Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 19:Perdebatan kecil


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Bela begitu talenta merawat Tata, seharian full waktu nya hanya untuk Tata seorang, kedua kakak dan iparnya begitu senang melihat perhatian dan kasih sayang Bela pada putri nya.


Kini mereka yakin keputusan Bela untuk pindah memang tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, tanpa berpikir buruk niat sesungguhnya Bela apa.


Tiga hari berada di rumah sakit, hari ini Tata sudah di perbolehkan pulang. Tata begitu bahagia bisa pulang dan menagih janji pada Bela.


Di mansion...


Di ruang keluarga semua duduk santai, ketiga bocah kecil sibuk dengan mainan masing-masing. Tata sudah aktif kembali. Daren dan Edward tidak suka dengan Tata sepupunya yang sangat cerewet.


"Kau sangat berisik Kak, telinga ku sakit mendengar nya," kesal Darren tidak suka Tata banyak bicara memaksa mereka ikut bermain mainan nya.


"Hei, aku kakak mu. Tidak sopan berbicara seperti itu. Aku baru sembuh jadi menurut lah dengan ku, main mainan ku," ucap Tata balik memarahi kedua adik sepupunya.


"Sudah kita turuti saja, apa kau mau telinga mi makin sakit? aku sih tidak mau," mengalah Edward tidak banyak protes mengikuti permintaan Tata.


"Jadi lah adik yang baik seperti Edward. Karena kau adik yang penurut, aku akan mengajak mu ikut bersama ku bersama Mommy jalan-jalan," senyum Tata mengajak Edward.


"Terimakasih Kak, kapan kita akan jalan-jalan?" tanya Edward tidak sabar, ini adalah hal langkah bisa jalan bersama Aunty Bela. Mengingat waktu yang di miliki di mansion sedikit Edward merasa sangat senang.


Darren diam mendengar itu, ia ingin ikut jalan-jalan, sama seperti Edward yang senang momen langkah Bela ingin jalan-jalan. Tapi ia tidak tau harus melakukan apa, Tata sepupu cerewet tidak mengajak nya.


"Aku akan bertanya pada Mommy," ucap Tata pada Edward dan beralih menatap Bela duduk bersama Grandpa, Aunty dan Uncle. "Mommy, kapan kita jalan-jalan?"

__ADS_1


"Aunty, Darren ikut," tanpa tau malu, Daren bangun mendekati Bela menggoyang tangan nya memohon.


"Tidak, kau selalu membantah omongan ku jadi tidak ku ijinkan. Mommy cepat katakan kapan kita akan pergi, Tata dan Edward tidak sabar untuk jalan-jalan," ucap Tata tidak peduli pada Daren, ia lebih menyayangi Edward tidak banyak melawan.


Semua mendengar tegas nya Tata menolak Darren ikut menggeleng kepala. Yanto melihat wajah sedih putra nya tidak tega melirik Bela yang sadar akan wajah nya di pandang menoleh.


Bela mengerti arti tatapan Yanto, turun melirik Darren.


"Kita akan pergi besok. Daren juga boleh ikut," senyum Bela gemas mencubit pipi Darren. Dan mendengar itu Darren senang loncat kegirangan.


"Tidak, kenapa di ajak Mommy? Daren nakal selalu mengatai Tata, selalu menolak perkataan Tata, tidak seperti Edward baik dan penurut," protes Tata tidak terima Darren ikut jalan-jalan bersama mereka.


"Itu karena kau sangat berisik Kak. Aku tidak suka orang berisik, lihat Aunty Bela tidak seperti mu, Aunty cantik dan tenang, tapi kau jelek dan cerewet. Bahkan Mommy ku saja kalah dari cerewet mu," ucap Daren membedakan Tata dan Mommy nya Amber.


"Mommy lihat itu, Daren mengatai ku jelek, aku tidak setuju Daren ikut," Tata tidak terima Darren semakin mengatai nya.


