
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
"Saya tidak akan menyesal, penyesalan saya hanya satu menyentuh wanita pembohong seperti mu. Dan untuk cinta, saya rasa tidak. Perasaan cinta saya padamu, hanya karena wajah mu mirip dengan Ara, jika tidak. Saya tidak akan mencintai mu. Sifat kalian berbeda jauh bagai langit dan bumi tidak ada yang sama," kata Nick mengeluarkan semua yang di rasakan tanpa peduli perasaan Bela sekarang.
"Tentu, aku sadar diri Kak. Aku sudah memasang dinding itu terlebih dahulu. Jangan khawatir apapun, aku tidak berniat merebut mu dari Ara. Aku harap kedepannya jika kita bertemu jadilah orang asing seperti tak pernah mengenal satu sama lain," ucap Bela, dadanya begitu sakit mengatakan semua ini. Dia sudah terlanjur mencintai Nick.
Tapi sekarang ia harus mengubur semua dalam-dalam. Ungkapan Nick tadi sudah sangat jelas dia hanya mencintai Ara.
"Itu pasti. Saya tidak ingin bertemu dengan mu lagi. Saya akan mengambil hak asu Tata, saya tidak ingin putri saya di asuh wanita pembohong seperti mu," putus Nick tidak mau Tata menjadi seperti Bela.
"Ambillah. Lakukan sepuas mu, Nick. Lakukan saja, aku tidak peduli. Aku sangat membenci mu! sangat membenci mu!" teriak Bela muak, dia benci keadaan seperti ini. Kehidupan seperti senang melihat nya hancur.
"Terserah! saya tidak peduli. Jangan pernah temui Tata lagi. Saya tidak mau putri saya di pengaruhi oleh mu," Nick memperingati Bela dan pergi.
Bela terjatuh dan duduk di lantai. Air matanya tak bisa di tahan lagi sekarang. Dia hancur, hidup nya kini di hancurkan Nick. Tidak ada harapan untuk nya hidup sekarang.
"Kau mengajarkan arti benci sesungguhnya Nick, kau mengatai ku yang tidak pernah ku lakukan. Kau menatap ku seolah aku ini sampah. Kau bahkan mengambil putri ku seolah aku juga orang jahat yang tidak patuh ada di dunia. Kau kejam Nick. Aku membenci mu!" teriak Bela marah. Dia menghancurkan semua barang di apartemen.
Bela bangkit mengambil pecahan kaca guci yang di pecahkan dan berjalan, langkah terhenti di camera CCTV.
"Terimakasih untuk semua Nick. Hinaan mu sudah membuat ku sadar. Rawatlah putri mu dengan baik. Aku menyerahkan nya untuk mu. Detik ini wajah ini tidak akan kau lihat lagi," Bela menggoreskan pecah kaca yang di ambil ke wajahnya. Dia sangat membenci wajah nya sekarang. Dia sangat membenci semua hal yang berkaitan dengan Ara.
Apartemen Nick kini sudah mirip dengan tempat pembuangan sampah. Bela meninggalkan apartemen.
...****************...
"Nick apa yang kau lakukan? kenapa mendadak ingin membawa Tata? apa Bela sudah tau?" cegah Yanto.
"Bela sudah memberi hak asu Tata pada saya. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan apapun, saya tidak akan menyakiti Tata, dia anak kandung saya. Saya hanya tidak mau Tata di rawat sama Ibu jahat seperti Bela," ucap Nick terlihat jelas amarah di wajah nya.
"Tata, ayo ikut Daddy. Mulai hari ini Tata akan tinggal di mansion Daddy," ajak Nick menggendong Tata.
"Mommy juga kan, Dad?" tanya Tata.
__ADS_1
"Tidak sayang, hanya Tata. Mommy tidak akan ikut," jawab Nick.
"Kenapa Mommy tidak ikut?"
"Sudah Tata, jangan tanya lagi. Sekali Daddy bilang tidak ya tidak," tegas Nick tidak suka pembahasan apapun mengenai Bela lagi.
"Nick, berhenti!" teriak Yanto mengejar Nick pergi menggendong Tata.
Perasaan dan otaknya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Nick sangat marah pada Bela tega melakukan ini padanya.
