
kedua orang tua dira sedang sibuk berbincang dengan salah satu klien dari perusahaan qui sehingga dia tidak mengangkat telpon dari lily baru saja dia akan menelpon kembali nomor lily kini pelayan runahnya yang menelpon hati mama dira kini menjadi cemas entah kabar apa uang akan di dengarnya.
mikail ayah dari dira melihat istrinya yang memasang wajah cemas menggenggam tangan istrinya.
"siapa yang menelpon ma?" tanya mikail kepada istrinya.
mama dira todak menjawab pertanyaan suaminya dan segera mengangkat telpon dari pelayan rumahnya.
"ada apa bi" tanya mama dira
"non dira nya..." beleum sempat pelayan menyelesaikan ucapannya.
"kenapa dengan dira" nyonya mikail histeris mendengar penuturan pelayannya yang belum selesai. mikail yang melihat istrinya histeris lantas mengambil ponsel sang istri
"dira kenapa bi" tanya mikail dengan tenang
"tian. non dira ada di rumah sakit B sekarang" setelah mendengar informasi dari pelayannya kini mikail mencoba menenangkan sang istri dengan cara memeluknya dan mubgusap punggung sang istri.
"ma sekarang kita harus ke rumah sakit B. dira ada di sana" ucap tuang mikail
mama dira tidak sanggup nerkata kata lagi kini dia berjalan dengan dipapah oleh sang suami menuju ke rumah sakit B.
__ADS_1
πΊπΊπΊ
kini mikail dan istrinya sudah sampai di rumah sakit dia sedang melihat dokter rudi berbicara dengan liky dan seorang laki laki.
"apa yang terjadi dengan dira dokter rudi" ucap mikail berjalan ke arah dokter dan sahabt dira namun entah siapa laki laki itu.
"oh tuan mikail" sapa sang dokter " begini tuan sepertinya nona dira mengalami koleps lagi dia sesang tidak sadarkan diri sekarang mungki. tunggulah beberapa saat lagi" ucap sang dokter.
"begini tuan mikail sudah berapa kali saya katakan jangan membiarkan dira terlalu beraktifitas yang sangat menguras tenaga" jelas dokter rudi
tuan mikail yang mendengar merasa tidak pernah melihat dira menjalankan aktifitas yang sangat berat tapi mengapa sekarang dia seperti ini batin tuan mikail.
mikail kini menatap lily meminta penjelasan dengan aktivitas dira di kampus tadi.
"maafkan saya tuan. saya akan bertanggung jawab dengan ini semua" ucap diego dengan penuh penyesalan.
"siapa kamu? kamu apakan anak saya hoeh?" icap mikail dengan memberikan tatapab horornya kepada diego.
"maaf tuan saya diego refano. dosen di kampus xx" ucap diego mengulurkan tangannya namun mikail tidak menyambut ukuran tangan itu dan tetap menajamkan tatapannya.
"mohon maafkan saya tuan. saya seharusnya tidak memberikan hukuman seperti tadi kepada dira" permohonan maaf diego.
__ADS_1
mama dira yang mendengar nama diego merasa tidak asing dengan dia nanun entah mengapa mama dira merasa pernah mengenal nama itu.
"sudahlah pah mungkin dia dosen baru di kampusnya dira" ucap mama dira yang mulai menenangkan mikail
mikail kini mulai menenangkan dirinya dengan menghembuskan nafas kasar berualang kali.
"tuan. nona dira baij baik saja hanya saja butuh beberapa jam mengembalikan kesadarannya dan tidak akan terjadi hal fatal lagi" ucap ang dokter yang ikut menenangkan.
"mohon maafkan saya tuan. sebagai permohonan maaf saya. saya yang akan membayar semua pengobatan dira dan saya yang akan membantu dalam perawatannya" ucap diego.
"bagaimana saya bisa percaya kepada kamu. sedangkan kamu hampir mencelakakan anak saya" ucap mikail.
"diego" teriak seseorang dari seberang lorong diego yang mendengarnyapun langsung berbalik.
πΊπΊπΊ
maaf ya kakak kak kalau banyak yang typo typo
minta dukungan like dan tambahkan ke favorit ya kakak kakak
dukungan dari kakak kKak akan selalu menjadi motivasi bagi penulis
__ADS_1
terima kasih πππ