
kini dira kembali sibuk di perusahaan miliknya untuk berkutat dengan kertas kertas hasil designya. dira memilih rancangan gaun yang di buatnya yang akan ia kenakan saat acara pernikahannya nanti dan juga tak lupa ia membuat beberapa desin yang akan di perlihatkan nya kepada mama tina dan juga mama dini untuk mereka gunakan. dira terus membuat beberapa design hingga tidak sadar ada seseorang yang masuk ke ruang kerjanya.
πΊπΊπΊ
diego melihat jam yang melekat di tangannya. di lihatnya di sana kini hampir jam istirahat karena merasa memiliki waktu yang lenggang hibgga membuatnya berpikir untuk mengajak dira makan siang dan juga mencari cincin pernikahan. dira kemudion menelpon riko agar memantau para pekerja lainnya saat dia ingin keluar. awalnya riko menolok dan ingin mengantar tuannya tetapi di tolak oleh diego dia tidak ingin riko menjadi obat nyamuknya saat sedang bersama dira. riko pun dengan terpaksa mengiyakan keinginan tuannya.
diego kini telah berdiri di hadap dira meskipun dira masih tidak menyadari kedatangannya dan tetap terfokus pada kertas kertas yang ada di hadapannya. hingga membuat diego berdehem kecil agar dira bisa melihat ke arahnya tetapi ternyata dira tetap tidak menyadari keberadaannya. diwgopun berjalan kedekat dira dan mengusap kepala dira yang terbalut oleh hijab
"jangan terlalu bekerja keras sayang" ucap diego menatap dira lembut dengan penuh ketulusan.
dira yang kini menyadari kedatangan diego meletakkan pulpen miliknya dan merapikan kertas miliknya "sejak kapan kakak ada di ruanganku"
"sejak aku merindukanmu" hoda diego dan mendapat tatapan menyelidik dari tadi.
"bisa tidak itu mata di netralkan sayang sepertinya kamu sekarang beralih menjafi detektif ya" lanjut diego lagi.
"aku sedang serius kak"
"baiklah. maagkan aku belum lama kok. apa pekerjaanmu sudah selesai"
dira menganggukkan kepalanya meskipun sebenarnya dia belum mendapatkan sebuah titik terang dengan gaun yang akan di gunakannya nanti.
"bisa kita keluar"
" tentu tapi aku harus meminta izin dulu pada pak deni" diwho sontak mengernyit pasalnya fira adalah pemilik perusahaan ini mengapa mesti meminta izin lebih dulu..
"kak. ingat pegawai lainnya mengetahui jika aku ini hanyalah salah satu pegawai bagian perancang di sini jadi aku harus bersikap sama seperti yang mereka lakukan"
diego hanya geleng geleng kepala melihat kewibawaan dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh calon istrinya ini. setelah selesai dira memberitahukan pak deni yang notabenenya adalah kepercayaannya sendiri dira dan diegopun kemudian melangkankan kakinya keluar dari perusahaan milik dira. sepanjang perjalanan menuju lobi kantor tak henti hentinya diwho dan dira mendapat tatapan ke kaguman kepada diego yang terkenal sebagai seorang CEO sedangkan dira memdapat tatapan berbagai hal ada yang iri dengan dira dan bahkan ada juga yang mencemooh dira
"dia hanya seorang perancang, sangat tidak cocok dan serasi jika harus bersanding dengan CEO seperti tuan diego." cemooh salah seorang karyawati dira di bagian reseptionis dira hanya melihat karyawan itu dan kemudian melemparkan senyumannya sementara diego yang mendengar dira sedang di cemooh ingin sekali meneriaki wanita hila itu yang telah mencemooh atasannya itu. nanub lagi lagi dira menahan lengan diego pertanda agar diwgo tidak melakukan hal itu dan kemudian menggelengkan kepalanya secara perlahan dengan memberikan senyuman pertanda dia tidak apa apa dengan semua ini. dira dan diegopun kembali berjalan. menuju ke mobil milik diego.
