
kembali ke dira
"mama tidak mau tahu kamu harus berhenti bekerja di perusahaan itu. fokuslah dengan kuliahmu saja" pinta mama dira dengan tegas.
"mama dira hanya mau hobi dira di kembangkan dengan bekerja di situ ma" jelas dira dan berdiri hendak meninggalkan kamar mamanya...
"kalo kamu tidak mau mendengar kata kata mama terpaksa kamu harus menerima perjodahan yang akan dilaksanakan keluarga kita dengan anak sahabat mama" ancam mama dira.
"mama itu namanya ancaman ma. dan lagi dira tdak akan meninggalkan perusahaan itu dan tidak akan pernah menerima perjodohan itu" bantah dira " dan lagi dira hanya akan menikah dwngan malaikat penolong dira" lanjut dira dan meninggalkan kamar mamanya.
mama dira hanya menghela nafas dengan sikap anaknya. dan tidak tahu harus bagaimana menyikapi anaknya yang sepertinya susah untuk di dekati laki laki hingga umurnya yang sekarang tapi masih belum terlihat dekat dengan laki laki..
πΊπΊπΊ
ruang kerja diego
kini diego menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya dan sejenak memikirkan renaa
__ADS_1
"apa benar kamu itu malaikat kecilku. tapi mengapa sifat kamu sangat berbeda sewaktu kamu kecil" batin diego dan kemudian menutup matanya.
*ππ"kenapa menangis. kau tahu kau sangat jelek saat menangis" ucap laki laki kecil yang sedang menatap gadis kecil yang sedang menangis dengan memegang lututnya dan menundukkan kepalanya.
"hey. bicara lah. aku akan mendengar semua kesedihanmu" ucap laki laki kecil itu yg sekarang duduk di samping gadis kecil.
"aku hanya takut" jawab gadis kecil " aki takut. aku tidak tau ini di mana dan aku juga tidak melihat orang tuaku lagi" lanjut gadis kecil menatap lak laki kecil itu
" hey jangan takut aku akan menemanimu hingga orang yuamu datang" tawar laki laki kecil itu.
"benarkah" antusias sang gadis kecil dwngan mengembangkan senyumnya meski tak terlalu senang.
"sebaiknya anda pindah ke kamar anda tuan bukankah besok anda harus mengajar" ucap asistennya yang bernama riko.
"ah sial kau mengganggu mimpiku dengan malaikat kecilku riko" tegas diego tidak suka.
"maafkan saya tuan" ucap asisten riko menyesal.
__ADS_1
"ya sudah saya akan ke kamar dan kamu kembali lah. urus semua yang mesti di urus" titah diego dan "satu lagi apa kamu sudah dapat informasi mengenai ditry m" tanya diegpon sebelum menibggalkan riko
"oh maaf tuan sepertinya sedikit sulit untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan itu tuan bahkan pemiliknya saja tidak ada yang tahu meskipun itu karyawan di sana tuan yang mereka tahu hanyalah pak deni sebagai penanggung jawab perusahaan itu tuan" jawab riko dengan informasi yang dia dapat.
"gali lah lebih dalam lagi karena saya harus tahu itu semua saya tidak mahu kehidupan renaa ada yang mengusiknya saat ini" ucap diego yang kemudian berjalan meninggalkan ruang kerjanya.
πΊπΊπΊ
ke esokan paginya dkkb kampus XX
"selamat pagi pak diego" sapa salah satu mahasiswa perempuan namun diego hanya mengangguk dan berlalu menuju ke ruangannya.
setelah sampai di depan ruangannya kini diego di kagetkan dengan kehadiran dira yang menunggunya di depan ruangannya.
"ada apa kamu kesini. kamu mau minta kebijakan mengenai tugasmu yang kemarin" ejek diego kepada mahasiswanya itu.
"oh tentu tidak pak" diego yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya " justru hari ini saya akan menyetor tugas yang kemarin pak" jawab dira dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
" ow hebat juga kamu" guman diego " ya sudah simpan di meja saya dN segeralah keluar" titah diego.
dira kini melangkah masuk dan menyimpan tugasnya di meja. dan diegopun mengikutinya dari belakang namun. ketika dira membalikkan badannya dia tidak menyangka bahwa ternyata diego ada di belakangnya. dan karena terkejut dan hendak mundur tapi dira malah akan terjatuh dan untung saja tangan kekar diego dengan cepat menahan tubuh dira agar tidak terjatuh