Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 28: Kebohongan lagi


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Hubungan keluarga Bela dan keluarga Nick semakin dekat, begitu pun dengan Nara dan Tata, kedua gadis kecil itu sangat bahagia.


Setelah satu minggu menghabiskan waktu di mansion Nick. Tata sering menginap untuk bisa bermain bersama Nara. Dan Bela harus terkena imbas, mau tidak mau harus menemani Tata.


Dan Nick mengambil kesempatan itu untuk bercumbu dengan Bela.


"Kenapa sangat lama? aku sudah menunggu mu sejak," ucap Nick melihat Bela baru datang.


"Jalanan macet Kak, emangnya ada apa memanggil ku kesini?" tanya Bela menatap Nick.


Tanpa menjawab Nick menarik Bela mendekat nya.


"Kak, jangan bilang kalau ka-"


"Aku menginginkan mu sayang, kita lakukan satu ronde, oke," ajak Nick tidak sabar menerkam tubuh Bela yang sudah menjadi candu nya.


"Tidak Kak, kita tidak bisa melakukan sekarang," cegah Bela, menahan tangan Nick yang mulai membuka pakaian nya.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Nick bingung mendadak Bela menolak.


"Aku sedang datang bulan Kak," jawab Bela jujur.


Nick mendengar itu kaget, bagaimana bisa dua kali gagal. Padahal bulan ini mereka sudah begitu usaha, tepatnya Nick bukan Bela.


Entah kenapa dia merasa ada yang tidak beres. Satu kali percobaan beberapa tahun yang lalu berhasil, Tata hadir. Tapi kenapa sekarang sudah sangat aktif tidak berhasil.


"Apa yang terjadi?" tanya Nick serius tatapan nya kini berubah tajam pada Bela.


"Maksud Kakak apa? aku gak ngerti," Bela bingung dengan pertanyaan Nick.


"Stop berbohong Bela! katakan apa yang kamu lakukan, hingga bisa terjadi?" bentak Nick marah. Dia yakin ada yang tidak beres.


"Berbohong apa? aku benaran tidak mengerti maksud mu, Kak. Apa yang ku lakukan?"


"Kamu yakin tidak berbohong? tidak tau apapun?"


Glek!


Bela menelan kasar saliva nya, dia sadar apa yang di maksud Nick sekarang. Hati nya menjadi tak tenang, bagaimana Nick bisa menebak sejauh ini.

__ADS_1


"Aku benaran tidak tau apapun yang kamu maksud, aku bahkan tidak berkata bohong," ucap Bela, hatinya sudah ketakutan saat ini tatapan Nick begitu tajam padanya.


"Ti-"


Perkataan Nick langsung terhenti mendengar bunyi dering telpon, dan beralih menatap tas Bela. Bela melihat itu segera mengambil tas nya, namun kalah cepat dari Nick.


Pria itu sudah lebih dulu merebut tas Bela dan mengambil ponsel di dalam masih berdering. Di sana tertulis jelas nama penelepon di layar ponsel.


Dokter xxx.


Tatapan Nick bergantian pada Bela dan ponsel di genggaman nya.


"Kenapa dokter menghubungi mu?" tanya Nick, kecurigaan nya semakin besar pada Bela yang memang sepertinya melakukan sesuatu yang tidak dia ketahui di belakang.


"Itu, mungkin ingin memberitahu kondisi Daddy. Berikan ponsel nya padaku," jawab Bela bohong. Dia berdiri ingin mengambil ponsel nya, tapi tidak semudah yang di pikirkan, Nick tidak memberikan itu.


"Kondisi Daddy? kamu yakin tidak berbohong?" tanya Nick.


Bela menggeleng kepala. Dia bingung harus berkata apalagi sekarang. Melihat Nick begitu marah dan penuh curiga padanya, membuat otaknya tak bisa berpikir jernih.


"Baiklah, kita dengar sama-sama apa yang akan di sampaikan dokter mengenai kondisi Daddy mu," seru Nick, wajah Bela seketika berubah pucat.


"Tidak! berikan padaku, aku akan berbicara pribadi padanya," cegah Bela cepat berusaha merebut ponsel nya dari tangan Nick.


"Kenapa kamu sangat takut? apa benar ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"


"Tidak."


"Kak, jangan seperti ini. Tuduhan mu itu tidak ada kaitannya dengan dokter."