"sayang kenapa belum jujur kepada semuanya" tanya diego kesal dengan sikap sang resepsionits tadi.
"akan ada waktunya kak, dan lahi dengan begini aku akan mengetahui mana karyawanku yang bijaksana maupun yang tidak.
__ADS_1
"apa semuanya sering mencemooh dan merendahkanmu seperti tadi" masih dengan nada kesal
"tidak semuanya kak dan sekarang aku hanya ingin melihat sosok asli mereka."
"baiklah tapi aku mau wanita gila tadi kamu pecat saja"
"tidak kak. jika aku memecatnya maka aku yakin anak anaknya akan bersedih mengingat dia adalah tulang punggung keluarganya dia adalah singgel parent dan harus membesarkan anaknya dan menghidupi ibunya seorang diri"
"benar benar berhati malaikat kamu ya"
"tentu karna aku adalah malaikat kecil kak yego"
"dan aku adalah malaikat penolongmu" balas diego dengan memberika senyumannya dan mengedipkan sebelah matanya melihat dira sejenak dan kemudian kembali fokus untuk menyetir.
"tapi sepertinya kamu tidak harus selalu datang ke kantorku kak. aku tidak mau semua karyawanku tergoda denganmu"
"hahahaha apa sekarang malaikat kecilku ini sedang cemburu dengan karyawannya sendiri"
"tidak hanya saja aku tidak mau mereka sakit hati karna cintanya harus bertepuk tangan hahahaha" tawa dira kemudian memecah
"terima kasih atas kepercayaanmu my little angel" ucap diego dengan tersenyum.
"kak kita makan di pertigaan depan saja ya kak disana ada penjual bakso. aku ingin sekali makan bakso mang gonrong"
"kamu yakin tidak mau ke restoran saja"
"tidak kak. mau bakso saja kak"
diego kemudian mencari tempat yang di maksud dira.
'kamu benar benar berbeda ra di saat semua wanita tidak ingin makan di pinggir jalan saat bersamaku dan memilih tempat yang mewah tapi kamu malah tidak gengsi dan memilih kesederhanaan' batin diego yang tanpa hentinya mengagumi dira.
dira dan diego kemudian melihat sudah ada gerobak bakso milik mang gonrong di depan tempatnya sangat sederhana jauh dari kata mewah hanya ada sebuah meja panjang sekitar satu setengah meter dengan beberapa kurai plastik tanpa sandaran. beruntungnya dira dan diego masi bisa mendapatkan tpat duduk meskipun harus memegang mangkok baksonya tanpa harus menggunakan meja. dira memesan dua porsi bakso mereka memakan bakso itu dengan sangat menikmatinya awalnya ego tidak yakin dengan rasa baksonya tetapi setelah merasakan baksonya diego terlihat sangat menyukai dan menikmatinya bahkan diego menambahkan satu porsi lagi sementara dira yang seperti biasanya tetap tampak anggun dengan gaya makannya dan saat mendengar diego memesan satu porsi lagi dira kemudian tersenyum
"enak ya kak"
__ADS_1
"iyya rasanya pas dan nikmat" ucap diego.
setelah selesai diego kemudian menberikan uang selembaran seratus ribu pada mang gonrong.
"ini mang uangnya" ucap diwgo kemudian berjalan hendak pergi
"tuan" ucap mang gonrong membuat diego kembali
"apa itu tidak cukup"
"maaf tuan. silahkan tunggu uang kembaliannya dulu"
"uang kembalian?"
"iyya tuan harganya cuman tiga pulub ribu saja untuk tiga porsi"
"apa" diego kaget mendengar harganya bagaimana tidak rasanya yang nikmat dan mantul ini hanya seharga sepuluh ribu saja perporsi.
"ngga perlu mang uang kembaliannya ambil aja"
"terima kasih tuan"
dira dan diegopun Kemudian kembali ke mobil.
πππ
happy reading
kakak kakak bisa follow IG saya @viki.amalia.351
atau di FB saya Viki Amalia Syarif
πππ
**jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komennya kakak kakak
__ADS_1
πππ**