Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
blush


__ADS_3

kini jam menunjukkan pukul sembilan pagi diego dan juga dira masih betah berlama lama mengurung dirinya di dalam selimut yang mereka gunakan sebagai saksi atas pergulatan mereka. diego yang tertidurpun dwngan posesif memuluk tubuh dira yang seakan tak ingin ia lepaskan sementara dira yang tidurnya sangat nyenyakpun tak merasakan terusik sekalipun atas ke posesifan diego.


tinnong...


bel pintu kamar yang mereka tempati di resort itu pun berbunyi namun tak di hiraukan oleh mereka.


tinnong...


hinhga bunyi bel kedua barulah diego tersadar dari tidurnya dan perlahan melepas pelukannya dan kemudian bangun menggunakan pakaiannya dan segera membukakan pintu karena merasa jengkel diego langsung membuka pintu dan membentuk seseorang yang sedang berada di depan pintu.


"Kenapa mengganggu sih, apa kalian tidak punya sopan santun sama sekali ha" ucap diego yang membentak orang tersebut.


"maaf mengganggu tuan muda, tuan dan nyonya besar memerintahkan saya membawakan ini untuk tuan dan nona muda karena telah melewat sarapan pagi ini" ucap pelayan resort gugup.


"baiklah sekarang kamu pergi" perintah diego sembari mengambil nampan yang berisi sandwich fan juga susu untuk keduanya dan juga ada beberapa pil obat yang entah itu untuk siapa karena pil obat tersebut berbeda dengan pil obat yang dira minum tadi malam.

__ADS_1


diego kemudian mendengar notifikasi pertanda pesan masuk di ponselnya, diraihnya ponselnya yang berada di atas nakas kemudian di bukanya pesan itu


***dimas :


minumlah obat itu agar malammu semakin panjang bersama luna***.


diego merasa geram dengan dimas, dasar baj****n dimas kemudian menelpon dimas


tut.. tuut.. tuut...


'halo' terdengar suara dari seberang


"jangan naif yego kam pasti akan membutuhkan obat itu agar kamu sukses membuat jagoan kecil untuk kami hahahah" canda dimas yang membuat diego semakin geram.


"sialan kamu dim aku tidak membutuhkan obat itu aku bisa membuat dira tak keluar kamar hati ini"

__ADS_1


"hahahha terserah kamu sajalah yego kalo kamu blum ingin meminumya simpanlah gunakan saat kamu membutuhkannya" gelak tawa dari dimas terdengar sangat mengejek diego.


"sudahlah, jangan pikirkan kami dim yang harus kamu pikirkan itu adalah bagaimana caranya agar kamu mendapatkan pendamping hidupmu hahahahaha" ejek diego yang langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


karena suara tawa diego yang sangat mengganggu di indera pendengaran dira membuatnya terbangun dari tidurnya...


"telponan sama siapa kak" tanya dira dengan suara khas bangun tidurnya.


"oh itu dek si dimas" sekarang bangunlah kamu hatus makan dulu sayang, aku mau ke WC sebentar, kamu makan lah dulu.


dira yang hendak bangun dari tidurnya memekik kesakitan yang di rasakannya di pangkal pahanya dan sekujur tubuhnya di rasanya ingin remuk.


"maafkan aku sayang, itu wajar karena ini adalah pengalaman pertama kita sayang" dira yang mendengar penuturan diego merasa malu dan seketika wajahnya memerah seperti kepiting rebus. karena langsung saja dira membayangkan kembali pergulatannya tadi subuh bersama kekasih halalnya.


diego membantu dira untuk duduk dan bersandar di di sandaran ranjang dan kemudian mengambil nampan tadi dan meletakkannya di dekat dira. setelahnya diego langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.

__ADS_1


dira menyantap sepotong sandwich dan segelas susu setelah susu yang di gelas habis dira kemudian melirik pil obat yang berada di nakas itu dira meminum obat itu karena mengira bahwa obat itu adalah salah sati vitamin yang selalu di minumnya ketika merasa sedang tidak enak badan.


'wah perhatian banget sih kamu kak yego sampai harus menyiapkanku vitamin segala'batin dira dan kemudian meminum pil itu.


__ADS_2