
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Satu bulan kemudian....
Keluarga Allen tidak juga bisa menemukan keberadaan Bela. Hubungan Bela dan Nick sudah mereka ketahui.
Gilbert sangat marah pada Nick, dia ingin mengambil hak asu Tata untuk tinggal bersama nya. Tapi tak bisa, mereka kalah saat pengadilan memutuskan hak asu jatuh pada Nick.
Hubungan Nick dengan kedua kakak Bela kini benar-benar sudah putus. Mereka kecewa pada Nick. Pria itu dengan tega menyakiti Bela adiknya.
"Daddy mau kemana?" tanya Yudha melihat gilbert sudah rapi.
"Ke kantor, perusahaan butuh pemimpin. Kalian berdua tidak mungkin mengurus, kalian punya perusahaan sendiri," jawab Gilbert.
Yudha diam yang di katakan Gilbert benar, tapi keadaan Gilbert saat ini sedang tidak baik-baik. Selama satu bulan ini pria tua itu tidak banyak makan dan juga istirahat.
Dia khawatir kesehatan Gilbert drop.
"Huft.... " Yudha menghela nafas kasar.
"Dimana kamu Dek, semoga kamu baik-baik dimana pun kamu berada. Cepat lah kembali, kasihan Daddy," batin Yudha.
"Semua akan baik-baik saja. Bela tidak akan melakukan hal nekat seperti di masa lalu," ucap Ais melihat sedih nya Yudha.
"Aku pun berharap seperti itu. Ya sudah kita ke meja makan sekarang," ajak Yudha tidak ingin membuat Yanto dan lain menunggu mereka.
"Ayo," sahut Ais.
...----------------...
"Nara, Tata, hari ini berangkat sekolah nya di antar Aunty ya. Daddy harus ke kantor ada rapat penting," ucap Nick lembut pada kedua putri nya.
Semenjak memenangkan hak asu Tata. Nick menempatkan 4 pengawal untuk menjaga Tata. Dia tidak ingin Bela menemui putri nya lagi.
"Iya Dad," sahut kedua kompak.
Nila kasihan sama kedua ponakan nya, terutama pada Tata gadis kecil itu tak pernah tersenyum lagi. Dia selalu murung, sifat nya benar-benar mirip Bela.
Nila mengingat jelas pertama kali bertemu Bela, Bela sangat dingin tidak banyak bicara.
__ADS_1
"Aunty, ayo. Tata sudah kencang," ajak Tata. Dia menyalim tangan Daddy sebelum pergi.
"Ya sudah, ayo. Kak, aku duluan," pamit Nila.
"Hmmm, hati-hati," ucap Nick.
"Nick, jangan menyiksa Tata seperti ini. Kau tidak melihat dia benar-benar merindukan Mommy nya. Biarkan mereka ketemu. Jangan jadi orang tua egois atau kau akan menyesal kedepan nya," ucap Alex mengingatkan Nick.
"Tidak, saya tidak akan menyesal. Semua yang saya lakukan benar," sahut Nick yakin tidak merasa seperti yang di katakan Alex.
"Kau begitu yakin Nick. Seperti nya sudah saat kau tau ini," Alex mengambil ponsel dalam sakunya dan menunjukkan sesuatu video pada Nick.
Video tersebut terlihat jelas Bela melukai seluruh wajahnya dengan pecahan kaca. Nick terkejut melihat itu. Dia tidak tau akan hal itu, setelah kejadian itu dia meminta orang nya segera membereskan apartemen nya dan di jual.
"Terimakasih untuk semua Nick. Hinaan mu sudah membuat ku sadar. Rawatlah putri mu dengan baik. Aku menyerahkan nya untuk mu. Detik ini wajah ini tidak akan kau lihat lagi."
"Lupakan perkataan saya tadi. Semua itu hanya untuk menguji mu, dan sekarang saya tau kau begitu membenci nya. Saya hanya tidak mau kebencian mu menghancurkan diri mu sendiri, jadi saya memperlihatkan ini," ucap Alex. Dia sama dengan keluarga Bela sebenarnya sangat kecewa pada Nick. Tapi jika dia ikutan mendiamkan Nick, tidak akan ada yang menyadari Nick nanti.
