
setelah beberapa bulan menjalani kuliah kini dira sidah menyandang gelar magister sedangkan diego kini suda menjadi seorang CEO yang menggantikan posisi ayahnya.
diego sedang makan siang di suatu restoran dan tanpa sengaja dia melihat renaa kekasihnya bersama sorang laki laki yang tidak dia kenal. diwgo berinisiatif mengambil tempat duduk di dekat meja yang di gunakan rena. alangkah terkejutnya diwgo yang mendengar perbincangan mereka berdua.
jado benar apa yang di katakan mamanya selama kmni pantas saja mamanya selalu tidak ingin memberikan diego restunya ketika akan menikah dengan renaa.
diego tidak jadi makan di restoran terswbut dan pergi meninggalkan restoran tersebit dwngan sangat kesal.
diego tidak kembali lagi ke kantornya dan memilih untuk pulang.
"mama mana bi" ucap diego kepada salah satu pelayan rumah.
"nyonya ada di kamarnya tuan" jawab pelayan
diego melangkah kan kakinya lebar menuju ke kamar mamanya.
diegi membuja pintu kanar mamanya tanpa mengetuk di lihatnya mamanya sedang bersandar di ranjangnya diego langsubg memeluk mamanya. dan meminta maaf kali ini diego akan mengijinkan mamanya memilih wanita yang cocom untuknya.
diwgo mwnceritakan semua percakapan antara rena dan soranglaki laki ke pada mamanya
rena :aku belum bisa berpisah dwngannya mas
__ADS_1
laki laki: apa alasannha
rena: aku harus mendapatkan sebagian sahamnya dulu bru kemudian ku tinggalkan bukannya kita membutihkan hartanya hoeh.
kurang lebih seperti itulah yang di cerikan diego kepada mamanya.
dini yang mendengar cerita dari anak menggelengkan kepalanya
"jafi kamu yakin dengan pilihan mama nantinya" ucap dini dwngan senyuman bahagia di wajahnya. diego hanya mengangguk mengiyakan ucapan mamanya
baiklah mama akan memilih menantu yang mama impikan selama ini dan mama rasa kamu pasti jiga akan menyukainya.
diego mengangguk dan memibta izin kepada mamanya untuk pergom ke ruang baca.
sementara itu di tempat lain dira tetap fokus dengan desain desain yang ada di tangannya menatapnya satu persatu suara ketukan pintu mengalihkan pandangannya melihat ke arah pintu.
"nona apa saya mengganggu.?" tanya pak deni
"tidak masuklah" ucapi dira
"nona kapan anda akan menunjukkan identitas anda nona" pak deni menatap nonanya yang terlihat sedang menerawang.
__ADS_1
"entah apa pak deni sudah tidak bisa di ajak lerja sama lagi sekarang" ucap dira yang seperti ancaman bagi pak deni
"bukan begitu nona. perusahaan anda kini semakin maju dan berkembang tapi nona tetap merahasiakan identitas anda" icap pak denkkb menjelaskan
"pak deni jika saya mengumbarkannya pada dunia saya tidak mau membuat semua orang berpikir bahwa saya sedang memamerkan apa yang saya punya pak deni" ucap dira menjelaskannya
"tapi nona perusahaan yang akan kita ajak bekerja sama ingin jika sang pwmilik perusahaanlah yang langsung datang dalam meeting besok lusa" ucap pak deni kembali dengan nada cemas. "ini merupakan sebuah proyek besar nona" imbuh pak deni
"mm apa pak deni tidak bisa menghandelnya sendiri?" tanya dira
"maafkan nona tapi pihak perusahaan tidak mau jika bukan pemiliknya langsung yang datang nona" jelas pak deni
"baiklah saya akan ikut tapi tetap perkenalkan saya sebagai designer" ucap dira
"tapi nona" bantah pak deni
" saya yang akan menghandelnya pak deni" ucapi dira yang di jawab anggukan oleh pak deni
pakkb deni mohon undur diri dari ruangan dira
dira memeriksa profil mengenai perusahaan yang akan bekerja sama dengan dia tapi sepertinya itu adalab perusahaan yang sangat kuat dan juga perusahaan yang memiliki kekuasaan. dia harus mendapatkannya agar menambah kemajuan perusahaannya.
__ADS_1
πΊπΊπΊ