
diego yang sedang memikirkan tentang seseorang yang sudah lama ia cari yang bahkan ia sempat terjerumus ke dalam masalah bedar karena telah salah orang.
drrrt... drttt.. drrt...
diego di kejutkan oleh getaran dari ponselnya yang juga di iringi oleh suara yang mengalun ponsel itu terus mengeluarkan bubyinya seakan meminta agar diego segara menjawab telepon dari seberang sana.
diego sekilas melirik layar ponselnya terlihat nama pemanggil di sana yang Tertera adalah dimas. dira kemudian berpikiran negatif apa yang terjadi pada dira tapi pikirannya itu segera dia tepis lalu karena mengingat seseorang yang mengawasi dira saat ini sedang tidak memberikan laporan buruk mengenai dira padanya. dimas kemufian kengambil ponselnya dan menjawab telepon dari dimas.
"lama banget sih angkatnya" teriak dimas dari seberang sana karena merasa kesal dengan diwgo yang sangat lama baru menjawab telepon darinya.
"apa terjadi sesuatu pada dira" tanya diego yang seolah berusaha tenang.
"*santai mas bro"
"*lalu kenapa"
*"kamu masih memcari seseorang yang memiliki kalung yang sama dengan milikmu tidak"
"*iyya memang kenapa"
"*aku rasa dia sudah berada dalam dekapanmu sekarang yego"
"*apa maksudmu dim"
"kemarin aku berkelahi dengan tiga orang preman bersama dira"
"bagaimana keadaan dira sekarang"
__ADS_1
"dia baik baik saja dia sangat jago bela diri rupanya. tapi caranya menyerang musuh mengingatkan aki pada gayamu menyerang bung"
"itu adalah gerakan umum bunh mungkin ini hanya kebetulan saja"
"dan lahi tidak sengaja aku melihat kalung liontin yang mirip punya mu dude"
"apa kamu serius" diego kini memicingkan matanya seolah penasaran dengan informasi selanjutnya dari dimas.
"iyya dia juga menceritakan di mana ia mendapatkan kalung itu"
"dimana dia mendapatkannya"
"ya makanya jangan selalu memotong bicaraku yego" kata dimas di seberang telepon dengan kesalnya.
"baiklah lanjutkan bro dimasyang terhormat"
"apa kamu tidak membodohiku dude"
"hey.. sejak kapan aku membofohimu dude. bahkan kamulah yang sering membodohiku"
"hey sudahlah jangan berdebat aku ingin memastikan ceritamu itu dude. maukah lamu membantuku?"
"tentu saja. apa yang perlu ku bantu"
"kapan acara puncak fashionmu. aku ada rencana hari itu dan pastinya akan membutuhkan bantuan dan kerja sama timmu di situ tetapi tidak melibatkan dira dan pastinya dira tidak boleh mengetahuinya"
"acaraku dua hari kedepan"
__ADS_1
"baiklah nanti akan aku kabari rencanaku akan ku kirimkan apa yang aku butuhkan di sana. tolong siapkan dude"
"bagaimana tagihannya. kamu tahukan aku tidak sekaya dirimu hahahahaha"
"dasar perhitungan kamu sama sahabatmu ini"
"hahahahaha. ya sudah aku harus bertemu fengan dira hari ini apa kamu cemburu?"
"hey jangan mencoba untuk mengambilnya dude atau ku pastikan kamu tidak akan pernah melihat mentari lagi" ancam diego dengan suara yang penuh dengan intimidasi.
"jangan mengancamku dude aku mulai gemetaran sekarang" jawab dimas dengan suara mengejeknya.
dimas kemudian mematikan telepon sepihak dan mengabaikan kalimat terakhir dimas tadi.
diwgo kemudian mulai mempersiapkan rencananya di acara dimas dan akan berangkat ke tempat acara dimas dengan menggunakan jet privadinya dan hari ini sepertinya dia harus bekerja keras untuk menyelesaikan kerjaannya agar rencananya tidak gagal di hari H.
💓💓💓
happy reading
kakak kakak bisa follow IG saya @viki.amalia.351
atau di FB saya Viki Amalia Syarif
😁😁😁
**jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komennya kakak kakak
__ADS_1
😉😉😉**