"Saya tau kau tidak lagi peduli dengan Bela sekarang. Tapi lakukan ini demi Tata. Bagaimana juga sebelum bertemu dengan mu, dia hidup bersama Bela. Bela lah yang mengandung nya selama 9 bulan, Bela juga yang melahirkan nya," lanjut Alex berharap semua perkataan nya panjang lebar di mengerti Nick.
"Terimakasih sudah menjelaskan semua ini. Tapi saya rasa kau tidak mengerti satu hal. Tata lahir karena sebuah kesalahan, Dia sama sekali tidak berniat melahirkan Tata, jika bukan karena permintaan Pak Kenzo. Bahkan saat kita berhubungan dia jelas-jelas tidak ingin kesalahan di masa lalu kembali terulang. Apa semua itu kurang jelas untuk kau sadar dia bukan seorang Ibu yang baik," ucap Nick kejadian itu tak bisa di lupakan.
"Ya, untuk itu saya tau. Saya tidak menyalahkan kalian berdua. Saya hanya mengingat mu Nick. Kebahagiaan anak paling utama, pikir kan itu," kata Alex bangkit pergi meninggalkan Nick di meja makan sendiri.
Nick tidak terlalu memikirkan perkataan Alex, dia sudah terlanjur kecewa.
***
Di sisi lain...
Di Pulau terpencil, seorang wanita duduk santai menikmati pemandangan pantai.
Dia menghirup dalam-dalam udara pantai. Suara ombak laut terdengar indah.
Sebulan menghabiskan waktu di pulau. Wanita itu benar-benar berubah. Dia adalah Bela.
Sebelum meninggalkan Negara A, dia sudah menghubungi dokter terbaik di seluruh dunia untuk pergi ke pulau yang di beli secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.
Dan di sana dia melakukan operasi plastik. Semua perlengkapan di bawah oleh dokter sesuai perintah nya saat menghubungi.
"Apa kau akan tetap di sini?" tanya calista, dokter yang mengoperasikan wajah Bela.
__ADS_1
"Hmmm," sahut Bela berdeham.
Calista sudah mendengar semua cerita kehidupan Bela dari orang nya sendiri. Bela adalah teman SD nya. Kedua berpisah, karena Calista harus ikut keluarga nya pindah.
"Apa kau takut bertemu orang di masa lalu mu?"
"Ck, takut pada mereka? aku sama sekali tidak takut," benci Bela mengingat pria yang membuat nya sangat membenci wajah nya.
"Lalu kenapa masih di sini? wajah mu sudah pulih total, apalagi yang kau tunggu?" penasaran Calista, Bela begitu betah berada di pulau, ya dia akui pemandangan di sini sangat indah.
"Kenapa aku merasa kau seperti mengusir ku? ini pulau ku jadi aku bebas berada di sini sampai kapanpun," sahut Bela menatap tajam Calista.
"Turun kan pandangan mu itu, aku tidak takut sama sekali. Aku hanya prihatin padamu, berdiam diri begini persis pengangguran," ejek Calista tanpa takut.
"Kau juga sama dengan ku, Lista," balas Bela santai.
"Semua ini karena kau menahan ku di sini bodoh!"
"Ya sudah besok pulang lah," sahut Bela.
"Lalu kau?"
"Aku juga akan kembali."
"Kau serius? apa kau kembali untuk balas dendam?"
Bela menggeleng kepala.
"Tidak, aku tidak sudi berurusan dengan mereka lagi."
"Tapi Ta-"
"Aku tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Aku melukai wajah ku, karena aku membenci semua yang berkaitan dengan nya. Ku harap kau mengerti, dan tidak menanyakan hal ini lagi."
"Bela, kau gila! dia masih anak mu, kenapa harus kena imbas dari kebencian mu pada Daddy? jangan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal ke depannya," pesan Calista sedih melihat Bela seperti ini.
"Hmmm."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1