
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Jet pribadi Bela telah tiba 10 menit lalu, Bela turun di ikuti dua asisten setia. Tak ada pengawal lagi, ia tidak ingin jadi pusat perhatian, meksi begitu tetap menjadi pusat perhatian ada tidak pengawal bersamanya.
Bela berjalan dengan anggun, tanpa sadar ada sosok pria memperhatikan nya dengan penuh arti.
"Galih kita ke apartemen saja, tidak perlu ke mansion. Saya hanya dua hari di sini dan saya tidak ingin menghabiskan banyak waktu di perjalanan dari mansion ke kantor, jadi sudah saya putuskan untuk tinggal ke apartemen dekat kantor," ujar Bela ingin menyelesaikan semua masalah kerjaan dengan cepat dan kembali pulang.
"Baik Nona, saya akan meminta orang kita membersihkan apartemen," ucap Galih cepat melakukan tugas.
"Hmmm," Bela berdeham terus berjalan.
Langkah nya terhenti mendengar teriakan familiar seseorang.
"Mommy!" teriak seorang gadis kecil berlari dan memeluk Bela.
Bela terkejut tidak menyangka bertemu Nara keponakan nya. Ia bingung berbicara apa rasanya sangat aneh.
"Mommy, Nara rindu. Kenapa baru mengunjungi Nara sekarang?" tanya Nara sedih melepaskan pelukan dan menatap Bela.
"Hmmm," pikir Bela bingung harus bicara apa, sungguh pertemuan tak sengaja membuat nya terlihat seperti orang bodoh kehabisan kata-kata.
"Maafkan Mommy sayang. Kerjaan Mommy di Inggris sangat banyak hingga tidak bisa menghubungi atau mengunjungi mu. Dan Mommy juga merindukan Nara, bagaimana kabar nya baik-baik saja, kan?" tanya Bela lembut menatap lekat wajah gadis kecil mirip dengan nya.
"Nara baik, bagaimana dengan Mommy?" tanya balik Nara setelah menjawab.
"Mommy baik sayang. Nara kesini mau ngapain? apa mau pergi?" tanya Bela tersadar akan keberadaan Nara sedang apa dibandara.
"Nara mau jemput Daddy, nah itu Daddy," sahut Nara cepat bahagia melihat Nick muncul dan berjalan mendekat.
Bela mengikuti jari telunjuk Nara mengarah. Mata mereka tak sengaja bertemu dan saling pandang. Bela secepatnya memutuskan dan menatap ke tempat lain.
Hal itu tidak terlepas dari pandangan Nila. Ia merasa aneh dengan tatapan Bela takut pada Nick seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Dan tadi penjelasan Alex mengenai Bela, seketika tak membuat nya yakin lagi melainkan ragu.
"Hampir saja aku percaya pada kebohongan yang di buat kak Johan. Kalian lagi dan lagi menyembunyikan rahasia dari ku. Baiklah kali ini aku sendiri yang menyelidiki," batin Nila menatap Bela tak sadar sedang di tatap.
"Hay kesayangan Daddy," peluk Nick rindu memeluk Nara.
"Nara rindu Daddy," balas Nara memeluk Nick.
"Daddy juga rindu, bagaimana kabar Nara? baik-baik saja, kan?" tanya Nick melepaskan pelukan dan menatap sang putri.
"Pertanyaan Daddy sama seperti Mommy. Hehehe," senyum Nara.
"Benarkah?" kaget Nick tersenyum dan beralih menatap Bela. "Bagaimana kabar mu? lama tidak bertemu," lembut Nick menyapa Bela.
"Aku baik Kak, bagaimana keadaan Kakak?" senyum canggung Bela.
Setelah kejadian hari itu ia dan Nick memutuskan untuk berteman. Meski Bela mengatakan menganggap nya Kakak, tapi tidak dengan Nick. Pria itu tidak bisa menganggap Bela adik.
"Aku baik. Ikut lah bersamaku dan yang lain. Aku tau kamu tidak lama di sini jadi jangan menolak kasihan Nara sangat merindukan mu," ucap Nick mengajak Bela ke mansion.
