
setelah selesai makan dengan sederhananya kini dira dan diego menuju ke sebuah mall terbesar di kotanya setelah sampai dira dan diego beriringan memasuki mall tersebut menuju ke sebuah tokoh berlian awalnya dira menolak untuk masuk ke toko tersebut karena menurutnya itu terlalu mewah ia gunakan. namun karena sedikit paksaan dari diego dirapun kemudian melunak dan menuruti diego. dira dan diwgo di sambut okeh seorang pelayan tokoh dwngan membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormatnya terhadap pengunjungnya.
"perlihatkan desaign cincin pernikahan kepada kami" ucap diego tegas dan berwibawa kepada pelayan tersebut dengan sigap pelayan itu kemudian memperlihat beberapa cincin yang berhiaskan berlian berlian cantik dengan warna yang berbeda beda. dira kemudian hanya melirik cincin itu dan sedikit menggeleng pertanda dia tidak menyetujui cincin yang di perlihatkan oleh payan itu.
"mbak ada yang sedikit lebih sederhana tetapi tetap menampilkan keanggunan" ucap dira kepada sang pelayan. sementara itu diego terus saja menubggu dira sambil melihat lihat kalung berlian indah yang di pajang di atas etalase tak lama pelayanpun datang dengan membawa beberapa cincin.
Mata Dira langsung tertuju pada sebuah cincin dengan sebuah berlian yang bertengger kecil nan mungil dira kemudian menatap dieho dengan senyumannya
"apa kamu sudah menumukan yang kamu inginkan"
"aku menginginkan yang ini kak tampak sederhana tetapi tidak menibggalkan kemewahan dan keanggunannya." jawab dira sambil menunjuk cincin yang di pilihnya.
"baiklah. mba saya pesan yang ini kemudian saya mau di cincin itu terukir nama DIRDIE" ucap diego yang tentu mendapat tatapan penuh ke heran darOl dira.
"DIRDIE? itu singgakatan nama kita dira dan diego" jawaban diego menjawab pertanyaan yang tidak sempat di lontarkan oleh Dira.
"dan tolong bungkuskan satu set berlian ini" ucap dieho sambil menunjuk satu set berlian yang terdiri dari kalung, gelang, anting, dan juga cincin.
"baik tuan silahkan melakukan transaksi terlebih dahulu" ucap pelayan itu lagi
"sekarang bungkuskan. cepat!" ucap dieho dengan suara yang sedikit meninggi.
"tapi tuan kami harus melakukan prosedur transaksi terlenih dahulu sebelum membungkus barang yang ingin anda ambil ini tuan" ucap pelayan itu dwngan sedikit gemetar.
"apa kamu baru bekerja di sini?" tanya diego.
"maaf tuan saya baru bekerja selama dua hari di sini dan tolong jangan membuat masalah" jawab pelayan dengan suara yang masih gemetar.
"panggil manager kalian sekarang juga" ucap diego dengan kesal dan suara yang semakin meninggi. sementara itu dira yang melihat kekesalan diego mencoba tetap menenangkan diego dengan memegang tangan diwgo kuat bahkan dirapun juga merasakan ketakutan yang sangat kuat ketika diego membentak para karyawan di toko ini.
__ADS_1
"kak kita transaksi saja dulu kasian mereka kan kak?"
"apa kamu tidak tahu toko ini"
dira hanya menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu mengenai toko yang di datanginya ini. tak lama manager sang tokopun keluar.
"maaf tuan diego, ada yang bisa saya bantu" ucap sang manager toko menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat kepada diego.
"kamu jelaskan semua yang terjadi" icap diwho menujuk kearah pelayan yang melayaninya dengan baik tadi. sang pelayan pun menjelaskan semua secara rinci dan membuat sang manager toko membelalakkan matanya.
"maaf tuan dia salah satu karyawan baru di sini dia belum mengenal anda tuan. mohon di maafkan tuan ini sungguh sangat fatal tuan" ucap sang manager toko.
"hey, cepat lakukan perintahnya tadi" ucap sang manager toko dengan sedikit memarahi bawahannya itu.
"tapi pak tuan omni tidak mau melakukan transaksi terlebih dahulu"
"apa kamu belum juga mengerti situasi saat ini dan apa kamu juga tidak mengenal beliau."
"tuan diego ini adalah pemilik tokoh ini" jawab sang manager dan membuat pelayan itu terkejut dan langsung meminta maaf kepada diego. tapi bukan hanya pelayan itu saja yang kaget tetapi dira juga tidak kalah kagetnya mendengar ucapan manager toko tadi. 'oh tuhan apa dia adalah anak sultan' batin dira.
setelah mendapatkan apa yang diego pesan tadi diego "aku mau cincin itu selesai dalam tiga hati dan kamu antarkan ke rumah" ucap diwho pada manager dan langsung di jawab ya oleh sang manager. dieho kemudian mengajak dira keluar dari toko
"apa masih ada yang kamu butuhkan"
"sudah tidak ada kak"
"baiklah. apa kamu akan kembalkkb ke kantor atau pulang ke rumahmu"
"aku akan ke kantor dulu kak"
__ADS_1
"ya sudah kita pulang ya sekarang"
dira dan diego kemudian pulang saat di jalan dira mencoba membuka mulutnya untuk memecahkan keheningan.
"kak tidak seharusnya kamu sepertkkb itu tadi"
"maafkan aku jika membuatmu takut"
"tidak kak, hanya saja aku kasian dengan dia. pelayan itu hanya menjalankan sesuai aturanmu kak"
"baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi"
"terima kasih kak"
diego kemudian kembali fokus menyetir mengantarkan dira menuju ke kantornya. setwlah sampai di depan kantor dira, diego kemudian mengambil bingkisan yang di ambilnya tadi di toko berlian miliknya kemudian menyidorkannya kepada dira
"ini hadian untukmu sayang, maaf membuatmu takut tadi" ucap diego dengan rautan wajah penyesalan.
"tidak apa kak tapi ku rasa ini terlalu berlebihan kak"
"aku ingin tidak ada penolakan sayang, sekarang ambillah dan masuk ke kantor. jangan terlalu kecapean Ra ingat untuk tetap menjaga kesehatanmu."
"siap kak terima kasih hadiahnya. sekarang aku masuk dulu ya kak hati hati di jalan assalamualaikum"
"waalaikum salam"
Dira kemudian masuk ke kantornya sedangkan diego kembali melajukan mobilnya menuju ke kantornya kembali.
💓💓💓
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap menibggalkan jejak berupa like dan vote nya kakak kakak