
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
"Mommy!" teriak gadis kecil berlari pada wanita mirip Ara.
Bela yang di panggil Mommy oleh gadis kecil mengerutkan kening menoleh kiri kanan mencari mommy yang di panggilannya itu.
Tapi kiri kanan dan tak ada siapapun di dekatnya.
"Mommy," panggil Nila lagi berlari memeluk Bela.
Bela yang di peluk dan di panggil Mommy tak berkata, ia bingung dan membiarkan saja gadis kecil itu.
"Nara rindu Mommy, jangan pergi lagi," sedih Nara melepaskan pelukan dengan wajah sedih menatap Bela.
"Astaga, apa-apaan ini? kenapa hari ini aku sangat sial sekali, tadi pria gila menempel, sekarang gadis kecil ini," batin Bela bertanya pada dirinya bisa gila terus seperti ini.
"Sayang, tante bukan Mommy mu," ucap Bela sedikit berjongkok memposisikan dengan tinggi Nara.
"Tidak, Nara ingat foto Mommy di rumah dan tidak mungkin Nara salah mengenal Mommy," ucap Nara mengingat jelas foto di mansion penuh gambar Ara.
"Oh, jadi anak kecil ini anak kakak kembaran ku. Sepertinya pria itu sangat mencintai nya, hingga tiga tahun sudah tiada masih setia," pikir Bela sudah mengerti maksud perkataan Nara.
"Sayang, tante memang mirip dengan mommy Nara, tapi Tante bukan mommy. Tante Aunty Nara. Mommy Nara Kakak kembaran Aunty," jelas Bela tidak ingin gadis kecil di depan nya salah paham.
Dia tidak berniat menjadi Ibu untuk siapapun, ia tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan orang yang baru di temui.
Semua yang berada di sana mendengar pengakuan Bela adalah kembaran Ara. Otomatis Bela adalah adik ipar Nick dan mereka adalah keluarga, terkejut bukan main.
Sama hal dengan Galih dan Jeje yang baru tau kebenaran ini. Mereka tidak menyangka Bela memiliki kembaran, sejauh bekerja bersama Tuan besar tidak ada sedikit gosip tentang anak dari Tuan selain Bela.
Nila tak dapat berkata-kata lagi, wanita di depannya adalah wanita yang di lihat kemarin di TV. Dan dugaan nya pun tepat tidak meleset.
Bela kembaran Ara. Tapi kenapa baru muncul sekarang? itulah pertanyaan yang berputar di otak Nila bertanya-tanya.
"Maaf," tunduk Nara sedih ternyata Bela bukan Mommy nya.
__ADS_1
Bela melihat kesedihan Nara ikut sedih. Ia tak bermaksud membuang gadis kecil itu sedih. Ia hanya tidak ingin terikat apapun pada siapapun. Hidup nya terlalu berat, banyak aturan.
"Nara kesini ingin ketemu Daddy, bukan?" tanya Nick berjalan menghampiri sang putri sedih, segera menganti topik agar kesedihan tak berlanjut.
"Iyaa," jawab Nara cepat mengangguk kepala.
"Sekarang sudah ketemu Daddy. Nara mau apalagi?"
"Makan bersama Daddy."
"Baiklah, permintaan tuan putri di kabulkan," senyum Nick menggendong Nara membawa pergi kembali ke kursinya.
Bela melihat kedekatan dan kasih sayang Nick begitu besar pada Nara, teringat pada kehidupannya tak pernah merasakan hal seperti itu.
"Saya akan pulang, kalian tangani meeting ini," putus Bela tidak mood makan atau lainnya.
"Tapi Nona, Tuan besar akan marah besar," ucap Galih khawatir pada Bela.
"Saya bisa menangani itu," seru Bela siap untuk di hukum.
"Sayang, tunggu sini sebentar, Daddy ingin bicara dengan aunty Bela," ucap Nick, lalu berlari mengejar Bela.
Panggilan nya tak di gubris, wanita itu terus berjalan cepat menghindari nya. Tapi bukan Nick jika tidak bisa menghentikan seorang wanita.