"Anggap saja ini permintaan seorang Kakak pada adik, menurut lah sayang," lembut Nick mengusap rambut Bela.
"Kak!" teriak Bela kesal rambut nya di usap seperti anak kecil, memalukan saja. Mana di depan umum dan di lihat banyak orang pula
"Kenapa? hmmm," Nick menatap wajah kesal Bela padanya.
"Menyebalkan. Jangan melakukan ini padaku Kak. Aku bukan anak kecil," protes Bela tidak terima. Entah kenapa rasa takut nya pada Nick hilang.
Sikap lembut dan penuh kehangatan Nick membuat nya dalam waktu singkat dekat.
"Maaf. Ya sudah skarang kita pulang. Dan kamu ikut juga, jangan menolak," tegas Nick tidak terima bantahan.
"Hahaha... Mommy sangat lucu seperti ini," tawa Nara melihat wajah cemberut Bela.
"Sayang kau menertawai Mommy mu? anak seperti apa bahagia di atas penderitaan Mommy nya? awas kau," ancam Bela berniat mendekati Nara, tapi gadis kecil itu sudah berlari bersembunyi di punggung belakang Nila dan Alex minta perlindungan.
__ADS_1
Dan tangan Bela pun sudah di tahan Nick.
"Sudah lanjutkan di mansion, tidak malu apa di lihat banyak orang?"
Bela mendengar itu seketika sadar, ia lupa jika sekarang berada di tempat umum.
Nila melihat Bela malu baru tersadar di tempat umum, tersenyum. Kini ia baru menyadari satu hal sekarang, sifat Ara sebenarnya ada juga pada Bela, hanya saja keadaan membuat nya menutup itu.
"Kemari lah," Nick menarik Bela mendekat dan Bela tak berontak.
"Seperti ini biar tak malu," Nick merangkul Bela dan berjalan. Lagi dan lagi Bela tak protes ia menerima semua itu.
Kedua asisten Bela melihat nona mereka tersenyum lepas, tersenyum bahagia.
"Saya yakin Nona. Pak Nick adalah kebahagiaan yang Nona cari," batin Galih ikut senang jika Bela bahagia.
"Bahagia selalu Nona," batin Jeje sama hal dengan Galih ikut senang jika Bela bahagia.
Di dalam mobil Bela duduk di samping Nick di kursi penumpang dengan Galih dan Jeje. Orang suruhan Bela sudah menyiapkan mobil di parkiran bandara, setelah mendapat kabar keberangkatan Bela.
"Kamu ngantuk?" tanya Nick lembut mengusap lembut pucuk rambut Bela.
"Hmmm, di jet aku tidak tidur. Banyak hal yang harus ku kerjakan jadi seperti ini," terang Bela lelah.
"Tidurlah, aku akan membangunkan mu jika tiba," Nick menarik lembut tubuh Bela lebih dekat padanya dan membiarkan kepala Bela bersandar di bahu.
"Terimakasih, maaf merepotkan," tulus Bela tak menolak. Ia sangat lelah dan entah kenapa berada di dekat Nick rasanya nyaman berbeda dengan enam tahun lalu.
"Iya. Tidur lah," senyum Nick bahagia, mengelus lembut pipi Bela.
"Aku mencintaimu Bela. Aku tau kamu hanya menganggap ku Kakak ipar dan menganggap ku mencintai mu karena wajah kalian yang mirip. Tapi itu tidak benar. Aku mencintai mu sebagai Bela, karena sifat dan sikap mu bukan utama karena wajah," batin Nick sedih bingung harus menjelaskan bagaimana pada Bela. Tapi untuk sekarang ia tidak ingin merusak semua dengan ungkapan perasaan nya itu. Biarkan semua berjalan seperti air.
Dia pertama akan membuat Bela nyaman, baru ia pikirkan langkah berikut yang akan di lakukan. Dan sejauh ini Nick tidak tau tentang kehidupan Bela di Inggris seperti apa. Kesibukan nya mengembangkan bisnisnya harus pulang pergi luar negeri sama seperti Bela. Waktu nya pun sedikit untuk bersama Nara.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...