Tekad nya sudah bulat pergi membawa Tata. Dia tidak mau Tata sama seperti Bela banyak bohong.
"Jangan bertanya apapun pada saya. Tanyakan saja pada Bela. Saya harap Bela tidak menemui Tata lagi. Karena saya tidak akan mengizinkannya," ucap Nick serius. Lalu pergi meninggalkan mansion keluarga Allen.
Sepanjang perjalanan menuju mansion, Tata terus menangis, gadis kecil itu tidak mau jauh dari Bela.
Nick yang sejak tadi berusaha membujuk Tata, menyerah. Dia membiarkan Tata menangis. Keras kepala Tata sama seperti Bela, hal itu membuat nya kesal.
"Dia benar-benar mengajarkan putri ku yang tidak baik. Keputusan ku saat ini sudah tepat, aku tidak menyesal," batin Nick yakin.
Gilbert sangat marah mendengar cerita Yanto, dia yakin terjadi sesuatu pada Bela. Bela pasti tidak baik-baik saja sekarang.
"Hubungi semua orang kita Yudha, cari Bela. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya," perintah Gilbert. Perasaan nya mengatakan Bela tidak baik.
"Iya Dad," sahut Yudha. Dia segera menghubungi semua orang mereka.
"Aku bersumpah jika putri ku kenapa-napa, aku akan membunuh Nick dengan tangan ku sendiri," janji Gilbert, perasaan nya tak bisa tenang memikirkan Bela.
"Ais, bawa anak-anak ke kamar," perintah nya.
"Baik Dad."
"Boy, ayo ke kamar. Sudah waktunya istirahat," ajak Ais lembut pada anaknya dan ponakannya.
"Iya Mom, Aunty," jawab kedua nya.
__ADS_1
Kepergian mereka, ponsel Gilbert berbunyi. Dia segera mengangkat.
π:"Katakan dimana Bela sekarang?"
π:.....
π:"Dasar bodoh! kalian asisten Nya bagaimana tidak tau, hubungi semua orang yang pernah Bela temui. Jangan menghubungi saya sebelum mendapat informasi tentang Bela, mengerti?" marah Gilbert pada asisten bodoh dan langsung mematikan panggilan sepihak.
"Yanto, hubungi semua pihak bandara. Hentikan semua penerbangan hari," titah Gilbert.
"Tapi kenapa Dad? apa yang terjadi?" tanya Yanto tidak mengerti.
"Bela sedang tidak baik-baik saja sekarang, Daddy yakin sudah terjadi sesuatu pada Bela dan Nick, cepat lakukan. Daddy akan menghubungi orang Daddy mencari tau kemana saja hari ini Bela pergi," ucap Gilbert.
Yanto mengerti maksud perkataan Daddy, segera melakukan sesuai perintah menutup semua penerbangan kemanapun yang ada di negara A.
"Bela, Daddy mohon jangan melakukan hal nekat seperti dulu. Ada Daddy di sini, nak. Kau tidak sendiri, Daddy bersama mu," batin Gilbert sedih. Dia cemas akan keadaan Bela sampai saat ini belum ada kabar.
Gilbert teringat pada Bela, dimana dia memberi hukuman dan hinaan bersamaan. Bela melakukan percobaan bunuh diri. Dan koma selama setengah tahun.
"Daddy," Yudha berada di samping Gilbert langsung menahan nya yang hampir terjatuh.
"Duduklah Dad, Bela akan baik-baik saja, jangan khawatir," Yudha menenangkan Gilbert.
"Tidak, Daddy tau seperti apa Bela. Daddy yang merawat nya sejak bayi saat dia lahir," ucap Gilbert tidak bisa tenang sebelum mendapat kabar Bela.
"Bela beda dengan wanita lain. Dia tidak segan mengakhiri hidup nya. Daddy tidak mau kejadian di masa lalu kembali terulang, temukan Bela secepatnya, atau kita akan kehilangan Bela untuk selamanya," lanjut nya tak bisa membayangkan seperti apa jika semua benar terjadi.
"Maksud Daddy apa?" tanya Yudha tidak mengerti.
"Dulu saat usia Bela 15 tahun... " Gilbert menceritakan semua kejadian masa lalu Bela tanpa ada yang di tutupi.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1