"Tuduhan? aku tidak menuduh apapun padamu, Bela. Aku hanya bertanya apa ada yang kamu sembunyikan dari ku, tanpa mengatakan tuduhan apapun," tekan Nick. Bela mendengar itu mengutuk diri nya sendiri, jika sudah seperti ini Nick akan makin curiga padanya.


Bela diam berusaha menyembunyikan wajah cemas nya. Otak nya benar-benar buntut saat ini, tidak bisa berkata apapun lagi.


Nick makin muak melihat Bela diam, akhirnya memutuskan mengangkat panggilan telepon.


πŸ“ž:"Hallo, Nyonya Bela," sapa wanita di sebrang sana yang menghubungi Bela.


Bela mendengar suara dokter, mendongak wajah menatap ponsel nya di tangan Nick yang sengaja di speaker.


Dia berusaha menghentikan dokter untuk tidak mengatakan apapun, tapi Nick sudah lebih dulu membungkam mulut nya.


"Jika tidak ada yang kamu sembunyikan diam," ucap Nick menatap tajam Bela.

__ADS_1


πŸ“ž:"Hallo, Dok," sahut Nick.


πŸ“ž:....


πŸ“ž:"Saya suaminya, Bela lagi tidur."


πŸ“ž:....


πŸ“ž:"Katakan saja, saya akan menyampaikan pada istri saya setelah bangun."


πŸ“ž:...


Nick diam mendengar perkataan dokter di sebrang sana, sesekali dia menatap tajam Bela.


Bela tak bisa berbohong lagi sekarang, semua benar-benar sudah terbongkar. Dokter sialan itu mengatakan semua yang di lakukan dua bulan kemarin.


"Sial! lebih baik tadi aku ke rumah sakit dulu sebelum kesini," sesal Bela dalam hati.


"Apa sebegitu tidak sukanya kamu padaku hingga tega melakukan hal ini? apa kamu hanya menyukai sentuhan? atau kamu me-" Nick tidak sanggup berkata apapun lagian dalam batin, dia benar-benar kecewa pada Bela.


πŸ“ž:"Terimakasih, saya akan mengatakan semua pada istri saya. Dia pasti akan senang mendengar kabar baik ini," ucap Nick menatap Bela dengan tatapan tak bisa di artikan lagi.


Tut.


Panggilan terputus, Nick mematikan sepihak dan membanting kuat ponsel Bela ke lantai hingga pecah.


"Kak, apa yang kau lakukan?" kaget Bela melihat ponsel nya kini tak terbentuk lagi.


"Kenapa kamu melakukan ini Bela? kenapa? apa kamu hanya menginginkan kenikmatan? apa kamu tidak pernah berpikir untuk memiliki status yang jelas, atau kamu takut tidak bisa mendapat kenikmatan dari pria di luar sana yang ikut memuaskan kamu, seperti aku? katakan!" bentak Nick marah Bela di mata nya sangat rendah. Tidak ada Bela yang bersih.


Plak!


Satu tamparan melayang di pipi Nick, Bela tidak terima dengan perkataan Nick mengenai nya. Dia bukan wanita murahan mau di sentuh banyak pria.


"Tutup mulut mu, aku tidak serendah itu!" tegas Bela tatapan nya tak kalah tajam dari Nick.


"Ck, masih saja berkata bohong. Saya bersyukur tidak menikah dengan wanita seperti mu. Ara sayang, maafkan aku. Aku menyesal telah menyentuh wanita seperti nya."


Bela mendengar itu hatinya sangat sakit, dadanya terasa sesak. Sudah benar yang di lakukan sepertinya tidak mencintai Nick.


Dia berusaha tidak menjatuhkan air nya. Bela tidak ingin terlihat lemah.


"Apa aku begitu buruk di mata mu Kak? apa tidak ada kepercayaan sedikit pun untuk ku? atau mungkin selama kita melakukan kamu selalu membayangkan aku ini Ara bukan Bela, makanya kamu tidak pernah percaya padaku? sungguh sesuatu yang indah. Aku seharusnya sadar... tapi tidak masalah aku sudah sadar sekarang, aku berharap setelah ini tidak ada penyesalan apapun dari mu, Kak. Jika ada, aku tidak akan bisa memaafkan mu. Aku sangat membenci mu, sekarang."

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2