Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 17: Sakit


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Tiba di mansion Allen, Bela segera masuk, kedua asisten nya sudah di usir pulang ia pun memberi mereka libur sehari. Bagaimana juga kehidupan mereka sampai saat ini tidak dekat dengan pria karena setia menemani nya kemana pun pergi.


"Ingat pulang juga ternyata, Daddy pikir hanya kerjaan di otak mu," sindir Gilbert menatap sinis putri nya.


"Maaf Dad, aku tau aku salah mengingkari janji ku, seharusnya dua hari kemarin aku balik bukan sekarang. Tapi mau bagaimana lagi kerjaan ku belum selesai, jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan baru bisa kembali," jelas Bela sedikit kebohongan di katakan, tidak mungkin berterus terang menemani Nick menghabiskan waktu dengan bercinta. Yang ada kepala langsung di penggal oleh Daddy nya.


"Ya, ya, ya, karena kerjaan bagi mu segalanya dari putri mu," sindir nya lagi kesal pada Bela tidak pernah perhatian pada Tata, hanya kerjaan yang di perhatikan.


"Terserah Daddy saja mau kata apa, dimana Tata?" tanya Bela tidak melihat keberadaan putri kecilnya itu.


"Ibu macam apa kau Bela, kemana saja kau kemarin seharian full tidak mengaktifkan ponsel. Kami di sini sudah seperti orang gila menghubungi mu tidak ada jawaban, bahkan kedua asisten sialan mu itu sama tidak bisa di hubungi. Kau tau putri mu yang tak sebanding dengan kerjaan mu yang lebih dari segala-gala nya kemarin sangat membutuhkan mu, tapi kau tak ada. Entah apa yang kau lakukan kemarin," marah Gilbert mengingat kejadian kemarin.


"Maaf kemarin aku lupa menyalahkan ponsel. Emangnya ada apa dengan Tata? kenapa Daddy bisa berbicara seperti itu? apa terjadi sesuatu pada Tata?" tanya beruntun Bela khawatir.


Mendengar amarah Daddy seperti ini seperti memang terjadi sesuatu serius pada Tata, jika tidak, tidak akan menunjukkan taring nya. Wajahnya juga sangat tidak bersahabat terlihat jelas sedang marah dan juga kekecewaan.


Bela tak sanggup menyimpulkan sesuatu yang buruk terjadi pada putri nya, jika benar terjadi seperti itu. Ia akan akan sangat menyesalinya dan merasa bersalah.


"Pergilah ke rumah sakit, Tata berada di sana," jawab Gilbert tak tega melihat wajah Bela gelisah.


"Apa yang terjadi dengan Tata? kenapa bisa berada di rumah sakit?" tanya Bela cemas, dadanya terasa terkena tembakan pistol mengenai jantung, kaki nya tak mampu berdiri kokoh lagi.

__ADS_1


"Tidak ada masalah serius, pergilah ke rumah sakit rawat putri mu jika merasa bersalah. Tata sangat membutuhkan perhatian mu saat ini. Daddy harap kau tak mengulangi hal seperti ini kedepannya. Kau berani melakukan ini, jadi kau harus siap mempertanggungjawabkan bukan hanya melahirkan, membesarkan, tapi juga kasih sayang dan perhatian," ucap Gilbert panjang lebar menceramahi Bela.


Bela tunduk tersadar mendengar perkataan sang Daddy, ia merasa gagal menjadi seorang Ibu.


Tak ada perkataan pembelaan diri seperti biasa di lakukan, kesalahannya membuat nya diam.


"Pergilah, Daddy tau kau telah menyesali semua ini. Daddy yakin kau bisa memberikan kebahagiaan untuk Tata," ucapnya lagi setelah lama diam melihat wajah penuh penyesalan pada Bela.


"Iya Dad. Aku janji akan meluangkan waktu ku untuk Tata, aku akan menyamping semua hal di dunia dan mengutamakan Tata. Terimakasih sudah menyadarkan ku," Bela mendekati sang Daddy dan memeluk erat mengucap banyak terima kasih pada sang kuasa telah memberi Daddy terbaik yang peduli padanya dan putri nya.


