Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
dira diego 3


__ADS_3

dira bangun dari tidurnya dan kemudian menemukan diego tengah mengerjakan tugas kantornya dira segera menghampiri diego "maaf kak tafi aku ketiduran. bagaimana keadaan kakak"


"sudah membaik bultinya sekarang saya sedang kerja"


"apa kamu sudah makan?"


"aku menunggumu"


"baiklah sekarang kita makan ya kak. maaf membuat mu menunggu"


diego langsubg beranjak dari ranjang dan memegang tangan dira menuju meja makan.


dira kenudian duduk di hadapan diego. dira mengambilkan nasi dan memberikannya kepada diego ubtuk mengambil lauknya sendiri. mereka makan dengan nikmat tanpa adanya perbincangan. setelah mereka selesai makan dira kemudian membereskan meja makan dan kemudian mencuci piring. sedangkan diego meligat senua kelihaian dira di kersi dekat meja makan.


setelah selesai dira kenudian duduj kembali di hadapan diego.


"kak apa kamu betul betul sudah baikan?"


diego hanya mengangguk meskipun rasa pusing masih terus menyelimutinya

__ADS_1


"kalau begitu saya pulang dulu kak saya rasa saya sudah terlalu lama di sini kak tidak enak dengan tetangga kakak di sini"


"bukannya kamu bahkan sudah tidur di kamarku" ucap diego tersenyum sinis melihat dira.


dira merasa malu dengan tindakannya dan kemudian segera berlari keluar dari dapur namun langkahnya kalah cepat dengan diego yang langsung menarik tangan dira dan kemudian memeluk dira dari belakang.


dira kaget dengan diego yang langsung memeluknya dari belakang.


"biarkan seperti ini Ra" ucap diego yang mengeratkan pelukannya. sedangkan dira hanya fiam nerasakan janyungnya yang berdetak lebih cepat seakan ingin keluar dari sarangnya sekarang ini.


"aku mencintaimu NADIRA PUTRY MIKAIL" ucap diego tanpa melepaskan pelukannya.


diego kemudian mengernyitkan keningnya dan mengendurkan pelukannya sehingga membuat dira bisa bebas dari rangkulan diego dan segera berlari untuk mengambil barang barangnya.


diego melihat tingkah dira dengan wajah dira yang merah padam karena malu kemudian menggenggam tangan dira erat.


"kak aku hatus segera pergi assalamualaikum" ucap dira sambil melepaskan tangan diwgo dan segera berlari keluar apartemen diego.


diego masih terpaku berdiri di twmpatnya merutuki kebodohannya karena telah mengatakan dan mengungkapkan perasaannya terhadap dira. "ah sial seharusnya aku tidak mengatakannya secepat ini" kesal diego pada dirinya sendiri kemudian mengusap wajahnya keras dengan hembusan nafas yabg terdengar berat.

__ADS_1


sedangkan fira melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota menunu ke salah satu butik miliknya dia ingin melupakan semua yang di katakan oleh diego tadi.


"aku mencintaimu NADIRA PUTRY MIKAIL" kata kata itu terus terngiang di telinganya dan terus menari nari dalam pikirannya. dira tidak habis pikir dengan diego hari ini.


saat dira melangkahkan kakinya ke dalam butiknya dira teringat bahwa dirinya tadi tidak melaksanakan shalat dhuhur dira segera shalat dibruangannya dan menenangkan dirinya dengan melantungkan ayat suci al qur an.


diwho masih mengingat wajah dira yang menemaninya hati ini dia sekarang seperti orang gila yang terus membayangi eajah dira dengan senyjman dira yang terus mengembang dalam pikirannya hingga dia di sadarkan dwngan sebuah notifikasi pesan singkat yang masuk di ponselnya.


diego segera membuka ponselnya dan menbaca isi pesan itu


"tuan, besok nyonya sudah di perbolehkan untuk pulang"


pesan itu dari asistennya riko. diego kemudian bertambah senang karena sebentar lagi dia akan memikiki dira seutuhnya tapi kemudian raut wajahnya berubah. berbanding terbalik dari wajah bahagianya tadi.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


hy hy kakak kakak selamat membaca


jangan lupa untuk tinggalkan jejak like dan dukunganya kakak kakak πŸŒΊπŸŒΊπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2