Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 34: Bukan ibu yang baik


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Bela awalnya ingin terus diam mendengar semua perkataan Nick, tapi semakin dia diam tak meladeni, Nick semakin menjadi.


"Stop! kau terus berbicara sejak tadi. Apa kau pikir kau sudah benar, hah? jangan sok tau. Saya tidak peduli apapun julukan mu pada saya, saya tidak peduli. Kau urus saja putri mu, kau jangan melupakan perkataan mu saat itu," ucap Bela menatap tajam penuh kebencian terpancar di kedua bola mata nya.


"Dan satu lagi, bawa mereka jauh-jauh, saya tidak ingin menyakiti mereka lebih baik kau segera bertindak. Seseorang bisa menjadi gila jika melihat sesuatu yang sangat di benci," lanjut Bela melepaskan tangan nya dari genggaman Tata dan pergi.


"Mommy!" teriak Tata berlari mengejar Bela.


"Tata, berhenti sayang. Sudah," Nick mengejar Tata menghentikan tindakan nya. Percuma semua usaha nya. Bela keras kepala.


"Hiks... hiks... hiks... Mommy Daddy... Mommy... kenapa Daddy jahat?" tangis Tata pecah dan jatuh pingsan.


"Tata," panik Nick melihat Tata tak sadarkan diri.


"Daddy, Tata," cemas Nara takut adiknya kenapa-napa.


"Kita bawa ke rumah sakit, ayo," ajak Nick menggendong Tata.


Di sisi lain...


Bela menangis sejadi-jadinya, dia tidak sanggup melakukan hal seperti ini. Bersikap tidak peduli pada putri kandung nya sendiri, sangat sakit.


"Maafkan Mommy sayang, maafkan Mommy... Mommy bukan Ibu yang baik untuk mu. Mommy Ibu yang buruk," tangis Bela hatinya hancur berkeping-keping.


Kedua asisten nya melihat Bela seperti sekarang, ikut sedih. Mereka juga dapat merasakan apa yang di rasakan Bela. Tidak ada seorang Ibu yang benar tega membenci anak kandung nya.


"Nyonya," panggil Galih menoleh ke belakang.


"Ada apa?" tanya Bela menyeka air mata di wajahnya.


"Nona muda jatuh pingsan dan sekarang di bawah ke rumah sakit, apa ki-"


"Tidak perlu, kita ke kantor saja," ucap Bela cepat memotong perkataan Galih. Dalam hati nya dia khawatir memikirkan keadaan Tata.


"Maafkan Mommy, sekali lagi Mommy bersikap tidak peduli padamu," batin Bela Sedih merasa tidak pantas di panggil Ibu lagi.

__ADS_1


"Baik Nyonya."


"Bagaimana kerjaan di kantor pusat? apa ada masalah? sudah lama saya tidak mendengar kabar," tanya Bela mengganti topik pembicaraan.


"Semua baik Nyonya. Tidak ada masalah. Apa Nyonya ingin berkunjung ke sana?"


"Tidak buruk. Besok kita ke sana," sahut Bela berpikir mungkin dengan seperti ini lebih baik.


Selama perjalanan tak ada obrolan lagi. Bela diam memikirkan Tata. Perasaannya tak bisa tenang.


Tiba di kantor, Bela langsung di sibuk kan dengan kerjaan. Dia sengaja menyibukkan diri agar tidak kepikiran Tata.


...----------------...


"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" cemas Nick menatap Dokter baru keluar.


"Keadaan nya sangat lemah, Nona banyak pikiran dan hal itu tidak baik untuk anak-anak di usianya. Sebaiknya selesaikan masalah anda Tuan, jangan biarkan anak kecil menderita. Saya tidak apa yang sebenarnya terjadi, tapi saya harap Tuan mengerti maksud saya ini," ucap Dokter dan Nick diam. Dia tidak tau harus berkata apa.


Nick tersadar semua yang di lakukan menurut nya baik ternyata salah.


"Maafkan Daddy, Daddy sudah egois," batin Nick sedih, menyesal.


"Silakan."


"Terimakasih," Nick segera masuk bersama Nara ke dalam ruang Tata di rawat.


Nick sedih melihat keadaan putri kecilnya berbaring lemas tak berdaya seperti sekarang.


"Nara, jaga adikmu. Daddy pergi sebentar, Kak Riska akan menemani kalian nanti," ucap Nick pada putri sulung nya.