"Duh, kesayangan Daddy manisnya kalau udah kayak gini. Daddy senang kau sudah sadar sekarang. Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Nya tanpa Bela berkata, ia sudah dapat bisa menebak.


"Daddy seperti peramal deh, aku belum mengatakan apapun, tapi Daddy sudah tau aja."


"Tentu, kau putri Daddy, semua tentang mu sudah Daddy ketahui," bangga nya menyombongkan diri.


"Kau belum mengatakan apa yang ingin kau katakan Bela!" teriak Daddy, Bela terus melangkah pergi.


"Lain kali Dad. Aku sedang tidak terburu-buru," sahut Bela tanpa menghentikan langkah nya.


Dalam perjalanan, otak nya tak henti memikirkan Tata. Ia yakin tiba nanti akan ada ceramah beruntun. Seperti apa sifat kedua kakak nya itu ia sudah bisa


Bela sudah pasrah nanti, yang sekarang di pikirkan tiba dan melihat keadaan putri kecilnya. Ia akan merawat dengan penuh cinta, tidak akan membiarkan merasakan kekurangan.


Pak sopir keluarga Allen melihat Nona besar terus menunjukkan kekhawatiran dari raut wajah diam terharu di dalam hati. Pemandangan yang jarang di perlihatkan, ia berpikir Nona besar hanya memikirkan kerjaan lebih penting dari Nona kecil, ternyata semua tidak benar.

__ADS_1


Tak lama mereka tiba di depan rumah sakit, sopir cepat keluar membuka pintu untuk Bela.


Selama perjalanan masuk, perasaan nya tak tenang mencemaskan Tata. Saat ingin berhenti menahan salah satu suster menanyai ruangan putri nya, terdengar suara seorang pria memanggil namanya.


"Bela!"


"Kakak," Bela sedikit terkejut namun langsung menghilangkan keterkejutannya itu dengan menanyai Tata. Ia yakin keberadaan Yudha di sini menjaga putri nya.


"Dimana ruangan Tata? dia baik-baik saja kan? tadi tiba di mansion Daddy mengatakan Tata masuk rumah sakit, emangnya apa yang terjadi padanya hingga bisa masuk rumah sakit? tidak ada masalah serius dengan nya, kan? dan sekarang bagaimana kondisi nya?" tanya Bela beruntun tidak membiarkan Yudha celah berbicara. Dan Yudha mendengar itu menghela nafas menggeleng kepala.


Dia tidak menyangka adik kecil bisa juga secemas ini pada Tata. Ya, pikiran nya dan semua sama, berpikir Bela lebih mementingkan kerjaan.


"Kakak, aku bertanya kenapa malah menatap ku seperti itu, kakak pikir diam begitu aku bisa mendapat jawaban dari pertanyaan ku," kesal Bela marah tidak terima diam nya Yudha seperti tidak mempedulikan semua pertanyaan nya yang sangat takut terjadi hal buruk pada Tata.


"Kakak pikir kau tidak jadi pulang lagi, jadi kakak diam, mungkin saja sekarang sedang bermimpi melihat kehadiran mu di sini," ucap Yudha santai, sedikit marah pada adiknya telah ingkar janji, hingga membuat Tata dua hari enggan makan dan terus menanyai mommy nya.


"Maaf, aku tau aku salah. Sekarang aku kembali untuk putri ku. Aku akan menebus kesalahan ku," menyesal Bela penuh penyesalan.


"Sudah, tidak perlu sedih. Ayo kita ke ruangan Tata. Dia pasti seneng melihat Mommy nya kembali," ajak Yudha tidak tega melihat wajah sedih penuh penyesalan pada Bela.


Dia bisa memahami Bela. Hidup penuh aturan sejak kecil, tanpa merasakan hidup bebas sekedar senang-senang bersama keluarga atau lainnya membuat nya terbiasa. Hingga sekarang sedikit sulit beradaptasi.


Semua tidak sepenuhnya kesalahan Bela, semua butuh proses dan biarkan prosesnya seperti air yang mengalir.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2