Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
JIWA POSESIF YANG MERONTAH


__ADS_3

JIWA POSESIF YANG MERONTAH


Apapun masalahmu maka bicarakanlah baik baik sebelum


mengambil keputusan, jangan biarkan orang lain mengambil kebagahiaanmu dan


jangan biarkan kecemburuan menyelimuti hatimu


Setelah beberapa hari di rawat kini Dira sudah di


bolehkan untuk pulang. Kini seluruh keluarga tengah sibuk untuk menyambut


kedatangan Dira. Kedua ayah dari Dira dan Diego terlalu sibuk untuk mendekorasi


ruangan tamu untuk menyambut kedatangan putri dan juga menantunya. Meskipun


terlihat kompak mendekorasi ruangan tersebut, tak ayal jika mereka akan


melakukan perdebatan kecil demi mendapatkan sebuah dekorasi yang sempurna ya


meskipun itu tentu saja bisa dilakukan oleh seluruh pelayan tetapi mereka tetap


kekeh untuk mengerjakannya tanpa bantuan dari siapapun.


Sementara itu kita beralih menuju ke para ibu ibu yang


kini tengah sibuk menyiapkan makanan berat dan juga beberapa makanan ringan


untuk menyambut putri dan juga menantu dari mereka. Para ibu ibu kini terlihat


kompak dengan di selingi beberapa perbincangan yang membuat keduanya bisa


saling tersenyum.


# di rumah sakit


Kini Dira berdiri di dekat jendela besar yang mengarah


langsung ke jalan raya, Dira melihat padatnya kendaraan yang sedang saling


bersahut sahutan membunyikan kelaksok kendaraan mereka yang sudah tidak sabar


ingin menggiring roda kendaraan mereka menuju ke tempat tujuan dira terus


menatap keluar yang entah apa yang sedang di pikirkannya hingga tanpa ia sadari


kini Diego sudah memeluknya dari belakang


“bagaimana sayang? Apa sekarang sudah siap untuk


pulang ke ruma kita?” tanya Diego tanpa melepaskan pelukannya kepada istrinya.


Sementara itu Dira yang sedang ditanyapun hanya menganggukan kepala saja


pertanda jika dia sudah siap.


Kini Diego membalikkan badan istrinya untuk


menghadapnya


“sayang kamu harus janji, jika ada hal yang mengganjal


pikiran dan perasaanmu tentang diriku maka kamu harus membicarakannya denganku


karena aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali”


“maafkan aku sayang, aku benar benar di butakan dengan


kecemburuanku”


Melihat mata istrinya yang akan menitikkan butiran


kristal dari ujung matanya membuat Diego menarik Dira kedalam pelukannya

__ADS_1


sebagai pertanda bahwa ini bukan kesalahan dirinya semata.


“bagaimana, apa sekarang sudah bisa beranjak dari


ruangan yang terlihat membosankan ini sayang,”


“tentu saja”


Diego kini langsung menggandeng tangan istrinya untuk


melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang kini menurut diego bahwa ruangan


yang terlihat membosankan.


“tunggu dulu sayang bagaimana dengan obat yang harus


di tebus di apotek rumah sakit dan juga barang barangku itu” tanya Dira


menghentikan langkahnya.


“jangan pikirkan itu sayang nanti akan ada riko yang


mengurus semuanya sekarang kita hanya perlu berjalan kaki dan keluar dari


bangunan yang penih dengan aroma yang tidak mengenakkan hidungku ini sayang.”


Jawab Diego dengan sedikit watak angkunya yang iya tonjolkan.


“hemm sepertinya es dari kutub hatiku ini belum


meleleh seutuhnya hingga menampilkan watak angkuh dan juga sombongnya sekarang


ini.” Dira menggelengkan kepalanya mendengar ke angkuhan suaminya itu.


“tenang saja sayang jika di depanmu maka kutub es ini


akan meleleh”


“hmmm” Dira hanya mendesah.


ingin agar aku menggendongmu sampai keluar”


“kamu yakin akan menggendongku tanpa harus memerintah


Riko si asistenmu itu”


“ heyy jaga ucapan mu sayang jika itu berkaitan dengan


dirimu maka aku tidak akan membiarkan siapapun laki laki itu akan menyentuhmu


jika sampai hal itu terjadi maka yakinlah bahwa besok dia sudah tidak bisa lagi


menikmati alam yang di ciptakan Tuhan ini.”


“hmm sepertinya jiwa posesifmu meronta lagi dalam


pikiranmu” ucap Dira yang kemudian melanjutkan langkahnya.


# di rumah diego


Setelah sampai di rumah, kini diego membukakan pintu


mobil untuk sang istri dan kemudian berjalan masuk dan ....


“selamat datang kembali sayang” ucap semua orang yang


kini menyambut kedatangan Dira.


“selamat datang Dira sayang” ucap Lily yang sengaja


datang menyambut kedatangan sahabatnya itu.


“selamat datang nyonya muda” ucap para pelayan yang

__ADS_1


kini bekerja di rumah Diego.


Satu persati orang datang untuk memeluk Dira namun


pada saat akan makan tiba tiba Dimas datang dan hendak langsung masuk ke ruang


makan namun naasnya Lily yang sedang ingin keluar sebentar untuk mencarger


ponselnya di ruang tamupun malah menabrak tubuh tegap Dimas...


“maafkan saya Tuan” ucap Lili menundukkan kepalanya


“jalan pake mata dong jangan pake tangan” sarkas Dimas


“lah mata tidak di pake untuk jalan Tuan melainkan


untuk melihat dan lagi tadi saya jalan pake kaki ya bukan pake tangan” ucap


Lili membalas ucapan sarkas dari Dimas


“jelas jelas udah salah malah ngejawab lagi”


“ ya jelas saya jawab untuk meluruskan perkataan tuan”


“hey kalian jangan berdebat begitu di jalan kalian


menghalangi langkah istriku” ucap Diego yang melihat perdebatan antara Dimas


dan Lily


“diam kau” ucap keduanya serempak tanpa mengalihkan


pandangannya


“hey ini rumahku kenapa aku yang di marahi” ucap Diego


tak terima


“ ku bilang Diam” ucap keduanya tambah sinis dan


melihat Diego dengan tatapan membunuh dari keduanya.


“hey kenapa kalian menatapku seperti itu, minggir


kalian” ucap Diego yang kemudian mendorong bahu Dimas agar mereka dapat


berjalan memasuki ruang makan.


“dan lahi jangan seperti itu bisa jadi kalian akan


berjodoh nantinya” ucap Diego kembali melangkah dengan di iringi tawa yang


menggelegar sementara Dira hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka


bertiga.


<><><><>


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Untuk bisa lebih mengenal


author bisa juga ya langsung follow IG author


@viki.amalia.351


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang

__ADS_1


V A SYA


__ADS_2