Aku akan membuat mu menyesal sudah melakukan ini. Senjata yang kamu lukai akan membuat mu tidak bisa bergerak lihat lah nanti," balas Nick tidak kalah, ancaman nya lebih menakutkan.
"Aku tidak peduli, bye," ucap Bela meninggalkan Nick sendiri dengan rasa sakit dari perbuatan nya.
Cekrek....
Bela masuk melihat putri kecilnya berbaring di ranjang rumah sakit, berjalan mendekat.
"Mommy," ucap serentak kedua melihat Bela masuk.
"Tetaplah tidur, jangan bergerak," ucap Bela.
"Mommy Tata rindu," tangis Tata dan Bela melihat itu merasa bersalah, menarik Tata ke pelukan nya.
"Mommy juga sayang, maafkan Mommy. Tata tidak membenci Mommy, kan?" tanya Bela, Tata masih berada di pelukan nya.
"Tidak Mom, Tata tidak bisa benci Mommy. Tata sayang Mommy," jawab Tata mengeratkan pelukan nya tidak mau melepaskan.
"Mommy jangan pergi lagi, Tata tidak bisa jauh dari Mommy," pinta nya penuh mohon.
"Iya, Mommy tidak akan pergi. Tapi Mommy tidak bisa mengunjungi Tata tiap hari," sahut Bela melonggarkan pelukan nya dan menatap lekat wajah putri kecilnya.
"Jangan sedih dong. Mommy janji kalau tidak sibuk akan mengunjungi Tata, tapi kalau Tata tidak sabar menunggu kunjungan Mommy, Tata bisa ke mansion Grandpa," lanjut Bela memberi pengertian pada Tata.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1