Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2
Bab 18: Dengan keputusan yang sama


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Tangan Bela tak sekali terlepas dari genggaman gadis kecil yang berbaring di ranjang rumah sakit. Genggaman itu seolah takut akan kehilangan jika di lepaskan. Bela duduk di samping ranjang sedih melihat keadaan putri nya seperti ini karena dirinya.


Dia tidak menyangka tindakan nya ini membuat Tata menyiksa diri nya sendiri.


"Kesayangan nya Mommy kenapa masih tidak tidur? Mommy di sini, Mommy tidak akan meninggalkan Tata, tidur lah," ucap Bela tau ketakutan Tata tidak ingin terlelap, takut saat bangun membuka mata ia tidak berada di sini lagi.


Bela sangat merasa bersalah dan sedih dengan semua ini. Kesalahan nya begitu besar hingga mempengaruhi Tata sebesar ini.


"No, Mommy selalu berkata seperti itu. Mommy tetap pergi akhirnya meninggalkan Tata sendiri lagi," lirih Tata sedih mengingat yang lalu-lalu selalu di bohongin.


"Maafkan Mommy sayang, Mommy janji gak bakal bohong sama Tata. Mommy sayang sama Tata. Tata hidup Mommy," Bela mencium punggung tangan dan kedua pipi Tata.


"Tata juga sayang Mommy, janji Mommy selalu bersama Tata. Tidak mementingkan kerjaan dari Tata," ucap Tata masih takut Bela ingkar.


"Janji sayang. Apapun untuk putri kecil Mommy akan di turuti. Sekarang Tata harus sembuh, Mommy akan ajak main kemana pun Tata ingin," janji Bela tersenyum pada Tata yang berbinar mendengar perkataan nya.


"Benarkah? Mommy janji?" dengan penuh kebahagiaan, Tata tersenyum mendengar janji ajakan Bela yang tak pernah mereka lakukan bersama.


"Janji, sekarang Tata istirahat biar cepat sembuh. Mommy akan di sini menemani Tata," ucap Bela menyakinkan sang putri agar percaya dan mau tidur.

__ADS_1


"Iya," angguk cepat Tata perlahan memejamkan mata, tangan nya tak di lepas dari Bela.


"Maafkan Mommy sayang, terlalu sibuk dengan kerjaan, hingga tidak menyadari telah banyak melukai perasaan mu sedalam ini. Kehadiran terjadi karena kesalahan, tapi buat Mommy kamu adalah anugerah yang di kasih Tuhan untuk Mommy mengisi hari-hari sepi tanpa arah tujuan yang jelas," batin Bela sedih menatap wajah sang putri sudah tertidur, tangan nya pun sudah tidak terasa erat di genggam dan bisa di tarik.


Bela bangkit dari dari bangku dan berjalan duduk gabung di sofa dengan kedua kakak dan iparnya.


Bela duduk di samping Yudha, mereka masih sama-sama diam tak ada pembicaraan apapun. Bela sudah biasa dengan keheningan, hidup nya memang seperti ini.


Tapi kali ini ia tidak ingin ada keheningan, ia ingin mengatakan sesuatu serius pada mereka.


"Kak," panggil Bela serius menatap mereka bergantian.


"Hmmm, ada apa? mau minta maaf?" tanya Yanto menatap Bela duduk tak jauh darinya..


"Iya, itu juga, tapi aku bukan ingin mengatakan itu sekarang. Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting," Bela berubah serius terdengar dari suara dan tatapan nya.


"Siapa yang mau menikah? gak usah ngawur deh Kak. Keputusan ku sampai kapan pun tidak akan berubah tidak mau ya tidak mau. Tidak usah banyak berharap. Lagian bukan hal itu yang ingin ku bicarakan," tegas Bela sedikit kesal tidak suka asal bicara Yanto tentang pernikahan yang memang tak pernah ia pikirkan sama sekali.


Meski sering melakukan bersama Nick, ia tak pernah sekali berpikir hal jauh untuk menikah.


"Dasar keras kepala. Kau sama saja seperti Daddy mu keras kapala," ejek Yanto kesal dengan keputusan Bela tak ingin menikah.


"Ya, Daddy adalah Daddy ku jadi sudah seharusnya aku mengikuti nya," seru Bela tidak peduli kekesalan yang di tunjukkan Yanto padanya.

__ADS_1


"Sudah, tenang lah," Amber menenangkan Yanto untuk tidak kesal pada Bela.


"Hmmm," Yanto berdeham menuruti perkataan istri nya.


Percuma berdebat dengan Bela, wanita keras kepala itu sampai kapan pun tidak akan pernah mau mengalah. Bela begitu berbeda dengan Ara yang penurut tidak banyak bantah. Sedangkan Bela kebalikan dari semua itu. Hanya saja wajah mereka mirip, tidak dengan sifat, bagai langit dan bumi.


"Katakan apa yang penting?" tanya Yanto sudah tak kesal pada adiknya. Ia paham semua karena didikan Gilbert yang ingin Bela tampil sempurna dan tegas tanpa terbantahkan.


"Aku ingin mengajak semua tinggal di Negara A. Perusahaan di sana butuh penanganan langsung dari ku. Dan tidak mungkin aku bolak balik, kasihan Tata. Aku tidak ingin meninggalkan nya lagi. Sudah cukup satu kesalahan yang ku perbuat, tidak lagi," ucap Bela sedikit berbohong. Tidak ada alasan lain selain perusahaan dan putri nya.


"Kau yakin dengan keputusan mu ini? di sana kau akan bertemu Nick, Bela. Apa tidak menjadi masalah untuk mu? Kakak tidak ingin kau kenapa-napa. Hingga sekarang saja kau tidak juga memberitahu nya tentang Tata," cemas Yanto tidak yakin dengan keputusan Bela.


"Benar yang di katakan Yanto, Bela. Keputusan seperti ini bukan masalah kecil. Bagaimana jika Nick tau masalah Tata, dia akan marah besar, kau belum tau seperti apa Nick jika marah, Bela. Sebaiknya pikir ulang keputusan mu ini. Jangan gegabah," timpal Yudha memperingati Bela untuk kembali memikirkan semua dengan baik.


"Aku tau itu Kak. Karena aku sudah melihat nya. Lagian aku sudah memiliki rencana ku sendiri. Tata tidak memiliki kemiripan apapun dengan Nick jadi aku bisa membohongi nya, itu sangat muda," batin Bela memikirkan semua baik-baik dan yakin ini sudah benar.


"Aku yakin dengan keputusan ku ini Kak. Lagian hubungan ku dan Kak Nick tidak ada masalah, selagi dia tidak tau tentang Tata semua aman-aman saja," sahut Bela penuh keyakinan tidak akan terjadi sesuatu jika semua tidak di ketahui Nick.


"Terserah kau saja. Kami sudah memperingati mu sebelum nya, jika kedepannya terjadi sesuatu kami tidak membantu mu, Bela. Nick memang baik, tapi juga memiliki sisi menyeramkan seperti psikopat," ujar Yanto mengingatkan Bela sedikit menakutinya mungkin setelah mendengar ini Bela akan berubah pikiran, meski harap-harap cemas. Bela wanita yang sekali memutuskan A tidak akan mau di ubah.


Dan semua terlihat dari wajah Bela dengan pendirian nya tidak takut.


"Aku juga memiliki sisi itu, jika Kakak melupakan. Dan aku bukan wanita lemah, apapun yang ku putuskan sudah aku pikirkan konsekuensi seperti apa yang bisa terjadi kedepannya," seru Bela tidak goyang pada keputusan nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2