Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
sweety


__ADS_3

dira duduk di kursi penumpang dengan mengecek seluruh email yang masuk setelah selesai dia cek dira kemudian melihat riko yang seding fokus mengemudikan mobilnya menuju lokasi yang telah di pilih oleh diego.


"pak memang diego kenapa tidak bisa jemput"


"maaf nona, nona akan mengetahuinya setelah sampai nanti"


dira hanya memejamkan matanya sejenak seraya menghembuskan nafadnya pelan. dira kini menikmati perjalanannya dengan mendengarkan lagu yang di putar oleh riko entah kenapa perasaan dira saat ini begitu dag dig dug... tak lama mobil kini terparkir di depan sebuah restoran yang sangat indah menurut dira. dengan perasaan yang sangat tidak menentu itu dira turun dari mobilnya tanpa menubggu riko yang ingin membukakan pintu ubtuk dira.


"tidak perlu saya bisa buka sendiri. di mana kak yego"


"tuan muda menunggu nona di dalam silahkan nona. mari lewat sini" ucap riko hormat sambil berjalan mendahului dira agar dira bisa mengikuti langkahnya menuju tempat diego.


diego kini dengan kegugupannya mencoba untuk terlihat rileks dan santai saat sudah melihat dira yang mulai melangkah masuk. jantung diego terus berdegup semakin jarak keduanya mendekat semakin cepat pula degupan jantung diego. dira terlihat sangat sederhana di mata diego tetapi tidak terlihat biasa saja melainkan sangat cantik dan juga terlihat anggun. dira terus melangkahkan kakinya semakin langkahnya mendekat semakin menampakkan aura kecantikannya terhadap diego. saat dira sudah berada di depan diego. diego langsubg berdiri menyambut kedatangan sang wanita. dan memberikan isyarat kepada riko seraya mengatakan terima kasih rikopun langsung pergi dari hadapan keduanya memberikan ruang dan waktu untuk keduanya. diego menarikkan kursi untuk dira dan mempersilahkannya untuk duduk. dira dengan senyum yang terus merekah membuat hati diego semakin jatuh dan jatuh dalam pesona dira.


"terima kasih waktunya malaimat kecilku"


"apa aku terlihat kecil"


"kamu sudah dewasa tapi di mataku kamu tetap malaikat kecilku"


"baiklah terserah kakak saja tapi kenapa bkan kamu yang menjemputku"

__ADS_1


"maaf aku harus mempersiapkan ini"


"saya rasa bukan kamu yang menyiapkannya"


"kamu tidak percaya"


"tentu"


"baiklah aku memang tidak mengerjakan semuanya tapi di bantu olwh orang lain"


"tidak masalah kak"


tak lama perbincangan keduanyapun terhenti dengan kedatangan pelayan. keduaya kemudian memesan makan dan minuman yang sama.


"kamu tubggulah di sini" ucap diego yang kemudian beranjak dari duduknya berjalan menuju kearah sang pianis yang terus membiarkan jarinya menari di atas tuts piano.


terlihat diego yang sedang membisikkan sesuatu kepada sang pianis dan kemudian sang pianispun kini berdiri membiarkan diego mengambil alih tempat duduknya diego terlihat sangat menoikmati semua alunan yang keluar dari tuts tuts piano yang di tekannya yang membuat sebuah alunan yang sangat indah dkkb telinga dira.


dira tidak percaya bahwa diego sangat pandai memainkan alat musik dia pikir diego hanya menggekuti dunia bisnisnya saja. setelah selesai memainkan sebuah lagu diego kini mengambil sebuah mikrofon dan mengembangkan senyumnya.


"lahu yang saya bawakan tadi adalah lagu yang saya persembahkan kepada wanita saya yang sudah lama saya nantikan kehadirannya. dia ada duduk disana. NADIRA PUTRY MIKAIL saya tidak pandai merangkai kata yang indah dan romantis tapi saya berharap bisa membahagiakanmu hari ini esok dan selamanya. NADIRA PUTRY MIKAIL maukah kamu menjadi malaikat pelindung saya hari ini esok dan seterusnya dan mendampingi saya disaat suka maupun duka" ucap diego dengan mata yang terus memandangi dira lembut menampakkan aura ketulusannya semua pengunjung kini berharap dan bersorak agar dira memberikan jawaban ya.

__ADS_1


dira yang mendwngarnya sangat terkwjut dwngan tingkah diego namun seperti tersihir oleh panah asmara disaat mendengar kata demi kata yang di ucapkan oleh diego membuat kristal bening yang suda bertwngger di sudut matanya keluar tak terbendung lagi di sana. dira merasa terharu dengan penuturan diego tetapi belum sempat dia menjawabnya lampu padam membuat semua orang bersorak kecewa tapi tak lama. lampu kemudian bersinat kembali dengan cahaya tamaram dira kemudian mencari sosok diego yang tadinya berdiri di atas panggung tetapi kini twlah tidak ada entah pergi kemana dira merasa sedang di permainkan saat ini di mana tadinya dira sedang dilamar olwhnya tapi kini dirinyapun telah hilang entah kemana dira merasa sedih sekaligus kecewa dira kemudian membalikkan badannya dan ternyata sekarang mendapati diego yang berada di belakangnya sedang berlutut dengan memegang sebuah cincin namun yang membuat dira terswnyum kembali yaitu dwngan kehadiran mama dan papanya serta kedua orang tua dimas.


"will you marry me" ucap diego yang masih berlutut


"yes I will" ucap dira menganggukkan kepalanya tak ingin membuat diego terus berlutut di depannya dira kemudian memegang tangan diego agar diwgo bisa berdiri.


diego kini berdiri dan kemudian memasangkan cincin di jari manis dira. para pengunkung kini bersorak gembira memberikan tepukan tangab yang meriah pertanda semuabya turut bahagia.


kedua orang tua diego berjalan mendekati dira dan memeluk dira sedangkan kedua orang tua Dira berjalan mendekati diego dan memeluk diego. semuanya sangat bahagia dengan acara yang sudah di rencanakan oleh diego ini. semuanya saling melemparkan senyumannya.


💓💓💓


happy reading


kakak kakak bisa follow IG saya @viki.amalia.351


atau di FB saya Viki Amalia Syarif


😁😁😁


**jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komennya kakak kakak

__ADS_1


😉😉😉**


__ADS_2