Bela mendengar itu jadi pusing sendiri, ia tidak pernah di hadapkan situasi seperti ini. Kedua bocah terus berdebat, tidak seperti bocah satu nya diam tidak ikut menimpali apapun, sibuk dengan mainan Tata berbagai macam alat medis rumah sakit.


"Kak, lakukan sesuatu aku tidak tau seperti apa menangani mereka. Kakak tau aku tidak memiliki pengalaman menengahi anak kecil berdebat. Aku jago nya menengahi orang jahat melakukan kejahatan dalam pekerjaan," ucap Bela meminta bantuan pada Yanto agar tidak diam melihat ini dan segera bertindak.


"Belajar lah jadi Ibu yang baik dek, seperti ini saja sudah pusing. Bagaimana kedepannya kalau punya keluarga sendiri?" bingung Yanto dengan kemampuan Bela mengurus anak-anak yang ribut tidak tau.


"Stop mengatai ku. Darren menuruni sifat jelek mu sangat buruk," kesal Bela tidak suka jika Yanto sudah membahas kata keramat itu.


"Dan Tata menuruni sifat keras kepala mu," balas Yanto santai. Ia mendekati sang putra dan menarik tangan nya pelan.


"Darren, tidak boleh bicara seperti itu pada Kak Tata. Biar cerewet, Tata tetap kakak Darren. Daddy tidak pernah mengajari Darren bicara seperti itu, cepat minta maaf pada Kak Tata," ucap nya mengajari sang putra lembut penuh penekan.

__ADS_1


"Huft... baiklah. Darren minta maaf Kak Tata. Jadi apa boleh Darren ikut?" ucap Darren memilih mengalah jika Daddy sudah berkata tidak ada yang bisa di bantah.


"Hmmm, karena Tata baik hati baiklah Darren bisa ikut," senyum Tata manis, Darren mendengar itu tak berbicara lagi, ia enggan ribut nanti si cerewet bisa berubah pikiran lagi.


"Sekarang kembali lah bermain di sana," usir Yanto meminta Darren kembali bergabung dengan Edward yang asyik bermain mainan dokter-dokteran milik Tata.


Tata dan Edward memiliki cita-cita yang sama ingin menjadi seorang dokter, berbeda dengan Darren ingin menjadi pengusaha.


...----------------...


"Bela, apa keputusan mu sudah bulat? Daddy tidak ingin kau kenapa-napa, kau tau Daddy sangat menyayangi mu, Daddy tidak ingin kau tersakiti," khawatir Gilbert dengan keputusan Bela.


Sekarang mereka sedang berbicara kepindahan ke negara A, semua pada serius. Ada keraguan dengan keputusan Bela yang akan berakhir buruk kedepannya.


Berusaha sebisa mungkin menasehati dan memberi penjelasan dari keputusan Bela apa saja yang bisa terjadi, Bela tetap kekeh dengan keputusan nya.


Mereka bukan menentang atau tidak suka tinggal di Negara A, mereka hanya takut semua yang sudah mereka sembunyikan selama ini terbongkar.


"Aku sangat yakin Dad. Terima kasih sudah menyayangi ku dan mengkhawatirkan ku, tapi aku akan baik-baik saja," menyakinkan Gilbert, Bela sudah sangat yakin dengan keputusan nya. Berjauhan dengan Nick sekarang sangat menyiksa nya.


Permainan panas mereka selalu terbayang memutari otaknya. Bela tak bisa tidur nyenyak malam hari ia harus begadang mengerjakan kerjaan untuk mengundang rasa ngantuk agar bisa tidur.


Pengaruh Nick pada dirinya begitu besar. Padahal mereka baru beberapa hari menjalani hubungan. Tapi seolah sudah lama.


"Baiklah, jika kau sudah sangat yakin dengan keputusan mu Daddy akan mendukung. Tapi ingat tidak ada pindah dadakan lagi," ucap Nya memperingati Bela tidak kembali melakukan seperti yang lalu.


"Iya, tidak akan. Karena semua sudah setuju, aku akan mulai mengurus semua. Dan kita akan pindah satu bulan lagi," ucap Bela.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2