"Sudah ku katakan tunggu, tetap keras kepala," kesal Nick berhasil menghentikan langkah Bela, tangan nya menggenggam erat pergelangan tangan Bela.
"Lepaskan! mau apa lagi kau?" berontak Bela.
"Keras kapala!" tekan Nick marah tidak suka pada satu kata yang di ucap Bela.
"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku!" Nick tidak peduli terus menarik Bela ikut bersama nya.
Tiba di depan pintu ia membuka dan masuk. Tubuh Bela di dorong di dinding dan mencium paksa bibir nya.
Bela kaget mendapat ciuman dadakan dari Nick, sekuat tenaga ia berontak. Semakin besar Nick melakukan.
Nick mel**** kasar bibir Bela. Rasanya sangat sakit tak bisa melakukan perlawanan. Tenaga pria itu menekan kuat kedua tangan di dinding atas kepala.
__ADS_1
Dia bisa melihat jelas gunung kembar Bela yang menggoda. "Hukuman untuk mu yang keras kepala," ucap Nick tersenyum smrik.
"Kau akan menyesal melakukan ini padaku. Tak ada kerja sama perusahaan lagi, aku pastikan itu," ancam Bela marah di perlakuan tidak sopan oleh Nick.
"Kata KAU lagi. Dan sekarang mengancam ku? akan ku tunjukkan seperti apa kata ancaman sesungguhnya. Setelah ini jangan harap bisa pergi dari ku," Nick langsung menggendong Ara berjalan ke ranjang dan melempar nya.
Restoran ini juga menyediakan beberapa kamar. Dan salah satu kamar itu milik Nick. Nick selalu memakai jika sedang makan di sini, sesekali istirahat jika lelah.
"Jangan! ku mohon. Kau kakak ipar ku, bagaimana bisa melakukan ini padaku adik ipar mu," mohon Bela menjelaskan hal gila Nick tidak benar.
"Hentikan menggunakan kata kau. Ganti itu dengan kata kamu!"
"Tidak! aku tidak terbiasa, jangan memaksa ku, kau bukan Daddy ku jadi tidak berhak mengatur hidup ku," tidak terima Bela di atur orang lain selain Daddy.
"Baiklah, sekarang akan ku tunjukkan apa itu kata mengatur," habis sudah kesabaran Nick. Bela sangat keras kepala, tidak ada cara lain selain melakukan hal gila.
Srek!
Nick merobek pakaian Bela dengan kasar.
"Jangan," Bela menggeleng kepala.
( Silakan di pikirkan apa yang di lakukan Nick. Maaf juga kalau alur cerita nya membuat readars kecewa.π)
2 jam berlalu...
Tubuh Bela rasanya remuk, lahan bawa terasa nyeri. Nick melakukan begitu kasar tanpa kelembutan hingga akhir. Air mata nya tak henti mengalir membenci Nick. Ia ingin kabur, tapi tubuh nya di peluk erat Nick.
"Kau milik ku sekarang. Jangan berpikir kabur. Aku sudah menabur benih ku disini," Nick mengelus perut rata Bela.
"Apa mau mu? kenapa melakukan ini padaku? apa karena aku mirip? kenapa kau sangat jahat? aku tidak mencintai mu, aku tidak ingin melakukan ini. Biarkan aku menjalani hidup ku seperti biasa," mohon Bela menangis di pelukan Nick.
"Aku mohon... hidup ku sudah sangat menderita saat ini, jangan menambah itu. Cinta tak bisa di paksa. Aku mencintai pria lain. Jika kau memaksa cintaku untukmu lebih baik aku mati. Aku tidak bahagia bersama mu, bahagia ku bersama orang lain," tambah Bela lagi.
Mendengar pengakuan Bela, Nick seperti tersambar petir merasa bersalah, hingga tidak berpikir panjang melakukan pada wanita yang tidak mencintai nya, bukan berarti mereka kembar Bela juga mencintai nya seperti Ara. Semua itu salah tidak benar.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
__ADS_1
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...