"Iya Dad," sahut Nara.


Nick keluar dan menghambat Riska.


"Riska masuklah, jaga anak-anak saya. Hubungi saya jika terjadi sesuatu, saya akan pergi sebentar," ucap Nick.


"Iya Pak."


"Hmmm, saya pergi sekarang."

__ADS_1


Di dalam mobil Nick melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian setelah melewati jalan yang lumayan jauh, mobil Nick tiba di kediaman Allen.


Nick turun dan segera masuk ke dalam.


"Ada apa kau kemari? apa kau tidak puas menghancurkan hidup putri ku?" marah Gilbert tidak suka dengan keberadaan Nick di sini.


"Saya tidak pernah menghancurkan hidup putri anda. Kedatangan saya hanya ingin mencari Bela memberitahu Tata masuk rumah sakit," ucap Nick tidak ingin mencari ribut, dia masih menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Ck, di saat sakit baru kau memberitahu kami. Selama ini kemana saja? lebih baik kau pergi, tidak usah mengharapkan apapun dari putri ku. Kami yang akan menjenguk Tata nanti," kata Gilbert. Dia cemas mendengar cucu kesayangannya sakit.


"Kenapa? apa Bela seperti ini karena didikan anda Pak Gilbert? apa anda tau sifat Bela sangat buruk dan saya tau sekarang semua karena anda, seharusnya saya sadar itu," ucap Nick bingung pada pria tua di depan nya, bicara nya persis Bela begitu tajam.


"Putri saya tidak seburuk yang kau pikirkan. Saya yang membesarkannya, saya tau seperti apa dia. Dia berubah kejam karena kau, kau sadar itu. Kau menghancurkan hatinya berkeping-keping di saat dia mulai mencintai mu. Pria seperti apa dirimu Nick? kau bahkan mengambil separuh nafas nya, kau membuat nya membenci wajahnya sendiri. Dan sampai kapanpun saya sebagai Daddy nya tidak akan memaafkan orang yang sudah menyakiti nya," marah Gilbert mengatakan semua dan Nick kaget mendengar perkataan Gilbert mengenai perasaan Bela.


Selama berhubungan dengan Bela, Bela tidak pernah mengungkapkan perasaan nya. Lalu bagaimana Gilbert bisa tau.


"Apa maksud Bapak? bagaimana mungkin Bela memiliki perasaan pada saya?" tanya Nick tidak percaya.


"Kenapa kau kaget? Saya adalah Daddy nya saya yang membesarkannya, saya juga yang mendidiknya. Meski Bela tidak mengatakan perasaan nya padamu, saya tau dia mencintaimu. Kau ingat pertama kali Kau datang bersama Bela?" tanya Gilbert dan Nick mengangguk mengingat.


"Saat itu lah saya tau Bela mencintai mu. Dan karena itu saya memberi ijin Bela menginap di mansion mu. Saya harap itu bisa membuat Bela mengubah prinsipnya dan bisa menjalin hubungan serius dengan seorang pria," terang Gilbert jujur, tapi kini semua harapan nya sudah lenyap. Dia tidak bisa mengharapkan apapun lagi, selain Bela menjadi wanita kuat.


"Jadi... " Nick tidak melanjutkan perkataan nya. Dia merasa menjadi pria bodoh yang tidak peka pada perasaan Bela.


Dia sadar sekarang. Dia menyesal sudah membuat Bela seperti sekarang.


Gilbert melihat ekspresi Nick berubah pun menyadari satu hal.


"Apa kau tidak tau perasaan Bela padamu?" tanya Gilbert yakin tebakan nya tidak mungkin salah.


"Iya," angguk Nick membenarkan. Saat ini dia benar-benar kaget dan bingung harus apa setelah mengetahui semua, sedangkan Bela sekarang sudah sangat membenci nya.


Nick ragu Bela dapat memaafkan nya. Setelah semua luka yang di berikan.


"Dasar bodoh! pergi lah dari hadapan ku," marah Gilbert.


"Saya akan pergi, tapi sebelum itu saya ingin meminta izin pada Pak Gilbert memberi restu saya mendekati Bela lagi. Saya janji akan membahagiakan Bela. Saya tidak akan menyakiti Bela, saya menyesal, saya tidak kalau Bela selama memiliki perasaan yang sama dengan saya."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2